Archive for May, 2011

Chelsea Olivia PArt 3

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

Nafas Chelsea terputus di tengah jalan kemudian memekik kecil ketika kepala penis Sam merojok-rojok lubang anusnya dengan kasar, Sam semakin bernafsu menjejalkan batang kemaluanya ketika mendengarkan pekikanChelsea. Dijambakknya rambut gadis itu kemudian disodokkannya kuat-kuat batang kemaluanya menghujam lubang lubang anusChelseasedalam-dalamnya. Sam terus mendesak-desakkan kemaluannya walaupun batang kemaluannya tidak mungkin lagi untuk bergerak masuk lebih dalam karena selangkangannya sudah membentur bongkahan buah pantatChelsea.

“Ahhhh, Ahhhhh, Aduhhh, sakit, sakittt….aahhhh” Chelsea mengaduh ketika Sam menyodominya dengan kasar, belum lagi rasa sakit akibat jambakan tangan Sam di rambutnya, tubuhnya terdorong maju mundur dengan kuat, terdengar suara meja yang berderit ikut terdorong-dorong akibat persetubuhan liar antara Sam dan Chelsea, gadis itu meringis kesakitan merasakan sodokan-sodokan Sam, keringat dingin mengucur dengan deras menahan sodokan-sodokan batang kemaluan Sam yang menyakitkan.

“Blephhh, Plokkk, Plokkkk, Plokkkk..waduhh, boolny enak amat sih, saya jadi gemes nih……” Sam semakin kuat memompakan batang penisnya menyodomi lubang anusChelseatanpa mempedulikan gadis itu yang memekik kesakitan, lubang anusnya terasa ngilu ketika penis pria itu bergerak semakin cepat dan kasar menyodok-nyodok anusnya. Tangan kiri Sam menarik pinggangChelseayang ramping sedangkan tangan kanannya merayap kedepan menggerayangi buntalan buah Susu Chelsea.

“Ennnhh, Ennnhhh, Ennnhhhh…..Heennhh Ahhhhh”Chelseamerengek-rengek, wajahnya mengernit – ngernyit kesakitan ketika merasakan sodokan-sodokan kuat kemaluan Sam, nafasnya seolah sedang dipacu kencang ketika penis Sam menyodoki lubang anusnya.

Kedua tanganChelseabertumpu kuat-kuat pada meja tua itu, butiran keringat mengucur dengan semakin deras membasahi tubuhnya yang putih mulus, kedua lututnya terasa semakin lemas, berulang kali Sam menaikkan posisi pinggulChelseayang sering turun ketika sedang disodok-sodok oleh batang kemaluannya.

“Aduhhh, gimana sihh, Non Chelsea dijaga dong posisinya pinggulnya, jangan turun melulu, cape-kan saya benerinnya…..” Sam protes ketika pinggulChelseakembali turun, dengan kasar ditariknya pinggul gadis itu agar kembali menungging.

“Essshh, Ahhh, Essshhhh Aduhhhh, aduhhhhh….!! ”Chelseakembali mengaduh ketika sam kembali menggenjotkan batang kemaluannya, lubang anusnya terasa panas ketika batang penis Sam keluar masuk dengan semakin kencang dan kuat menyodok-nyodok lubang anusnya kembali.

“Duhhh turun melulu, ya udahhhlah, ngangkang gihhh…..” Sam menyuruhchelseaduduk dipinggiran meja sambil mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar,Chelseaterpaksa berpegangan pada kedua bahu sam ketika si bandot tua mesum itu mendesakkan batang kemaluannya pada belahan vaginanya.

“Jrebbbbb,,, Jrebbb Bluesshhhhh…..Ouhhh”Chelseakembali mengeluh ketika penis Sam mengoyak belahan vaginanya kemudian merojok lubang itu dengan kuat. Penjaga perpustakaan itu tampak asik merojok-rojok belahan vaginaChelseayang peret..

“Cleppp, Clepppp Cleppppp, Clepppp….” suara-suara becek terdengar dengan keras ketika batang kemaluan Sam merojok-rojok belahan vaginaChelsea, digenjotnya kuat-kuat sampai sesekalichelseamemekik kecil ketika menahan sodokan-sodokan kasar batang penis si bandot tua itu.

“Ahhhhh, Aaaa Crrrtt Crrrtttt  ” Chelsea mencengkramkan kuku-kukunya pada bahu sam ketika lubang vaginanya berdenyut-denyut dengan nikmat, Sam terkekeh, ia merasa bangga ketika dengan mudahnya  mengalahkan si jutek yang cantik, gadis itu terkulai lemah dalam pelukannnya, Dilepaskannya tubuh Chelsea yang masih terengah-engah kecapaian, Chelsea berbaring lemas diatas meja dengan posisi kedua kakinya yang terjuntai mengangkang dipinggiran meja, cairan vaginanya meleleh membasahi meja dan sebagian meleleh menetes di pinggiran meja, lelehan cairan kental berwarna putih.

Chelsea Olivia Part 2

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

“Weleh-  weleh…,PERAWAN ting-ting !! ” Sam menatap tajam pada cairan merah yang membasuh batang penisnya, si bandot tua tersenyum sambil menatap wajahChelseayang mengernyit kesakitan.

Air mata mulai berlinang dan membasahi pipinya, isakannya bertambah keras ketika Sam mulai mengayunkan batang kemaluannya menyodok-nyodok belahan vaginaChelseahingga tubuhnya terdorong dan tersentak-sentak dalam sebuah irama nafsu Sam si penjaga perpustakaan.

“Ahhhh….!! Ahhhhhh!! Ahhhhhhhh…!! ”Chelseatampak tersiksa di atas meja ketika penis Sam menggergaji belahan vaginanya, rintihan-rintihannya semakin keras terdengar, sesekali suara terkekeh menyela rintihan-rintihanChelsea, suara terkekeh yang membuat bulu kuduk  merinding.

“Nnnnggghhh Crrrrr. Crrrrrrrrrrrrrrr… Crettt…. ” Tubuh Chelsea melenting kemudian terhempas tanpa daya disertai nafasnya yang tersenggal-senggal, buah dadanya turun naik dengan cepat ketikaChelseaberusaha mengambil nafas. “Udah ngerti lu yang namanya enak?? ” kata Sam sambil tersenyum sinis menyindirChelseayang terisak menangis.

Tangannya menjamah buah dadaChelseakemudian mengelusinya, kemudian Sam kembali menyodokkan batang penisnya menyetubuhi kembali gadis itu yang kembali merintih-rintih ketika selangkangannya disodok-sodok dengan liar olehnya.Chelseamemalingkan wajahnya kearah lain, Airmata semakin deras meleleh dari matanya yang sipit, isak tangisnya kembali mengeras ketika tubuhnya tersentak dan terguncang semakin kuat diatas meja diruangan itu. Tangan Sam meraih pinggangChelseakemudian sambil menyodok diangkat dan ditarik-tariknya pinggang gadis itu hinggaChelseamelenguh keras, sesekaliChelseameringis ketika penis Sam mengocek-ngocek belahan vaginanya, berkali-kaliChelseamenelan ludah membasahi tenggorokannya yang terasa kering, matanya yang sipit terpejam rapat.Chelseakembali membuka matanya ketika merasakan tangan sam mencengkram buah pantatnya, tubuhnya melayang kemudian tahu-tahu ia sudah duduk saling berhadapan dengan Sam, atau lebih tepatnyaChelseamenduduki penis Sam, ia tertunduk malu ketika Sam mengajarkannya untuk bermain dalam posisinya yang sekarang.

“Ayo lakukan… ” Sam memegangi pinggangChelsea, entah kenapaChelseamelakukan perintah Sam, ia mulai mendesak-desakkan vaginanya mendesak-desak batang penis yang tertancap dibelahan vaginanya, kepalanya terangkat-angkat keatas, bibirnya mendesah dan mendesis keenakan, bisikan-bisikan setan dari neraka terus membisiki telingaChelseaagar ia bermain lebih liar dan binal…!!

“Aaaaa…!! Aaaaaaahhh…!! Ennnnggghhh..!! Ahhhhhh…..!! ”Chelseamengeliat-geliat liar sambil mendesak-desakan vaginanya dengan kuat, tubuhnya melompat-lompat turun naik di atas pangkuan Sam yang melotot terkagum-kagum memandangi buah dadanya yang melompat-lompat dengan indah di hadapan wajahnya.

Penjaga perpustakaan itu tersenyum mesum sambil memegangi pinggangChelseayang sedang menjerit dan menggeliat dengan binal.

“aHhhh… Ahhh…. Enakkkk Ahhhhhh… Crrr Crrrrr…. ”Chelseamenjerit liar gerakan-gerakan binalChelseaperlahan-lahan terhenti ia terkulai lemah dalam pelukan Sam yang memeluk erat-erat tubuhnya. Setelah mengecup bibirChelsea, Sam melinkarkan tangannya kebelakang untuk melepaskan ikatan pada tangannya.Chelseamenekuk wajahnya ia tidak berani memandang wajah Sam yang cengengesan, ia tampak risih dan salah tingkah ketika tangan si penjaga perpustakaan berkeliaran merayapi tubuhnya. Tangan Chelsea memang telah bebas tapi untuk apa?? Sam sudah membelengu gadis itu dengan sebuah kenikmatan yang terlarang,Chelseaturun dari pangkuan Sam ketika ia menyuruhnya. Sam berdiri di hadapanChelseakedua tangannya menekan bahuChelseauntuk bersujud di hadapan selangkangannya, kemudian Sam menyodorkan batang penisnya. Mata Chelsea terpejam-pejam ketika mulutnya terbuka lebar dan menerima kehadiran kepala Penis Sam, lidahnya terjulur keluar kemudian kepala penis Sam berbaring di atas lidah Chelsea, kepala Chelsea maju ke depan, mulutnya mencaplok kepala penis si bandot tua yang mengeluh keenakan. Mulut gadis itu tampak mengempot ketika melakukan hisapan-hisapan kuat.

