lyra virna part 5

Posted: May 4, 2011 in art
Tags:

Lyra virna mengeratkan jepitan kakinya pada pinggul Sam mencegah anak itu untuk mencabut penisnya. Segera hanya hitungan detik, orgasme dasyat melanda keduanya. Seketika itu juga Sam menekan tititnya secara penuh dan membentur mulut rahim Lyra virna

“arrrggghhhhh…Sam……………………” jerit Lyra virna

Vagina indah Lyra virna berkontraksi hebat melumat tiap senti daging penis Sam, menghisapnya dengan segenap cinta dan kepasrahan. Sam pun mendekap erat pujaannya.

“Ouggghhhhh..Buuuuu!!!!!!..Sam keluarrrrrr!!!!” pekiknya merasakan kenikmatan yang datang jauh lebih dasyat dari pada sebelumnya.

Nampaknya kali ini Sam tak mampu bertahan lagi. Pertahannya runtuh oleh nikmatnya lumatan dasyat vagina Lyra virna sungguh membuat kejantannya tak berdaya. Penis anak itu berdenyut denyut kencang, air mani yang tersimpan dalam testisnya selama hampir satu jam ini tak tertahankan meletup dari ujung kepundannya dan memancar deras  pada tiap denyutannya. Denyutan yang menghentak berulang-ulang jauh lebih dering dan keras dari biasanya, Sam seakan-akan ingin mengosongkan seluruh isi testisnya ke dalam rahim pujaan hatinya itu. Orgasme dasyat itu berlangsung sekitar satu setengah menit namun bagi Lyra virna dan Sam bagaikan satu abad lamanya. Setelah orgasme Lyra virna mereda dan kesadaran kembali pulih, ia berusaha mengatur napasnya. Penis Sam pun masih menancap ketat.

“Uhh..Sam….…cabut duluu sayanggg” pinta Lyra virna lirih ketika ia rasakan kewanitaanya agak ngilu.

Sam mencabut perlahan meski ia masih ingin berlama-lama di dalam situ.

“Plokk…” saat benda itu terlepas sebagian sperma Sam tumpah ke seprey. Lyra virna memperhatikan bercak-bercak darah yang bercampur lendir putih menempel pada penis Sam. Secara naluriah ia tahu kewanitaannya pasti telah robek direngut oleh bocah itu.“Ma kasih ya bu, sudah ngebolehin Sam begituan sama lyra. Sam sayang banget sama lyra…Sam cinta lyra….”

“Kamu bocah nakal… kamu tahu kamu telah menodai lyra gurumu sendiri”

“Sam ngga peduli , Sam mencintai lyra walau Lyra telah menikahi pak Donie nantinya”

“Setelah apa yang engkau lakukan apakah kamu masih memanggilku lyra?”

“biarlah Sam tetap memanggil lyra”

“Bu..tadi Sam muncratnya banyak, punya lyra enak sekali”

Sesaat Lyra virna merasakan batang kemaluan Sam kembali mengeras pada mulut vaginanya

“Anak nakal … kamu belum puas juga”

“Sam pingin lagi bu.. sam pingin ngentot lyra lagi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s