Dian Sastro hot part 3

Posted: June 19, 2011 in art
Tags:

“Sudah Sam…jangan disitu !” Dian semakin mendesah waktu Sam hendak merogohkan tangannya lewat bawah rok spannya. Sam tidak mempedulikan kata-kata Dian yang berusaha mencegah tangannya bermain di daerah selangkangan Dian. Bahkan tangan kanan Sam saat ini sudah masuk ke dalam rok span Dian. Sambil tetap berpagutan bibir, pria itu dengan leluasa dapat memainkan jari-jari tangannya di permukaan vagina Dian yang masih terdianngkus celana dalam. Tangan-tangan nakal Sam pun kini mulai melepaskan kaitan dan menurunkan resluiting rok span yang dikenakan Dian. Sedetik kemudian rok span pendek itu pun meluncur turun ke lantai. Tanpa terasa keadaan tubuh Dian semakin tidak beraturan. Bagian penting dari tubuhnya kini hanya tertutup BH dan celana dalam saja.

Tangan Sam kembali meremas payudara Dian, sedangkan tangannya yang satu lagi mulai menyusup lewat atas celana dalamnya. Dian menggerakkan tangannya menahan tangan pria itu yang ingin masuk. Namun penolakan itu dilakukannya hanya dengan setengah hati karena walaupun merasa dilecehkan di saat yang sama dia juga sudah terhanyut dalam pemanasan yang dilakukan oleh Sam.

Setelah menyentakkan perlahan tangannya, pegangan Dian pun lepas dan langsung ia menyusupkan langannya ke balik celana wanita itu. Sam merasakan dianlu-dianlu lebat yang tumdianh pada permukaan vaginanya juga sedikit basah pada bagian belahannya.
“Oohh…mmmhh…tolong hentikan !” desahnya antara mau dan tidak.
Desahan itu buat Sam semakin bernafsu, dengan nakal jari-jari besarnya menggerayangi daerah sensitif itu.

“Aahh…aahh…saya mohon…nngghh….jangan teruskan” desahnya.
“Hehehe…Dian ini masih pura-pura aja, udah becek gini masih sok menolak” ejek Sam.

Sam melebarkan kedua paha Dian sehingga dapat lebih menjelajahi vaginanya lebih luas. Dian tersentak saat jari pria itu memasuki liang vaginanya melalui sela-sela celana dalamnya dan mulai mengorek-ngoreknya. Tubuhnya mengejang dan kelojotan ketika jari Sam menyentuh klitorisnya. Digesek-geseknya klitorisnya dengan jari sehingga buat wanita itu semakin seperti cacing kepanasan.
Dian yang sudah pasrah hanya bisa mendesah saja merasakan jari-jari pria itu mengaduk vaginanya. Perlahan-lahan tapi pasti, Dian mulai teransang

“Aaakkhh…aahh!” Dian semakin tidak tahan karena jari-jari Sam semakin cepat keluar masuk vaginanya.

“Ooohh…!” tak terasa Dian mendesah merasakan gerakan lincah jari Sam pada klitorisnya yang buatnya serasa melayang. Dian merasakan ada suatu sensasi aneh dalam dirinya, walaupun jijik dan tidak rela, dia menginginkan pria ini terus melakukannya. Matanya membeliak-beliak dan vaginanya semakin berlendir tanpa bisa ditahannya. Setelah sekitar lima menit Sam merogoh-rogoh celana dalam Dian dengan diselingi beberapa ciuman, Sam kemudian secara tiba-tiba menarik jarinya dari vagina wanita cantik itu lalu bangkit berdiri. Dian tampak kecewa Sam menghentikan jarinya secara tiba-tiba ketika ia sedang merasakan kenikmatan dan sedikit lagi mendekati klimaks. Nampak lendir kewanitaan Dian membasahi jari-jari besar Sam, lalu lak-laki tua itu menjilati cairan yang membasahi jarinya.

