dwi putrantiwi part 4

Posted: May 7, 2011 in art
Tags:

Rasanya sama seperti saat ia menjalani malam pertama dengan David dulunya.Kini seluruh batang kemaluan Sam telah tertanam dalam rahim Dwi. Sam pun mengatur nafas dan mendiamkan posisinya saat itu. Kini kedua tubuh anak manusia ini telah menyatu secata utuh. Keringat mereka amat banyak keluar dariporiporinya dan telah bercampur. Tubuh putih Dwi terlihat mengkilap dan tertutup sosok putih kokoh yang penuh bulu milik Sam. Posisi Sam yang kini diam dan berada diatas tubuh Dwi dirasakan amat disukainya. Rasa nyilu di kemaluannya mulai berkurang dan liang vagina Dwi mulai menerima batang kemaluan yang kokoh itu. Dari dekat Sam memandang wajah Dwi yang rupawan saat telah ia masuki. Wajah cantik milik wanita muda itu selalu datang disetiap tidurnya. Kini wanita cantik impiannya itu telah ia taklukan dan kini kemaluannya telah bersarang di dalam rahim si wanita. Sebagai wanita timur Dwi tak berani memandang wajah Sam yang masih memperhatikannya. Tanpa disadarinya perlahan dari kelopak matanya menetes air mata Dwi. Apakah karena ia bahagia karena telah memberikan hatinya pada Sam sedangkan secara jujur ia masih mencintai mantan suaminya David.atau tangisannya itu sebagai rasa penyesalan karena telah jatuh kepelukan laki laki lain yang tak berhak juga perasaan dosa yang menimpanya. Tak ada kata kata saat itu di antara mereka berdua, yang ada hanya gerakan Sam yang mulai menarik kemaluannya dan kembali menghujamkannya sedalam mungkin di rahim Dwi. Kedua tangan Dwi kini meraih bahu Sam, sesekali tangannya memegang dengan erat lengan Sam yang licin karena kerja keras untuk memuaskan Dwi. Seluruh tubuh Dwi kini sudah mau menerima keadaan seperti itu.

Sodokan dan hentakan menumbuk ke dalam kelamin Dwi semakin gencar dan cepat oleh Sam. Dari mulut Dwi hanya keluar erangan nikmat dan dengusan merintih seolah minta cepat di puaskan. Kedua tangan Dwi semakin kuat memegang apa saja yang bisa ia raih untuk menyemput gelombang orgasme yang akan datang. Begitu juga wajah Dwi kadang tengadah dan naik seolah ingin menumpahkan segala yang terpendam selama ini.Kalung berlian yang melingkar di lehernya kini sudah tak karuan lagi letaknya. Sam menyadari kekasihnya itu akan mendapatkan gelombang orgasme semakin mempercepat gerakan maju mundurnya. Kedua tangannya juga tak tinggal diam meremas dan memilin payudara Dwi yang juga sudah basah. Dan saat bersamaan Sam juga merasa kemaluannya akan mencapai klimaks,maka Sam berusaha agar mereka berdua bisa klimaks bersamaan. Merasakan dirinya akan klimaks juga, Sam meraih pinggang Dwi dan dengan kedua tangannya ia tekan agar kemaluannya dapat masuk sedalam mungkin dan membasahi dasar rahim kekasihnya itu. Beberapa detik kemudian tubuh Dwi mengejang dan seluruh ototnya mengeras. Jari jari dwi mencengkram lengan Sam sehingga kulit putih Sam mengelupas oleh kuku Dwi.

“Ugh,,,,ugh,,,,uhhh,,,,” itu yang keluar dari bibir mungil Dwi menyambut orgasmenya.

Sam masih menahan untuk ejakulasi,dan tak dapat ia tahan akhirnya Sampun memuntahkan semua air cintanya di dalam rahim Dwi. Perlahan tubuh Sam ambruk menimpa tubuh putih Dwi. Kelamin keduanya masih menyatu dan belum terlepas. Dwi amat menyukai suasana itu, apalagi kelamin Sam telah mengecil namun ukurannya masih tetap saja sama seperti ukuran kelamin mantan suaminya saat telah menegang. Malam larut dan keduanya tertidur kecapaian setelah bertarung habis habisan malam itu. Tengah malam Sam terbangun karena lapar. Begitupun Dwi perutnya serasa keroncongan. Tengah malam itu,mereka mengenakan pakaiannya dan keluar kamar menuju restoran yang masih buka di samping bungalaow itu. Terlihat wajah letih keduanya sehabis pertarungan malam itu. Setelah memesan makanan dan menyantapnya dengan lahap, pasangan itu kembali ke dalam bungalow. Sambil jalan berpelukan keduanya memasuki kamarnya. Sampai dalam kamar keduanya kembali berciuman seolah tak ingin melewatkan waktu berakhir dengan cepat. Tak memakan waktu lama keduanya kembali bugil dan siap melakukan hubungan sex kembali. Awal pertama tadi keduanya terlihat agak risih dan kuatir. Kini keduanya semakin lancar melakukannya. Dan di awal Dwi yang hanya diam menunggu perlakuan Sam, kini malah Dwi yang terlihat membantu Sam memasuki dirinya. Dengus nafas dan erangan nikmat seakan menutup lembaran hubungan mereka malam itu. Perpisahan yang akan tiba semakin membuat Sam ingin memberikan kenangan yang sulit dilupakan Dwi. Erangan erangan nikmat keduanya menutup persetubuhan mereka malam itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s