“Uehhhhh, geloo siah!! “

Kedua tangan Sam mendekap kepalaChelsea, nafasnya terengah-engah keenakan ketika lidahChelseabergerak liar memutari kepala penisnya, mulut Sam termonyong-monyong sambil sesekali berkata Uhhh, Uhhhh, Uhhh Aaaaaaaaaaaaaahhhh…!! Tiba-tiba tangannya menjambak rambut gadis itu kemudian menariknya agar berdiri,Chelseamengaduh kesakitan ketika mendapat perlakuan kasar dari Sam.

“Ahhhh Aduhhhh…..”Chelseakembali mengaduh ketika Sam membalikkan tubuhnya, mendorongnya dan menekankan punggung gadis itu agar menungging , kedua tangannya bertumpu pada sebuah meja sementara Sam mengambil posisi di belakang tubuh gadis itu.

“Hssshhh, Ohhhhhhhhhhhhhhh, Ahhhhhhhh”

Chelseamendesah panjang ketika merasakan kepala penis Sam mencolek-colek belahan vaginanya kemudian naik sedikit keatas untuk mencolek-colek lubang anusnya, entah lubang mana yang akan dirojok oleh Sam, tampaknya Sam sengaja mempermainkanChelseayang jutek. Kepala Penisnya mencolek-colek lubang anus dan lubang vaginaChelseasampai gadis itu menggelinjang kegelian..

“AHHHHH…!! Nnhhhhhhhhh…. Awww…Aduhh..!! Sakit ..!!”

Chelsea Olivia Part 1

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

Chelsea memaki Sam ketika penjaga perpustakaan itu menyibakkan rok seragamnya ke atas kemudian dengan kasar menarik lepas celana dalam gadis itu hingga terlolos melalui kedua kakinya yang mulus. Kedua kakiChelseayang mulus tertutup merapat, mata gadis itu menatap benci pada laki-laki tua yang tidak tahu diri itu.

“Saya memang binatang, tapi saya adalah binatang yang baik..!! saya tidak akan membocorkan rahasia orang tua kalian yang sudah bekerja sama menyelewengkan dana perusahaan…! Dan yang paling penting saya akan memberikan kalian kepuasan he he he he…, coba kalian pikir kurang apa saya ini ??masa sebentar-sebentar Pak Dion lagi, pak Dion lagi yang dapat perawan…..!!! ” Sam menggerutu menelan ludah sambil terkekeh-kekeh ketika telapak tangannya merayapi permukaan pahaChelsea, nafasnya semakin memburu kencang ketika telapak tangannya merayap semakin ke atas,

Selama ini memang Sam belum pernah mendapatkan mangsa yang masih perawan, semuanya sudah disikat terlebih dahulu oleh para guru bejat itu, tapi kali ini…, Sam menyabotase laporan dari Doni dan mengambil kesempatan dalam kesempitan. (Hemmmm, bibit-bibit perpecahan akibat keserakahan dan hawa nafsu tampaknya mulai menggerogoti mahluk-mahluk buas itu )

“Halussnyaaaa….kulit amoy memang halus dan lembut, apalagi anak sekolahan macam kalian, putih terawat… he he he…mulus sekali..salut…!! salutttt…!!” tangan Sam merayap kearah selangkanganChelsea, jari jempol Sam mengurut-ngurut bagian belahan vaginaChelseayang mulai basah, nafasChelseatersendat-sendat tertahan ketika merasakan jari-jari Sam semakin aktif menggerayangi wilayah intimnya.

“Hhhhhhhhhhh…..Hhhhhhhhhh “

Terdengar suara desahan-desahan nafas tertahan gadis itu ketika Sam menarik pinggiran bibir vaginanya, desahan-desahan dan  suara nafas tertahan semakin sering terdengar ketika Sam mengendusi isi vaginaChelseayang berwarna pink, nafas laki-laki itu terasa hangat menerpa isi vaginanya sebelah dalam.

“Ohhhhhh…..!!Jan…,,,Jangannnnn…Ahhhhhhhhsshh “

Chelsea mendesah keras ketika merasakan lidah si tua bangka menjilati klitorisnya, marah?? benci dan jijik? nikmat? Chelsea berusaha menyadarkan dirinya, namun betapapun kerasnya dirinya berusaha, rasa nikmat itu terus menerus menggerogoti kesadarannya, berkali-kali tubuhnya tersentak keenakan ketika lidah si tua bangka itu menggelitiki dan mengait-gait daging kelentitnya, lidah Sam yang sudah berpengalaman begitu ahli mempermainkan daging klitoris Chelsea, gadis itu merintih kecil ketika mulut Sam mengenyot-ngenyot vaginanya, agar lebih leluasa Sam membaringkan tubuh Chelsea di atas meja lain, tepat di hadapan meja di mana Tania duduk dengan kedua tangannya yang terikat ke belakang. Chelsea memejamkan matanya, nafasnya terdengar berdengusan ketika Tangan Sam mulai mempereteli kancing baju seragam sekolahnya, Sam tersenyum sinis, perlahan-lahan dipretelinya kancing baju Chelsea yang terkenal karena kecantikan dan kejutekannya, dilepaskannya baju seragam Chelsea berikut dengan bra berwarna putih itu.

“CHELSEAA…!! Chelseaaa…, ” Tania berteriak mamanggil-manggil nama temannya, ia berusaha menyadarkanChelseanamun tampaknya kenikmatan itu sudah menenggelamkan kesadaranChelseake dalam lautan birahi, ia malah membalas melayani cumbuah Sam, gadis itu merintih – rintih kecil ketika Sam menunduk untuk mencumbui lehernya, berulang kali ia mendesah-desah ketika merasakan deru napas Sam yang berdengusan menerpa lehernya. Si bandot tua bertambah nafsu, mencumbui batang lehernya.

“Ckkkk… Ckkkkk, Emmmm Ckkkkk…Hmmmmhhh.” mulut Sam mencaplok kemudian melumat bibirChelsea, pipi gadis itu terkempot-kempot ketika membalas hisapan-hisapan mulut si bandot tua, sementara tangan pria itu bergerak bebas mengelus-ngelus tubuhnya sebebas tangan Andra yang merayapi buah dada Vivi yang besar di dalam lemari tua itu.

Nafas Vivi tertahan ketika menyaksikan Sam menarik pinggulChelseake pinggiran meja, kedua kakinya mengangkang menggantung tanpa daya, nafas Vivi bertambah sesak ketika Andra semakin berani meremas-remas buah dadanya. Sam menempelkan kepala penisnya di belahan vaginaChelsea, belahan vagina itu masih tertutup rapat, mirip seperti garis tipis yang membelah selangkangannya, dengan mulut penis digeseknya dengan perlahan-lahan garis tipis itu, cairan vaginaChelseamembuat kepala penis Sam semakin basah mengkilap.

“HOSHHHH…!! HOSHHHHH… HOSSSSSHHHH…. ” Nafas Sam semakin berat , tangan kanan Sam yang memegangi batang  penis gemetar hebat ketika membantu untuk menjejalkan kepala penisnya ke belahan vaginaChelsea. Mata sam melotot ketika tubuhChelseamenggelinjang, rupanya ia kegelian ketika kepala penis Sam mulai membelah belahan vaginanya.

“AHHHHHHHHHHHHHHHHHHH……!! Aduhhhhh, Sakitttt….!! Ahhhhh”Chelseamenjerit kemudian mengaduh kesakitan, tubuhnya bagaikan orang yang sedang demam, menggigil disertai cairan keringatnya yang mengucur semakin deras.

“Owwwwwwwwwww…..!! ”Chelseamelolong keras ketika Sam menancapkan batang penisnya semakin dalam, wajah Sam tampak beringas ketika menjejalkan batang kemaluannya menyodok belahan vaginaChelsea, dirobek-robeknya keperawananChelseadengan sodokan-sodokannya yang brutal.

Magdalena diary

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

“Sam, ngapain sihhhh… aduhhhh….. !!”Lenamemukul-mukul tangan Sam yang begitu kuat mencekal pergelangan tangannya. Si pegulat tangguh menyeret Lena ke dalam sebuah gudang tua di belakang sekolah.,Lenamencubit-cubit lengan Sam hingga memar kemerahan, namun Sam

“Utsssss….!!” Lena Buru-buru menghindar ketika Sam menerkamnya, Sam dengan mudah mencegat langkah Lena yang hendak melarikan diri, sementaraLenatersurut mundur, ia tidak menyangka tubuh sebesar Sam dapat bergerak secepat itu. Lena terus mundur hingga punggungnya tertahan oleh dinding gudang tua itu, ia berusaha melemparkan tas sekolahnya tapi dengan mudah Sam menangkap tas sekolah Lena dan meletakkannya di samping kakiLena. Lena merinding ketika Sam tiba-tiba mendekap pinggulnya, dengan berani Sam mengelus-ngelus pinggang Lena yang ramping, kedua tangannya terjulur meraih kancing baju sekolahLena. Lena hanya membelakkan matanya ketika dengan lincah tangan Sam mempreteli kancing baju seragam sekolahnya, hingga kancing bajunya yang terakhir, dengan lembut tangan Sam menyibakkan baju seragam Lena terlepas dari bahunya dan lepas ke belakang melalui kedua tangan Lena yang gemetar tanpa daya, mata Sam menatap nanar buah dada Lena yang bongsor, ditariknya turun cup bra sebelah kiri hingga payudara kirinya melompat keluar, sementara yang kanan masih tetap aman bersembunyi di balik cup bra kanannya.Lenatampak semakin seksi ketika ia memejamkan matanya, bibirnya sedikit merekah ketika telapak tangan Sam mengelus bulatan dadanya yang bongsor.

