lyra virna part 2

Posted: May 4, 2011 in art
Tags:

“Sam..kamu anak nakal!!” Wajah wanita itu merona merah. Ia tak menyangka ia meladeni ciuman Sam barusan

Lyra virna sadar anak itu sudah sedemikian ahli dalam soal bercumbu. Ia jadi teringat adengan Sandra dan Sam malam itu lalu juga kisah perjalanan asmara Sam. Semuanya membangunkan gairah wanita dewasa itu. Ini pertama kali baginya melakukan hubungan yang demikian intim dengan lawan jenisnya. Ciuman Sam telah  kembali ke bibirnya. Pada ciuman kedua ini Lyra virna langsung membalas pagutan Sam seakan ia betah berlama-lama seperti itu. Ia mulailah perlahan menuju bagian tubuh sensitif lainnya. Leher jenjang Lyra virna dikecupi. Lalu perlahan makin turun hingga pada belahan dada putih wanita itu. Lyra virna makin melayang, antara sadar dan tidak sadar ia membiarkan Sam melepas satu persatu kancing bajunya. Saat itu ia memakai baju terusan, dengan mudah baju itu meluncur jatuh kelantai saat semua kancingnya terlepas. Kini nampak payudara Lyra virna yang masih terbungkus indah oleh sebuah bra berenda-renda hitam. Warna yang kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih. Namun anak itu tak mau benda itu menghalangi hasratnya, ia tahu segera melepas pengaitnya. Sam menggigil saat ke dua daging kembar itu menyembul dari balik pembungkusnya. Kedua benda itu mengantung indah dan sempurna, kedua puting susunya bersemu kemerahan. Sam tak mengira betapa keberuntunganya ia malam ini. Milik Lyra virna yang selalu diidamkan setiap pria di sekolahnya kini terpampang di hadapannya. Payudara Lyra virna belum terjamah oleh siapapun kecuali dirinya.

Lyra virna sendiri sudah terperangkap dalam hasrat birahinya sendiri, ia tak hanya tak kuasa menolak perlakuan Sam. Malah kini cenderung memberi peluang anak itu bertindak lebih jauh. Ia menikmati  setiap jamahan Sam pada  tubuhnya. Matanya terpejam hanya rasa malu yang masih tersisa, selama ini belum pernah ada laki laki yang berani menjamahnya termasuk Doni tunangannya. Mereka berdua telah berkomitmen untuk tidak melakukan kemesraan dalam bentuk apapun hingga mereka menikah. Namun saat ini yang terjadi adalah ia  tak berdaya menolak seorang bocah dibawah umur tengah berusaha mencumbuinya. Perlahan cumbuan Sam  berpindah ke dadanya yang kenyal, Sam membuka mulutnya lebar-lebar, lalu perlahan dibenamkannya ke salah satu puting susu wanita itu lalu menghisapnya kuat. Sam biasa mengemut dalam waktu yang lama bagai seorang bayi kehausan. Setelah puas menyusu, lidahnya menjilat ke seluruh permukaan bukit kembar itu seolah menjilat ice-cream. Kedua puting susu itu dihajar secara bergantian hingga mengacung tegak kedua-duanya.

“Oohh… oohhhh… ooohhhhhh Sam….i gel….iii” suara rintihan Lyra virna tak lagi tertahan. Tubuhnya mengelinjang gelinjang karena nikmat akibat perbuatan nakal bocah itu.

Putingnya yang di’perawani’ Sam menjadi sangat sensitif, anak ini benar-benar berpengalaman melakukannya. Sam baru mendapatkan sebagian impiannya, ia selalu tak pernah gagal mendapatkan sisanya apabila sudah di tahap ini. Sam kembali menetek sejak usia tujuh tahun pada banyak wanita, ia sudah tahu benar bagaimana menyenangkan seorang wanita melalui benda itu. Lyra virna tak berbeda dengan ketiga ‘istri semu-nya’. Begitu menyukai putingnya dikerjai lama-lama. Sam ingin meninggalkan kesan yang mendalam bagi wanita itu. Lyra virna tak menyadari tubuhnya kini sudah terbaring diatas kasur, dadanya terlihat naik turun mengiringi nafasnya yang mulai tak beraturan. Sejak tadi celana wanita itu sudah terasa sangat basah oleh cairan bening yang terus menerus mengalir keluar dari kemaluannya. Sambil terus menyusu tangan Sam mulai mengelus-elus permukaan perut Lyra virna yang rata. Jemarinya bermain disekitar pusar wanita itu. lambat laun bergerak menjelajah  semakin ke bawah meraba bagian dalam paha.

perlahan menelusup ke pangkal paha, dan mulai mengelus gundukan bukit kemaluan Lyra virna yang masih tertutup celana dalam renda-renda hitam. Lalu jemarinya menemukan gundukan itu sudah basah dengan sebuah garis membelah tercetak pada permukaan kain itu

Tangan Sam meremas lembut gundukan itu dan menggunakan jari tengahnya mengusap belahan tipis tersebut, perlahan ke atas dan kebawah. Lyra virna menggigil rangsangan yang tiada henti silih berganti. Hingga akhirnya jemari sam bergerak ke samping. Jemari Lyra virna berusaha mempertahankan penutup tubuhnya yang terakhir ketika ia rasakan Sam perlahan berusaha  menariknya ke bawah.

“Ohhh!! Sam…… jangannn yang ituuu … …” ujar wanita itu lirih

Sam melepaskan cumbuannya pada dada Lyra virna, berangsur kecupan-kecupannya turun semakin ke bawah. Lalu ia sampai pada tempat yang paling diinginkannya. Percuma saja ia berusaha merapatkan kedua kakinya. Kepala Sam sudah terlebih dulu masuk di antaranya. Sam berhasil membenamkan wajahnya pada selangkangannya. Walau masih tertutup oleh celana dalam, lidahnya menjilati seluruh permukaan kain lembut itu.  Gundukan itu semakin basah oleh air liur Sam  terutama pada belahannya. Jemarinya tak kuasa lagi mempertahankan celana dalamnya ketika untuk kedua kalinya Sam menariknya.

benda itu akhirnya menyusul lepas sehingga kini tubuhnya yang indah sudah tak tertutup selembar benangpun. Meski sudah sering menggauli wanita cantik, Sam tetap saja terpana oleh kemolekan tubuh Lyra virna, gurunya yang cantik yang selama ini selalu ia dambakan termasuk setiap lelaki di sekolahnya. Sam menyimpan perasaan yang berbeda terhadap Lyra virna. Cinta telah berangsur tumbuh dalam hati bocah cilik ini lebih dari dalam dari cintanya pada wanita-wanita lain yang pernah ia kencani sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s