Dian Sastro hot Part 2

Posted: June 19, 2011 in art
Tags:

Dian dengan ragu membiarkan Sam meraih dan meremas tangannya. Lalu Sam meraih bahu Dian dan memandang matanya dalam-dalam. Setelah itu Sam kembali meraih tangannya dan menarik Dian ke pelukannya. Dian ingin berontak namun ia segan dan merasa serba salah. Dalam dirinya, ia ingin memuaskan nafsu birahinya yang selama ini tidak pernah terpuaskan, tapi di lain pihak ia tidak mau melakukan kesalahan seperti 3 dianlan yang lalu. Merasa mendapat kesempatan, Sam tidak menyia-nyiakannya

Karena suasana mendukung, dimana hanya tinggal mereka berdua yang berada di dalam kantor berbentuk  ruko 4 lantai itu, ditambah suasana hujan lebat di luar gedung kantor mereka, maka Dian mulai terhanyut  dalam pelukan Sam yang seusia dengan ayahnya. Dian awalnya  menolak ketika dari Sam mulai memeluk tubuhnya dari belakang dan merabai sekujur tubuhnya. Sam kemudian membalikkan tubuh Dian agar memudahkan mereka untuk berciuman bibir sambil berpelukan. Jarak mereka kini begitu dekat sehingga Dian bisa merasakan hemdiansan nafas Sam pada wajahnya. Dian menepis tangan pria itu ketika hendak meraba payudaranya.
“Kenapa Dian? bukannya dian juga pengen kan…?” ejek Sam
“Bajingan!” umpatnya dalam hati.

Dengan berat hati diapun membiarkan payudaranya dipegang oleh Sam. Pria itu juga mengendusi daerah lehernya yang jenjang. Wangi badan Dian yang bercampur parfum menaikkan birahinya sehingga bibir tebalnya langsung menciumi pipi wanita cantik  itu. Dian memejamkan mata menahan jijik, kumis dan brewok pria itu yang keriting  menyapu wajahnya yang mulus. Dia memalingkan muka ke arah lain ketika bibir pria itu makin merambat ke bibirnya.
“Jangan…emmhh !” baru mau memalingkan wajah kedua kalinya, Sam sudah melumat bibirnya dan meredam protesnya.

Spontan dianlu kuduk Dian berdiri karena jijik, dia meronta berusaha melepaskan diri, namun entah mengapa ada hasrat menggedian-gedian yang menginginkan tubuhnya dimanja sehingga perlawanannya pun hanya setengah tenaga. Bibirnya yang tadinya dikatupkan rapat-rapat mulai mengendur sehingga lidah pria itu masuk dan bermain-main dalam mulutnya. Perasaan Dian campur aduk antara marah, jijik dan terangsang, apalagi Sam terus menggerayangi tubuhnya dari luar pakaian. Berangsur-angsur rontaannya berkurang hingga akhirnya pasrah menerima apapun yang dilakukan pria itu. Dian mulai membalas cumdianan pria itu, lidahnya kini bertautan dengan lidahnya. Desahan tertahan terdengar di antara percumdianan yang makin panas itu.

Merasa lawannya telah takluk, Sam mempergencar serangannya. Sam mendorong pelan tubuh Dian sehingga tubuh sintal tersediant bersandar di sandaran tangan sofa. Pagutan bibir pun kini terlihat semakin liar terjadi antara keduanya.

“Aaah…tubuh Dian wangi,”  Sam berbisik di telinga Dian setelah beberapa saat lalu menelusuri leher dan pundaknya.

“Oohh……,” Dian hanya melenguh pelan karena desahan Sam terasa geli dan nikmat di sekujur tubuhnya. Mereka pun kembali berciuman. Dian memejamkan matanya dan ekspresi wajahnya memancarkan kenikmatan dan kepasrahan yang luar biasa. Mau tidak mau, suka tidak suka, tubuh Dian memang merindukan sentuhan laki-laki karena suaminya jarang memberikan kepuasan seksual kepadanya.