“Samhhh…., kamu mau apa….?? ” Lena bertanya lirih ketika Sam membalikkan tubuhnya ke dinding dan memeluknya dari belakang, Sam menarik nafas panjang-panjang sambil membenamkan hidungnya ke arah leherLena.

“Unnnhhhhh….. ”Lenamengeluh ketika Sam menggigit lembut lehernya dari belakang, nafasnya semakin tidak beraturan ketika merasakan tangan Sam melepaskan branya kemudian merasakan bibirnya mengecup-ngecup batang lehernya sebelah kiri terus mengecupi tengkuk lehernya dan menjalar bergilir mengecup-ngecup leher kanan, sementara kedua tangan Sam mendekap gundukan buah dadanya.Lenamendesah-desah lirih ketika merasakan Sam mulai meremas-remas payudaranya yang semakin keras mengenyal.

“Lenaaaaaaa ” Sam mendesis sambil  melepaskan pengait rok seragam Lena, kemudian membiarkan rok abu-abu itu melorot turun terlepas dari pinggulLenadan terjatuh di bawah kakinya. Sam bersujud kedua tangannya mengelusi sepasang paha Lena, sesekali kaki Lena yang mulus melejang karena kegelian ketika jari-jemari Sam menggerayangi kemulusan kedua pahanya, Sam berusaha menenangkan Lena ketika Sam menarik turun celana dalam Lena yang berwarna violet.

mata Sam melotot ketika telapak tangannya mengusap-ngusap bulatan buah pantat Lena yang padat dan keras, untuk beberapa saat Sam terus mengecupinya sampai akhirnya ia kembali berdiri dan menyelipkan batang penisnya kesela-sela pantatLena. Sam mengesek-gesekkan kepala penisnya di belahan buah pantat Lena yang hangat dan lembut, sesekali ia menekan-nekankan batang penisnya dengan kuat hingga tubuh Lena tersungkur-sungkur, kedua tangan Lena bertumpu kuat-kuat pada tembok untuk menahan serangan-serangan penis sam yang semakin kuat menekan lubang anusnya dan menggesek-gesek belahan buah pantatnya. Sam semakin kuat mendesak-desakkan selangkangannya hingga tubuhLenasemakin tertekan merapat dan merapat ke tembok gudang tua itu.

“Lennn, tolongg aku Lennn, aku nggak kuat, aku ingin..akuu…tolonggg!!” Sam memohon lirih di telingaLena, si pegulat tangguh tidak sanggup lagi untuk menahan beban api birahi di dadanya yang terus menerus dipendam semenjak kejadian syur beberapa hari yang lalu ketika keduanya mengintai Pak Romi. Sam membalikkan tubuh Lena kehadapannya, tangannya merayapi induk buah dada Lena sebelah atas, putih dan lembut sekali kulit buah dada Lena yang bongsor,Lenamelenguh pelan ketika Sam meremas-remas buah dadanya.

Lena berdiri sambil menyodorkan vaginanya ke depan wajah Sam yang kini tengah bersujud di hadapan vaginanya, tanpa menolak ataupun jijik Sam membenamkan wajahnya di vagina Lena,Lenamendesah-desah lembut ketika merasakan hembusan-hembusan nafas Sam yang hangat memburu, menggelitiki permukaan vaginanya.

“Ahhhhh, Samhhhhhh…enakkkkk…. ”Lenamenekuk wajahnya menatap Sam, bibirnya mendesah-desah keenakan ketika merasakan jilatan jilatan lidah Sam yang semakin nakal menggelitiki selangkangannya.

“Hhhhhha….. ” hanya sebuah huruf vocal yang pendek melompat dari bibir Lena ketika Sam melumat belahan bibir vaginanya, tanganLenamembelai-belai kepala Sam yang sedang rakus melumat-lumat selangkangannya, wajahnya memerah karena menahan rasa malu, risih dan nikmat.Lenamerasakan tubuhnya semakin hangat dan kenikmatan itu semakin hebat menggelitiki vaginanya.

“Ahhhhhh…, Crrrr Crrotttttt…..” Lena menekankan kepala Sam, terdengar suara hisapan-hisapan rakus yang justru membuatLenasemakin kelojotan tersiksa dalam kenikmatan.

Sam bediri dan kemudian memeluk tubuh Lena dengan lembut, Lena balas memeluk tubuh Sam , kedua matanya yang sipit terpejam rapat, sementara bibirnya tersenyum ketika merasakan kedua tangan Sam merayapi gumpalan buah pantatnya, yang bulat dan padat. Sam tampaknya masih belum merasa puas, sambil menjengkingkan pinggang Lena ke belakang mulutnya menciumi buah dadaLenayang besar dan putih.Lenamendesah panjang sambil membusungkan dadanya menyongsong kerakusan Sam si pegulat yang terus menggeluti buah susnya dengan rakus, bergantian dari yang kiri dan yang kanan.

“Ohhhh, Samhhh, Awww….gelii!”Lenamerintih-rintih kegelian ketika merasakan lidah Sam menggelitiki putting susunya, kemudian mulut Sam menyusu diputing susunya yang semakin mengeras,

Lena menggapai batang penis Sam, tangannya mengocok-ngocok penis itu, ia berusaha melakukan perlawanan untuk memuaskan nafsu birahi Sam si pegulat yang semakin liar mengecupi bongkahan buah dadanya yang bongsor. Lena membalas mendorong tubuh Sam hingga si pegulat bersandar pada dinding gudang tua itu, kemudian ia bersujud di hadapan penis Sam, tangannya bergerak dengan lincah mengocok-ngocok dan meremas-remas batang penis Sam, ia terus mengocok-ngocok penis itu hingga kedua tangannya terasa pegal….

“Samhhh,capeahhhh…. ”Lenamengeluh

“Pake mulut aja Lennn….. ” Sam menyodorkan penisnya kearah mulut Lena, Lena mengangguk kemudian mengangakan mulutnya lebar-lebar menerima batang penis Sam , imajinasi liar Sam melambung setinggi langit ketika merasakan hisapan-hisapan mulut Lena, sambil menghisap-hisap kepala penis Sam, lidah Lena memutari kepala penis Sam si pegulat tangguh dan mengait-ngait leher penis bagian bawah.

“Ahhhhh, Hhhh Hhhhhhh!!” Lena melepaskan penis Sam dari dalam mulutnya, nafasnya berhembusan panjang, Sam menarik tubuh Lena untuk berdiri, kemudian Sam menundukkan kepalanya untuk mengejar bibir Lena dan.., Emmmmhhh, Mmmmmmmmm,Lenamengalungkan kedua tangannya ke leher Sam. Tangan kanan Sam merayapi perut Lena dan terus turun ke bawah, tangan Sam mengucek-ngucek bibir vagina Lena dengan penuh nafsu, lelehan cairan vagina Lena membuat Sam semakin betah memainkan selangkangannya, dikucek-kuceknya bibir vaginaLenadan diremasnya selangkangannya dengan lembut.

Asti Ananta Part 3

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

Sam kini telah sampai pada batas kemampuannya buat bertahan. Nalurinya mengatakan ia harus menjebol keperawanan gadis itu sekarang. Ia tak tahan lagi buat merasakan kuluman vaginaAstisecara utuh pada tititnya bukannya lagi peting yang menyebalkan seperti ini. Ia bisa gila bila tak ngentot saat ini juga.

“Kak Asti maafkann Sam” bisiknya lirih sambil menghujamkan tititnya kuat-kuat. Sekali sentak seluruh batang penisnya yang gemuk itu masuk menerobos ke dalam vaginaAstidan  akhirnya terbenam seluruhnya hingga ujungnya menyentuh mulut rahim gadis itu.

“Aaawwww!!… …Saakkhhhittt !!…sakittt”Astitersentak sambil menjerit kesakitan saat merasakan selaput daranya dipaksa merenggang sampai batas maksimal hingga akhirnya terkoyak disertai rasa sakit dan linu amat sangat.

Darah pun terlihat meleleh keluar dari belahan vaginanya membasahi seprey putih di bawah pantatnya. Rasa sakit membuat vaginaAstisecara spontan mencengram kemaluan Sam yang baru masuk itu.

“Oughhhh….semphhhit bangeeet” desah Sam sambil menggigit bibirnya sendiri. Nikmatnya sungguh tak terkira. Semua syaraf-syaraf yang berada di kepala penisnya merasakan gatal geli tak tertahankan sehingga ia tak dapat mengendalikan desakan kuat buat berejakulasi. Kedua tangannya menyusup ke belakang punggungAstidan memeluk pinggang gadis itu erat-erat. Sementara pantatnya bergerak naik turun beberapa kali mengocok kontol besarnya dengan cepat dan kuat ke liang perawan itu. Sam benar-benar sudah tak terkendali. Saat itu ia sudah tak perduli padaAstiyang sangat kesakitan akibat ulahnya. Jelas vagina gadis itu masih sedemikian sempitnya buat ia hajar seperti itu.

