dian new part 2

Posted: June 15, 2011 in art
Tags:

“Ta…tapi, Sam. Kita tidak bisa.. kamu tidak boleh… maksudku kita tidak bisa..” wajah Dian memerah karena ia tidak sanggup mengucapkan kata yang tepat yang ingin disampaikan. Ia yakin Sam tahu apa maksudnya. “Kita tidak bisa, Sam… aku yakin kamu bukan orang seperti itu!”

“Aku tidak perlu membuktikan apapun pada seorang pengkhianat. Kamu sudah mengkhianati cinta Dodit dan aku bisa saja datang kepadanya membawa bukti yang kuat. Kalian akan berpisah, namamu akan cemar, orangtuamu mungkin bisa sakit keras dan kamu hanya akan dianggap sebagai pelacur jalanan. Aku tidak peduli apa yang terjadi padamu seperti kamu selama ini tidak peduli padaku.” Sam merespon dengan ketus, tangannya yang bebas mengangkat hape. “Kalau kamu pikir aku bohong, aku bisa menelpon dia kapan saja aku ma

u untuk menceritakan pelacur kecil yang mengaku sebagai tunangannya.” Sam yakin sekali ancaman ini akan mengena tepat di hati Dian, menohok si cantik yang tak sanggup mengatakan apa yang telah terjadi kepada tunangannya dengan jujur. Dengan berani Sam memainkan telunjuknya untuk merunut kulit mulus Dian mulai dari belahan dada yang menggiurkan naik hingga ke rahangnya yang mulus. Mereka berdua sama – sama terengah – engah dan Sam tahu Dian menatapnya dengan panik.

“Ja..jangan… jangan telepon.” Desah Dian lirih. “Apa yang kamu inginkan?”

“Buka bajumu.” Hanya dengan mengatakan itu saja penis Sam menggeliat mengeras, membayangkan tubuh indah wanita secantik Dian tanpa sehelai benangpun membuat teman kuliah Dian itu terangsang hebat. Dian ragu – ragu melakukan apa yang diminta Sam itu, membuat pemuda itu sedikit naik pitam. “Apa yang kamu tunggu? Cepat buka bajumu!”

Dian masih ragu – ragu dan mempertimbangkan beberapa hal dalam benaknya untuk beberapa saat, namun ia kemudian membuka kancing bajunya dan segera memperlihatkan sebentuk buah dada sempurna yang kenyal dan empuk. Gadis jelita itu melempar bajunya ke lantai dan menatap Sam tajam, teman kampusnya itu tidak bergerak dan melihat keindahan tubuh bagian atas milik Dian tanpa berkedip. Perut gadis itu amat tipis, langsing, rata  dan seksi sementara payudaranya yang menjulang naik bagai menantang dengan bulat sempurna dan pentil susu yang menjorok keluar hingga membayang di beha mungil berwarna gelap yang dikenakan si cantik itu. Sam meletakkan hape dan mulai beraksi meraba payudara ranum milik Dian.

Dian memejamkan mata dan mendesah panjang saat jemari Sam mengelus dan meremas – remas payudaranya, merasakan buah dada besar itu dalam genggaman tangannya. Sam bisa melihat wajah kacau Dian saat tangan – tangan Sam yang kasar bersentuhan dengan kulit mulus di sekitar balon buah dada Dian. Dengan tangan gemetar Sam melepas kaitan beha sang dara jelita yang kini wajahnya memerah antara malu dan gelisah.

Sam seperti disadarkan pada apa yang tengah terjadi, gadis cantik yang selalu muncul dalam mimpi indahnya, dalam mimpi basahnya, dalam masturbasinya, kini hadir secara nyata, darah dan daging, telanjang dada. Menyadari Dian kini berada dalam kekuasaannya Sam meremas payudara gadis itu lebih kencang lagi, membuat sang pemilik menjerit lirih karena kesakitan. “Susumu ini, Nis…membuatku.. tidak bisa.. ini indah sekali..” nafas Sam menjadi berat seiring nafsu yang semakin membebani batinnya.

