ohhhh lyra

Posted: May 2, 2011 in art
Tags:

SAM segera menghamparkan baju dan jaketnya sebagai alas. Dia menunggu hingga Lyra siap dengan berbaring telentang mengangkang di depannya. Pelan, SAM mengarahkan penisnya ke lubang kencing gadis itu. Lyra memejamkan matanya saat ujung penis SAM menyentuh bibir kemaluannya.

”Ahhh,” Lyra merintih. Dia menahan nafas, menunggu saat-saat yang mendebarkan itu, saat dimana penis SAM yang besar menerobos masuk menembus vaginanya. Tapi alih-alih mendorong, SAM malah menggesek-gesekkan penisnya naik turun. Dia sepertinya masih ingin bermain-main terlebih dahulu, membuat Lyra yang sudah tidak tahan, menjadi tidak sabar.

”Ayolah, SAM. Masukkan.” Lyra menarik pinggul laki-laki itu. Dan akibatnya, penis SAM yang sedang menempel di kemaluannya, langsung terdorong masuk, bless! ”AAAHHHH!” Lyra menjerit lirih. Tubuhnya bergetar dan menggelinjang saat merasakan penis SAM yang besar menggesek dan memenuhi liang vaginanya.

”Uuhhh,” SAM juga melenguh keenakan, jepitan dan kehangatan vagina Lyra benar-benar membuatnya melayang. Meski sudah sering menyetubuhi gadis itu, tak urung SAM tetap surprise juga. Kemaluan gadis itu seperti tidak pernah berubah, tetap seret dan rapet seperti lima bulan lalu, saat SAM pertama kali menikmatinya di WC kampus.

”Sakit?” SAM bertanya saat melihat kernyitan di bibir Lyra.

”Nggak,” gadis itu menggeleng. ”Malah enak. Nggak apa-apa, teruskan saja.”

Perlahan, SAM menggerakkan pinggulnya. Pemuda itu menarik dan mendorong penisnya maju mundur, mengocok dan menggesek-gesek vagina Lyra, hingga membuat kernyitan di bibir gadis itu berubah menjadi rintihan penuh kenikmatan tak lama kemudian.

”Uuhhh, terus. Enak, SAM. Terus!” Lyra berbisik. Gadis itu menarik tangan SAM ke arah payudaranya. Lyra ingin agar sambil menggoyang, SAM juga meremas-remas benda bulat besar itu.

”Ra,” bisik SAM sambil mencium bibir gadis itu.

Dengan malas Lyra membuka matanya. Tampak sekali kalau gadis itu tengah mengalami kenikmatan yang amat sangat. Nafas Lyra memburu, sementara mukanya merah padam, dengan keringat dingin membanjiri tubuhnya yang sintal. Saat SAM mempercepat goyangannya, gadis itu juga memperkeras rintihannya, membuat SAM makin bersemangat dan bergairah untuk menyetubuhinya. Angin dingin yang bertiup dari arah puncak gunung tidak menyurutkan hasrat keduanya. SAM malah semakin bergairah. Dia sudah lupa dengan Aline, Heru, atau siapapun yang ia tunggu. Yang ada dipikirannya sekarang cuma bagaimana melampiaskan nafsu pada gadis cantik yang sedang ditindihnya ini. Ia sudah tidak peduli meski Aline atau siapapun memergoki perbuatannya sekarang. Ia hanya ingin  menumpahkan spermanya di dalam rahim Lyra, karena itulah, SAM menggoyang pinggulnya makin keras dan cepat. Begitu juga dengan Lyra, semua sudah tak penting lagi. Kebersamaannya dengan SAM-lah yang penting, bagaimana dia memanfaatkan dan menikmati waktu berdua ini sebaik mungkin. Apapun yang diminta laki-laki itu, Lyra akan memenuhinya. Yang penting dia bisa terpuaskan dan SAM tidak kecewa sehingga tidak akan menolak kalau lain kali diajak lagi. Dan seperti saat ini, SAM meminta Lyra untuk menunduk dan menungging. Ini adalah posisi kesukaan SAM: Doggie Style. Dengan senang hati, Lyra memenuhinya.

”AHHHH!” jerit gadis itu saat penis besar SAM menerobos vaginanya dari belakang. Rasanya memang sedikit sakit, tapi biasanya itu cuma diawal saja, dan setelah beberapa kali goyangannya, rasa sakit itu akan digantikan oleh rasa nikmat yang amat sangat.

”Enak banget, Ra.” bisik SAM di telinga gadis itu.

Lyra cuma mengangguk. Dia sedang melayang sekarang. Gesekan penis SAM di kemaluannya benar-benar membuatnya nikmat, geli dan basah bercampur menjadi satu, menciptakan suatu sensasi yang membuat Lyra tak tahan kalau tidak merintih.

”Terus, SAM. Oohhhh, terus. Tekan lebih dalam!” rengek gadis itu meski tahu penis SAM sudah berkali-kali mentok menabrak dinding rahimnya.

”Enak, Ra. Aku jadi tak tahan.”

”J-jangan keluar dulu. T-tunggu aku.” Lyra memejamkan mata, berusaha meresapi semua kenikmatan itu.

Dia berharap, dengan begitu, rasa ingin kencing yang mulai terkumpul di selangkangannya, bisa segera tersalurkan. Dan benar saja, bersamaan dengan geraman SAM, Lyra vaginaik dan mengejang beberapa kali. Tubuhnya menggelinjang diiringi dengan dengan semprotan-semprotan panjang di dalam vaginanya. Dia orgasme! Di belakangnya, SAM menyambut orgasme itu dengan menekan penisnya dalam-dalam. Dari dalam penis hitam itu, terlontar berjuta-juta sperma yang langsung memenuhi rahim Lyra, bercampur dengan cairan cinta Lyra, hingga membuat vagina gadis itu menjadi begitu penuh. SAM merasakan penisnya seperti direndam dalam cairan yang lengket dan hangat. Benar-benar luar biasa, nikmat sekali rasanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s