Archive for May, 2011

Magdalena ohhh

Posted: May 16, 2011 in art
Tags:

Awwww…! ” Jeritan Lena kembali terdengar, ia menghindari terkaman Bang Somad.

“Ha Ha HA wah si amoy cantik ngajak kucing-kucingan…” kali ini keempat orang preman mengurung dirinya dan hampir bersamaan mereka menyergap tubuh Lena.

“Tidakk!! Lepasss.. lepasinnn…” Lena berontak sekuat tenaga ketika tubuhnya dibaringkan diatas ranjang, kedua tangannya diikat kepinggiran ranjang demikian pula kedua kakinya , kini posisi Lena terlentang mirip hurup “X” diatas ranjang dekil itu.

Bang Sam naik keatas ranjang, keempat orang anak buahnya turun dari atas ranjang seolah-olah memberikan jalan bagi Bang Sam. Jari tangan Bang Sam merayapi permukaan paha Lena yang halus, hidungnya  mengendus-ngendus paha Lena dan lidahnya keluar menjilati permukaan paha gadis itu, terkadang giginya menggigit lembut permukaan paha lena. “Jangannn…! Lepasinnnnn…! Ngak mauuuu! Awwww!!” Lena terus berontak, keempat orang preman anak buah bang Sam berteriak-teriak dan tertawa cekakakan seperti orang gila.

Ciuman Bang Sam semakin lama semakin naik keatas, bang Sam menatap bibir vagina Lena yang masih terkatup rapat, lidahnya bergerak mengulas-ngulas bibir vagina gadis itu, Lena menjerit -jerit ketakutan ketika lidah Bang Sam semakin liar mengorek-ngorek sela-sela bibir vaginanya.

Bang Sam mengambil posisi sambil mendekatkan kepala penisnya kebibir vagina Lena. Tubuh Lena mengejang menahan desakan kepala kemaluan Bang Sam diselangkangannya, Bang Sam semakin kasar menjejalkan kepala kemaluannya , dengan satu sentakan yang kuat Bang Sam menghantam lubang Vagina Lena, “HA HA HA HA…! Sippp! tinggal satu rojokan lagi pasti jebollll memek lu Moyyy” Bang Sam menggeser posisinya agar lebih leluasa untuk serangan berikutnya, kepala penis Bang Sam seperti mata kail yang mengait mulut vagina gadis itu.

“Hakkksss.. Awwwww….!”Mata Lena mendelik tubuhnya menggeliat kesakitan merasakan rasa perih dan panas dilubang vaginanya, gadis itu terisak menangis menyadari sesuatu yang selama ini dijaganya telah hilang dirampas oleh si preman bertubuh tinggi besar dengan tampang yang sangar dan menyeramkan.

Bang Sam terkekeh-kekeh keenakan ketika merasakan kepala kemaluannya merobek-robek selaput tipis yang sangat berharga milik gadis bermata sipit itu yang terisak-isak menangis dibawah himpitan tubuhnya, tubuh sebelah bawah bang Sam semakin kuat menekan vagina gadis itu kemudian Bang Sam mulai memompa lubang vagina Lena.

“Nnngggg… ampunnn banggg!! Jangannn!! Sakiiiitttt…!! Awwww..! Hkkk Hkkkkkkk…” Lena menjerit-jerit kesakitan, lubang vaginanya serasa ditembus oleh besi panas yang bergerak keluar masuk dengan seenaknya mengoyak-ngoyak kehormatan gadis itu, Lena menjerit-jerit memelas memohon belas kasihan Bang Sam.

“Kalo ngak lu mau dikasarin, lu musti nurut..! gimana manis hehehe”kata bang Sam dengan nada mengancam, si preman menghentikan gerakannya, tangannya yang bertato membelai-belai rambut Lena, gadis mengangguk perlahan. Bang Sam tersenyum senang kini gadis itu sudah sepenuhnya berada dibawah kekuasaannya. Tangan Bang Sam melepaskan ikatan ditangan gadis itu sedangkan kedua kakinya dibiarkan masih terikat dalam posisi mengangkang.

“Pelanhh.. pelannngh bang.. Eshhh” Lena menahan gerakan pinggul bang Sam yang bergerak terlalu kasar.

Bang Sam terkekeh-kekeh sambil memperlambat tempo serangannya,dengan perlahan-lahan batang kemaluan Bang Sam keluar masuk dilubang Vagina Lena, ada cairan lendir berwarna kemerahan yang terpercik – percik keatas seprei ranjang dekil dikamar itu.

“Nnnngghhhh Ahhhh… CRRRTTT CRRRTTTT ” Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi si preman untuk mengalahkan gadis Chinese bermata sipit dibawah tindihannya.

Bang Sam tersenyum kemudian mencabut batang kemaluannya, “Aerrr.. mana ? gua haus.. ehemmm..”bang Sam duduk dipinggiran ranjang Dengan terburu-buru bang maman memberikan sebotol air Aqua, Bang Sam menyodorkan air Aqua itu untuk Lena, gadis itu dengan lahap meneguk air pemberian si kepala preman, semenjak tadi tenggorokannya terasa kering karena berteriak-teriak dan merintih-rintih. Tangan si preman melepaskan ikatan di kedua kaki Lena, kemudian dengan kasar ditariknya tubuh gadis itu agar mau duduk dipangkuannya dalam posisi melintang, Lena semakin risih karena keempat orang preman lainnya menatapi dirinya dengan tatapan mata mereka yang mesum. Bang Sam menarik kepala Lena dan menekan kepala Lena kearah wajahnya, bibirnya melumat bibir gadis itu.”Hmmm.. Mmmmhhh… Mmmmmm” suara mulut gadis itu yang sedang dikulum-kulum oleh bibir Bang Sam, tangan Bang Sam merayap meremas-remas payudara Lena, sambil berciuman tangan Bang Sam terus merayapi kehalusan dan kemulusan gadis Chinese bermata sipit yang duduk pasrah dipangkuannya. Bang Sam kini menarik punggung Lena agar bersandar didadanya, kemudian tangan Sipreman membelit pinggang gadis itudan mengangkatnya keatas, sedangkan tangan yang satunya menjejalkan batang kemaluannya kebibir vagina gadis itu yang sudah memar kemerahan.

