magdalena Part 1

Posted: March 10, 2011 in art
Tags:

Kini Sam telah merasa Magdalena telah pasrah kepadanya. Sam melihat Magdalena juga menikmati apa yang ia lakukan saat itu. Sam pun menghentikan perbuatannya. Ia lalu menutup bagian atas tubuh Magdalena dengan busana yang tadi ia buka. Magdalena masih memejamkan matanya dan dengan pandangan yang redup ia diam saja. Sam lalu menjauh dari Magdalena dan memeriksa pintu pondoknya lalu mematikan lampu teplok yang menerangi ruangan itu. Baru saja ia matikan lampu itu,tiba tiba terdengar suara petir dan tak lama suara hujan dengan derasnya. Magdalena sempat bangun dari kursi sofa tempatnya berada. Dengan gugup ia bertanya pada Sam apa jika hujan disana tidak akan banjir. Sam pun menerangkan pada Magdalena,bahwa pulau itu jarang terjadi banjir apalagi pondok mereka berada di tempat yang tinggi. Sam lalu meraih tangan Magdalena untuk berdiri. Magdalena pun meraih tangan Sam dan mengikuti Sam kedalam kamar. Sam pun menyilahkan Magdalena untuk berbaring di dipan kayu yang tertutup kelambu itu.Sam pun menutup pintu kamar dari dalam.Magdalena hanya diam duduk di pinggiran dipan yang beralaskan kain sprey putih bersih itu. Sam pun mendekati Magdalena, ia mengangkat dagu Magdalena dan kembali mengulumnya. Sam lalu duduk disamping Magdalena. Magdalena kembali merasakan ada sedikit penolakan dalam dirinya yang saat itu hanya berdua seorang laki laki dikamar malam itu. Dilubuk hatinya ada penolakan terhadap perbuatan mereka diluar tadi. Namun semua pikiran dan akal sehat Magdalena seperti digiring untuk melanjutkan yang tertunda di ruang depan tadi, apalagi suasana kamar dan suara guyuran hujan yang deras menyebabkan Magdalena bersikap diam.

Magdalena kini semakin berada diluar ambang batas kesadarannya. Sam berhasil melepas busana atasnya yang telah jatuh meninggalkan tubuh pemiliknya. Magdalena hanya diam pasrah dan menurut. Sam pun tak ingin semua berjalan lambat, ia dengan cekatan melepas bh berukuran 36b yang masih melekat didada Magdalena. Tak sulit baginya memang. Dengan sedikit melepas pengait yang berada di punggung Magdalena, Sam dapat melihat keindahan kedua bukit salju yang selama ini belum pernah terlihat olehnya. Magdalena menyilangkan kedua tangannya menutup buah dadanya. Bagaimanapun ia merasa malu dalam keadaan seperti itu, apalagi dengan laki laki yang bukan kekasihnya. Semua bulu bulu rona di kulit putih Magdalena seolah berdiri merasakan gelajahan tangan Sam yang mulai membelai dengan lembut daging kenyal itu. Sam menggiring tubuh Magdalena masuk kedalam dipan yang diselimuti kelambu itu. Terlihat Magdalena hanya mengikuti kemauan Sam yang sudah amat bernafsu melihat semua keindahan di raga Magdalena juga selama ini hanya ia nikmati dari angan angannya saja.

Didalam dipan kayu itu, Sam membaringkan tubuh Magdalena. Bibirnya melata diatas permukaan kulit dada Magdalena. Ia tampak berlama lama bermain dibukit dada Magdalena yang terlihat mulai mengeras itu. Sam beberapa kali mengigit dada Magdalena sehingga menimbulkan jejak jejak cupangan di wilayah dada artis muda yang cantik itu. Magdalena hanya mampu memicingkan matanya, rabaan dan pilinan juga cupangan Sam membuatnya terbang diawang awang. Ini adalah pengalaman pertamanya melakukan itu dengan laki laki lain. Dulu disaat bersama Dino kekasihnya Magdalena hanya melakukannya dengan sikap was was takut kebablasan.Namun kini ia melakukannya tanpa ada di pikirannya tentang akibat dari perbuatannya itu, Magdalena pun semakin pasrah dan patuh. Ditubuh bagian atas Magdalena terlihat mulai lembab karena air lidah lena dan keringatnya yang mulai tampak. Ia merasa tubuhnya panas dan mengalahkan suasana dingin malam di pedalaman itu. Sam berhenti sesaat lalu melepas baju atasnya hingga celana panjang dan celana dalamnya. Kini didalam dipan yang diselimuti kelambu itu kedua tubuh anak manusia itu terlihat mulai bugil. Magdalena bergidik melihat tubuh kokoh Sam yang hitam. Apalagi dikeremangan cahaya lampu ia melihat kemaluan Sam yang mulai menampakkan sosok aslinya. Benda tumpul itu terlihat cukup panjang dan tak dikhitan. Magdalena juga melihat di dada Sam yang bidang tumbuh bulu bulu yang cukup lebat. Tanpa merasa malu Sam kini semakin mendekat ke tubuh Magdalena yang bertelanjang dada.

Saat Sam mendekatinya,Magdalena berusaha untuk tidak melanjutkan perbuatan mereka itu, dalam hatinya masih berkecamuk berbagai pikiran, seperti kariernya, masa depan pertunangannya. Sam pun merasakan sikap Magdalena saat itu yang mulai sadar. Dengan menutup dadanya dengan kedua tangannya Magdalena minta agar Sam menghentikan perbuatan mereka itu. Padahal Magdalena sudah berada sangat dekat dengannya jika tidak ada halangan maka ia akan berhasil mendapatkan Magdalena malam itu. Dengan sikap penuh perlindungan dan lembut Sam pun menuruti permohonan Magdalena. Sam menutup tubuh telanjangnya dengan selimut dan berbaring disamping Magdalena. Disaat Magdalena ingin kembali mengenakan bh dan busananya, Sam menahan tangan Magdalena dan mengulum bibir tipis yang merah itu. Magdalena tak mampu menghalangi tindakan pria itu. Kemudian Sam kembali menikmati bibir Magdalena dan memilin buah dadanya berulang ulang. Magdalena sudah merasakan percikan birahinya kembali. Ia kini mengikuti saja dan malah menahan agar kepala Sam tak menjauh dari belahan dadanya. Sam terus mengekpos wilayah sensitif itu. Namun tangannya mulai beraksi.Tangannya berusaha melepas resleting celana panjang yang dikenakan Magdalena. Setelah terlepas jarinya langsung masuk ke dalam celana dalam Magdalena. Merasakan di selangkangannya ada tangan Sam, Magdalena berusaha menariknya, namun tak berhasil, apalagi nafsu birahinya sudah memuncak. Ia tak mampu menghentikan gerakan Sam itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s