Dian Sastro part 1

Posted: June 15, 2011 in art
Tags:

Sam melihat pemandangan yang indah yang tidak akan ia lupakan seumur hidupnya, kedua payudara Dian yang montok, padat, mulus, putih dan dihiasi oleh kedua putingnya yang berwarna merah muda menggantung dengan indahnya di tubuh Dian yang juga mulus dan putih, CDnya yang hitam sungguh sangat kontras dengan tubuhnya yang putih mulus. Beberapa kali Sam menelan ludahnya melihat pemandangan tersebut, tapi ia tidak mau terburu-buru dengan sabar ia menantikan tindakan Dian selanjutnya dan ia sendiri juga mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya sehingga telanjang bulat, terlihat penisnya sudah berdiri dengan gagahnya, siap untuk mendobrak lubang vagina Dian. Sam sengaja melepaskan pakaiannya agar saat ia menerkam Dian nanti tidak lagi perlu bersusah payah membukai pakaian yang dikenakannya. Saat itu ia melihat Dian melemparkan bajunya ke dalam keranjang pakaian kotor yang ada dalam ruangan tersebut, dan Dian juga belum menyadari bahwa Sam sedang menyaksikan semuanya. Kedua tangannya mulai beralih ke CDnya dan mulai menurunkan ke bawah. Kembali Sam disuguhi pemandangan payudara Dian yang bergoyang, ingin rasanya Sam menerkam kedua payudara Dian yang bergoyang-goyang menantang itu. Dian lalu melemparkan CDnya tersebut ke dalam keranjang. Setelah melepaskan penutup tubuhnya yang terakhir, dengan sedikit membungkuk dan dengan posisi yang membelakangi posisi tempat mengintip Sam nampak Dian seperti mencari sesuatu di laci lemari pakaiannya, Sam yang melihat belahan vagina Dian terpampang dengan jelas sudah tidak dapat lagi menahan nafsu birahinya yang sudah membumbung tinggi, kemudian ia mendekati tubuh Dian perlahan-lahan, dan didekapnya tubuh Dian dari belakang serta salah satu tangannya membekap mulut Dian agar tidak dapat berteriak. Sergapan Sam membuat Dian terkejut, apalagi keadaannya yang sedang telanjang bulat. Ia pun berusaha meronta, tapi tenaganya tidak dapat melawan tenaga Sam yang mempunyai postur tubuh yang kekar, karena sedang didekap dari belakang Dian tidak mengetahui siapa yang menyergapnya ini, tapi yang ia tahu yang menyergap dia seorang lelaki karena selain tenaga dan tangannya yang kuat, Dian juga merasakan sesuatu yang keras menempel di punggungnya. Sam yang berhasil menyergap Dian lalu membawa tubuh Dian ke tempat tidurnya dengan berjalan mundur sehingga tubuh Dian agak sedikit terseret.

Ditelungkupkannya tubuh Dian diatas tempat tidur dengan kaki yang menjuntai ke lantai, Sampun melepaskan tangan kanannya yang mendekap tubuh Dian, sementara tangan kirinya masih membekap mulut Dian. Tubuh Dian yang tertelungkup ditindih oleh tubuhnya sehingga membuat Dian sama sekali tidak dapat bergerak, sementara itu tangan kanannya mengarahkan penisnya ke lubang vagina Dian. Dian yang tidak dapat menggerakkan tubuh atasnya karena tindihan Sam berusaha meronta-ronta dengan menggoyang-goyangkan pantatnya sehingga membuat Sam kesulitan untuk mengarahkan dan menyelipkan penisnya di vagina Dian. Sampun tidak mau kalah akal dihimpitnya salah satu paha Dian dengan pahanya, sehingga rontaan Dian menjadi terbatas, dengan sedikit memiringkan tubuhnya. Sam kembali mengarahkan penisnya ke vagina Dian sambil kaki kanannya mengganjal paha kanan Dian agar tidak dapat menutup, sehingga posisi vagina Dian agak sedikit terbuka, dan Sleeepppp….. akhirnya setelah dengan susah payah kepala penisnya mulai terselip di lubang vagina Dian. Tanpa membuang waktu lagi dan karena sudah tidak dapat lagi menahan nafsunya, dengan sekali sentakan kuat Sam menancapkan pedang pusakanya ke dalam lubang senggama Dian, Dianpun mengerang kuat, suara erangannya terdengar lirih karena bekapan tangan Sam. Bleeeeeesssssss……
“hhhhhhmmmmppppppp……,”erang Dian.
“Uuuggghhhh…..sempit sekali vaginamu…. dan peret… sekalii.. ,”erang Sam yang merasakan sempitnya vagina Dian dan peret.
Dian merasakan sakit di lubang vaginanya karena terjangan batang kemaluan Sam yang besar dan panjang, jika seandainya Dian mendapatkan oral seks terlebih dahulu sehingga vaginanya mengeluarkan cairan pelician mungkin vaginanya tidak akan mengalami kesakitan seperti sekarang ini. Dian sekarang dapat merasakan bahwa diperkosa itu sakit dan tidak enak. Sam merasakan jepitan vagina Dian sangat ketat sekali menjepit penisnya, dan ia juga dapat merasakan vagina Dian yang sedang berkedut-kedut lembut, seolah-olah ingin menyesuaikan dengan besarnya penis Sam. Sambil tangan kanannya meraih tangan Dian satu persatu dan ditaruh ke depan, lalu kedua tangan Dian tersebut dipegangi dengan tangan kanannya tersebut. Sampai saat ini Dian belum juga mengetahui siapa gerangan lelaki yang sedang mendobrak lubang senggamanya, matanya hanya dapat melihat tangan kanan lelaki itu yang sedang memegangi kedua tangannya dan juga ia hanya dapat merasakan betapa besar penisnya yang saat ini sedang terbenam di lubang senggamanya.