“Ahhhh… Aaaaaa.. Banggg…!! Awwwwww” Bang Sam kini tidak mempedulikan rintihan Lena lagi, kemaluannya bergerak keatas menghujam berkali-kali dalam tempo yang cepat dan kuat, tubuh Lena bagaikan sedang duduk diatas kuda liar, tubuhnya tersentak-sentak keatas dengan kuat, payudaranya melompat-lompat dalam gerakan yang indah.

“Ahhh.. Akkkkkk… Crrrttt.. CRRTTTT” kepala Lena terangkat keatas, mulutnya sedikit terbuka merasakan sesuatu ang nikmat itu menyembur keluar.

“Yahhh… elu Moyy..! baru dientot dikit aja udah bucatt..!!” tangan bang Sam merayap mengucek-ngucek klitoris gadis itu. Tanpa melepaskan batang penisnya Bang Sam membimbing Lena menungging diatas ranjang dekil itu.

“Plookkk..Plokkkk…KPlokkkk…Plokkkkkpp” Suara seperti orang yang sedang bertepuk tangan itu terdengar begitu keras ketika Bang Sam semakin kasar menghujamkan batang kemaluannya. “Ahhhhh.. Ennhhhhhh.. CRRTTT…” sudah dua kali Lena memuntahkan cairan kenikmatan itu dalam posisi doggy style, “Sloppphhh..”suara itu terdengar  keras dengan kasar bang Sam menarik batang kemaluanya.

Pevita the next part 2

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

Bibir Sam mengejar bibir Pevita yang mendesah-desah keenakan, kemudian berkali-kali bibir si penjaga perpustakaan itu menciumi bibirnya, dilumat dan dikulumnya bibir gadis itu, kemudian berkali-kali Sam membisikkan kata-kata mesum di telinganya sambil mengayunkan kemaluannya merojok-rojok belahan vaginanya.

“Untung ada Non Pevita jadi saya nggak usah repot-repot nyewa bondon, lagian Non Pevita lebih cantik loh dibandingin para bondon di jalanan…., memeknya Non juga jauh lebih peret dan seret hehehe” Sam semakin rajin mengayunkan kemaluannya, Pevita memekik kecil ketika Sam mengayunkan kemaluannya dengan kuat menyodok belahan vaginanya, sodokan -sodokan sam semakin lembut kemudian berhenti, ia menurunkan Tubuh Pevita, kemudian ia menarik sebuah kursi dan meletakkan kaki kanan Pevita disana, tangan kirinya menarik pinggul Pevita sementara tangan kanannya menjejalkan kepala penisnya menyodok belahan vagina Pevita dari belakang.

Tangan Sam mencekal lengan Pevita yang masih terikat, kemudian disentak-sentakkannya batang kemaluannya hingga tubuh Pevita yang sedang berdiri di atas kaki kanannya yang sedang menginjak kursi terdorong-dorong dengan keras, ditusuknya dalam-dalam belahan vagina Pevita hingga gadis itu mendesah keras kemudian dikocok-kocoknya vagina Pevita yang peret.

“Plokkk. Plokkkk…!! PLOKKKK….. ” terdengar suara benturan-benturan selangkangan Sam yang sedang menggampar buah pantat Pevita, cairan vagina gadis itu meleleh membasahi pahanya sebelah dalam, sesekali kepala Pevita tertekuk menatap lantai namun kemudian terangkat menatap langit-langit sambil memekik keras ketika sodokan-sodokan Sam merojok – rojok belahan vaginanya dengan brutal.

Pevita berusaha meronta, isak tangisnya kembali terdengar, apalagi ketika tangan kiri Sam membelit dan memeluk tubuhnya erat-erat sambil terus menusuk – nusuk vaginanya dari belakang. Sam menurunkan kaki kanan Pevita dari atas kursi setelah menarik pinggulnya, Sam kembali mendesak-desakkan batang kemaluannya menikmati belahan vagina Pevita yang seret.

“Unnnhhh Crrrr Crrrrrrrrrrr…. “

“Duhhh…pake nangis segala, bikin saya makin nafsu aja he he he ” Sam berbisik di telinga Pevita sambil meremas kuat induk payudaranya, setelah mencabut batang penisnya Sam membalikkan tubuh Pevita menghadap ke arahnya, dibelainya bulatan dada Pevita dan diremas-remasnya, Pevita menatap wajah Sam, nafasnya berdengusan. Ia ingin kembali menikmati penis Sam, tangannya meremas kemaluan Sam kemudian ia mengalungkan kedua tangannya pada leher pria itu, lidahnya terjulur keluar, mulut Sam langsung mencaplok lidah Pevita dan menghisapi lidah gadis itu.

“Eommmmhh, Ckkk Mmmmmm Slllcckk Ckkk… ” suara berdecakan terdengar dengan meriah ketika Sam menghisap-hisap dan menjilati lidah Pevita, Sam tampak semakin rakus mengenyot-ngenyot lidah Pevita.

Sam mendudukkannya di pinggiran meja, Pevita merintih tubuhnya menggelinjang ketika penis Sam menggesek-gesek belahan vaginanya, ia terperanjat ketika Sam menjejalkan kepala penisnya kemudian selangkangan mereka menyatu erat. Pevita balas memeluk Sam yang mendekap tubuhnya yang putih mulus, Pevita menjerit liar ketika penis pria itu mulai menggenjot-genjot belahan vaginanya, Pevita sangat menikmati setiap tusukan-tusukan kasar sam.

“Brukkkk…!! “terdengar bunyi keras ketika dengan kasar Sam mendorong tubuh Pevita hingga punggungnya terhempas membentur meja, kedua tangan Sam mencekal pergelangan kakinya, dikangkangkannya kedua kaki gadis cantik itu selebar-lebarnya kemudian digenjotnya kuat-kuat vaginanya.

