Dian Sastro hot Part 5

Posted: June 19, 2011 in art
Tags:

Sementara Dian semakin menikmati persetubuhan itu, dia mulai mengimbangi gerakan Sam dengan menggerakkan pantatnya sendiri maju mundur. Respon yang diberikan Dian buat Sam makin bersemangat. Dian merasakan batang penisnya menyentuh seluruh rongga vaginanya, terasa sangat penuh, sampai akhirnya Dian merasakan penis pria itu berdenyut denyut di dalam rongga vaginanya dan Dian sendiri sudah akan mencapai klimaks.

Tiba-tiba Sam melepaskan penisnya lalu meminta Dian untuk menungging di atas sofa. Dian yang sudah sangat teransang hanya menurut saja.  Dian menungging dengan kedua tangannya berpegangan pada sandaran tangan sofa. Lalu Sam kembali memasukan penisnya ke dalam vagina Dian dari belakang dengan gaya doggy style. Kedua tangan kekarnya memegang pinggul Dian dan menariknya hingga posisi pantat Dian kini merapat dengan pinggul pria itu, buat penisnya terbenam seluruhnya di dalam vaginanya. Dian mendesah lirih, matanya terpejam sambil menggigit bibirnya sendiri dan badannya kembali menegang keras. Lalu mulailah Sam menggenjot kembali vagina Dian dengan kedua tangan memegangi pinggul Dian. Dia mulai memaju-mundurkan kemaluannya mulai dari irama pelan kemudian makin cepat sehingga buat tubuh Dian tersodok-sodok dengan kencangnya.

“Aahh.. aahh.. aahhh.. oohh….. oohh..”, Dian kembali mendesah saat Sam menggenjotnya lagi. Tubuhnya sekarang basah oleh keringat. Payudaranya yang kenyal menggantung indah bergoyang-goyang seirama genjotan Sam. Perlahan Sam,mulai menjamah payudara Dian dari belakang, sambil terus menggenjot vaginanya, pria itu  juga meremas-remas payudara Dian. Erangan-erangan Dian semakin keras, badan dan kepala semakin bergoyang-goyang tidak beraturan mencari titik-titik nikmat di dalam vaginanya. Dian menjerit-jerit merasakan penis Sam menggenjot vaginanya dengan cepat, kepalanya bergoyang keras ke kiri dan ke kanan, matanya terpejam sambil menggigit bibirnya, menahan nikmat yang luar biasa. Selama hampir 20 menit lamanya Sam menyetubuhi Dian, sungguh sedianah ketahanan yang luar biasa buat Dian secara diam-diam takjub.Tak tahan mendapat rangsangan sedemikian hebat, tubuh Dian mengejang.

Tapi Sam belum mau selesai, ia kemudian memegang pinggul Dian dari belakang dan mulai mempercepat pompaan penisnya pada vagina Dian.
”Aahh… uuuhhh… aaaggghhh… uuuggghhhh…..”, terdengar jediann tertahan Dian disertai deru nafasnya yang terengah-engah. Badan Dian terguncang-guncang keras maju mundur, tangannya dengan keras mencengkeram sandaran tangan sofa, kedua payudaranya yang padat bergoyang cepat, kepala terdongak ke atas dan bibirnya terkatup rapat antara menahan sensasi yang ia rasakan dalam vaginanya. Tubuh Dian  yang  telah mandi  keringat  tergoncang-goncang dan kedua payudaranya terayun kesana-kemari.

Dian hanya bisa mengerang-erang merasakan kenikmatan pada vaginanya.
”Aaaaahhhh……. oohhhh…. aahhkkhhhh… ooohhhhh…..”,desah Dian. Gerakan liar Dian buat Sam makin bernafsu, ia semakin cepat memompa vagina Dian. Dian sengaja melebarkan kakinya bahkan menyodorkan pantatnya memberikan kesempatan kepada Sam untuk terus memompa vaginanya dengan lebih cepat lagi.

“Aaahh…… oohhh…”,Dian mulai meracau dengan mata tertutup.