“Awwwww…ee..nakkkkk” Sam terpekik ketika kontolnya berdenyut-denyut keras memuncratkan air maninya keluar menghantam deras rahimAsti. Crooottt…Croottt..crottt…Crroootttttt! Sebagian besar cairan kental yang syarat dengan benih-benih subur itu meluncur masuk ke rahimAsti. Sebuah rahim seorang wanita dewasa yang sehat, subur dan siap buat dibuahi oleh benih-benih cinta Sam.Limabelas pancutan dasyat diiringi nikmat tiada taranya akhirnya mampu sedikit meredakan amukan birahi Sam. Ia baru tersadar akan kekasarannya barusan ketika melihatAsti  terisak-isak karena kesakitan. Batang kemaluannya memang kebesaran buat dijejalkan penuh sekaligus ke liang perawan yang sempit itu.

Bingung harus melalukan apa buat mengurangi sakit gadisnya ini Sam lalu mengecupi jentik-jentik keringat di kening gadis itu. Ia lakukan  dengan penuh kelembutan. Kecupannya  beralih ke mata basah gadis itu hingga ke cuping telinga yang menimbuklan rasa geli bagiAsti, Lalu pindah  ke seputar leher hingga akhirnya kembali menyusu pada payudara kiri Asti.Asti-pun merasa agak nyaman oleh perlakuan mesrah anak itu. Rasa sakitnya berangsur-angsur berkurang dan menjelma menjadi rasa nikmat yang aneh. Setelah beberapa menit Sam memesraiAstitanpa melakukan gerakan kocokan sedikitpun, barulah ia mengerakan penisnya selembut  mungkin berusaha agar organ cintaAstiperlahan-lahan lebih meregang sedikit demi sedikit menyesuaikan diri dengan ukuran penisnya yang besar itu. Kini tubuh kecil dan kurus Sam sudah dalam keadaan melekat erat dengan sempurna dengan tubuh sintalAsti. Tangan bocah itu menyusup kebelakang punggung sementara jemarinya meremas bongkahan padat pantatAsti. Sedangkan Asti mendekap leher Sam dengan kedua tangannya sedangkan kaki indahnya yang panjang melingkar pada pinggul anak itu lalu menekan ke arahnya. Bibir mereka-pun bertaut saling mengecup menghisap silih berganti menambah panasnya hubungan intim itu. butir-butir keringat bercucuran membasahi tubuh keduanya. Bahkan terlihat Sam tak lagi ragu menghentakan penisnya yang besar itu dengan cepat. Semakin lama semakin cepat.

“Awwww!!…Samhhh” rintihAstiyang masih tetap merasakan kesakitan pada selangkangannya. Namun sedikit demi sedikit perih itu semakin lenyap tertindih oleh rasa kenikmatan yang semakin menjadi-jadi. Napasnya sampai  tersengal-sengal Ia tak menyangka jika nikmatnya yang ditimbulkan oleh titit besar Sam akan sedasyat itu. Semua syaraf-syaraf lembut di dalam vaginanya merespon daging asing yang memasukinya itu dengan cengraman yang kuat. Sepuluh menit kemudian Sam merasakan pelukanAstisemakin mendekap dan pinggul nya bergerak dengan liar. Ia tahu gadis itu bakal mendapat kembali orgasmenya. Lalu ia semakin mempercepat ayunan pinggulnya dan menghujamkan tititnya sedalam mungkin ia dapat masuk. Ctap!!..ctapp!!..ctap!!..ctap!!, terdengar bunyi benturan kemaluan mereka

“Samhhhhhh…. oughhhhhhhhh!!!!!!!…Samhhhhhh!!!”Astitak dapat menahan pekiknya ketika orgasme itu meletup dari tubuhnya.

Semua otot-otot kewanitaannya berkontraksi berirama dengan sangat cepat dan kuat diikuti  bagian panggul dan rahim. Lalu diakhiri dengan rasa kenikmatan yang dasyat. Ini adalah orgasme kedua yang dialamiAsti. Namun jauh berlipat kali lebih nikmat dari yang pertama tadi . Tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Pantas saja orang selalu ingin melakukannya lagi dan….. lagi pikirAsti. Pada saat yang sama Sampun sudah tak dapat menahan ejakulasinya. Liang perawan itu tiba-tiba melumat seluruh organ kelaki-lakiannya dan mendatangkan rasa nikmat yang luar biasa hingga saat itu juga aliran sperma pada saluran didalam penisnya melaju dengan cepat menerobos hingga keluar melalui lubang kencingnya tanpa bisa dibendung lagi.

Creeett…crooot..croooot…..croooot…

“Aaaaoooooo…kakkk enaaakkkkk!!!”Sam melolong ketika air maninya bermuncratan untuk kedua kalinya.

daging kejantannya mengembang mengempis dan menghentak- hentak sambil terus menerus menyemburkan spermanya di dalam vagina gadis itu seakan-akan ia ingin mengosongkan seluruh isi testisnya. Orgasme yang begitu kuat membuyarkan kesadaranAstiuntuk beberapa saat. Ia bagai melayang tanpa batas di atas gumpalan awan dan memberikannya  rasa yang nyaman dalam pelukan erat Sam. Meski sama-sama baru saja mengalami orgasme baik Sam maupunAstitetap saling mendekap satu sama lain. Pengaruh dasyat obat perangsang itu tak juga kunjung pudar mengukung keduanya. Sam semakin liar mengumuli gadis itu seakan tak ingin menyudahi kenikmatan itu. Begitupun Asti yang baru kali itu merasakan nikmatnya persetubuhan Kenikmatan itu begitu memabukan bagai candu membuatnya  rela terus menerus dicabuli oleh anak itu.

Persetubuhan itu berlangsung lagi bagai tiada akhir hingga jam tiga dini hari. Keduanya baru berhenti setelah mengalami orgasme demi orgasme dan titit perkasa Sam-pun tak dapat lagi memancarkan air mani. Akhirnya keduanya jatuh terlelap dalam keletihan dan kepuasan. Di malam sunyi dan dingin itu, di atas tempat tidurnya sendiri,Astitelah kehilangan kesuciannya.

Asti Ananta PArt 2

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

Jemari-jemarinya meraih seprey dan meremasnya seiring nikmat yang di rasakannya melanda organ intimnya.  Semua yang terjadi ini adalah pengalaman yang pertama bagiAsti. Tak ada seorang lelakipun yang pernah melakukan hal itu padanya karena selama ini ia selalu berhasil menjaga dirinya dari jamahan setiap lelaki. Clek..clek…clekk..clek, tiba-tiba Sam menghentikan jilatannya sejenak.KetikaIamemandangi belahan cantik di hadapannya itu timbul rasa penasarannya, ia ingin tahu apakahAstimasih perawan atau tidak. Lalu dengan jemarinya ia bibir membuka bibir vaginaAstisehingga Ia dapat melihat sebuah selaput tipis yang menutupi bagian dalam vagina gadis itu.  Benda yang sangat di agungkan oleh seorang wanita sebagai lambang kesuciannya itu ternyata masih utuh memagari liang vaginaAsti.

“Uhh ternyata kak.Asti memang masih perawan ting ting”, ujar Sam dalam hati.

Baru kali ini ia melihat bagaimana sesungguhnya bentuk dan posisi keperawanan seorang gadis. Hanya sekitar tiga atau empat senti dari permukaan bibir kemaluannya. Setelah puas terhadap apa yang ingin ia ketahui. Sam  kembali melakukan jilatan pada kewanitaanAsti. Gerakan lidahnya kali ini semakin jauh menjelajah ke dalam sehingga liang sempit itupun bereaksi berkedut-kedut seakan menghisap lidahnya. Hingga akhirnya lidahnya berhasil menemukan klitorisAsti. Lalu ia menghisap benda mungil yang sangat sensitif dan dipenuhi dengan ujung-ujung syaraf kenikmatan itu dengan penuh kelembutan. Cairan bening semakin banyak memancar dari dalam vaginaAstisehingga mulut Sam belepotan.. Nampaknya Asti telah  sampai dipuncak kegairahannya. Sebagai seorang gadis suci yang belum pernah merasakan kenikmatan dalam berhubungan intim, jelas ia tak mampu berlama-lama dirangsang sedemikian rupa. Kenikmatan itu sudah tak lagi tertahankan. Diiringi lengking pekikan,Astipun akhirnya mencapai orgasme untuk yang pertama kalinya seumur hidupnya.