“Ahhhh….!! Ahhhh… !! Ahhhhh….. ” Pevita mengangkat-angkat pinggulnya ketika Sam menghantamkan batang penisnya, gerakan gerakan Pevita semakin binal, tubuhnya sudah basah oleh keringat, mata Sam melotot lebar menatap buah dada Pevita yang terguncang dengan hebat, semakin kuat menyodokkan kemaluannya semakin kuat pula buah ranum itu terguncang. Sam semakin kuat menggenjotkan kemaluannya ketika mulai merasakan kedutan-kedutan yang semakin kuat dan…

“Aduhhh gelo.!!ARGGGHHH…!!KECROTTTT…. KECROTTT “

“Owwwww.. Crrrr Crrrrrrrrrrrrrrrr…… ” Pevita menggeliat-geliat liar, siraman sperma yang meletus panas di dalam vaginanya membuatnya semakin terangsang dan mencapai puncak klimaks, Sam melepaskan cekalannya pada kedua kaki gadis itu, ia tersenyum lebar menyaksikan cairan lengket berwarna putih pekat meleleh dari sela-sela bibir vagina gadis itu yang memar kemerahan. Sam terengah-engah mengambil nafas,  ia limbung dan jatuh terduduk di atas kursi, matanya nanar menatap tubuh Pevita dan Cheria yang telanjang bulat tanpa selembar benangpun menutupi tubuh mereka,setelah beristirahat sampai keringat ditubuhnya mongering,  beberapa lama kemudian Sam memakai pakaiannya, kemudian ia memunguti pakaian mereka, Si penjaga perpustakaan memakaikan pakaian mereka yang menatap wajahnya dengan tatapan yang kosong, tangan Sam membelai wajah Pevita dan Cheria, dikecupnya kening kedua gadis itu kemudian tangannya melingkar, menggandeng pinggang mereka sementara ia terkekeh di antara tubuh kedua gadis itu yang berjalan sambil menundukkan wajah mereka.

pevita teh next part 1

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

“TIDAKKKK…. BAJINGANNN…!! LEPASKANNNN….” Pevita meronta-ronta ketika Sam menekan tubuhnya untuk berbaring terlentang dengan kedua kakinya terjuntai di pinggiran meja.

“Plakkkkk….., Awwww..!!” Sam menampar wajah Pevita karena merasa terganggu oleh jeritan-jeritan keras gadis cantik itu, mata sam menatap wajahnya, tatapan matanya  sangat beringas ketika merayapi lekuk-liku tubuh gadis itu, tangannya merayap menggerayangi tubuhnya.

“Hkkk. Hkkkkk… Hhhhkk….” Pevita mulai terisak menangis ketika tangan Sam mulai melepaskan kancing baju seragamnya satu demi satu, Pevita mengepalkan kedua tangannya ketika perlahan-lahan tangan Sam menarik kedua cup penutup dadanya kebawah hingga kedua buah dadanya tersembul, murid cantik itu memejamkan kedua matanya rapat-rapat ketika merasakan tangan Sam mulai meremas-remas bukit  buah dadanya.

“Kpp.. Keparatttttt….. Hkk Hkkk…” tubuh Pevita gemetar hebat, ia semakin keras terisak ketika tangan Sam menyibakkan rok seragamnya ke atas, kemudian dengan leluasa Sam mengelus-ngelus pahanya yang halus mulus. Pevita merapatkan kedua pahanya ketika tangan Sam merayap semakin ke atas. “OHHHHH…..!!jangan Hkkk Hkkkk Ennnhh Tidakkk..Heekks ” tubuh Pevita tersentak, tangisnnya semakin keras ketika tangan si sam itu menyelinap masuk ke celana dalamnya, tangan Sam mengelus-ngelus permukaan vaginanya yang berjembut tipis, Pevita merasakan ada rasa hangat yang menggelitiki sekujur tubuhnya, rasa hangat yang nikmat, perasaan itulah yang membuatnya perlahan-lahan mengangkangkan kedua kakinya melebar.

Pevita menatap wajah Sam yang tersenyum senang, wajah tua itu begitu menyebalkan…!! Ohhh tidakkkk ??!! Bukannn ?? Ahhhhhhh…!! Kenapa ini ?? kenapa dirinya malah semakin bergairah ketika menatap wajah mesum yang sedang terkekeh-kekeh senang sambil mengelus-ngelus belahan vaginanya ?? KENAPAAA…..?? Pevita menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha mengembalikan kesadaran dan kewarasannya. Ohhhh…!! Toloonggggg…!! Sulit sekali menolak gairahnya yang meletup-letup ketika tangan sipenjaga perpustakaan itu meremas lembut selangkangannya.

“Coba maenin titit Saya.” Sam menarik kepala Pevita dan menekankan wajah gadis itu kearah batang penisnya yang megacung,  Pevita menurut ia membuka mulutnya lebar-lebar kemudian menciumi kepala penis Sam sebelum akhirnya menjulurkan lidahnya dan mengulas-ngulas ” helm ” sam yang dijamin tidak akan pernah ada di jual ditoko helm manapun.

“Hooommmhhh, Ummmmmmhhh Mmmmmmhhhh” suara mulut Pevita ketika Sam menjejalkan kepala penisnya kedalam mulutnya, mulut Pevita tampak monyong seperti sedang menyedot sedotan besar, sedotan besar yang berwarna kecoklatan dan selalu menempel dengan setia diselangkangan setiap laki-laki.

“He he he, sepongan amoy emang yahud….!!,Uhhh gelo, enakkk pisan” Sam membelai-belai kepala Pevita, sesekali ia mendesah panjang sambil menekankan batang kemaluannya dalam-dalam, sementara jari telunjuk dan jari tengahnya mengejar pentil susu Pevita.

Jarinya menjepit dan memilin-milin putting Pevita yang kemerahan, setelah puas dioral oleh Pevita, sam mengangkangkan kedua kaki gadis itu lebar-lebar kemudian batang kemaluannya menekan belahan vagina Pevita yang sudah basah oleh cairan vaginanya.

