Jennifer dunn part 1

Posted: May 10, 2011 in art
Tags:

“Permisi non, saya bang Sam mau ngecek kran air di kamar mandi non. Tadi tuan suruh saya ngecek semua kran dan saluran air.”

“Boleh bang, silahkan. Tapi saya mau mandi dulu yah. Bang Sam cek yang di taman dulu aja.” Jenny mempersilakannya masuk

“Iya non, beres. Bang Sam beresin yang di taman ini dulu yah.” Sam, si tukang yang disuruh oleh papanya Jenny, terus memperhatikan paha Jenny yang mulus dan putih itu.

Apalagi Sam bisa menatap payudara Jenny yang masih dibungkus oleh kaos tipis berwarna putih, yang berguncang-guncang. Memang pagi itu, Jenny masih mengenakan celana tidurnya yang begitu pendek seperti hotpants dan kaos putih dan agak transparan tanpa lengan yang mengantung di atas pusernya. Jenny memang tidak pernah memakai bh dan cd bila tidur dan hanya mengenakan celana hotpants yang amat pendek dan kaos yang enak dipakai. Tentu saja mata Sam yang liar itu menatap sebagian paha yang indah dan payudara di balik kaosnya yang menerawang sexy itu. Jenny sebenarnya menangkap tatapan liar mata itu pada bagian tubuhnya, tetapi ia cuek saja. Ia rupanya senang bila ada orang yang mengagumi keindahan tubuhnya yang masih muda itu. Pesta seks tempo hari di rumah kakak perempuannya ternyata sudah mulai menjerumuskannya menjadi gadis remaja yang liar.

Sengaja Jenny membuka pintu kamar itu, sehingga Sam bisa melihat isi bagian dalam dari kamar Jenny. Saat sedang merendam tubuhnya di bathtub, muncul ide nakal darinya. Apalagi ketika Jenny sedang menggosok payudara dan vaginanya, muncul nafsu liar dalam dirinya yang menuntut pelampiasan. Karena pagi itu rumah sudah sepi, akhirnya Jenny memutuskan untuk menggoda bang Sam. Jenny mengambil handuk yang pendek dan tipis dan melilitkannya pada tubuhnya yang putih mulus bagaikan pualam itu. Handuk itu tidak mampu menutupi keindahan tubuhnya, sebagian buah pantatnya terpampang dengan jelas, sedangkan bagian atasnya hanya menutupi setengah payudaranya. Bahkan terlihat samar-samar aerola payudara Jenny yang berwarna merah muda.

“Bang Sam, nih kran airnya dicek!” panggilnya

Tak lama kemudian, bang Sam masuk ke dalam kamar Jenny yang terbuka itu. Betapa kaget pria itu melihat pemandangan indah tubuh Jenny yang dibungkus handuk yang masih memperlihatkan paha yang terbuka dan belahan payudara dengan menantang itu. Mengesampingkan rasa canggungnya, Jenny mempersilahkan bang Sam masuk ke dalam kamar mandi.

“Tuh krannya di situ, coba di cek, bang” kata Jenny sambil membungkuk dan mengutak-atik kran air itu.

Tindakan itu membuat handuk yang menutupi pantatnya terangkat. Kontan mata bang Sam melotot mau keluar menyaksikan pemandangan yang begitu indah saat Jenny membungkuk. Sam bisa melihat gumpalan pantat Jenny begitu putih, mulus dan membulat indah terpampang bebas, bahkan ketika Jenny merenggangkan pahanya, Sam bisa melihat dengan jelas bulu kemaluan Jenny yang lebat dan belahan vaginanya. Jenny memang sengaja melakukan hal itu untuk menaikkan tensi birahi Sam. Apalagi Sam sudah lama tidak bersetubuh dengan istrinya di kampung, yang kini sedang hamil 6 bulan. Ketika disuguhkan pemandangan seperti itu, ia pun begitu nafsu dengan Jenny, gadis cantik berusia 18 tahun yang masih segar, putih, bening dan anak orang kaya. Di sisi lain, Jenny juga mendambakan sodokan dan kocokan penis besar di dalam vaginanya. Untuk lebih menggoda Sam yang kelihatan sudah diliputi birahi, Jenny mengucapkan kalimat yang nakal

“Bang Sam pasti nganceng nih, lihat Jenny seperti ini. Kepengen yah bang?” dengan senyum nakal, Jenny menggoda Sam yang berbadan gelap namun kekar itu.

“Ah…nggak non Jenny, mana abang berani? Bisa dilaporin ke polisi. Hehehe.” Jawab Sam gugup

Untuk membuat Sam lebih berani lagi perlahan-lahan Jenny bertanya dan melakukan hal yang sangat berani

“Kepengen nggak bang? Gimana kalo Jenny begini…”

Betapa terkejutnya Sam pada saat itu, gadis cantik dan sexy itu lalu dengan perlahan membuka handuk itu dan membentangkannya lebar-lebar, sehingga terlihatlah apa yang ada di balik handuk itu. Dengan senyum manja dan menggoda, Jenny melepas handuk itu di hadapan Sam. Kini Jenny sudah telanjang bulat, bugil polos di hadapan bang Sam.

“Wah, non Jenny, badannya putih banget, montok sekali…mulus dan masih kencang.”

“Bang Sam nakal ih, hayo tutup matanya!” sambil berkata demikian Jenny merapatkan tubuh bugilnya ke Sam dan menutup mata Sam, dengan telapak tangannya.

“Aduh non nggak kelihatan nih!” Sam berlagak memprotes tindakan Jenny sambil pura-pura merentangkan tangannya meraba apa yang ada di depan.

karena matanya ditutup oleh tangan Jenny, dan juga sengaja pura-pura, lengan Sam menyenggol tubuh mulus Jenny dan menyentuh payudara Jenny.

“Aw…cunihin ih…pegang-pegang, nanti Jenny telanjangin lho!”

Mendapat ancaman seperti itu, Sam menjadi lebih nakal lagi, lalu dia memilin puting payudara Jenny dan tangan yang satu lagi tiba-tiba meraba bulu kemaluan Jenny dan jari itu bergesekan dengan kelamin Jenny.

“Aow nakal yah. Awas ya Bang, Jenny laporin ntar!” “Saya siap dihukum sama non Jenny. Nih telanjangin deh” ungkap Sam sambil memasrahkan dirinya untuk ditelanjangi oleh Jenny yang cantik dan molek itu.

“Auoww non pelan-pelan dong, copot nih kontol abang!” rupanya dengan nakal Jenny meremas penis bang Sam dan menariknya.

“Hehehe tapi enakkan, bang?” Jenny melepaskan kaitan celana pendek bang Sam dan diturunkannya celana pendek yang kusam itu berbarengan dengan cdnya. Kini bang Sam sudah polos di bagian bawahnya, nampak penis yang hitam itu sudah mengeras dan kencang sekali.

“Karena bang Sam nakal, kontolnya Jenny tarik nih” Jenny menggenggam batang penis itu dan meremasnya.

Kali ini Sam tidak mau kalah, ia pun meraba dan meremas puting payudara Jenny, sehingga gadis itu merasa geli “ouww nakal yah, hayo angkat tangannya ke atas.” Sam mengikuti perkataan Jenny, dan dengan segera Jenny mengangkat kaos yang dekil itu dan melucutinya lepas dari tubuhnya yang padat dan kekar itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s