“Aarggghhhhhhhhhhh !!!!!!”  saat itu terjadiAstimengangkat tinggi-tinggi pinggulnya seakan ia ingin lidah Sam terbenam ke dalam liang senggamanya jauh lebih dalam lagi. Seluruh organ tubuhnya mengalami kekejangan terutama pada organ intimnya. Nikmat itu meletup-letup  diiringi dengan keluarnya cairan bening secara alami dari dalam liang senggamanya. Selama ini ia hanya tahu kata orgasme itu secara teoritis dari buku buku kesehatan yang ia baca selama di bangku kuliah dulu. Kini ia telah merasakan sendiri orgasme yang sesungguhnya. Ia terkesima mendapati rasa nikmat itu sangat luar biasa dan sungguh tak terlukiskan. Setelah lewat satu menitan pinggulAstikembali terhempas ke kasur. Tampak napasAstimasih tersengal-sengal. Sekujur tubuhnyapun telah basah oleh keringat. Kedua matanya terpejam meresapi sisa-sisa  kenikmatan yang baru saja melandanya. Sebuah pertanyaan melintas di benaknya, akan ia membiarkan anak ini melakukan hal yang lebih jauh lagi dari ini? meski merasa hal itu sungguh tabu dan tidak bermoral, tetapi daya tarik buat melakukanasmaraterlarang itu begitu menggoda dan tak terbantahkan. Tanpa disadari tubuhnya mengharapkan Sam terus menjamahnya untuk membawanya pada sebuah titik akhir puncak kenikmatan. Hanya satu langkah lagi buat Sam menuntaskan permainan cinta ini. Wajahnya meninggalkan vaginaAstidalam keadaan basah. Lalu tubuhnya naik ke atas tubuh sintal gadis itu dan menindihnya.Astisudah terbaring pasrah dengan kedua pahanya yang membuka lebar memperlihatkan vaginanya yang memerah dan sedikit terangkat pertanda rangsangan yang ia rasakan sudah memuncak. Ini merupakan tanda bagi Sam harus segera “memasuki” nya. Namun Sam tak kunjung melakukan penetrasi. Titit besarnya hanya ia letakan di atas permukaan vaginaAsti. Sejenak ia masih diliputi kebimbangan bahkan terpikir untuk mengurungkan niatnya meniduriAsti. Tetapi belaian lembut tanganAstipada dadanya menepis segala keraguannya itu. ia sungguh tak mampu melawan hasrat dan gairahnya. Tak ada hal lain di dunia ini yang ia lebih diinginkan dari persetubuhan ini. Ia pun merasakan jikaAstijuga sangat menginginkan hal ini terjadi. Sam berpikir ia mungkin bisa ia bercinta tanpa harus merusak kegadisanAstidengan hanya memasukan kepala tititnya saja ke dalam liang senggamaAstilayaknya melakukan petting bersama Niken duluLalu ia genggam batang penisnya yang sudah menegang penuh dan diarahkan tepat di bibir vaginaAsti. Ia terlebih dahulu menyapu kepala penisnya ke atas dan bawah di sepanjang bibir cantik itu. Setelah  terlihat cairan yang merembes semakin banyak keluar dari celah vaginaAsti, barulah ia menekan batang kemaluannya masuk.

Srtttt  …..Lepp…bibir vaginaAstiterbelah dan kepala penis Sam mulai menghilang ke balik bibir vagina itu.

“Aawwwwwww samhhh….saa..kittt” rintihAstikesakitan. Jemari nya turun dari dada ke perut Sam berusaha mencegah anak itu memasukinya lebih jauh.

“Kak..oh… Ugghh..”vagina gadis ini rapat sekali batin Sam.

Kulit kulup yang membungkus ujung penisnya tertarik kebelakang dan membuat kepala bulat penisnya bersentuhan langsung dengan kelembutan vagina gadis itu  Sehingga menimbulkan rasa nikmat yang lebih kuat ketimbang saat bagian itu tertutup kulup. Ia memang harus bersikap sabar untuk melakukan penetrasi lebih dalam ke vaginaAstiwalau kondisinya yang sudah sangat terangsang dan menginginkan tititnya di balut secara penuh oleh daging cinta gadis itu. Beberapa saat kemudian ketika otot-otot vaginanya mulai rileks.Astimerasakan kenikmatan sedikit demi sedikit perlahan muncul dan menindih rasa sakit tadi. Menyadari akan hal itu, Sampun mulai lagi menekan tititnya agar masuk lebih dalam. Ia lakukan hal itu dengan selembut mungkin agar tak  terlalu menyakiti gadisnya itu. Astipun tak tinggal diam, secara naluriah ia membuka pahanya lebih lebar untuk memberi ruang bagi Sam memasuki dirinya. Ia merasakan nikmat yang perlahan menjalar di mulut vaginanya Kenikmatan yang begitu mempersona. Srttttt…batang penisnya yang hitam besar itu melesak lagi sedikit dan kali ini ujung penis Sam membentur sebuah dinding tipis dan menahan laju kepala penisnya untuk masuk lebih dalam. Sam tahu ia telah sampai pada dinding kesucianAsti.

“Ougghhhhh…k..kkkaak…” desis Sam merasakan tititnya dicengram kuat oleh  otot-otot vaginaAsti. Nikmatnya jangan ditanya. Kuluman vagina sempit si cantik itu membuat ia harus berjuang keras menahan rasa ingin berejakulasi.

Perlahan ia menarik tititnya lalu didorongnya lagi masuk sedalam tadi. Saat melakukan itu, Ia berusaha agar tautan kemaluan mereka yang cuma sedikit itu tak sampai terlepas. Nyaris tak ada ruang buatnya melakukan gerakan ngentot secara nyaman. Sam hanya berhasil membuat beberapa kali gerakan mundur dan maju itupun tak berjalan dengan lancar karena mulut vaginaAstimasih terlalu sempit. Bahkan kocokan itu sempat terhenti  ketika tititnya tiba-tiba terlepas dari vaginaAsti. Lepp…penis Sam kembali menancap.

“Oughhhh….Samhhhhh” rintihan nikmat Asti-pun  kembali terdengar.

Meskipun percintaan itu berlangsung demikian, namun  itu sudah cukup menyenangkan bagiAsti. Kedua kaki jenjangnya melingkar pada pinggul Sam dan menekan pantat anak itu ke arah tubuhnya. Sambil mengayunkan pinggulnya, Sam membenamkan kembali bibirnya ke bibirAstimelanjutkan ciuman mereka tadi. Astipun membuka mulutnya lebar-lebar lalu membalas setiap hisapan bibir Sam. Tapi Sam telah keliru jika berpikir ia mampu melakukan peting dalam hingga persetubuhan itu berakhir. Kondisi dirinya yang tengah dipengaruhi obat perangsang sungguh sangat berbeda saat di kala ia dan Niken dulu pertama kali bercinta. Lambat laun bocah itu semakin tak terkendali. Kocokannyapun semakin cepat dan tak teratur sehingga lebih sering penisnya terlepas ketimbang di dalam vaginaAsti. Hal itu semakin membuatnya tak sabaran dan tak terkendali. Keadaan itu diperburuk pula oleh perlakuan dariAstiyang merespon setiap sentuhan Sam dengan tak kalah panasnya karena ia justru meminum obat perangsang dalam dosis yang jauh lebih banyak dari Sam. Gadis itu mengoyang pinggulnya di saat penis Sam terdorong masuk lalu menghentakannya ke arah yang berlawanan saat Sam menarik penisnya. Nikmat yang ditimbulkannya sungguh sangat memabukan Sam.

“Awww..kakkk enakkk ” Sam terpekik tertahan. Ia tak mendugaAstimerespon setiap gerakannya secara dasyat.

Asti Ananta PArt 1

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

Dulu ia telah menodai Dian dalam situasi nyaris sama dengan saat ini. Dimana saat itu Dian sedang terlelap dan ia sendiri dalam kondisi terangsang hebat. Ia bertekat tak akan pernah mengulangi kesalahan itu lagi. Namun obat perangsang dosis tinggi milik Erik yang tak sengaja terminum olehnya itu sudah terlanjur bereaksi dan menjalar dengan cepat keseluruh syaraf-syaraf  kelaki-lakiannya. Jelas sia-sia saja ia berusaha melawan rasa itu. Tahu-tahu  ia menemukan fakta kalau tititnya sudah dalam keadaan mengejang kaku. Sam jelas tak kuasa mengendalikan dirinya lagi. Wajahnya perlahan semakin mendekat ke wajahAstihingga bibirnya bersentuhan dengan bibir lembut gadis itu. Lalu ia pun melumatnya. Bak tersengat oleh aliran listrik tegangan tinggiAstimembuka matanya. Pada saat itu tubuhnya tengah dipenuhi oleh gairah tinggi akibat pengaruh dari obat perangsang berdosis tinggi telah membuat nalurinya mengambil alih seluruh kesadarannya. Sesaat kemudian matanya terkatup lagi. Menit demi menit lumatan bibir mereka seakan tak pernah terlepas lagi.Astimembuka mulutnya lebih lebar membiarkan lidah Sam masuk menjelajahi rongga mulutnya. Mulanya ia hanya merintih-rintih membiarkan lidah Sam menari-nari kesana kemari namun tak membutuhkan waktu lama buat ia bisa memahami seni bercumbu itu dan akhirnya iapun mulai mampu  membalas lumatan bibir dan permainan panas lidah Sam sehingga menjadikan ciuman itu menjadi sangat bergairah dan menyenangkan. Entah bagaimana ia bisa begitu pandai berciuman padahal ia belum pernah sekalipun melakukan hal itu sebelumnya. Meski dengan napas tersengal-sengal keduanya tetap saling melumat satu sama lain. Lengan Asti merangkul dan mendekap tubuh Sam semakin erat. Gadis itu seakan tak mau melepaskan lagi pelukannya. Sambil melakukan ciuman dan cumbuan padaAsti. Jemari tangan Sam juga tak tinggal diam, meraba dan menjelajah kesanakemari ke seluruh bagian sensitive tubuhAsti. Ini pertama kalinya bagiAstimembiarkan tubuhnya dijamah oleh seorang lelaki. Dulu semasa pacaran, Erik masih terlalu hijau dan tak pernah berani melakukannya. Alam kesadaraannya yang tersisa sedikit itu telah dikuasai secara penuh oleh gairah aneh yang menjalar ke setiap syaraf-syaraf di seluruh tubuhnya. Pengaruh obat perangsang itu menjadikan tubuhnya begitu sensitive terhadap setiap sentuhan Sam.