“Hhhhhhhhhhhhhhh…………..” terdengar helaan nafas panjang Pevita ketika kepala penis Sam mulai melesak ke dalam jepitan vagina gadis itu. Nafas Sam memburu kencang ketika merasakan batang kemaluannya digigit oleh belahan vagina Pevita. Vagina gadis itu seperti sedang meremas-remas batang kemaluannya, semakin dalam rasanya semakin enak dan peret dan BREEEKKKK BrrrttTTTTTT…..,Drrrrttttt…!! Ujung penisnya merobek sesuatu yang mengganjal di dalam belahan sempit itu, kemudian kembali melanjutkan perjalanannya merojok lebih ke dalam.

“Wahhhh..maaf ya, kontol saya tidak sengaja nyolok memek Non Pevita…!!aduhh jebol dah keperawanannya…. Hehehe” Sam cengengesan kemudian membenamkan batang penisnya semakin dalam lagi….

“Ohhh, Aaa Aaaahhh Ahhhhhhhh….sakitt..!! Sakitt hentikann AHHH” Tubuh Pevita berguncang dengan hebat ketika Sam mulai menggenjotkan batang kemaluannya, disodok-sodoknya vagina Pevita sampai gadis itu menjerit kesakitan, suara meja yang berderit mengiringi setiap jeritan Pevita yang sedang disodok-sodok oleh Sam. “Cleepffhhhh Clsshhhhheeepppp .. Plllleeepppphhhh” Pevita termegap-megap ketika sodokan demi sodokan Romi semakin menenggelamkannya ke dalam neraka dipenuhi oleh siksaan nafsu yang liar, genjotan demi genjotan sam membuatnya menjerit keras ,tubuhnya terasa panas terbakar oleh nafsu  birahi  yang semakin liar, lelehan demi lelehan keringat yang membasahi tubuhnya bagaikan tetesan minyak yang semakin mengobarkan api nafsu birahinya yang semakin binar, tiba-tiba saja Pevita tersadar ia menyilangkan kedua tangannya di dada ketika mata laki-laki itu menatap buah dadanya yang terguncang hebat, secara tidak sengaja gerakan Pevita justru semakin memancing nafsu Sam, dengan cepat batang kemaluan Sam bergerak mengocok-ngocok belahan vagina Pevita.

“Annnhh… Hemmpphhh Crrr Crrrr…… ” tiba-tiba Pevita menggeliat hebat tubuhnya menggelepar, kedua kakinya menjepit kuat-kuat pinggang sam, kemudian ia merasakan pandangan matanya menjadi kabur ketika kenikmatan itu meraih tubuhnya dalam denyutan-denyutan nikmat yang tiada taranya di dunia ini.

“Ahhhhhhh….. ” Pevita mendesah ketika Sam membenamkan batang kemaluannya sampai mentok, kemudian kedua tangan sam mencengkram buah pantat gadis itu, dengan sekali sentak diangkatnya tubuh Pevita.

“Awww…..” secara reflek Pevita berusaha menjepit pinggang si sam, nafasnya kembali berdengusan ketika tubuhnya tiba-tiba terayun-ayun di udara, dengan sebatang penis yang tertancap keluar masuk di lubang vaginanya, sementara kedua tangannya terikat kuat ke belakang, cairan vagina Pevita yang tercampur dengan darah keperawanannya membasahi batang penis Sam si penjaga perpustakaan.

Chelsea Olivia PArt 3

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

Nafas Chelsea terputus di tengah jalan kemudian memekik kecil ketika kepala penis Sam merojok-rojok lubang anusnya dengan kasar, Sam semakin bernafsu menjejalkan batang kemaluanya ketika mendengarkan pekikanChelsea. Dijambakknya rambut gadis itu kemudian disodokkannya kuat-kuat batang kemaluanya menghujam lubang lubang anusChelseasedalam-dalamnya. Sam terus mendesak-desakkan kemaluannya walaupun batang kemaluannya tidak mungkin lagi untuk bergerak masuk lebih dalam karena selangkangannya sudah membentur bongkahan buah pantatChelsea.

“Ahhhh, Ahhhhh, Aduhhh, sakit, sakittt….aahhhh” Chelsea mengaduh ketika Sam menyodominya dengan kasar, belum lagi rasa sakit akibat jambakan tangan Sam di rambutnya, tubuhnya terdorong maju mundur dengan kuat, terdengar suara meja yang berderit ikut terdorong-dorong akibat persetubuhan liar antara Sam dan Chelsea, gadis itu meringis kesakitan merasakan sodokan-sodokan Sam, keringat dingin mengucur dengan deras menahan sodokan-sodokan batang kemaluan Sam yang menyakitkan.

“Blephhh, Plokkk, Plokkkk, Plokkkk..waduhh, boolny enak amat sih, saya jadi gemes nih……” Sam semakin kuat memompakan batang penisnya menyodomi lubang anusChelseatanpa mempedulikan gadis itu yang memekik kesakitan, lubang anusnya terasa ngilu ketika penis pria itu bergerak semakin cepat dan kasar menyodok-nyodok anusnya. Tangan kiri Sam menarik pinggangChelseayang ramping sedangkan tangan kanannya merayap kedepan menggerayangi buntalan buah Susu Chelsea.

“Ennnhh, Ennnhhh, Ennnhhhh…..Heennhh Ahhhhh”Chelseamerengek-rengek, wajahnya mengernit – ngernyit kesakitan ketika merasakan sodokan-sodokan kuat kemaluan Sam, nafasnya seolah sedang dipacu kencang ketika penis Sam menyodoki lubang anusnya.

Kedua tanganChelseabertumpu kuat-kuat pada meja tua itu, butiran keringat mengucur dengan semakin deras membasahi tubuhnya yang putih mulus, kedua lututnya terasa semakin lemas, berulang kali Sam menaikkan posisi pinggulChelseayang sering turun ketika sedang disodok-sodok oleh batang kemaluannya.

