Dian Sastro hot part 9

Posted: June 19, 2011 in art
Tags:

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sam menekan ujung penisnya ke liang senggamanya. Dengan satu sentakan, batang kemaluannya melesak ke dalam vagina Dian, tubuhnya menegang hingga melengkung ke atas menampakkan guratan tulang rusuknya. Suara hujan deras di luar sana seolah menambah dramatis suasana. Tubuh Dian tergoncang-goncang di atas meja itu, mulutnya tak bisa menahan desahan yang keluar. Tangan Sam dengan leluasa memegang, meraba dan meremas payudara telanjang wanita cantik itu, bahkan pria itu sambil menggenjot kedua tangannya meremasi sepasang payudara itu.

Sam menyodok-nyodok vagina Dian hingga menyentuh g-spotnya. Batang itu makin lancar keluar-masuk karena vagina Dian juga makin licin oleh lendirnya. Sam lalu mengangkat punggung Dian hingga dia terduduk di tepi meja kemudian dipagutnya bibir wanita itu.

Pria itu menyetubuhinya dengan ganas sehingga payudara Dian nampak tergoncang-goncang seirama hentakan tubuhnya. Matanya merem-melek merasakan tusukan penis Sam yang datang bertubi-tubi. Dia mengarahkan pandangannya ke depan dan dilihatnya wajah kasar brewokan itu sedang menatapnya dengan takjub. Pria itu terus menyetubuhinya sambil berpegangan pada kedua pahanya. Dian melingkarkan tangan kirinya ke leher Sam dan tangan kanannya bertumpu di meja.
“Ah…iyah Sam…aahh-ah-terus !” Dian menceracau demikian secara refleks.

Selanjutnya bibir Sam bergeser ke pipinya, sapuan kumis dan brewoknya yang keritingnya terasa pada wajahnya yang halus hingga bertemu dengan bibir Dian yang tipis. Desahannya pun teredam karena mulutnya dilumat oleh Sam. Mulut Sam yang lebar itu seolah-oleh ingin menelan Dian, lidahnya yang kasar itu menjelajahi rongga mulutnya buatnya agak gelagapan.

Kali ini Dian diturunkan dari meja, karena saking terangsangnya, Dian menurut saja apa yang diminta pria itu. Sam mengatur posisi Dian berdiri dengan pantat agak ditunggingkan dan  tangannya bertumpu pada meja di depannya. Dengan posisi demikian,  penis Sam kembali memasuki vaginanya dari belakang. Lalu Sam kembali memaju-mundurkan pinggulnya sambil berpegangan pada kedua payudara Dian. Mulutnya sdiank menciumi pundak dan lehernya buat Dian serasa melayang. Ditariknya wajah Dian hingga menengok ke belakang dan begitu wajahnya menoleh bibir tebal Sam langsung memagut bibirnya, Dianpun ikut membalas ciumannya, lidah mereka saling membelit dan beradu, air liur mereka menetes-netes di pinggir bibir. Kedua tangan Sam mendekap dadanya, telapak tangannya menggerayangi kedua payudaranya montoknya yang bergoyang-goyang itu.

“Uugghh…oohh !” desah Dian dengan mencengkram pinggiran meja dengan kuat saat penis itu kembali melesak ke dalam vaginanya.
Tangan pria itu memegang dan meremas pantatnya sambil menyodok-nyodokkan penisnya, cairan yang sudah membanjir dari vagina Dian menimdianlkan diannyi berdecak setiap kali penis itu menghujam. Suara desahan Dian buatnya semakin bernafsu sehingga dia meraih payudara wanita cantik itu dan meremasnya dengan gemas seolah ingin melumatkan tubuh sintal itu.

“Aahhh…mau keluar Sam, sodoknya yang kuat Sam…oohhh…oohhh!” Dian menceracau tak karuan karena kenikmatan itu dirasanya semakin memuncak. Sontak Sam mempercepat dan menyodok penisnya dengan penuh nafsu. Sebuah desahan panjang diiringi tubuhnya yang mengejang menandakan ia telah mencapai puncak kenikmatannya.

“Aahhh…aaaaaaaaaahhh !!” akhirnya Dian kembali mencapai klimaksnya, vaginanya semakin banjir saja karenanya. Gelombang orgasme bagaikan mengangkatnya ke langit ketujuh, matanya merem-melek tidak tahu bagaimana lagi mengekspresikan kenikmatan itu selain dengan desahan panjang. Tubuhnya ambruk lemas di atas meja, namun pria di belakangnya  itu tampak belum akan orgasme, ia masih terus menyentak-nyentakkan pinggulnya ke atas. Sam masih terus melancarkan serangannya, cairan yang meleleh dari vagina Dian makin melicinkan gerakan penisnya sehingga otomatis sodokannya pun makin cepat, terdengar diannyi decak cairan setiap penis itu menyodoknya.Pria itu menyusul tidak begitu lama dari orgasme Dian, penisnya dia tekan lebih dalam sambil melenguh panjang melepaskan spermanya di dalam rahim wanita itu. Sam menurunkan tempo permainannya, dia tidak ingin buru-buru keluar.
“Dian emang enak banget dientot !” komentarnya kemudian mulutnya nyosor ke depan dan memagut bibir Dian.
Dian yang masih lemas tidak kuasa menolak ciuman itu, malah dia membalas sapuan lidah Sam dengan bergairah.

Bersamaan menurunnya intensitas permainan mereka, hujan di luar ruangan berangsur-angsur mereda.

“Kayanya hujannya sudah berhenti, saya mau pulang ya Sam,” kata Dian lalu kembali memunguti dan mengenakan pakaiannya satu per satu.

“Tolong jaga rahasia ini, Sam. Ini hanya antara kita berdua. Kalau sampai bocor….jangan harap Sam bisa menyentuh dan berbicara lagi dengan saya!” kata Dian lagi sambil mengenakan pakaiannya.

“Tenang saja dian, rahasia ini hanya kita berdua yang tahu. Saya akan memuaskan dian bila dian diantuhkan, demikian pula sebaliknya,”terang Sam.

“Ok kalau begitu saya pulang dulu, terima kasih atas semuanya Sam,”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s