Pevita New Part 2

Posted: May 16, 2011 in art
Tags:

“Sekarang saatnya upacara utama,Sayang. Kamu siap?”
Mangsanya terdiam, masih dalam kenikmatan luar biasa yang tidak pernah dirasakannya. Sam pun mengarahkan kepala penisnya yang mirip jamur besar itu di bibir vagina Pevita. Pevita melenguh saat bibir vaginanya membuka perlahan, saat penis raksasa itu mulai menembus vaginanya.
“Pevita takut,Sam…” desis Pevita melihat penis besar yang terasa tidak mungkin bisa masuk ke dalam lubang vaginanya itu.
“Sabar Cah Ayu. Sakit cuma di awal. Pengorbanan untuk mamamu…”Sam begitu lihai memainkan perasaan sang dara ini. Dia pun mempersiapkan pergerakan penisnya. Perlahan kepala penis Sam mulai masuk.
“Aaaah…sakiiiiittt…ttt..tt..,Sam.” teriak Pevita. Sam sudah tidak begitu menggubrisnya. Dia dan senjata pamungkasnya sudah begitu sibuk menikmati sensasi menembus keperawanan gadis seksi ini. penis Sam pun terus bergerak pelan namun pasti diiringi rintihan kesakitan Pevita.
“Sabar,sayang…..Heeeeeehhh…hhhh…”Sam Sam pun menghentakkan pinggulnya dengan kekuatan penuh.
“Aaaaaahhh…..Sam…Sakiiiit.”

Bleeeeessss…seluruh batang penis Sam yang besar itu tenggelam dalam vagina Pevita yang begitu terasa sangat sempit. Air mata Pevita mengalir di sela dua matanya merasakan perih selaput daranya dirobek benda besar yang tidak pernah dibayangkan bisa berada dalam liang vaginannya. Setelah sejenak membiarkan vagina Pevita beradaptasi, Sam Sam mulai menggoyangkan pantatnya naik turun. Tampak batang besar penis Sam keluar masuk dengan kokohnya. Cairan vagina bercampur darah perawan Pevita. Rapatnya vagina Pevita membuat Dukun sableng ini merem melek menikmati semua kenikmatan yang mungkin sebelumnya hanya bisa didapatkan dalam mimpi. Pevita kelojotan menerima hantaman penis Sam yang terus menerjang tanpa ampun seolah ingin membongkar rapatnya vagina perawan Pevita. Peluh membasahi dua insan yang berjauhan usia itu.

“Uuuuugh…hh..eeeemph.”Pevita melenguh ketika Sam Sam menarik tubuhnya dalam posisi duduk. Seperti insting alamiah, tubuh Pevita seakan paham untuk mengambil peran dalam pergumulan posisi ini. Pantat Pevita naik turun, pinggulnya meliuk memperkuat remasan vagina Pevita terhadap batang penis Sam. Sam pun menyambut dari bawah dengan sodokan terhebat penisnya.
“Hong Silawe..Silawe…weee…wwweee…wenaaaakkk,Sayang.” Sam meracau penuh kenikmatan. 10 menit dalam deru nafas Pevita semakin ga karuan. Tangannya memeluk Sam.
“Aaaaahhh…hhh…..hhh..Mbaaaaah..” Pevita orgasme untuk kedua kalinya. Sam menyambut pelukan Pevita dengan lembut. Mengurangi daya sodokan untuk memberikan kesempatan gadis ini menikmati pengalaman orgasme keduanya yang indah, Sam memberi kecupan hangat di bibir gadis cantiknya.
“Gimana,Sayang? Siiiiiiap dengan ritual kenikmatan berikutnya sayang?” bisik Sam diiringi anggukan lemah Pevita. Dengan sigap Sam menidurkan tubuh Pevita dengan tetap memegang pinggul gadis cantik itu dengan dua tangannya yang kuat. Lalu ia mengangkat dua kaki Pevita dan meletakkannya ke pundaknya dengan posisi penis masih di dalam liang Pevita.
“Eeeeemmphh…phh..aaahh…” Pevita mendesah ketika dalam posisi barunya Sam Sam mempercepat genjotannya. Semakin cepat batang Sam keluar masuk, diiringi naik turunnya payudara Pevita. Cairan vagina Pevita semakin memberi pelumas bagi rudal raksasa ini untuk mengaduk-aduknya, memaksimalkan kenimatan dua insan itu.
“Aaaaaah…enak sekali vaginamu Cah Ayu.” bisik Sam sambil meraih puting Pevita dengan bibirnya di sela genjotan itu.
Hampir 30 menit Sam tanpa kenal lelah terus menyetubuhi gadis cantik itu. Peluhnya bahkan menetes jatuh di perut langsing Pevita, bercampur dengan keringat sang gadis. Kulit Pevita terlihat semakin mengkilap karena peluh yang membasahi semua bagian tubuhnya. Nafas keduanya saling bersahutan dengan sesekali diiringi erangan penuh kenikmatan.

Hingga entah sodokan yang ke berapa ratus kali, tubuh Pevita kembali mulai menunjukkan tanda-tanda orgasme bakal kembali melanda.
“Eeeeergghh..aaaaahh…Sam…Pevita ga tahan lagi.” desah Pevita sambil mencengkram karpet dengan kuku-kuku tangannya.
“Saaaabaar, sayang….aaaahh..aahh..Sam juga mau sampai.” Sam mempercepat genjotannya. Urat-urat penisnya berkedut tak mampu dibendungnya.
Dengan semua kekuatannya yang tersisa, dihentakkannya penisnya dalam-dalam hingga mentok ke dasar rahim Pevita. Diiringi teriakan orgasme yang dahsyat,

“Aaaaaahhhhh……aaaahhh….Pevita….Silawe…Aaahhh..Hoong…Pevitaaaa….”
Pevita pun mengejang hebat, cairan vaginanya muncrat bertumbukan dengan tumpahan sperma Sam yang sepertinya memenuhi liang kenikmatannya. Tubuh Sam roboh di atas pelukan Pevita. Lemas, puas, dan nikmat. Sam pelan-pelan mencabut penisnya dari vagina Pevita. Senyuman kemenangannya tersungging di pipinya saat melihat sisa-sisa spermanya menetes keluar dari vagina gadis cantik itu, berbaur dengan cairan vagina dan darah perawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s