“Aduhhh, gimana sihh, Non Chelsea dijaga dong posisinya pinggulnya, jangan turun melulu, cape-kan saya benerinnya…..” Sam protes ketika pinggulChelseakembali turun, dengan kasar ditariknya pinggul gadis itu agar kembali menungging.

“Essshh, Ahhh, Essshhhh Aduhhhh, aduhhhhh….!! ”Chelseakembali mengaduh ketika sam kembali menggenjotkan batang kemaluannya, lubang anusnya terasa panas ketika batang penis Sam keluar masuk dengan semakin kencang dan kuat menyodok-nyodok lubang anusnya kembali.

“Duhhh turun melulu, ya udahhhlah, ngangkang gihhh…..” Sam menyuruhchelseaduduk dipinggiran meja sambil mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar,Chelseaterpaksa berpegangan pada kedua bahu sam ketika si bandot tua mesum itu mendesakkan batang kemaluannya pada belahan vaginanya.

“Jrebbbbb,,, Jrebbb Bluesshhhhh…..Ouhhh”Chelseakembali mengeluh ketika penis Sam mengoyak belahan vaginanya kemudian merojok lubang itu dengan kuat. Penjaga perpustakaan itu tampak asik merojok-rojok belahan vaginaChelseayang peret..

“Cleppp, Clepppp Cleppppp, Clepppp….” suara-suara becek terdengar dengan keras ketika batang kemaluan Sam merojok-rojok belahan vaginaChelsea, digenjotnya kuat-kuat sampai sesekalichelseamemekik kecil ketika menahan sodokan-sodokan kasar batang penis si bandot tua itu.

“Ahhhhh, Aaaa Crrrtt Crrrtttt  ” Chelsea mencengkramkan kuku-kukunya pada bahu sam ketika lubang vaginanya berdenyut-denyut dengan nikmat, Sam terkekeh, ia merasa bangga ketika dengan mudahnya  mengalahkan si jutek yang cantik, gadis itu terkulai lemah dalam pelukannnya, Dilepaskannya tubuh Chelsea yang masih terengah-engah kecapaian, Chelsea berbaring lemas diatas meja dengan posisi kedua kakinya yang terjuntai mengangkang dipinggiran meja, cairan vaginanya meleleh membasahi meja dan sebagian meleleh menetes di pinggiran meja, lelehan cairan kental berwarna putih.

Chelsea Olivia Part 2

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

“Weleh-  weleh…,PERAWAN ting-ting !! ” Sam menatap tajam pada cairan merah yang membasuh batang penisnya, si bandot tua tersenyum sambil menatap wajahChelseayang mengernyit kesakitan.

Air mata mulai berlinang dan membasahi pipinya, isakannya bertambah keras ketika Sam mulai mengayunkan batang kemaluannya menyodok-nyodok belahan vaginaChelseahingga tubuhnya terdorong dan tersentak-sentak dalam sebuah irama nafsu Sam si penjaga perpustakaan.

“Ahhhh….!! Ahhhhhh!! Ahhhhhhhh…!! ”Chelseatampak tersiksa di atas meja ketika penis Sam menggergaji belahan vaginanya, rintihan-rintihannya semakin keras terdengar, sesekali suara terkekeh menyela rintihan-rintihanChelsea, suara terkekeh yang membuat bulu kuduk  merinding.

“Nnnnggghhh Crrrrr. Crrrrrrrrrrrrrrr… Crettt…. ” Tubuh Chelsea melenting kemudian terhempas tanpa daya disertai nafasnya yang tersenggal-senggal, buah dadanya turun naik dengan cepat ketikaChelseaberusaha mengambil nafas. “Udah ngerti lu yang namanya enak?? ” kata Sam sambil tersenyum sinis menyindirChelseayang terisak menangis.

Tangannya menjamah buah dadaChelseakemudian mengelusinya, kemudian Sam kembali menyodokkan batang penisnya menyetubuhi kembali gadis itu yang kembali merintih-rintih ketika selangkangannya disodok-sodok dengan liar olehnya.Chelseamemalingkan wajahnya kearah lain, Airmata semakin deras meleleh dari matanya yang sipit, isak tangisnya kembali mengeras ketika tubuhnya tersentak dan terguncang semakin kuat diatas meja diruangan itu. Tangan Sam meraih pinggangChelseakemudian sambil menyodok diangkat dan ditarik-tariknya pinggang gadis itu hinggaChelseamelenguh keras, sesekaliChelseameringis ketika penis Sam mengocek-ngocek belahan vaginanya, berkali-kaliChelseamenelan ludah membasahi tenggorokannya yang terasa kering, matanya yang sipit terpejam rapat.Chelseakembali membuka matanya ketika merasakan tangan sam mencengkram buah pantatnya, tubuhnya melayang kemudian tahu-tahu ia sudah duduk saling berhadapan dengan Sam, atau lebih tepatnyaChelseamenduduki penis Sam, ia tertunduk malu ketika Sam mengajarkannya untuk bermain dalam posisinya yang sekarang.

“Ayo lakukan… ” Sam memegangi pinggangChelsea, entah kenapaChelseamelakukan perintah Sam, ia mulai mendesak-desakkan vaginanya mendesak-desak batang penis yang tertancap dibelahan vaginanya, kepalanya terangkat-angkat keatas, bibirnya mendesah dan mendesis keenakan, bisikan-bisikan setan dari neraka terus membisiki telingaChelseaagar ia bermain lebih liar dan binal…!!

“Aaaaa…!! Aaaaaaahhh…!! Ennnnggghhh..!! Ahhhhhh…..!! ”Chelseamengeliat-geliat liar sambil mendesak-desakan vaginanya dengan kuat, tubuhnya melompat-lompat turun naik di atas pangkuan Sam yang melotot terkagum-kagum memandangi buah dadanya yang melompat-lompat dengan indah di hadapan wajahnya.

Penjaga perpustakaan itu tersenyum mesum sambil memegangi pinggangChelseayang sedang menjerit dan menggeliat dengan binal.