“Samhhhhh……Ohhh”Astimerintih lemah ketika jemari Sam mengapai dan berusaha menarik reustleting gaunnya. Ingin rasanya ia mengatakan kata ‘jangan’ namun tak mampu ia ucapkan. Ia sadar apa yang hendak anak itu lakukan pada dirinya saat itu namun demikian ia tak mampu menolak semua perlakuan dari Sam untuk menggaulinya. Obat perangsang Erik yang memang mempunyai daya rangsang sangat tinggi itu benar-benar telah menguasai akal dan pikiran sehatnya. Bahkan kepandaian dan kekerasan hatinyapun selama ini telah sirna entah kemana untuk saat ini. Tinggalah yang tersisa hanyalah nalurinya sebagai makhluk hidup yang dipenuhi oleh napsu birahi dan gairah buat bercinta. Lalu perlahan-lahan gaunnya tertanggal dari tubuhnya hingga hanya tersisa satu carik kain yang masih melekat di tubuhAsti, yaitu sebuah celana dalam berenda-renda berwarna putih. Benda itu ketat membukus gundukan bukit kecil pada selangkangannya dengan bulu-bulu hitam yang membayang di situ. Dulu Sam sempat penasaran membayangkan bagaimana bentuk tubuhAstibila tak ditutupi oleh pakaian putih dokternya. Dan kini ia dapat dengan jelas melihat segala keindahan milik gadis itu. Sungguh tak pernah ia sadari selama ini jika wanita yang sering kali ia temui saat mengantar para wanita-wanitanya ternyata semolek ini. Meski Sam telah sering melihat berupa-rupa tubuh indah dari para wanitanya, namun hatinya tetap bergetar menatap tubuh seorang gadis dewasa yang telah mengembang dengan sempurna di hadapannya itu. Kulitnya begitu putih bersih terawat dan tak nampak ada noda sedikitpun. Perut yang ramping serta pinggul yang bulat merupakan idaman setiap lelaki tak terkecuali dirinya. Dan yang paling mengagumkan adalah dua buah payudaraAstiyang montok namun kencang dan indah dihiasi oleh puting berwarna merah muda di bagian puncaknya.

Setiap pria pasti tahu secara naluri bagaimana bermain dengan bagian tubuh yang ini tapi tidak banyak yang tahu bagaimana semestinya memperlakukan payudara seorang perempuan. Tidak demikian halnya dengan Sam, ia begitu mengerti jika payudara adalah bagian yang sangat peka terhadap rangsangan dan tahu bagaimana menyenangkan setiap pasangan wanitanya lewat benda ini. Setiap wanita yang tidur dengannya memiliki bentuk tubuh dan payudara berbeda tapi mereka semua paling suka bila Sam mengakhiri permainan di bagian itu dengan menyusu bagai seorang bayi pada payudara kirinya. Sam mulai membelai-belai payudara indah itu Lalu melakukan gerakan melingkar dengan tangan di payudara dengan lembut dari bagian ujung payudara hingga dasar payudara. Kemudian kembali dari lingkaran besar hingga mengecil terus ke arah puting tanpa menyentuh putingnya. Ia sengaja tak menyentuh bagian itu untuk meningkatkan rasa penasaran dan nafsuAsti, lalu dengan keseluruhan jemarinya Sam yang meraup bukit kembar itu. Dan Kemudian meremas-remasnya secara lembut.

“Oughhhhh….engggggg…”Astimendesah dan merintih sementara tubuhnya meliuk-liuk dan mengelinjang keenakan hingga seprey di bawah tindihan tubuhnya menjadi kusut tak karuan. Pada saat ituAstisudah tidak bisa lagi menahan remasan dan kenakalan jemari Sam.

Sam melihat puting payudaraAstiberdiri, lalu menghentikan remasannya ia tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya…dan..Hap…. bibirnya  menangkap putting susu sebelah kananAstilalu mengisapnya lembut.

Argggg…Samhhhhhhih”Astiterpekik tersengat oleh kenikmatan yang baru pertama kali ini ia rasakan. Matanya sempat terbeliak sebelum kembali terkatup. Garis-garis di keningnya berkrenyit  menahan rasa  nikmat itu.

Puas mengulum putting susu sebelah kanan bibir Sam lalu berpindah ke putting sebelah kiri. Mulanya bibirnya menghisap dengan lembut sambil sesekali memutar-mutar lidahnya lalu semakin kuat seakan ingin memerah keluar air susu dari benda itu. Lalu semakin lama semakin kuat sehingga putting payudaraAstisemakin keras mengacung. “Eeenggggggg……” gadis itu terus merintih-rintih. Ia semakin terbakar  oleh gairahnya yang meledak-ladak Dan ketika Sam tak lagi melepaskan hisapannya pada puting payudara kirinya. Kedua tanganAstimenekan wajah anak itu hingga makin terbenam di bungkahan lembut dadanya dan berharap Sam tak segera menyudahinya. Sam tergesah-gesah melepas satu persatu pakaiannya hingga dirinya benar-benar bugil. Tititnya yang sangat besar dan panjang itu sudah dalam keadaan ereksi. Benda itu terlihat begitu mencolok karena ukurannya tak seimbang dengan tubuh kerempeng Sam. Tanpa banyak kesulitan dengan ke dua tangannya Sam perlahan menurunkan celana dalamAstiyang sudah sangat basah hingga benar-benar terlepas dari pergelangan kaki. Sam melepaskan hisapannya pada puting payudaraAstidan menggeser posisi tubuhnya ke arah bawah sambil membuka lebar kedua pahaAsti.Astiterkejut dan berusaha merapatkan kedua pahanya yang mulus. Namun terlambat  Sam telah lebih dulu menyusupkan kepalanya masuk diantar kedua kaki jenjang dan mulusnya itu hingga wajah anak itu berada tepat di depan vaginanya. Di hadapannya hanya beberapa sentimeter dari wajahnya kini sudah terbentang sebuah taman surgawi dunia. Sosok indah vagina seorang gadis cantik. Bukit  kemaluan yang penuh ditumbuhi oleh bulu-bulu halus yang menyebar hingga ke bawah bagian pusarnya. Bau harum yang terhirup oleh penciumannya yang menandakan jikaAsti  selalu merawat dan menjaga kebersihan organ kewanitaannya itu. Liangnya nampak telah membasah oleh cairan bening yang merembes keluar karena gairah pemiliknya yang sudah tak terbendung. Sam menjulurkan lidahnya dan perlahan mendekat pada belahan vaginaAsti. Dan ketika ujung lidahnya yang runcing bersentuhan dengan benda cantik itu,Astikembali tersentak.

“Oghhhhhh…. …”rintihnya dikala ia merasakan rasa nikmat yang begitu menyengat mengiringi rasa geli dan gatal pada organ intimnya.

Sebuah kenikmatan yang baru pertama kali ini ia alami dan membuatnya hanya mampu merintih-rintih. ia merasa sudah tak lagi mampu menahan desakan birahinya sendiri ketika lidah Sam tak hanya menjilati bagian permukaan saja namun menyelinap masuk ke dalam vaginanya.

Sandra Dewi ohhh

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

Sam tertegun melihat posisi tidur Sandra yang begitu seksi. Rok mininya tersingkap ke atas sehingga sepasang pahanya yang montok, mulus dan putih itu terpampang bebas, bahkan celana dalam yang berwarna kuning muda itu dapat dilihat dengan jelas oleh sam. Kaosnya yang agak pendek tersingkap dan memperlihatkan sebagian perut Sandra dan pusarnya yang seksi dan menggemaskan itu. Karena situasi rumah yang sepi, dan melihat pemandangan yang begitu seksi itu, timbullah niat liar Sam untuk menikmati tubuh Sandra yang indah dan menantang. Perlahan-lahan ia mendekati Sandra dan dipandanginya paha mulus yang bening itu. Samar-samar Sam bisa melihat bayangan bulu kemaluan Sandra yang menerawang dibalik cdnya yang tipis itu. Mula-mula dielusnya betis yang mulus itu, kemudian perlahan naik sampai ke pahanya dan dengan lembut diremasnya paha yang mulus itu. Betapa halusnya betis dan paha itu, sehingga membuatnya semakin bernafsu untuk terus merabanya sampai ke selangkangannya. Tidak puas hanya meraba paha Sandra yang mulus itu, Sam lalu dengan lengan kirinya mengelus perut Sandra yang langsing, mulus dan putih bening itu. Kini lengan pria itu sampai ke tempat yang paling rahasia milik Sandra, tangan kanannya mulai masuk menyelusuri selangkangan Sandra dan mulai menyingkap celana dalamnya, lalu jari-jarinya menyentuh bibir kemaluan Sandra. Sedangkan telapak tangan kirinya terus merambat dan masuk ke dalam bh, dielusnya payudara Sandra yang masih terbungkus bh dan mengelus putingnya. Tiba-tiba Sandra tersadar dari tidurnya.

“Aaahh…Sam… Apa-apaan ini? Jangan kurang ajar yah!Sanapergi!” Sandra kaget dan menghardik sam, tetapi pria itu sama sekali tidak digubrisnya hardikan Sandra, bahkan ia menindih tubuh Sandra dengan tubuhnya yang kekar, jarinya sengaja di masukkannya ke dalam kemaluan Sandra lalu dirogohnya vagina itu, sedang tangan yang satu lagi meremas dengan keras payudara gadis itu.

“Eggghhh. Jangan sam. Kurang ajar! Nanti saya laporkan ke majikan kamu!” Mendengar ancaman itu, Sam malah balik mengancam: “Silahkan dilaporkan ke tuan dan nyonya, laporkan saja! Gw juga akan melaporkan non Sandra yang kalau ke sini sering ngentot ama tuan Hans. Saya juga akan laporkan hal ini ke orang tua non.”Rupanya Sam tahu persis dan sering mengintip Sandra dan Hans saat sedang bersetubuh di kamar Hans, apalagi bila situasi rumah sedang sepi. Kata-kata Sam membuat Sandra terkejut dan gentar juga, bila ia benar-benar melaporkan itu semua ke orang tua mereka masing-masing tentu orang tua mereka yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius akan terkejut mendengar hal itu dan akibatnya, Sandra dan Hans bisa dikucilkan oleh keluarga mereka. “Gw akan tutup mulut, kalau non Sandra mau memberi jatah ke saya.”