Tubuh mereka berdekapan begitu erat, Dian dapat merasakan penis Sam yang mengeras tanpa celana mengganjal selangkangannya. Tangan Sam yang tadinya cuma meremas payudara dari luar mulai menyusup masuk lewat sela-sela kemeja yang mana satu kancingnya telah terbuka dan  langsung menyusupi cup BHnya dan tangan satunya masih tetap meremasi pantatnya.

“Eennghh…..!” Dian makin mendesah merasakan jari-jari besar itu menyentuh putingnya serta memencetnya. Lidahnya semakin aktif membalas lidah Sam hingga masuk ke mulut pria itu menyapu rongga mulutnya, tangannya pun tanpa disadari memeluk tubuh tegapnya. Nafasnya makin memdianru dan gairahnya makin naik. Mulut Sam  turun ke dagunya, bawah telinga, dan leher. Tangan laki-laki itu yang satu lagi ikut menyusup lewat bawah kemejanya sehingga kini pakaian itu setengah tersingkap. Sambil mempermainkan kedua payudara wanita itu, Sam menciumi leher jenjangnya. Dengan penuh penghayatan disedotnya kulit leher samping yang putih mulus itu.
“Sshhh…jangan terlalu depan Sam…eeemm…ntar bekasnya keliatan” Dian mengingatkannya dengan suara lirih.
“Gak usah kuatir Dian, saya juga ngerti kok,” katanya.
Dian semakin mendesah, pipinya bersemu merah ketika merasakan lidah pria itu yang basah pada telinganya, menggelitik dan memancing gairahnya.

Merasa tidak ada lagi penolakkan dari Dian, maka Sam meningkatkan serangannya kearah payudara Dian yang masih tertutup kemeja dan BH itu. Sebelah tangannya meraih payudara kiri Dian. Amat terasa sekali kelemdiantan dan kehalusannya. Dian hanya memejamkan matanya. Rasa penolakan dan bangkitnya nafsu saling muncul di kepalanya. Namun Dian seakan tidak mampu untuk mengadakan penolakan. Iapun lalu meraih kepala Sam yang beramdiant tipis, keriting dan beruban sehingga terlihat ketuaannya itu. Kemejanya telah acak-acakan karena kenakalan tangan Sam.

“Ooohh… oohh…,” tangan Sam terus membelai sekujur tubuh wanita cantik tersediant. Sambil berciuman tangan Sam mulai bergerilya melepasi satu per satu kancing kemeja yang dikenakan Dian sehingga BHnya yang berwarna hitam berenda mulai terlihat. Dian yang kini mulai terbakar birahi membiarkan Sam melakukan aksinya sampai akhirnya kancing terakhir terbuka. Tangan Sam pun kini dapat menggenggam payudara padat yang masih tertutup BH hitam berenda tersediant.

“Kenyal dan padat!,” Sam berkomentar ketika tangannya semakin gencar meremasi bongkahan daging montok Dian. Sam kembali langsung menyusupkan tangannya ke dalam cup BH itu menyentuh payudaranya.

“Aaaahhh…!,” Dian mendesah lirih ketika Sam meremas payudaranya, lalu kedua tangannya melepaskan kemeja wanita cantik tersediant dan membiarkan jatuh ke lantai beralaskan karpet itu, memperlihatkan dengan jelas payudaranya yang masih tertutup BH dan perutnya yang rata.

Tubuh putih Dian terlihat mulai berkeringat karena gejolaknya, padahal hawa dalam ruangan itu cukup dingin karena AC dinyalakan. Aroma tubuh Dian memancing Sam untuk terus menikmati inci demi inci sekujur tubuh wanita cantik yang merupakan atasannya  itu. Begitupun yang terjadi pada diri Dian, ia tidak lagi sadar tentang apa yang akan terjadi pada dirinya saat itu. Segenap syaraf akal sehatnya seakan lumpuh dan melupakan dengan siapa ia bergumul saat ini. Dalam keasyikan dua jenis mahluk berlainan jenis yang berbeda usia dan status itu akhirnya buat mereka sangat dekat.

Sam kembali mengincar bibir lemdiant Dian. Kini kembali keduanya saling pagut dan saling mengadu lidah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s