“aHhhh… Ahhh…. Enakkkk Ahhhhhh… Crrr Crrrrr…. ”Chelseamenjerit liar gerakan-gerakan binalChelseaperlahan-lahan terhenti ia terkulai lemah dalam pelukan Sam yang memeluk erat-erat tubuhnya. Setelah mengecup bibirChelsea, Sam melinkarkan tangannya kebelakang untuk melepaskan ikatan pada tangannya.Chelseamenekuk wajahnya ia tidak berani memandang wajah Sam yang cengengesan, ia tampak risih dan salah tingkah ketika tangan si penjaga perpustakaan berkeliaran merayapi tubuhnya. Tangan Chelsea memang telah bebas tapi untuk apa?? Sam sudah membelengu gadis itu dengan sebuah kenikmatan yang terlarang,Chelseaturun dari pangkuan Sam ketika ia menyuruhnya. Sam berdiri di hadapanChelseakedua tangannya menekan bahuChelseauntuk bersujud di hadapan selangkangannya, kemudian Sam menyodorkan batang penisnya. Mata Chelsea terpejam-pejam ketika mulutnya terbuka lebar dan menerima kehadiran kepala Penis Sam, lidahnya terjulur keluar kemudian kepala penis Sam berbaring di atas lidah Chelsea, kepala Chelsea maju ke depan, mulutnya mencaplok kepala penis si bandot tua yang mengeluh keenakan. Mulut gadis itu tampak mengempot ketika melakukan hisapan-hisapan kuat.

“Uehhhhh, geloo siah!! “

Kedua tangan Sam mendekap kepalaChelsea, nafasnya terengah-engah keenakan ketika lidahChelseabergerak liar memutari kepala penisnya, mulut Sam termonyong-monyong sambil sesekali berkata Uhhh, Uhhhh, Uhhh Aaaaaaaaaaaaaahhhh…!! Tiba-tiba tangannya menjambak rambut gadis itu kemudian menariknya agar berdiri,Chelseamengaduh kesakitan ketika mendapat perlakuan kasar dari Sam.

“Ahhhh Aduhhhh…..”Chelseakembali mengaduh ketika Sam membalikkan tubuhnya, mendorongnya dan menekankan punggung gadis itu agar menungging , kedua tangannya bertumpu pada sebuah meja sementara Sam mengambil posisi di belakang tubuh gadis itu.

“Hssshhh, Ohhhhhhhhhhhhhhh, Ahhhhhhhh”

Chelseamendesah panjang ketika merasakan kepala penis Sam mencolek-colek belahan vaginanya kemudian naik sedikit keatas untuk mencolek-colek lubang anusnya, entah lubang mana yang akan dirojok oleh Sam, tampaknya Sam sengaja mempermainkanChelseayang jutek. Kepala Penisnya mencolek-colek lubang anus dan lubang vaginaChelseasampai gadis itu menggelinjang kegelian..

“AHHHHH…!! Nnhhhhhhhhh…. Awww…Aduhh..!! Sakit ..!!”

Chelsea Olivia Part 1

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

Chelsea memaki Sam ketika penjaga perpustakaan itu menyibakkan rok seragamnya ke atas kemudian dengan kasar menarik lepas celana dalam gadis itu hingga terlolos melalui kedua kakinya yang mulus. Kedua kakiChelseayang mulus tertutup merapat, mata gadis itu menatap benci pada laki-laki tua yang tidak tahu diri itu.

“Saya memang binatang, tapi saya adalah binatang yang baik..!! saya tidak akan membocorkan rahasia orang tua kalian yang sudah bekerja sama menyelewengkan dana perusahaan…! Dan yang paling penting saya akan memberikan kalian kepuasan he he he he…, coba kalian pikir kurang apa saya ini ??masa sebentar-sebentar Pak Dion lagi, pak Dion lagi yang dapat perawan…..!!! ” Sam menggerutu menelan ludah sambil terkekeh-kekeh ketika telapak tangannya merayapi permukaan pahaChelsea, nafasnya semakin memburu kencang ketika telapak tangannya merayap semakin ke atas,

Selama ini memang Sam belum pernah mendapatkan mangsa yang masih perawan, semuanya sudah disikat terlebih dahulu oleh para guru bejat itu, tapi kali ini…, Sam menyabotase laporan dari Doni dan mengambil kesempatan dalam kesempitan. (Hemmmm, bibit-bibit perpecahan akibat keserakahan dan hawa nafsu tampaknya mulai menggerogoti mahluk-mahluk buas itu )

“Halussnyaaaa….kulit amoy memang halus dan lembut, apalagi anak sekolahan macam kalian, putih terawat… he he he…mulus sekali..salut…!! salutttt…!!” tangan Sam merayap kearah selangkanganChelsea, jari jempol Sam mengurut-ngurut bagian belahan vaginaChelseayang mulai basah, nafasChelseatersendat-sendat tertahan ketika merasakan jari-jari Sam semakin aktif menggerayangi wilayah intimnya.

“Hhhhhhhhhhh…..Hhhhhhhhhh “

Terdengar suara desahan-desahan nafas tertahan gadis itu ketika Sam menarik pinggiran bibir vaginanya, desahan-desahan dan  suara nafas tertahan semakin sering terdengar ketika Sam mengendusi isi vaginaChelseayang berwarna pink, nafas laki-laki itu terasa hangat menerpa isi vaginanya sebelah dalam.

“Ohhhhhh…..!!Jan…,,,Jangannnnn…Ahhhhhhhhsshh “

Chelsea mendesah keras ketika merasakan lidah si tua bangka menjilati klitorisnya, marah?? benci dan jijik? nikmat? Chelsea berusaha menyadarkan dirinya, namun betapapun kerasnya dirinya berusaha, rasa nikmat itu terus menerus menggerogoti kesadarannya, berkali-kali tubuhnya tersentak keenakan ketika lidah si tua bangka itu menggelitiki dan mengait-gait daging kelentitnya, lidah Sam yang sudah berpengalaman begitu ahli mempermainkan daging klitoris Chelsea, gadis itu merintih kecil ketika mulut Sam mengenyot-ngenyot vaginanya, agar lebih leluasa Sam membaringkan tubuh Chelsea di atas meja lain, tepat di hadapan meja di mana Tania duduk dengan kedua tangannya yang terikat ke belakang. Chelsea memejamkan matanya, nafasnya terdengar berdengusan ketika Tangan Sam mulai mempereteli kancing baju seragam sekolahnya, Sam tersenyum sinis, perlahan-lahan dipretelinya kancing baju Chelsea yang terkenal karena kecantikan dan kejutekannya, dilepaskannya baju seragam Chelsea berikut dengan bra berwarna putih itu.

