dwi prantiwi part 2

Posted: May 7, 2011 in art
Tags:

Sebagai seorang yang telah dewasa dan berpengalaman Sam menyadari yang mereka lakukan tadi salah dan terlarang. Dwi lalu menatap mata Sam yang tersirat rona kekecewaan karena tak dapat menuntaskan permainan tadi hingga tuntas. Dwi minta Sam untuk bersiap mengantarnya pulang, sebab telah larut pukul 00.30 saat itu. Sam pun memunguti pakaiannya dan tanpa mengenakan celana dalam ia pakai celana katun dan kaos oblong. Dwi sempat melihat dengan nyata kemaluan Sam yang hitam tak disunat itu menjuntai amat panjang dan besar. Tak terbayang di kepalanya jika benda sebesar itu mengaduk aduk kewanitaanya. Selesai mengenakan pakaiannya Sam pun berjalan mengikuti Dwi yang sudah membuka pintu kamar. Keduanya lalu berboncengan dengan sepeda motor Sam menuju rumah Dwi. Meski malam sudah larut, namun suasanakotamasih terlihat ramai oleh anak anak muda yang menghabiskan malam dengan makan makan di lesehankotaitu. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam membisu. Dwi yang duduk di belakang Sam hanya memandang suasana malam yang masih ramai. Tiba tiba Sam menghentikan laju sepeda motornya dan menepi pada sebuah warung lesehan”Dwi..kita nginap disini yuk,kanalamnya asik”

Dwi mendengar saran Sam itu hanya diam dan balik menjawab,

”mmm….tapi jangan macam macam ya, awas!” ancamnya sambil mengepalkan tinju pada Sam.

“Oke” jawab Sam sambil merangkul bahu wanita muda itu.

Keduanya lalu menuju ke sebuah bungalow yang tak terlalu jauh dari restoran itu. Setelah menyelesaikan pendaftaran di repsesionis, keduanya diantar seorang pelayan wanita menuju ke sebuah bungalow. Suasana senja dan lingkungan alam bungalow itu amat indah. Dalam kamar bungalaow mereka hanya duduk dan saling berbincang tentang rencana setelah sampai di daerah masing masing. Sam berjalan ke arah Dwi yang saat itu duduk di ruang depan kamar. Sambil meraih jari tangan wanita cantik itu, ia lalu membawa jemari Dwi ke mulutnya dan diciumnya. Dwi memperhatikan tingkah laki laki tanah Sunda itu dengan sikap diam. Kini ia benar benar merasakan ketulusan cinta dari seorang laki laki, namun berbagai perbedaan di antara mereka seakan jadi batu penghalang. Selain Sam sudah berkeluarga juga diantara mereka berdua juga berbeda kepercayaan. Cinta yang bersemayam di hati Dwi semakin dalam pada laki laki itu. Dan dengan kekuatan yang ia miliki itu Dwi mengizinkan Sam untuk mengecup bibirnya senja itu. Tanpa ada kata yang terucap diantara mereka,keduanya larut dalam cumbuan bibir dan rabaan ditubuh Dwi. Gertakan Dwi pada Sam saat akan masuk ke bungalow tadi seolah tak berlaku. Dengan gerakan yang pasti dan penerimaan Dwi yang pasrah, Sam terus saja membelai setiap titik sensitif di tubuh wanitanya itu. Kini Dwi terlihat pasrah dan membalas setiap kuluman lidah Sam. Begitupun tangan kekar berbulu miliknya intens meraba payudara indah yang menggantung di dada Dwi. Dwi tak melarang setiap remasan dan belaian laki laki itu. Walaupun masih mengenakan pakaian luar, namun Dwi dapat merasakan hangatnya hembusan nafas Sam dan jelajahan tangan kekar di dadanya. Dengan berani Sam lalu melepas kaos yang dikenakan Dwi, tak ada penolakan sama sekali. Kini kulit putih bercahaya milik Dwi sudah terpampang di depan laki laki yang ia cintai itu. Meski masih mengenakan bra berwarna hitam yang kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih dan bercahaya. Tak susah bagi Sam untuk melepas pengait bra hitam merk Wacoal bernomor 34b dari tubuh Dwi. Sekali sentakan jari hitam miliknya di punggung Dwi benda itu jatuh ke lantai. Dwi terlihat menikmati setiap elusan dan rabaan tangan Sam kekasihnya itu. Matanya hanya mampu memejam dan nafasnya serasa berat. Tanda tanda birahi mulai menyerangnya. Tak ada tanda marah atau penolakan dari Dwi saat kedua balon payudaranya diraba tangan hitam milik Sam. Terlihat Sam amat bernafsu dan berniat untuk terus maju melaksanakan niatnya yang telah lama terpendam pada tubuh Dwi kekasihnya. Apalagi mereka akan berpisah setelah menamatkan pendidikannya. Setiap elusan dan pilinan jemari Sam di kulit dada Dwi mampu memacu nafsu dan gairah wanita cantik ini. Sam menyadari Dwi pasrah menerima setiap sentuhannya. Sebagai laki laki dewasa dan kaya pengalaman ini tahu bahwa kinilah saatnya untuk mewujutkan impiannya dan juga impian Dwi sebagai wanita dewasa.

