pevita ohhh

Posted: April 29, 2011 in art
Tags:

Tak lama kemudian Sam mengangkat tubuh gadis itu hingga berdiri lalu dilumatnya payudaranya kiri dan kanan secara bergantian. Dengan gemas, dihisapnya payudara Pevita sambil tangannya menggerayangi tubuhnya yang tinggal tertutup celana dalam saja. Lidahnya bergerak nakal menyentil-nyentil puting payudaranya sehingga makin mengeras, ditambah lagi dengan kenyotan-kenyotannya.

“Aaaahhh…mmmhhh…Sam!” erang Pevita sambil meremasi rambut Sam yang asyik menyusu darinya.

Lalu ciuman pria itu turun ke perut Pevita yang rata terus hingga ke vaginanya. Pria itu menarik lengan Pevita lalu menjatuhkan pantatnya ke sofa tunggal dekat situ. Dengan sekali hentakan, sobeklah celana dalamnya ditarik oleh Sam. Mata pria itu nanar menatapi vagina perawan Pevita yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Pevita secara refleks mengangkat satu kakinya dan berpijak di sandaran tangan sofa tersebut sehingga memudahkan Sam yang sedang duduk di depannya untuk menjilati vaginanya. Tercium aroma lendir kewanitaan dari daerah vagina Pevita yang sudah terangsang. Pria itu membuka bibir vagina Pevita dan mulai menyedotnya dengan rakus sehingga pemiliknya mengerang dengan penuh gairah. Semakin lama makin liar lidahnya menari dan menjelajahi seluruh relung-relung vagina Pevita. Gadis itu merasakan cairan kewanitaannya meleleh semakin deras seiring dengan rangsangan yang semakin kuat, semakin nikmat lidah yang sesekali menyelinap ke dalam. Tangan Pevita mengelus kepala Sam hingga akhirnya tubuhnya mengejang dan ia rapatkan kepala pria tambun itu ke vaginanya. Rupanya Sam tanggap bahwa Pevita sudah mau mencapai puncak. Maka dihisapnya klitnya kuat-kuat serta ujung lidahnya cepat mengais-ngais bagian dalam kewanitaannya. Tubuh Pevita pun menggeliat-geliat karena nikmatnya.

“Uuhh….mmmhhh…Sam!” lenguh Pevita tertahan.

Ia merapatkan kakinya dengan tubuh mengejang. Jilatan dan hisapan Sam pada vaginanya telah membuatnya orgasme. Ssslluurrpp…suara seruputan pria itu pada vaginanya. Setelah vaginanya dilahap oleh Sam, Pevita merasa tubuhnya lemas, mungkin ia tidak kuat berdiri lagi bisa saja pria itu tidak memapahnya ke ranjang. Kini tubuh telanjang Pevita terbaring di ranjang. Ia masih memohon belas kasih Sam agar menghentikan perbuatannya namun reaksi demikian justru membuat pria itu makin nafsu saja padanya.

“Tenang aja Dik, gak usah tegang, ini biasa kok kalau di awal, tapi udah kesananya pasti keenakan hehehe…” katanya

Sam yang sudah sangan berpengalaman dalam hal ini memaklumi hal ini. Agar Pevita lebih rileks dan enak, seluruh sisa cairan yang masih ada di sekitar vaginanya ia bersihkan dengan lidahnya. Setelah itu didekapnya tubuh Pevita, bibirnya mencium telinga gadis itu dan mengecupi wajahnya. Pevita memalingkan wajah ketika pria itu hendak mencumbunya, tapi akhirnya pria itu tetap berhasil melumat bibirnya dengan lembut. Dalam waktu sebentar saja Pevita sudah takluk, mulutnya membuka dan mulai balas mengulum bibir tebal Sam. Sensasi nikmat yang baru pertama didapatnya menjalari tubuh gadis itu. Ketika sedang saling beradu lidah dengan penuh nafsu, Pevita merasakan tangan besar Sam meremasi payudaranya. Jari-jarinya yang besar dan kasar memilin-milin putingnya hingga makin mengeras. Bibir pria itu meneruskan jelajahannya ke leher Pevita, lehernya yang jenjang itu dikecup, dijilat kadang digigit

lembut. Sambil tangannya terus meremas-remas payudara Pevita, tubuhnya sudah di atas tubuh gadis itu, bibirnya terus menelusuri permukaan kulitnya yang halus lembut. Tangan satunya mulai menjamah vagina Pevita yang sudah sangat becek. Dibelainya vagina yang ditumbuhi bulu-bulu halus tersebut, sesekali jarinya menyentuh klitnya. Tentu saja perlakuan itu menyebabkan tubuh Pevita bergetar terlebih ketika jarinya sengaja memainkan klitnya dan akhirnya jari besar itu masuk ke dalam vaginanya. Sementara bibirnya terus bergantian menjilati puting kiri dan kanan disertai kenyotan-kenyotan gemas. Pria itu merasa tibalah satnya untuk membobol keperawanan Pevita setelah pemanasan yang membuai gadis itu. Penis pria itu yang sudah full ereksi bergesekan dengan bibir vagina Pevita. Saat berikutnya lagi benda panjang itu terasa tepat menekan vaginanya. Pevita tersentak, secara refleks pahanya menutup, tapi pria itu membukanya lagi dan mencoba menusuk lagi.

“Aaaakh!!” erang Pevita dengan tubuh menggeliat ketika penis super Sam menembus vaginanya yang masih perawan.

Begitu sakit! Sangat pedih dan rasa perih yang tak terkira! itulah yang selalu dirasakan Pevita saat penis pria itu yang tegak penuh dengan urat-urat kejantanannya yang begitu perkasa membobol keperawanannya. Air mata meleleh dari mata indahnya, rasa sedih dan penyesalan menderanya. Ia telah menukar keperawanannya untuk kemewahan dan popularitas yang diberikan pria ini. Namun nasi telah jadi bubur, untuk apa disesali, maka ia pun memutuskan untuk menikmati pemerkosaan itu. Ia hanya pasrah saja menerima perlakuan si hidung belang itu laksana seorang budak nafsu yang rendah dan sangat hina.Matanya merem melek karena tidak bisa menahan kenikmatan yang timbul dari gesekan alat kelamin mereka. Seluruh vaginanya seakan terulur sampai batas dan terisi penuh oleh penis pria itu. Pevita bisa merasakan denyutan demi denyutan penis Sam di dalam liang kewanitaannya. Perlahan-lahan penis Sam yang telah separuh terjepit oleh vagina Pevita yang memberi sensasi kehangatan pada ujungnya ia benamkan makin dalam sedikit demi sedikit ke dalam liang kenikmatan Pevita. Lambat laun belahan daging indah berbulu itu terkuak mengikuti setiap laju desakkan dari otot-otot keperkasaan lelaki itu yang menyeruak makin dalam ke vaginanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s