“CHELSEAA…!! Chelseaaa…, ” Tania berteriak mamanggil-manggil nama temannya, ia berusaha menyadarkanChelseanamun tampaknya kenikmatan itu sudah menenggelamkan kesadaranChelseake dalam lautan birahi, ia malah membalas melayani cumbuah Sam, gadis itu merintih – rintih kecil ketika Sam menunduk untuk mencumbui lehernya, berulang kali ia mendesah-desah ketika merasakan deru napas Sam yang berdengusan menerpa lehernya. Si bandot tua bertambah nafsu, mencumbui batang lehernya.

“Ckkkk… Ckkkkk, Emmmm Ckkkkk…Hmmmmhhh.” mulut Sam mencaplok kemudian melumat bibirChelsea, pipi gadis itu terkempot-kempot ketika membalas hisapan-hisapan mulut si bandot tua, sementara tangan pria itu bergerak bebas mengelus-ngelus tubuhnya sebebas tangan Andra yang merayapi buah dada Vivi yang besar di dalam lemari tua itu.

Nafas Vivi tertahan ketika menyaksikan Sam menarik pinggulChelseake pinggiran meja, kedua kakinya mengangkang menggantung tanpa daya, nafas Vivi bertambah sesak ketika Andra semakin berani meremas-remas buah dadanya. Sam menempelkan kepala penisnya di belahan vaginaChelsea, belahan vagina itu masih tertutup rapat, mirip seperti garis tipis yang membelah selangkangannya, dengan mulut penis digeseknya dengan perlahan-lahan garis tipis itu, cairan vaginaChelseamembuat kepala penis Sam semakin basah mengkilap.

“HOSHHHH…!! HOSHHHHH… HOSSSSSHHHH…. ” Nafas Sam semakin berat , tangan kanan Sam yang memegangi batang  penis gemetar hebat ketika membantu untuk menjejalkan kepala penisnya ke belahan vaginaChelsea. Mata sam melotot ketika tubuhChelseamenggelinjang, rupanya ia kegelian ketika kepala penis Sam mulai membelah belahan vaginanya.

“AHHHHHHHHHHHHHHHHHHH……!! Aduhhhhh, Sakitttt….!! Ahhhhh”Chelseamenjerit kemudian mengaduh kesakitan, tubuhnya bagaikan orang yang sedang demam, menggigil disertai cairan keringatnya yang mengucur semakin deras.

“Owwwwwwwwwww…..!! ”Chelseamelolong keras ketika Sam menancapkan batang penisnya semakin dalam, wajah Sam tampak beringas ketika menjejalkan batang kemaluannya menyodok belahan vaginaChelsea, dirobek-robeknya keperawananChelseadengan sodokan-sodokannya yang brutal.

Magdalena diary

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

“Sam, ngapain sihhhh… aduhhhh….. !!”Lenamemukul-mukul tangan Sam yang begitu kuat mencekal pergelangan tangannya. Si pegulat tangguh menyeret Lena ke dalam sebuah gudang tua di belakang sekolah.,Lenamencubit-cubit lengan Sam hingga memar kemerahan, namun Sam

“Utsssss….!!” Lena Buru-buru menghindar ketika Sam menerkamnya, Sam dengan mudah mencegat langkah Lena yang hendak melarikan diri, sementaraLenatersurut mundur, ia tidak menyangka tubuh sebesar Sam dapat bergerak secepat itu. Lena terus mundur hingga punggungnya tertahan oleh dinding gudang tua itu, ia berusaha melemparkan tas sekolahnya tapi dengan mudah Sam menangkap tas sekolah Lena dan meletakkannya di samping kakiLena. Lena merinding ketika Sam tiba-tiba mendekap pinggulnya, dengan berani Sam mengelus-ngelus pinggang Lena yang ramping, kedua tangannya terjulur meraih kancing baju sekolahLena. Lena hanya membelakkan matanya ketika dengan lincah tangan Sam mempreteli kancing baju seragam sekolahnya, hingga kancing bajunya yang terakhir, dengan lembut tangan Sam menyibakkan baju seragam Lena terlepas dari bahunya dan lepas ke belakang melalui kedua tangan Lena yang gemetar tanpa daya, mata Sam menatap nanar buah dada Lena yang bongsor, ditariknya turun cup bra sebelah kiri hingga payudara kirinya melompat keluar, sementara yang kanan masih tetap aman bersembunyi di balik cup bra kanannya.Lenatampak semakin seksi ketika ia memejamkan matanya, bibirnya sedikit merekah ketika telapak tangan Sam mengelus bulatan dadanya yang bongsor.

“Samhhh…., kamu mau apa….?? ” Lena bertanya lirih ketika Sam membalikkan tubuhnya ke dinding dan memeluknya dari belakang, Sam menarik nafas panjang-panjang sambil membenamkan hidungnya ke arah leherLena.

“Unnnhhhhh….. ”Lenamengeluh ketika Sam menggigit lembut lehernya dari belakang, nafasnya semakin tidak beraturan ketika merasakan tangan Sam melepaskan branya kemudian merasakan bibirnya mengecup-ngecup batang lehernya sebelah kiri terus mengecupi tengkuk lehernya dan menjalar bergilir mengecup-ngecup leher kanan, sementara kedua tangan Sam mendekap gundukan buah dadanya.Lenamendesah-desah lirih ketika merasakan Sam mulai meremas-remas payudaranya yang semakin keras mengenyal.

