Asti Ananta PArt 2

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

Jemari-jemarinya meraih seprey dan meremasnya seiring nikmat yang di rasakannya melanda organ intimnya.  Semua yang terjadi ini adalah pengalaman yang pertama bagiAsti. Tak ada seorang lelakipun yang pernah melakukan hal itu padanya karena selama ini ia selalu berhasil menjaga dirinya dari jamahan setiap lelaki. Clek..clek…clekk..clek, tiba-tiba Sam menghentikan jilatannya sejenak.KetikaIamemandangi belahan cantik di hadapannya itu timbul rasa penasarannya, ia ingin tahu apakahAstimasih perawan atau tidak. Lalu dengan jemarinya ia bibir membuka bibir vaginaAstisehingga Ia dapat melihat sebuah selaput tipis yang menutupi bagian dalam vagina gadis itu.  Benda yang sangat di agungkan oleh seorang wanita sebagai lambang kesuciannya itu ternyata masih utuh memagari liang vaginaAsti.

“Uhh ternyata kak.Asti memang masih perawan ting ting”, ujar Sam dalam hati.

Baru kali ini ia melihat bagaimana sesungguhnya bentuk dan posisi keperawanan seorang gadis. Hanya sekitar tiga atau empat senti dari permukaan bibir kemaluannya. Setelah puas terhadap apa yang ingin ia ketahui. Sam  kembali melakukan jilatan pada kewanitaanAsti. Gerakan lidahnya kali ini semakin jauh menjelajah ke dalam sehingga liang sempit itupun bereaksi berkedut-kedut seakan menghisap lidahnya. Hingga akhirnya lidahnya berhasil menemukan klitorisAsti. Lalu ia menghisap benda mungil yang sangat sensitif dan dipenuhi dengan ujung-ujung syaraf kenikmatan itu dengan penuh kelembutan. Cairan bening semakin banyak memancar dari dalam vaginaAstisehingga mulut Sam belepotan.. Nampaknya Asti telah  sampai dipuncak kegairahannya. Sebagai seorang gadis suci yang belum pernah merasakan kenikmatan dalam berhubungan intim, jelas ia tak mampu berlama-lama dirangsang sedemikian rupa. Kenikmatan itu sudah tak lagi tertahankan. Diiringi lengking pekikan,Astipun akhirnya mencapai orgasme untuk yang pertama kalinya seumur hidupnya.

“Aarggghhhhhhhhhhh !!!!!!”  saat itu terjadiAstimengangkat tinggi-tinggi pinggulnya seakan ia ingin lidah Sam terbenam ke dalam liang senggamanya jauh lebih dalam lagi. Seluruh organ tubuhnya mengalami kekejangan terutama pada organ intimnya. Nikmat itu meletup-letup  diiringi dengan keluarnya cairan bening secara alami dari dalam liang senggamanya. Selama ini ia hanya tahu kata orgasme itu secara teoritis dari buku buku kesehatan yang ia baca selama di bangku kuliah dulu. Kini ia telah merasakan sendiri orgasme yang sesungguhnya. Ia terkesima mendapati rasa nikmat itu sangat luar biasa dan sungguh tak terlukiskan. Setelah lewat satu menitan pinggulAstikembali terhempas ke kasur. Tampak napasAstimasih tersengal-sengal. Sekujur tubuhnyapun telah basah oleh keringat. Kedua matanya terpejam meresapi sisa-sisa  kenikmatan yang baru saja melandanya. Sebuah pertanyaan melintas di benaknya, akan ia membiarkan anak ini melakukan hal yang lebih jauh lagi dari ini? meski merasa hal itu sungguh tabu dan tidak bermoral, tetapi daya tarik buat melakukanasmaraterlarang itu begitu menggoda dan tak terbantahkan. Tanpa disadari tubuhnya mengharapkan Sam terus menjamahnya untuk membawanya pada sebuah titik akhir puncak kenikmatan. Hanya satu langkah lagi buat Sam menuntaskan permainan cinta ini. Wajahnya meninggalkan vaginaAstidalam keadaan basah. Lalu tubuhnya naik ke atas tubuh sintal gadis itu dan menindihnya.Astisudah terbaring pasrah dengan kedua pahanya yang membuka lebar memperlihatkan vaginanya yang memerah dan sedikit terangkat pertanda rangsangan yang ia rasakan sudah memuncak. Ini merupakan tanda bagi Sam harus segera “memasuki” nya. Namun Sam tak kunjung melakukan penetrasi. Titit besarnya hanya ia letakan di atas permukaan vaginaAsti. Sejenak ia masih diliputi kebimbangan bahkan terpikir untuk mengurungkan niatnya meniduriAsti. Tetapi belaian lembut tanganAstipada dadanya menepis segala keraguannya itu. ia sungguh tak mampu melawan hasrat dan gairahnya. Tak ada hal lain di dunia ini yang ia lebih diinginkan dari persetubuhan ini. Ia pun merasakan jikaAstijuga sangat menginginkan hal ini terjadi. Sam berpikir ia mungkin bisa ia bercinta tanpa harus merusak kegadisanAstidengan hanya memasukan kepala tititnya saja ke dalam liang senggamaAstilayaknya melakukan petting bersama Niken duluLalu ia genggam batang penisnya yang sudah menegang penuh dan diarahkan tepat di bibir vaginaAsti. Ia terlebih dahulu menyapu kepala penisnya ke atas dan bawah di sepanjang bibir cantik itu. Setelah  terlihat cairan yang merembes semakin banyak keluar dari celah vaginaAsti, barulah ia menekan batang kemaluannya masuk.