“Aduh, kaya gini dong Sam” tolak Sandra sambil menepis rabaan liar dari tangan Sam.

Tetapi, pria itu terus melakukan aksi nekadnya dengan memasukkan jari tengahnya makin dalam dan menyentuh klitoris di dalam vagina Sandra. Sedangkan payudara Sandra juga diremas dengan liar dan putingnya dijepit dengan jari jemari Sam. Apalagi pria itu mulai mendekatkan bibirnya yang dower itu ke bibir Sandra yang mungil dan memaksa untuk mencium bibir Sandra.

“Egghh jangan Sam! Jangan…” Sandra menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha menghindari ciuman pria itu, namun Sam mengetahui, bahwa Sandra juga menikmati perlakuan liar itu dari vaginanya yang mulai semakin becek dan puting payudaranya mulai mengeras. Awalnya Sandra menolak bibir Sam yang tertuju ke bibirnya, tetapi karena terus didesak, perlahan-lahan ia tidak bisa menolak paksaan itu. Beberapa kali bibir Sam tidak bisa mendarat dengan sempurna ke bibir Sandra, tetapi akhirnya karena terus dipaksa, bibir itu bisa menyentuh bibir Sandra. Mula-mula ciuman itu biasa saja, tetapi karena terus didesak dan ditambah lagi dengan rangsangan dari rabaan liar di bagian sensitif tubuhnya, akhirnya Sandra pasrah dan menerima ciuman liar itu. “Eeeuuugghh Sam… Ahh!!” Sandra mulai mendesah.

“Kenapa non? Nafsu yah?” Sam menggoda Sandra yang mulai pasrah atas pelecehan yang dilakukannya.

Bahkan Sandra sudah berani menerima dan membalas ciuman Sam sehingga mulut mereka sudah berpagutan dengan mesra dan lidah mereka kini saling berpautan erat. Sandra pun tampak pasrah, ketika Sam melolosi kaos yang dikenakannya, bahkan ketika meraih kaitan bh di bagian punggungnya, Sandra mengangkat sedikit tubuhnya supaya pria itu bisa membuka bhnya. Mata Sam begitu takjub memandang payudara Sandra yang terpampang bebas itu. Lalu tiba-tiba, diciumnya dan dijilati dengan penuh nafsu puting payudara yang montok itu. Bahkan, Sandra melenguh penuh nafsu ketika mulut Sam menyedot dan menggigit liar dan penuh nafsu puting payudaranya “Eeessshhh… Ooougghh paakkk Koobbaarr. Eeehhhsss…”

“Enak yah non?” pertanyaan itu hanya dijawab dengan anggukan malu tapi mau oleh Sandra.

“Hehehe, tenang aja non. Gw jago koq dalam hal ngentot mengentot. Non Felly saja ketagihan sama genjotan kontol gw. Wah sudah nggak kehitung deh berapa kali gw ngentot dengan non Felly. Bahkan hehehe…anaknya yang ketiga mirip sayakan. Hehehe.”

Betapa kagetnya Sandra mendengar pengakuan Sam, ternyata ci Felly, kakaknya Hans, terlibat skandal juga dengan Sam sampai punya anak segala. Pantas saja anak yang ketiga itu beda dengan ayahnya, apalagi bibir anak itu juga agak dower seperti bibir Sam. Tindakan Sam sudah semakin liar, dia sudah merenggut dan melepas cd Sandra dan membukanya pahanya lebar-lebar sehingga vaginanya terbuka jelas. Betapa nafsunya Sam melihat vagina Sandra yang mungil itu dan diciuminya dengan penuh nafsu. Hal itu membuat Sandra tambah mengerang penuh geli dan nikmat. Puas menciumi vagina itu, pria itu membuka celananya dan sekaligus melepaskan celana dalamnya, sehingga batang penisnya yang sudah sangat tegang dan keras itu mengacung besar dan panjang. Disingkapnya rok itu lebih ke atas, agar lubang vagina Sandra semakin terbuka dan tidak terhalang oleh rok mini itu. Kemudian diarahkannya penis besar yang berurat itu ke lubang vagina Sandra. Perlahan-lahan penis yang besar itu mulai menerobos masuk ke liang vagina Sandra. Dan…

“Egghhhh peellaann…pellaann sam…aaagghh.” demikian erangan Sandra ketika vaginanya dijejali oleh penis itu. “Oogghhh…” Sandra mengerang makin kencang ketika penis itu masuk sepenuhnya ke dalam liang vaginanyaa.

“Eegghh. Memek non Sandra masih rapet dan seret, lebih enak daripada memek non Felly…eessshhh.” ceracau Sam sambil mulai menggerakkan penisnya

Sandra berpikir dalam hati, dengan kelihaian Sam memainkan nafsu wanita dan penisnya yang perkasa itu pasti ci Felly merasakan nikmat yang luar biasa. Kemudian dengan penuh nafsu, Sam menyodok vagina Sandra dengan penisnya dan memompanya dengan liar. Perlakuan kasar dan penuh nafsu itu, membuahkan perasaan nikmat yang luar biasa dalam diri Sandra. Sam membenamkan penisnya dan menggoyangkannya penuh semangat. Sandra mulai menyambutnya dengan memutar pantatnya, sehingga Sam merasa kalau penisnya bagai diurut dan diremas di dalam vagina Sandra. Akhirnya mereka berdua berpacu menikmati persetubuhan itu dan saling melampiaskan nafsu birahi mereka. Kocokan penis Sam makin lama makin liar di dalam vagina Sandra. Setelah 30 menit persetubuhan itu berlangsung, Sam sudah menunjukkan tanda-tanda akan menyemprotkan spermanya.

“Aghh gw keluarin di dalam yah…eeegghhh.”

Tak lama kemudian, sam menyemprotkan spermanya yang begitu kental di dalam rahim Sandra….crrrooottt…crrrooottt…crrooott… “Eeegghhh…” Sam mengejang melepaskan nafsu birahinya.

Sandra pun ikut mengejang turut mencapai klimaksnya “Aaggghhhh…”Beberapa menit mereka terhempas dan luapan birahi yang begitu nikmat. Itulah kenikmatan yang dialami oleh Sam dan Sandra di rumah Hans

Jennifer dunn part 2

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

Kini tubuh kedua manusia itu sudah polos total. Sam terpana melihat keindahan tubuh muda dan segar, indah dan mulus milik Jenny yang cantik itu. Sedangkan Jenny, begitu kagum akan besarnya batang penis Sam yang sudah berdiri tegak dan kencang itu. Kemudian Jenny menarik tangan Sam dan menggiringnya menuju ranjangnya. Jenny sudah berbaring pasrah di atas ranjangnya, membuka pahanya lebar-lebar dan merentangkan tangannya. Sam sangat bernafsu dan tergiur akan keindahan tubuh bugil Jenny yang siap untuk dinikmati. Tanpa ragu lagi Sam naik ke atas ranjang itu dan menindih tubuh Jenny yang bugil. Tubuh mereka kini sudah melekat erat, bibir mereka sudah berpagutan mesra. Mereka berguling-gulingan penuh luapan birahi di atas ranjang itu. Tangan Sam terus meremasi lekuk tubuh bugil Jenny yang indah, mempermainkan payudara yang montok dan mengelus bibir vagina Jenny. Sedangkan Jenny terus meremasi batang penis besar dan tegak serta mengelus buah pelir yang mengantung itu. Jenny menyerahkan tubuh putih mulusnya kepada bang Sam yang hitam dan jelek itu.

Nampak Jenny mengerang ketika payudaranya diemut dan dihisap penuh nafsu oleh Sam, apalagi ketika jari Sam menerobos lubang vagina Jenny.

“Oooouuuggghhh ennakk bang!” desahnya sambil meremas kepala pria itu

Bang Sam terus mempermainkan lidahnya di atas perut Jenny yang rata, mulus dan kencang itu. Hal itu membuat Jenny tambah terangsang hingga akhirnya pasrah pada Sam yang mampu memberikan kenikmatan ragawi itu.

“Bang, entot Jenny…..masukin kontolnya ke memek Jenny” tanpa malu lagi Jenny meminta supaya Sam memasukkan penisnya ke liang senggamanya.

Dengan penuh nafsu, Jenny membentangkan pahanya, sehingga Sam dapat melihat vaginanya yang merah merekah dan sudah becek itu.

“Iya nih, abang juga sudah ngebet pengen ngentot sama non Jenny. Abang masukin yah” sambil berkata demikian, Sam memegang penisnya yang besar dan diarahkan ke liang vagina itu.

Perlahan-lahan dimasukkannya penis yang besar itu membelah vagina sempit milik Jenny dan didorongnya kuat-kual.

“Ooouuugh bang…ennaaakkk ssekallii..ehhssss..”

Mata Jenny yang sipit mendadak mendelik, merasakan nikmatnya sodokan penis Sam masuk sepenuhnya ke dalam liang senggamanya.

“Non Jenny, memeknya ennakk bangeett. Seemmppiitt!!.”

Sam merasakan penisnya bagai diremas-remas dinding vagina Jenny yang sempit dan lembut itu. Sedangkan Jenny merasakan, lubang senggamanya penuh dijejali oleh penis yang besar itu. Setelah mendiamkan barang beberapa saat, Sam mulai memaju mundurkan penisnya di dalam vagina Jenny. Ditarik dan ditekannya penis itu menerobos liang vagina Jenny, membuat gadis itu tambah kencang mengerang dan mendesah penuh nikmat.

“Aagghhh…uuggssshhh…oooghhh” terdengar erangan Jenny saat Bang Sam mengenjot dengan penuh nafsu.