“Lenaaaaaaa ” Sam mendesis sambil  melepaskan pengait rok seragam Lena, kemudian membiarkan rok abu-abu itu melorot turun terlepas dari pinggulLenadan terjatuh di bawah kakinya. Sam bersujud kedua tangannya mengelusi sepasang paha Lena, sesekali kaki Lena yang mulus melejang karena kegelian ketika jari-jemari Sam menggerayangi kemulusan kedua pahanya, Sam berusaha menenangkan Lena ketika Sam menarik turun celana dalam Lena yang berwarna violet.

mata Sam melotot ketika telapak tangannya mengusap-ngusap bulatan buah pantat Lena yang padat dan keras, untuk beberapa saat Sam terus mengecupinya sampai akhirnya ia kembali berdiri dan menyelipkan batang penisnya kesela-sela pantatLena. Sam mengesek-gesekkan kepala penisnya di belahan buah pantat Lena yang hangat dan lembut, sesekali ia menekan-nekankan batang penisnya dengan kuat hingga tubuh Lena tersungkur-sungkur, kedua tangan Lena bertumpu kuat-kuat pada tembok untuk menahan serangan-serangan penis sam yang semakin kuat menekan lubang anusnya dan menggesek-gesek belahan buah pantatnya. Sam semakin kuat mendesak-desakkan selangkangannya hingga tubuhLenasemakin tertekan merapat dan merapat ke tembok gudang tua itu.

“Lennn, tolongg aku Lennn, aku nggak kuat, aku ingin..akuu…tolonggg!!” Sam memohon lirih di telingaLena, si pegulat tangguh tidak sanggup lagi untuk menahan beban api birahi di dadanya yang terus menerus dipendam semenjak kejadian syur beberapa hari yang lalu ketika keduanya mengintai Pak Romi. Sam membalikkan tubuh Lena kehadapannya, tangannya merayapi induk buah dada Lena sebelah atas, putih dan lembut sekali kulit buah dada Lena yang bongsor,Lenamelenguh pelan ketika Sam meremas-remas buah dadanya.

Lena berdiri sambil menyodorkan vaginanya ke depan wajah Sam yang kini tengah bersujud di hadapan vaginanya, tanpa menolak ataupun jijik Sam membenamkan wajahnya di vagina Lena,Lenamendesah-desah lembut ketika merasakan hembusan-hembusan nafas Sam yang hangat memburu, menggelitiki permukaan vaginanya.

“Ahhhhh, Samhhhhhh…enakkkkk…. ”Lenamenekuk wajahnya menatap Sam, bibirnya mendesah-desah keenakan ketika merasakan jilatan jilatan lidah Sam yang semakin nakal menggelitiki selangkangannya.

“Hhhhhha….. ” hanya sebuah huruf vocal yang pendek melompat dari bibir Lena ketika Sam melumat belahan bibir vaginanya, tanganLenamembelai-belai kepala Sam yang sedang rakus melumat-lumat selangkangannya, wajahnya memerah karena menahan rasa malu, risih dan nikmat.Lenamerasakan tubuhnya semakin hangat dan kenikmatan itu semakin hebat menggelitiki vaginanya.

“Ahhhhhh…, Crrrr Crrotttttt…..” Lena menekankan kepala Sam, terdengar suara hisapan-hisapan rakus yang justru membuatLenasemakin kelojotan tersiksa dalam kenikmatan.

Sam bediri dan kemudian memeluk tubuh Lena dengan lembut, Lena balas memeluk tubuh Sam , kedua matanya yang sipit terpejam rapat, sementara bibirnya tersenyum ketika merasakan kedua tangan Sam merayapi gumpalan buah pantatnya, yang bulat dan padat. Sam tampaknya masih belum merasa puas, sambil menjengkingkan pinggang Lena ke belakang mulutnya menciumi buah dadaLenayang besar dan putih.Lenamendesah panjang sambil membusungkan dadanya menyongsong kerakusan Sam si pegulat yang terus menggeluti buah susnya dengan rakus, bergantian dari yang kiri dan yang kanan.

“Ohhhh, Samhhh, Awww….gelii!”Lenamerintih-rintih kegelian ketika merasakan lidah Sam menggelitiki putting susunya, kemudian mulut Sam menyusu diputing susunya yang semakin mengeras,

Lena menggapai batang penis Sam, tangannya mengocok-ngocok penis itu, ia berusaha melakukan perlawanan untuk memuaskan nafsu birahi Sam si pegulat yang semakin liar mengecupi bongkahan buah dadanya yang bongsor. Lena membalas mendorong tubuh Sam hingga si pegulat bersandar pada dinding gudang tua itu, kemudian ia bersujud di hadapan penis Sam, tangannya bergerak dengan lincah mengocok-ngocok dan meremas-remas batang penis Sam, ia terus mengocok-ngocok penis itu hingga kedua tangannya terasa pegal….

“Samhhh,capeahhhh…. ”Lenamengeluh

“Pake mulut aja Lennn….. ” Sam menyodorkan penisnya kearah mulut Lena, Lena mengangguk kemudian mengangakan mulutnya lebar-lebar menerima batang penis Sam , imajinasi liar Sam melambung setinggi langit ketika merasakan hisapan-hisapan mulut Lena, sambil menghisap-hisap kepala penis Sam, lidah Lena memutari kepala penis Sam si pegulat tangguh dan mengait-ngait leher penis bagian bawah.

“Ahhhhh, Hhhh Hhhhhhh!!” Lena melepaskan penis Sam dari dalam mulutnya, nafasnya berhembusan panjang, Sam menarik tubuh Lena untuk berdiri, kemudian Sam menundukkan kepalanya untuk mengejar bibir Lena dan.., Emmmmhhh, Mmmmmmmmm,Lenamengalungkan kedua tangannya ke leher Sam. Tangan kanan Sam merayapi perut Lena dan terus turun ke bawah, tangan Sam mengucek-ngucek bibir vagina Lena dengan penuh nafsu, lelehan cairan vagina Lena membuat Sam semakin betah memainkan selangkangannya, dikucek-kuceknya bibir vaginaLenadan diremasnya selangkangannya dengan lembut.