Sam mulai menjilati belakang telinga Dian bergantian kiri dan kanan juga leher Dian tak luput dari jilatannya. Sementara lidahnya sibuk menjilati Dian, pantatnya mulai bergerak maju mundur, penisnya yang besar itu pun mulai bergerak keluar masuk di vagina Dian. Sam yang dari tadi memang sudah sangat bernafsu ingin mengentot Dian, dengan gerakan yang cepat dan kasar penisnya dikeluar masukkan di lubang senggama Dian yang masih peret dan sempit itu. Tterjangan batang kemaluan Sam yang kasar itu membuat Dian merasakan vaginanya perih dan sakit, karena sampai saat ini vaginanya belum mengeluarkan cairan pelicinnya. Sssssrtttttt…. bleeesss…ssrrtttt… bleesss… ssrtttt… bleesssss…. penisnya Sam keluar masuk di vagina dengan cepat dan kasar. Sam menghujamkan penisnya dalam-dalam dan keras saat ia menekan masuk penisnya tersebut yang membuat Dian selalu terhenyak saat merasakan lesakan penis tersebut dalam-dalam di lubang vaginanya, Dian merasakan kepala penisnya itu menyentuh dinding rahimnya.
“hhhmmmmpppppp…..hhhmmmpppp…hhhmmmppp,”erang Dian karena tangan Sam yang masih membekap mulutnya.
Terlihat mata Dian terbeliak saat Sam yang dengan kasar menekan penisnya dalam-dalam di vaginanya, tubuhnya tersentak maju saat Sam menghentakkan penisnya ke dalam lubang vaginanya, air matanya menitik merasakan siksaan penisnya Sam yang besar, keras dan panjang di lubang vaginanya. Dian pertama kali ini merasakan sakit saat bersenggama selama ini ia selalu menikmati persetubuhan yang dilakukannya juga saat pertama kali ia kehilangan perawannya oleh suaminya tidak terlalu sakit seperti yang ia alami saat ini. Gerakan maju mundur penisnya Sam di vagina Dian mulai agak leluasa setelah Dian mulai membuka kedua kakinya lebar-lebar. Dian melakukan hal ini untuk mengurangi sakit yang diderita oleh vaginanya, dan betul saja rasa sakit dan perihnya mulai berkurang dengan terbuka lebar kedua kakinya. Sampun semakin mantap mengeluar masukkan penisnya. Setelah meregangkan kedua kakinya Dian mulai mencoba untuk menikmati sodokan-sodokan penisnya Sam di lubang senggamanya, supaya lubang vaginanya mulai mengeluarkan cairan pelican, ia memejamkan matanya dan mulai menikmati sodokan-sodokan kasar penisnya Sam. Perlahan-lahan vagina Dian mulai mengeluarkan cairan pelicin, cairan pelicin Dian mulai membasahi batang kemaluan Sam sedikit demi sedikit. Dengan perlahan-lahan Dian mulai dapat menikmati genjotan kasar Sam seiring dengan semakin sering cairan pelicinnya keluar dari vaginanya dan membasahi penis Sam, Sampun semakin bertambah leluasa mengeluar masukkan penisnya di lubang senggama Dian, dan Sam dapat merasakan bahwa Dian mulai menikmati sodokan-sodokan penisnya, ia tahu dari gerakan tubuh Dian yang tadi berusaha untuk melepaskan tindihannya, kepalanya yang bergoyang ingin melepaskan bekapan tangannya serta kedua tangan Dian yang berusaha untuk melepaskan dari cengkraman tangannya, tapi sekarang Sam merasakan tubuh Dian berhenti meronta dan kepala serta tangannya tidak berusaha melepaskan dari sekapan tangannya, kemudian ia melepaskan bekapan di mulut serta cengkraman di tangan Dian.

“Oooohhh…ssshhhh….aaaaahhhh….ooooohhhh….ssshhhhh,” rintihan Dian mulai terdengar saat Dian mulai dapat menikmati permainan kasar Sam.
Kedua tangan Sam mulai menyelusup ketubuh Dian dan meraih kedua payudara Dian yang dari tadi sudah sangat menggemaskan dia, diremas-remas dengan kasar kedua payudara Dian tersebut, perbuatan kasar Sam di kedua payudaranya membuat Dian semakin merintih-rintih, untuk pertama kalinya Dian merasakan remasan kasar di payudaranya, membuat sensasi kenikmatan yang dialaminya berbeda dari kenikmatan-kenikmatan yang pernah ia rengkuh. Terlihat kedua payudara Dian memerah akibat remasan kasar Sam, Dianpun sedikit mengangkat tubuhnya dengan ditopang oleh kedua tangannya untuk memudahkan Sam meremas-remas teteknya, Sam semakin buas menggerayangi tetek Dian, dan mulutnyapun ikut beraksi, punggung, leher dan telinga Dian bergantian dijilati, membuat birahi Dian semakin melambung tinggi, kenikmatan yang Dian rasakan saat ini berbeda dengan kenikmatan yang pernah ia rasakan. Sementara tangan dan mulutnya beraksi, gocekan-gocekan penisnya di vagina Dian semakin cepat dan hujaman serta tekanan penisnya lebih dalam lagi di vagina Dian, gerakannya tidak berubah, irama keluar masuknya tetap, Dian semakin merintih-rintih dibuatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s