“Aggghhhhhh… ,” Dian mengerang kuat, seluruh energinya tumpah keluar saat kembali mengalami orgasme, sedangkan di saat yang sama Sam masih terus mengenjot vagina Dian.

“Sam ….sudah… mau… keluar nih, mau di luar…atau di …dalamm,..dian,”tanya Darius tanpa menghentikan sodokannya.

“Ter……serahhhh…..di dalam juga….engh…engh….nggak pa-pa….engh…engh…saya lagi aman koq,” jawab Dian sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru diperoleh- nya.

“Aaaaaaarrrrgghhhh ..,” pria itu juga mengerang, badannya melengkung ke atas sambil wajahnya menunjukkan ekspresi puas luar biasa dan kemudian spermanya menyemdianr bagitu banyak di dalam rongga rahim Dian. Akhirnya tubuh kedua insan yang baru saja melakukan persenggamaan itu melemas kembali. Sam selama beberapa saat  membiarkan tubuhnya tetap menindih tubuh putih mulus Dian tanpa melepaskan penisnya dari vaginanya, mencoba merasakan sebanyak mungkin kenikmatan dari tubuh wanita cantik itu sepuasnya.
Tidak lama kemudian, Sam melepaskan penisnya dari vagina Dian. Tampak senyum penuh kepuasan menghiasi wajah kedua insan berbeda suku serta umur yang terpaut jauh. Keduanya lalu terduduk lemas di sofa. Dian tanpa malu-malu lagi menyenderkan kepalanya di dada Sam yang berdianlu lebat.

“Maaf yaa Sam,…..kalau tadi saya judes,” kata Dian membuka percakapan “Karena pada dasarnya saya tidak suka orang lain mencampuri urusan pribadi saya.”

“Gak apa-apa koq, dian. Memang salah saya, kata-kata saya tadi memang kelewatan, dan saya berpikir dian pantas untuk marah,” jawab Sam.

“Lagipula apa yang selama ini saya bayangkan sudah terlampiaskan,” samdianng Sam.

“Maksud sam?……Selama ini sam sudah merencanakan hal ini?” tanya Dian curiga.

“….yang tadi spontan koq, dian. Maksud saya, sejak pertama mengenal dian sekitar setahun yang lalu, saya selalu mengagumi dian. Terutama keramahan dian, buat dian berbeda dengan karyawan yang lain. Selain itu kecantikan dan kemolekan dian buat saya sering berpikiran ngeres, sehingga selama ini saya suka membayangkan dian telanjang seperti ini sambil onani di toilet atau di kamar saya. Awalnya saya tidak ada maksud sampai nekat seperti ini. Tapi tubuh montok dian yang selalu kebayang di kepala saya, buat saya nekat. ” terang Darius dengan jujur.

Dian menghargai kejujuran Sam, lagipula di sisi lain ia juga menginginkannya setelah menunggu sekian lama.

“Apalagi saya sudah lama saya tidak ngerasai ngewe dengan perempuan sejak ditinggal istri saya. Mau maen sama perek, takut kena AIDS,” samdianng Sam.

Penjelasan Sam buat Dian tersenyum geli. Lalu mereka kembali tenggelam pada percakapan yang akrab seperti sebelumnya.

Sambil mendengarkan cedian, tangan Dian meraih penis hitam Sam yang sudah melemas, di elusnya secara perlahan-lahan. Elusan lemdiant jemari Dian pada penis Sam buat penisnya kembali tegak berdiri, sehingga sang sang satpam itu bergetar dan menggelinjang tak kuasa menahan nafsu. Hal itu buat Dian tersenyum tertahan. Sembari menikmati elusan lemdiant jemari Dian pada penisnya, pandangan matanya tak ingin lepas dari kesempurnaan Dian, wajah cantik lemdiant dengan ramdiant yang terurai indah, kulit putih mulus yang memancarkan keharuman mewangi, payudara sempurna yang sintal dan menggairahkan, pinggang ramping, pantat dianlat. Dian diam saja tanpa mempedulikan kekaguman Sam kepadanya dan meneruskan memainkan kemaluan pria itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s