Bagi Dwi kini mau menerima perlakuan Sam yang telah ia anggap sebagai kekasih dan malam itu adalah malam terakhir mereka untuk berpisah. Jadi sebagai kekasih Dwi ingin memberikan sesuatu yang berharga untuk kenangan pada kekasihnya. Walau pada awalnya ia seakan ragu dan kuatir, namun rasa nyaman dan ketulusan Sam selama ini padanya menambah percaya diri untuk memberikannya. Kini kali kedua Dwi bertelanjang dada menuju bugil bersama laki laki itu. Sam adalah laki laki kedua setelah David mantan suaminya yang melihat keindahan tubuh sintalnya. Rasa malu dan risi sebagai wanita baik baik dan terhormat mulia tergerus oleh nafsu birahi yang menggerogoti jiwa dan raga Dwi saat itu. Perlahan dan bertahap Sam mulia melepaskan celana panjang yang dikenakan Dwi. Tak sulit melepas celana panjang dari kedua kaki Dwi, karena respek Dwi yang mau mengikuti alunan birahi Sam tanpa berusaha menahan gerakan tangan nakal laki laki Sunda ini. Terpampang di depan Sam kedua paha putih mulus dan ditumbuhi bulu halus yang terawat. Sedang celana dalam putih yang masih menutupi liang kemaluan kekasihnya itu ia biarkan masih di tempatnya. Kini Dwi tergolek pasrah di ranjang kamar bungalow itu menunggu tindakan dari Sam. Ciuman bibir Sam ke mulut Dwi diterima dan dibalas Dwi. Lidah keduanya kembali menyatu, begitu juga kedua tangan Sam sibuk memilin dan meremas kedua bukit payudara kekasihnya itu. Keringat mulai membasahi kedua tubuh anak manusia yang sedang memadu cinta ini. Merasa tubuhnya gerah dan tak bebas, Sam pun melepaskan tshirt yang ia kenakan hingga celana dalamnya. Tak terlalu susah iapun kini bugil. Tampak tubuhnya yang kekar hitam dan ditumbuhi bulu yang amat kasar mulai merangkak naik ke atas ranjang tempat Dwi terbaring. Sebelumnya Sam sempat mematikan lampu kamar dan menghidupkan lampu meja yang berada di samping ranjang yang mereka gunakan. Suasana semakin romantis denagn hanya diterangi lampu tidur yang 5 watt. Cuaca diluar kamar saat itu memang dingin namun dalam kamar terasa panas oleh aktifitas kedua anak manusia ini. Tubuh Dwi seakan magnit yang mampu membuat Sam semakin ingin memasukinya. Ciuman bibir dan cupangan di sekujur leher jenjang hingga dinding payudara Dwi semakin intens dilakukan Sam. Malam itu ia ingin memberikan yang terbaik bagi kekasihnya itu. Kepasrahan sikap Dwi saat itu amat membantunya melancarkan aksi pada tubuh sintal dan indah itu. Tubuh tanpa cacat itu seolah menantangnya melakukan hal selanjutnya. Keringat yang membasahi mulai dari dahi hingga paha Dwi seakan memancing Sam untuk lebih kerja keras lagi. Dwi juga merasakan di setiapporiporikulitnya semakin sensitif menerima rabaan tangan Sam. Dalam hati ia ingin Sam cepat cepat melakukan penetrasi kedalam rahimnya, namun sejauh itu, Dwi belum merasakan Sam akan melakukannya. Dwi sudah lama tak tersentuh laki laki apalagi ia pernah merasakan yang namanyan nikmat bersebadan. Sam lah laki laki yang kini ia harapkan mampu mengisi kekosongan bathin dan gairah yang selama ini menderanya, meski hanya untuk malam ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s