Srtttt  …..Lepp…bibir vaginaAstiterbelah dan kepala penis Sam mulai menghilang ke balik bibir vagina itu.

“Aawwwwwww samhhh….saa..kittt” rintihAstikesakitan. Jemari nya turun dari dada ke perut Sam berusaha mencegah anak itu memasukinya lebih jauh.

“Kak..oh… Ugghh..”vagina gadis ini rapat sekali batin Sam.

Kulit kulup yang membungkus ujung penisnya tertarik kebelakang dan membuat kepala bulat penisnya bersentuhan langsung dengan kelembutan vagina gadis itu  Sehingga menimbulkan rasa nikmat yang lebih kuat ketimbang saat bagian itu tertutup kulup. Ia memang harus bersikap sabar untuk melakukan penetrasi lebih dalam ke vaginaAstiwalau kondisinya yang sudah sangat terangsang dan menginginkan tititnya di balut secara penuh oleh daging cinta gadis itu. Beberapa saat kemudian ketika otot-otot vaginanya mulai rileks.Astimerasakan kenikmatan sedikit demi sedikit perlahan muncul dan menindih rasa sakit tadi. Menyadari akan hal itu, Sampun mulai lagi menekan tititnya agar masuk lebih dalam. Ia lakukan hal itu dengan selembut mungkin agar tak  terlalu menyakiti gadisnya itu. Astipun tak tinggal diam, secara naluriah ia membuka pahanya lebih lebar untuk memberi ruang bagi Sam memasuki dirinya. Ia merasakan nikmat yang perlahan menjalar di mulut vaginanya Kenikmatan yang begitu mempersona. Srttttt…batang penisnya yang hitam besar itu melesak lagi sedikit dan kali ini ujung penis Sam membentur sebuah dinding tipis dan menahan laju kepala penisnya untuk masuk lebih dalam. Sam tahu ia telah sampai pada dinding kesucianAsti.

“Ougghhhhh…k..kkkaak…” desis Sam merasakan tititnya dicengram kuat oleh  otot-otot vaginaAsti. Nikmatnya jangan ditanya. Kuluman vagina sempit si cantik itu membuat ia harus berjuang keras menahan rasa ingin berejakulasi.

Perlahan ia menarik tititnya lalu didorongnya lagi masuk sedalam tadi. Saat melakukan itu, Ia berusaha agar tautan kemaluan mereka yang cuma sedikit itu tak sampai terlepas. Nyaris tak ada ruang buatnya melakukan gerakan ngentot secara nyaman. Sam hanya berhasil membuat beberapa kali gerakan mundur dan maju itupun tak berjalan dengan lancar karena mulut vaginaAstimasih terlalu sempit. Bahkan kocokan itu sempat terhenti  ketika tititnya tiba-tiba terlepas dari vaginaAsti. Lepp…penis Sam kembali menancap.

“Oughhhh….Samhhhhh” rintihan nikmat Asti-pun  kembali terdengar.

Meskipun percintaan itu berlangsung demikian, namun  itu sudah cukup menyenangkan bagiAsti. Kedua kaki jenjangnya melingkar pada pinggul Sam dan menekan pantat anak itu ke arah tubuhnya. Sambil mengayunkan pinggulnya, Sam membenamkan kembali bibirnya ke bibirAstimelanjutkan ciuman mereka tadi. Astipun membuka mulutnya lebar-lebar lalu membalas setiap hisapan bibir Sam. Tapi Sam telah keliru jika berpikir ia mampu melakukan peting dalam hingga persetubuhan itu berakhir. Kondisi dirinya yang tengah dipengaruhi obat perangsang sungguh sangat berbeda saat di kala ia dan Niken dulu pertama kali bercinta. Lambat laun bocah itu semakin tak terkendali. Kocokannyapun semakin cepat dan tak teratur sehingga lebih sering penisnya terlepas ketimbang di dalam vaginaAsti. Hal itu semakin membuatnya tak sabaran dan tak terkendali. Keadaan itu diperburuk pula oleh perlakuan dariAstiyang merespon setiap sentuhan Sam dengan tak kalah panasnya karena ia justru meminum obat perangsang dalam dosis yang jauh lebih banyak dari Sam. Gadis itu mengoyang pinggulnya di saat penis Sam terdorong masuk lalu menghentakannya ke arah yang berlawanan saat Sam menarik penisnya. Nikmat yang ditimbulkannya sungguh sangat memabukan Sam.

“Awww..kakkk enakkk ” Sam terpekik tertahan. Ia tak mendugaAstimerespon setiap gerakannya secara dasyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s