new Pevita Part 3

Posted: June 21, 2011 in art
Tags:

“wah enak juga biskuit rasa memek yee hahahaha !!!”. “mmffhh mfh..”. “neng Pevita mau ngomong sesuatu ?”. “umm..”, Pevita mengangguk. “tapi neng Pevita jangan teriak ya..”. Pevita pun kembali mengangguk. Dengan hati-hati, Sam mengeluarkan kain dari mulut Pevita dan menyiapkan tangannya yang lain untuk membekap mulut Pevita seandainya dia teriak. “lepasin donk, Sam..Pevita pegel nih…”. Sam terkejut mendengar perkataan Pevita. Nada suaranya sama sekali tak menunjukkan kalau dia marah atau ingin teriak, seolah biasa saja, tak terjadi apa-apa. “tapi, neng Pevita gak bakal macem-macem kan ?”. “nggak, Pak..”. Sam melepaskan ikatan di tangan dan kaki Pevita. Pevita hanya duduk sambil mengelus-elus kedua pergelangan kakinya yang ada bekas ikatan tali. “neng Pevita nggak marah ?”. “nggak, Pak…”, jawab Pevita sambil tersenyum lebar. “Pevita cuma pegel…”, jawaban Pevita semakin membingungkan Sam. Pevita duduk di tepi ranjang. “Pevita suka kok kayak tadi…”, Sam sangat terkejut mendengar jawaban Pevita. Sam tak menyangka Pevita akan mengeluarkan jawaban yang membuatnya serasa di dalam mimpi. Sam memang memiliki perilaku sex yang agak menyimpang, dia suka sekali memperlakukan wanita dengan kasar sebelum mulai bersenggama. Sam sudah menikah 2x, dua mantan istrinya tak ada yang tahan dengan prilaku sexnya. Tak heran kalau Sam merasa bermimpi. Kini, di hadapannya ada seorang gadis muda yang cantik dan bilang kalau dia juga suka bermain ‘kasar’. “yang bener, neng ?”. “bener, Pak…”. “kalo gitu…”. Sam langsung menyelinapkan tangannya ke bawah selangkangan Pevita. “berarti memek ni punya siapa ?”, Sam mengobel-obel vagina Pevita. “mmm..punyaa..hh..Pak..Samhh…”. “gak ada Sam..adanya Bang Sam..panggil gue Bang Sam !!”. “ii..yaa, Bangg..eemmmhh..”. “sekali lagi gue tanya. ni memek punya siape ?!”. “punya Bang Sam…oouummhhh..”. “bagus bagus…”. “ooouuhhh…oohh oohh uuuhh…”, Sam semakin cepat mengorek-ngorek vagina Pevita. “enak yaa dikobel ? hahaha !!”, ledek Sam. “enaaakk Baangghhh…ooohhhh !!”. Pevita pun memegang kencang tangan Sam, menekan vaginanya ke bawah. “OOOUUHHHHH !!!”, lenguh Pevita mendapatkan orgasmenya. “bagus ya lo bikin tangan gue basah..ayo jilatin !!”. “iya, Bang…”. Pevita menjilati punggung tangan, telapak tangan, dan sela-sela jari tangan kiri Sam lalu 5 jari Sam pun dikulum dengan sangat telaten oleh Pevita. Sam mengajak Pevita berdiri. Dipeluknya tubuh Pevita yang mungil namun sangat padat berisi itu. “pokk !! pokk !!”, Sam menampari dan meremasi kedua bongkahan pantat Pevita yang kenyal. Memang, Pevita sedikit merintih kesakitan, tapi ekspresi mukanya menunjukkan kalau dia senang bahkan kelihatan sangat bergairah dan begitu ‘ingin’. “ayo sekarang lo jongkok !!”. Pevita langsung jongkok. “sekarang bukain celana gue !!”. Dengan hati-hati, Pevita menelanjangi bagian bawah Sam. Pevita mengusap-usap tonjolan yang ada di kolor Sam lalu menciumi tonjolan itu, benar-benar seperti cewek nakal. “lo demen ama kontol gue ye ? hahaha”. “iyaa, Bang…”. Lidah Pevita menjalar di sekitar tonjolan itu. Bagai orang yang mempunyai 2 kepribadian, Pevita benar-benar seperti orang yang sangat berbeda. Yang tadinya kelihatan imut dan polos, sekarang kelihatan seperti cewek murahan yang begitu menyukai apa yang ada di dalam kolor bau apek itu, sebuah benda yang paling utama dalam hubungan seksual yang bisa mengantarkan ke puncak kenikmatan. Pevita tak sabar, dia langsung melorotkan kolor Sam. Spontan, ‘senjata’ Sam langsung menyembul keluar. Sambil terus menarik celana Sam ke bawah, mata Pevita tak bisa lepas dari benda tumpul yang ada di selangkangan Sam. Bukannya kenapa-kenapa, Pevita sudah lumayan banyak melihat kejantanan pria-pria, mungkin sudah sekitar 6x dia melihat ‘ular’ yang berbeda, tapi dia tak pernah melihat yang seperti ini. Leher penis seorang pria memang agak timbul dari batangnya, tapi mungkin hanya beberapa milimeter saja atau paling maksimal 1/2 cm dari batangnya. Sedangkan topi penis Sam lebih timbul, mungkin 1,5 cm dari batangnya, sehingga terlihat seperti King Cobra yang akan menangkap mangsanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s