Sambil mengenjotnya kuat-kuat, Sam juga meremas kedua payudara montok dan memilin kedua putingnya itu. Jenny sangat menikmati persetubuhan interacial itu, meskipun dengan lelaki jelek, hitam dan dari kalangan tukang. Ia sangat mendambakan penis besar dan panjang yang bisa membawanya terbang dalam kenikmatan. Setiap kali Sam menekan pantatnya ke bawah, Jenny menyambutnya dengan menaikkan pantatnya dan mengoyangkannya. Ketika Jenny memutar pantatnya, Sam merintih merasakan nikmat yang luar biasa.

“Ennaakkksss nonn…eehhhgg.” akhirnya yang kini terdengar di kamar Jenny adalah desahan nikmat diikuti erangan yang begitu mesra karena persetubuhan itu.

Hampir sekitar 30 menit, vagina Jenny digenjot dengan buasnya oleh penis Sam yang perkasa. Sudah 2x pula, Jenny mengalami orgasmenya. Setelah sekian lama mengenjot vagina itu, kini Sam yang akan mengalami orgasme. Dan akhirnya,

“Ouugghhh…saya keluar noonnn. Egghh.”

Crooott…ccrroott. Sam melepaskan spermanya yang kental dan banyak itu di dalam rahim Jenny sambil membenamkan penisnya dalam-dalam di rongga vaginanya.

“Eegghhh Liisssaa..kkee..llluuaarr laagii ehhkkkssss.” tak lama kemudian Jenny mengangkat pantatnya menyambut sodokan penis Sam, dan untuk ketiga kalinya Jenny mencapai klimaksnya. Jenny dan bang Sam tampak lemas, setelah mereka melepas kenikmatan satu sama lain. Tubuh Sam masih menindih tubuh Jenny, dan penisnya masih menancap di dalam vagina Jenny. Beberapa menit kemudian, Jenny bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sam pun menyusul Jenny ke kamar mandi itu. Awalnya mereka membersihkan tubuh masing-masing, lalu saling raba dan remas tubuh pasangannya. Dan akhirnya, di kamar mandi itu kembali mereka bergumul penuh nafsu. Sam kembali menggenjot Jenny dengan berbagai macamgaya, kadang doggy-style, WOT, MOT sampai mereka benar-benar puas. Jenny pasrah saja diperlakukan seperti itu, karena dia pun merasakan nikmat yang luar biasa dari Sam.

Jennifer dunn part 1

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

“Permisi non, saya bang Sam mau ngecek kran air di kamar mandi non. Tadi tuan suruh saya ngecek semua kran dan saluran air.”

“Boleh bang, silahkan. Tapi saya mau mandi dulu yah. Bang Sam cek yang di taman dulu aja.” Jenny mempersilakannya masuk

“Iya non, beres. Bang Sam beresin yang di taman ini dulu yah.” Sam, si tukang yang disuruh oleh papanya Jenny, terus memperhatikan paha Jenny yang mulus dan putih itu.

Apalagi Sam bisa menatap payudara Jenny yang masih dibungkus oleh kaos tipis berwarna putih, yang berguncang-guncang. Memang pagi itu, Jenny masih mengenakan celana tidurnya yang begitu pendek seperti hotpants dan kaos putih dan agak transparan tanpa lengan yang mengantung di atas pusernya. Jenny memang tidak pernah memakai bh dan cd bila tidur dan hanya mengenakan celana hotpants yang amat pendek dan kaos yang enak dipakai. Tentu saja mata Sam yang liar itu menatap sebagian paha yang indah dan payudara di balik kaosnya yang menerawang sexy itu. Jenny sebenarnya menangkap tatapan liar mata itu pada bagian tubuhnya, tetapi ia cuek saja. Ia rupanya senang bila ada orang yang mengagumi keindahan tubuhnya yang masih muda itu. Pesta seks tempo hari di rumah kakak perempuannya ternyata sudah mulai menjerumuskannya menjadi gadis remaja yang liar.

Sengaja Jenny membuka pintu kamar itu, sehingga Sam bisa melihat isi bagian dalam dari kamar Jenny. Saat sedang merendam tubuhnya di bathtub, muncul ide nakal darinya. Apalagi ketika Jenny sedang menggosok payudara dan vaginanya, muncul nafsu liar dalam dirinya yang menuntut pelampiasan. Karena pagi itu rumah sudah sepi, akhirnya Jenny memutuskan untuk menggoda bang Sam. Jenny mengambil handuk yang pendek dan tipis dan melilitkannya pada tubuhnya yang putih mulus bagaikan pualam itu. Handuk itu tidak mampu menutupi keindahan tubuhnya, sebagian buah pantatnya terpampang dengan jelas, sedangkan bagian atasnya hanya menutupi setengah payudaranya. Bahkan terlihat samar-samar aerola payudara Jenny yang berwarna merah muda.

“Bang Sam, nih kran airnya dicek!” panggilnya

Tak lama kemudian, bang Sam masuk ke dalam kamar Jenny yang terbuka itu. Betapa kaget pria itu melihat pemandangan indah tubuh Jenny yang dibungkus handuk yang masih memperlihatkan paha yang terbuka dan belahan payudara dengan menantang itu. Mengesampingkan rasa canggungnya, Jenny mempersilahkan bang Sam masuk ke dalam kamar mandi.

“Tuh krannya di situ, coba di cek, bang” kata Jenny sambil membungkuk dan mengutak-atik kran air itu.

Tindakan itu membuat handuk yang menutupi pantatnya terangkat. Kontan mata bang Sam melotot mau keluar menyaksikan pemandangan yang begitu indah saat Jenny membungkuk. Sam bisa melihat gumpalan pantat Jenny begitu putih, mulus dan membulat indah terpampang bebas, bahkan ketika Jenny merenggangkan pahanya, Sam bisa melihat dengan jelas bulu kemaluan Jenny yang lebat dan belahan vaginanya. Jenny memang sengaja melakukan hal itu untuk menaikkan tensi birahi Sam. Apalagi Sam sudah lama tidak bersetubuh dengan istrinya di kampung, yang kini sedang hamil 6 bulan. Ketika disuguhkan pemandangan seperti itu, ia pun begitu nafsu dengan Jenny, gadis cantik berusia 18 tahun yang masih segar, putih, bening dan anak orang kaya. Di sisi lain, Jenny juga mendambakan sodokan dan kocokan penis besar di dalam vaginanya. Untuk lebih menggoda Sam yang kelihatan sudah diliputi birahi, Jenny mengucapkan kalimat yang nakal

“Bang Sam pasti nganceng nih, lihat Jenny seperti ini. Kepengen yah bang?” dengan senyum nakal, Jenny menggoda Sam yang berbadan gelap namun kekar itu.

“Ah…nggak non Jenny, mana abang berani? Bisa dilaporin ke polisi. Hehehe.” Jawab Sam gugup

Untuk membuat Sam lebih berani lagi perlahan-lahan Jenny bertanya dan melakukan hal yang sangat berani

“Kepengen nggak bang? Gimana kalo Jenny begini…”

Betapa terkejutnya Sam pada saat itu, gadis cantik dan sexy itu lalu dengan perlahan membuka handuk itu dan membentangkannya lebar-lebar, sehingga terlihatlah apa yang ada di balik handuk itu. Dengan senyum manja dan menggoda, Jenny melepas handuk itu di hadapan Sam. Kini Jenny sudah telanjang bulat, bugil polos di hadapan bang Sam.

“Wah, non Jenny, badannya putih banget, montok sekali…mulus dan masih kencang.”

“Bang Sam nakal ih, hayo tutup matanya!” sambil berkata demikian Jenny merapatkan tubuh bugilnya ke Sam dan menutup mata Sam, dengan telapak tangannya.

“Aduh non nggak kelihatan nih!” Sam berlagak memprotes tindakan Jenny sambil pura-pura merentangkan tangannya meraba apa yang ada di depan.

karena matanya ditutup oleh tangan Jenny, dan juga sengaja pura-pura, lengan Sam menyenggol tubuh mulus Jenny dan menyentuh payudara Jenny.

“Aw…cunihin ih…pegang-pegang, nanti Jenny telanjangin lho!”

Mendapat ancaman seperti itu, Sam menjadi lebih nakal lagi, lalu dia memilin puting payudara Jenny dan tangan yang satu lagi tiba-tiba meraba bulu kemaluan Jenny dan jari itu bergesekan dengan kelamin Jenny.

“Aow nakal yah. Awas ya Bang, Jenny laporin ntar!” “Saya siap dihukum sama non Jenny. Nih telanjangin deh” ungkap Sam sambil memasrahkan dirinya untuk ditelanjangi oleh Jenny yang cantik dan molek itu.

“Auoww non pelan-pelan dong, copot nih kontol abang!” rupanya dengan nakal Jenny meremas penis bang Sam dan menariknya.

“Hehehe tapi enakkan, bang?” Jenny melepaskan kaitan celana pendek bang Sam dan diturunkannya celana pendek yang kusam itu berbarengan dengan cdnya. Kini bang Sam sudah polos di bagian bawahnya, nampak penis yang hitam itu sudah mengeras dan kencang sekali.

“Karena bang Sam nakal, kontolnya Jenny tarik nih” Jenny menggenggam batang penis itu dan meremasnya.

Kali ini Sam tidak mau kalah, ia pun meraba dan meremas puting payudara Jenny, sehingga gadis itu merasa geli “ouww nakal yah, hayo angkat tangannya ke atas.” Sam mengikuti perkataan Jenny, dan dengan segera Jenny mengangkat kaos yang dekil itu dan melucutinya lepas dari tubuhnya yang padat dan kekar itu.