Cengkraman tangan Sam pada balon buah dada Dian membuat puting susu Dian kian lama kian mengeras seperti tutup botol yang menjorok keluar. Sam menciumi dan menjilati buah dada sempurna itu bergantian, merasakan kenyalnya keindahan susu sang bidadari jelita, membuat Dian menggelinjang dan mengembik pelan. Sam mengoles puting susu Dian dengan jempolnya hingga keduanya benar – benar sampai menghunjuk ke atas. Tak tahan lagi, Sam turun ke bawah untuk melepas sisa pakaian yang dikenakan Dian dan memperlihatkan tubuh indahnya.

Dian mengerang pelan karena kebingungan, gadis itu menyilangkan tangan di depan payudaranya saat Sam melepas pelindung terakhirnya. Bulu kemaluan yang halus dan rapi membuat Sam kian kagum, ia berhenti sejenak untuk menikmati keindahan selangkangan Dian yang dipadu sempurna dengan paha mulus yang tidak saja enak dilihat tapi juga nyaman disentuh.

Tak boleh disia – siakan begitu saja!

Sam meremas bokong Dian dengan kedua tangannya, menahan supaya gadis itu tak bergerak, lalu dengan tiba – tiba membenamkan kepalanya ke dalam selangkangan Dian! Mulut dan hidungnya tenggelam di silang kemaluan sementara lidahnya menyusur dan mencari.

Dian terkejut setengah mati melihat kelakuan Sam ini! Si cantik itu mencoba meronta, mencoba membalikkan badan, mencoba menekan kepala Sam, namun semua sia – sia. Gerakan lidah Sam yang lincah memainkan bibir kemaluan Dian membuat gadis itu menggelinjang hebat. Ampun! Ini enak sekali! Bagaimana ia bisa bertahan? Ia hanya gadis biasa! Tak bisa menolak kenikmatan seperti ini! Dian yang tak bisa menemukan apapun sebagai pegangan, mencoba meraih sesuatu, tapi satu – satunya yang bisa ia lakukan adalah justru memegang bagian belakang kepala Sam dan menekannya agar masuk semakin dalam!

Lidah Sam yang lincah bergerak mengitari bibir kemaluan Dian, lalu naik hingga mencapai kelentitnya yang menjorok keluar. Rasanya benar – benar susah dibayangkan bagi Dian. Ia merem melek tak karuan, tubuhnya bagai hancur lebur ditelan kenikmatan yang diberikan oleh Sam! Untuk beberapa saat Sam masih terus memainkan kelentit Dian dengan pagutan, jilatan dan kuluman yang memabukkan hingga Dian akhirnya melenguh panjang sebagai penanda kekalahan.

Mendengar suara erangan Dian yang pasrah, Sam berdiri dan mencumbu tunangan Dodit itu seperti sepasang kekasih. Gadis ini adalah tunangan orang lain dan kini ia bebas mengelus tubuhnya dan mencium bibirnya! Mereka berciuman lama, lidah dan bibir saling menaut menjadi satu kesatuan. Tangan Dian kini bergerak bebas mengitari kepala dan pundak Sam menuntut sesuatu segera terjadi. Gadis itu rupanya sudah sangat pasrah dengan nasibnya. Sam melepaskan pagutannya dari mulut Dian dan menatapnya dengan pandangan penuh nafsu birahi.

Sam mendorong tubuh Dian ke depan sehingga wajahnya menempel di atas lemari kecil itu. Pantat seksi si cantik itu menghunjuk ke belakang membuat siapapun yang melihatnya akan terangsang hebat. Sam tak menyia – nyiakan kesempatan ini untuk menampar kedua pipi pantat Dian dengan telapak tangannya.

“Aduuuh!” Dian menjerit kecil, dia memandangi Sam dengan pandangan heran. “Sakit, Sam! Kenapa ditampar?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s