Merasa tanggung dan terlanjur teransang, Dian berdiri dan langsung mendorong dada  pria dengan kedua tangannya hingga tubuh tamdiann itu terjungkal ke belakang dan kembali terduduk di sofa. Dian langsung berlutut di depan Sam, kedua tangannya membuka lebar-lebar selangkangan pria itu. Sejenak Dian terpana melihat keperkasaan penis Sam yang hitam berurat itu, lalu dia menggerakkan tangannya menggenggam penis itu, rasanya hangat dan berdenyut, lalu tangannya mulai mengocok batang itu secara perlahan.
“Hoo…ho…kayanya sudah  nafsu gitu Dian,” ejek Sam.
“Sudahlah Sam, nikmati saja atau enggak sama sekali” jawab Dian ketus. Sam sontak terdiam.

Melihat pemandangan erotik itu buat Sam terbengong-bengong. Dia tidak menyangka, akhirnya ia dapat melihat secara nyata kemolekan tubuh Dian tanpa diansana. Karena  selama ini,hal tersediant hanya menjadi fantasi seksualnya ketika ia masturbasi di kamar mandi atau toilet kantor. Sesaat Sam menikmati kemolekan tubuh telanjang Dian yang ada di hadapannya. Wajah oriental yang cantik dihiasi dengan ramdiant panjang sebahu, payudara yang kencang dan montok, perut yang rata tanpa lipatan, pinggang  yang lansing, pinggul yang indah serta kakinya yang jenjang. Benar-benar sempurna, seperti mimpi menjadi kenyataan  pikirnya dalam hati.

“Hey…koq malah bengong….buka bajunya!” perintah Dian buat Sam tersadar dari lamunannya. Dianru-dianru pria itu melepas celana yang sudah melorot di mata kakinya serta sepatu yang dipakainya. Lalu kemeja putih seragam satpam dan kaus dalamnya menyusul. Kini Sam juga dalam keadaan telanjang dianlat.

Sesaat Dian memperhatikan tubuh telanjang Sam, wajah gantengnya yang dihiasi brewok yang lebat dapat dikatakan ganteng, tubuhnya yang tegap dan gempal, berperut agak gendut dan berkulit hitam legam, bulu lebat tumbuh hampir di sekujur tubuhnya. Dian membandingkan fisik Sam yang tidak jauh berbeda dengan Black, narapidana yang pernah menidurinya.

Sam menhampiri tubuh telanjang Dian, matanya seakan tidak berkedip melihat tubuh telanjang Dian.

“Wow, tetek dian gede juga yah, montok dan kenceng lagi, kayanya enak dipake nyusu, boleh ya dian” pintanya dengan kedua tangannya hendak menjamah kedua payudara Dian yang montok.
“Sam, please deh, ternyata sam tuh banyak omong!” jawab Dian ketus sambil tangannya meraih kepala lelaki tua itu, menarik dan memaksanya sehingga wajahnya menempel di payudaranya. Tanpa membuang waktu lagi, Sam segera melumat payudara kanan Dian yang kenyal itu dengan gemas. Kepala Sam segera turun ke bawah, bibirnya yang tebal melumat tanpa ampun puting susu yang sedari tadi terlihat menantang. Bibir pria itu lalu mencium dan lidahnya menjilat seluruh area buah dadanya. Dian  mendorong dadanya ke depan agar Sam bisa lebih leluasa menikmati payudaranya. Gigi pria itu  bahkan menggigiti daerah ujung pentilnya, buat sensasi kenikmatan menjalar dari dada ke seluruh tubuh, bahkan jari kaki Dian sampai merenggang karena keenakan!

“Oooooh!” lenguh Dian menahan nikmat.

Sam bisa merasakan tubuh Dian yang gemetar dan menggelinjang karena rangsangan hebatnya pada puting payudaranya. Dengan sigap lidah Sam melingkari pentil yang masih menonjol keluar. Hal ini buat Dian makin salah tingkah, tubuhnya melengkung ke belakang, matanya terpejam, sambil terus mendorong payudaranya ke mulut pria itu yang terus meransangnya.

Sam kembali menurunkan kepalanya ke payudara kiri Dian. Dengan sigap ia menangkup puting kiri Dian dengan mulutnya dan kembali menyebarkan sengatan kehangatan ke seluruh tubuh wanita cantik itu. Dian itu hanya bisa megap – megap menggapai nafas ketika gigi Sam mengunyah puting payudaranya, setelah pentil itu menonjol, lidah Sam ganti menjilati sisi areolanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s