asty 3

Posted: June 27, 2011 in art
Tags:

Ia menolehkan wajah ke samping dan melihat pemandangan di bawahnya, mobil-mobil yang lalu-lalang di jalan depan kampus nampak kecil seperti mainan, demikian juga orang-orangnya. Sungguh suasana bercinta nan eksotis, baru pertama kali ia mencobanya di tempat terbuka dan ketinggian seperti ini.

“Enak kan Non ngentot di atas gedung?” tanya Sam yang dijawab Asty dengan anggukan, “pernah main yang seru gini sama pacar Non?” tanyanya lagi.

“Nggak Sam…eenngghhh…uuhhh !” jawab gadis itu di tengah desahannya.

Tubuh Asty makin menggelinjang, lendir yang keluar dari kewanitaannya semakin banyak dan menyebabkan penis itu semakin lancar menusuk-nusuknya. Hingga pada suatu titik ia merasakan tubuhnya menggigil dan kontraksi otot vaginanya semakin cepat, ketika sudah diambang orgasme itu, Sam melah menurunkan frekuensi genjotannya hingga akhirnya berhenti sama sekali.

 

Asty merasa tanggung namun ia sungkan mengatakan isi hatinya. Sam menurunkan tubuh gadis itu hingga kakinya kembali menyentuh tanah, kemudian membalikkan tubuhnya. Kini Asty dalam posisi menghadap pagar kawat sehingga bisa melihat langsung pemandangan dari ketinggian di depan matanya, ia menyangkutkan jari-jarinya diantara celah-celah kawat pagar, pantatnya agak menungging ke arah Sam.

“Non masih mau kan?” tanya Sam dekat telinganya sambil membuka sabuk dan resleting rok gadis itu, rok itu pun meluncur jatuh dan bawahannya sudah tidak tertutup apapun lagi, “mau kan Non, jawab dong!” tanyanya lagi, kali ini sambil meremas payudaranya.

“Iya…hhhsshh…mau Sam, mau!” tanpa malu-malu karena tak kuat menahan keinginan untuk orgasme, Asty menjawab terengah-engah.

Kembali Sam menjejali vagina gadis itu dengan penisnya yang masih tegak dan keras. Sambil bepegangan pada pinggang ramping gadis itu Sam terus menyodok-nyodokan penisnya. Sentakan-sentakan kuat itu menyebabkan tubuh Asty ikut bergoncang-goncang, demikian pula pagar kawat tampatnya bertumpu. Desahan-desahan nikmat keluar dari mulutnya, matanya setengah terpejam sambil melihat ke bawah, ia membayangkan bagaimana kalau saja orang-orang di bawah sana melihat ke arahnya atau mungkin ada yang sedang meneropongnya dari gedung lain. Sungguh rasa penasaran, hasrat dan gairahnya yang terpendam tertumpah semua saat itu. Tangan pria itu merambat ke atas hingga memegang payudara kanannya, meremas, lalu menggesek-gesek putingnya dengan jari-jarinya. Asty semakin tak sanggup menahan gelombang birahinya, ia semakin melenguh-lenguh dan nafasnya semakin memburu, sebentar lagi puncak kenikmatan itu akan dicapainya. Namun pada momen menentukan itu, sekali lagi Sam menghentikan genjotannya, pria itu memang sedang mempermainkan birahinya.

 

Asty terpaksa menggerakkan sendiri pinggulnya agar tetap bergesekan dengan penis pria itu yang kini tersenyum penuh kemenangan.

“Non emang doyan kontol yah, Non suka kan sama kontol saya hehehhe!” ejek Sam yang membuatnya semakin malu.

“Nggak Sam…nggak…aahhh…jangan omong gitu…aahh!” Asty menggeleng dan membantah ejekan Sam yang sangat melecehkannya itu.

“Habis apa Non…saya tau Non jenuh sama pacar Non…Non juga lebih puas main sama saya betul kan!?’ cecarnya kali ini sambil menjilati daun telinga gadis itu yang beranting.

“Tidak…eengghh…saya bukan…”

“Pelacur” sergah Sam sambil menusukkan penisnya dalam-dalam, “ya Non emang bukan pelacur, Non itu budak seks, budak dari hasrat liar Non sendiri!”

Asty tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk membalasnya karena memang perkataan Sam memang benar dan sejujurnya ia sangat menikmati persetubuhan dengan si penjaga kampus itu sejak kontak pertama mereka tiga hari lalu, pria itu begitu mahir memuaskannya dengan gaya dan variasinya yang khas.

“Dengar ya Non, saya bisa ngeliat Non sebenarnya punya hasrat liar, Non pengen memek Non dimasukin kontol siapa aja, tapi Non cuma malu karena dibatasi status sosial, ras, dan norma-norma umum, apa saya salah Non ? kalau semua itu gak ada atau kita lupakan sejenak Non mau kan ngentot sama siapa aja?”

“Itu nggak benar Sam…tidak…ahhh….ahh!” Asty meraung-raung sambil tangannya memukul-mukul pagar kawat, baru kali ini ia ditelanjangi habis-habisan luar-dalam yang membuatnya direndahkan serendah-rendahnya namun disaat yang sama juga terangsang hingga titik puncak.

“Jangan pura-pura lagi Non, ini buktinya Non sendiri yang goyang seperti haus kontol gini !” Sam dengan kasar melepaskan kemeja dan bra yang masih menempel di tubuhnya, “lepasin, lepasin dulu Non semua batasan-batasan itu kalau Non mau ngerasain kenikmatan seks yang sempurna”

 

“Oohh…ayo Sam, puasin saya…saya…saya gak tahan lagi…mmhh!” Asty akhirnya memohon supaya diantar ke puncak kenikmatan oleh si penjaga kampus itu.

Betapa malunya ia sampai harus memohon seperti itu, tapi memang ia sudah tak sanggup lagi menahan keinginan untuk orgasme.

“Jadi Non seneng kan ngentot sama saya?” Sam terus melecehkannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s