new Pevita Part 4

Posted: June 21, 2011 in art
Tags:

“kenapa ?? kaget ngeliat kontol gue ??”.

“…”. Pevita hanya bisa diam, kedua matanya tak bisa beralih dari batang aneh itu.

“jawab !!”.

“i..iya, Bang…”.

“biar gak kaget..lo jilatin kontol gue biar tau rasanya..”.

“iyaa, Bang…”.

Pevita mulai menggenggam penis Sam dan mengocoknya perlahan.

“cupp cupp cupp…”. Pevita mencumbui helm merah muda Sam dengan lembutnya. Bau apek memang menyengat sekali di hidung Pevita, tapi gadis mungil itu kelihatan begitu terbius, begitu asik mencumbui sekujur batang kejantanan Sam dan tak ketinggalan buah pelirnya juga.

“aammhh…mmhhh..emmm…cllpphh…”. Pevita ‘menelan’ kedua telur puyuh Sam bergantian.

“uuhhh…”, eluh Sam keenakan. Sudah lama, ‘perkakas’nya itu tidak mendapat perhatian dari seorang wanita sebegitu intensnya. Pevita tak segan-segan menciumi dan menjilati bagian pangkal dari ‘tonggak’ milik Sam.

Pevita sudah mulai berkaraoke. Pipinya kembang kempis seiring keluar masuknya penis Sam.

“slebbh slbbhh…”.

“oohhhh uuuhh maantaabbhh !!!”. Nikmatnya sungguh tiada tara, Pevita benar-benar tahu cara menggunakan lidahnya. Sam terus mengeluh-eluh keenakan, apalagi Pevita menggunakan tangannya untuk ‘mengurus’ buah pelir Sam. Sam menarik kepala Pevita menjauh dari selangkangannya.

“lo udah biasa nyepongin orang ?”.

“iyaa, Bang…”.

“wahaha !! gak nyangka, muka polos tapi udah biasa nyepong..bagus bagus…sekarang buka mulut lo !”. Pevita membuka mulutnya selebar mungkin. Sam menggerakkan kepala penisnya mengitari mulut Pevita 3x putaran sebelum memukul-mukulkan batangnya ke kedua pipi Pevita seolah-olah sedang menampari Pevita dengan ‘pentungan’nya. Sam memegangi kepala Pevita dan mengarahkan juniornya ke mulut Pevita.

“jlbbhh !!”. Sam langsung menusukkan penisnya masuk ke dalam mulut Pevita.

“heegghhh !!”, mata Pevita terbelalak, dia kelojotan menerima penis Sam yang masuk dengan tiba-tiba dan sangat dalam.

“ohog ohog”.

Air mata terlihat keluar dari sela-sela kedua mata Pevita.

“ohok ohok ohok !!!”, Pevita terbatuk-batuk ketika Sam sudah mengeluarkan penisnya.

Penis Sam yang menyentuh sampai ke pangkal kerongkongannya membuat Pevita jadi mual, ingin muntah. Pevita menyeka air matanya dan tersenyum sambil memandang wajah Sam, setelah itu Pevita mengelus-eluskan penis Sam ke pipinya sendiri seperti orang yang sedang bermanja-manja dengan hewan peliharaan kesayangannya. Dalam hati, Sam merasa senang bukan kepalang. Inilah wanita yang dicari-carinya selama hidupnya. Begitu cantik, imut, mungil, dan montok. Dan paling penting bagi Sam adalah sifat Pevita yang begitu penurut, menerima semua perlakuannya dengan senang hati. Pevita membuka mulutnya lagi.

“mau lagi ?”. Pevita mengangguk. Seakan luluh dengan sikap penurut Pevita, Sam mendorong penisnya dengan perlahan, tak ingin menyakiti Pevita.

“oohhh angeetthhh !!!”. Batang kejantanan Sam telah ditelan seluruhnya oleh Pevita.

Mulut Pevita mengatup di penis Sam dengan begitu rapat, tak mau membiarkan penis itu keluar. Lidah Pevita pun membelai manja tugu milik Sam.

“uaahhh…”, Pevita bisa bernafas lega, penis Sam telah keluar dari mulutnya. Pevita menjulurkan lidahnya, mengulik lubang kencing Sam. Sam merinding hebat, rasa geli, sedikit ngilu bercampur dengan rasa nikmat dirasakan Sam di pucuk alat reproduksinya. Sam pun terpaksa menjauhkan organnya itu dari lidah Pevita yang benar-benar ‘berbahaya’. Berbahaya karena hampir membuat Sam orgasme. Sam pun langsung menggendong Pevita, dan menghempaskan tubuh putih mulusnya ke ranjang. Benar-benar menggiurkan melihat Pevita terkulai pasrah di atas ranjang. Tubuhnya yang mungil namun montok seakan-akan mengundang Sam untuk mendekat. Pria tua itu langsung menerkam tubuh putih mulus itu. Dicumbuinya jengkal demi jengkal tubuh Pevita dengan penuh nafsu. Sementara si gadis mudanya pun begitu menikmati cumbuan dan cupangan Sam yang penuh gairah. Saatnya merengkuh kenikmatan dari tubuh indah ini, pikir Sam. Sam mulai mendobrak masuk ke dalam pintu surga dunia milik Pevita dengan tongkatnya.

“hhnnmmhhhh…eeennnhhh…”, Pevita meresapi senti demi senti benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya melalui vaginanya. Sensasinya lain, kepala penis Sam bagai payung di dalam rahim Pevita. Semakin dalam dan semakin dalam ‘jamur’ Sam memasuki liang senggama Pevita.

“eegghhh oohhh !!”, Sam mengerang keenakan, penetrasi terhadap alat kelamin Pevita begitu nikmat. Sempit dan peretnya liang kewanitaan Pevita sangat memberikan sensasi luar biasa pada Sam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s