Aura Part 1

Posted: July 1, 2011 in art
Tags:

“akhirnya,,”, baru saja Aura mengambrukkan tubuhnya ke kasur, dia langsung tertidur. Ternyata, ada yang memasukkan obat tidur ke dalam minuman Aura. Obat tidur itu bereaksi dengan cepat, namun hanya sebentar membuat orang tertidur mungkin hanya 1-2 jam saja. Aura terbangun dan menyadari kalau dia sama sekali tidak bisa menggerakkan kaki & tangannya. Tangan Aura terikat ke tiang ranjang dan kaki Aura terikat ke tiang ranjang yang lain sehingga kini, Aura dalam posisi X.

“tolong,,!!”, teriak Aura kencang. Seseorang langsung masuk ke dalam kamar Aura.
“tolong saya,,Sam”, pinta Aura dengan cemas. Sam mendekat ke arah Aura yang telanjang dan terikat ke ranjang.
“tolo,,”, Aura berhenti meminta tolong ke Sam karena dia melihat Sam tersenyum licik dan tatapan matanya bagai srigala lapar.
“tol,,mmffhh,,”, mulut Aura langsung dibukam oleh Sam.
“gak nyangka,,malem-malem,,dapet rejeki nomplok,,”. Sam naik ke atas ranjang dan duduk di depan selangkangan Aura yang terbuka lebar. Sam menindih tubuh Aura lalu Sam melepaskan bungkaman di mulut Aura. Kemuan Sam langsung membungkam mulut Aura lagi, tapi kali ini dengan mulutnya. Sam mengulum bibir atas dan bibir bawah Aura. Lalu Sam melumat bibir Aura habis-habisan sambil terus memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Aura. Aura sadar dia tidak bisa melawan seperti kejadian-kejadian sebelumnya sehingga Aura sudah pasrah apa yang akan terjadi nantinya.

Sam benar-benar mencumbu Aura sepuas-puasnya karena Sam terus melumat bibir Aura dengan sangat bernafsu. Setelah puas menikmati bibir Aura, Sam bangkit dari atas tubuh Aura.
“badan kamu bagus banget,,”.
“tolonngg !!”.
“percuma kamu minta tolong,,mending kamu pasrah aja,,”. Sam mencengkram kedua buah payudara Aura yang bentuknya sangat indah itu. Sam meremas-remas kedua buah payudara Aura sambil sesekali mencubit payudara Aura. Lalu Sam mendekatkan wajahnya ke payudara Aura, dia mulai menciumi, menggigiti, mencupangi, dan menjilati kedua buah payudara Aura beserta putingnya.
“oouuummhh,,”, sebuah desahan keluar dari mulut Aura. Wajah Aura merah seperti kepiting rebus karena dia tidak bisa menahan malu, tadi dia menolak mati-matian, tapi kini dia malah mengeluarkan desahan karena Aura tidak bisa mengingkari betapa nikmatnya lidah Sam yang menari-nari di payudaranya.

Sam menurunkan ciumannya ke perut Aura. Sam mencucuk-cucukkan lidahnya ke pusar Aura. Lalu Sam menciumi perut Aura terus ke bawah hingga akhirnya sampai juga di lembah kenikmatan milik Aura.
“wangi,,wangi sekali,,”, komentar Sam setelah dia menghirup aroma wangi yang semerbak di daerah selangkangan Aura. Sam turun dari ranjang, dia membuka ikatan kaki kiri Aura lalu Sam mengikat kaki kiri Aura lebih tinggi lagi kemudian Sam juga melakukan hal yang sama ke kaki kanan Aura sehingga sekarang kaki Aura menjulang ke atas bagai huruf V.
“nah,,kalo gini kan lebih gampang,,”. Sam naik lagi ke atas ranjang dan posisi kepalanya sudah berada di antara paha putih nan mulus Aura. Sam memulai dengan mengecup klitoris Aura berulang kali sehingga sebagai respon, tubuh Aura menggelinjang.
“sekarang enak kan? makanya,,kamu gak usah ngelawan lagi,,”, ejek Sam.

Aura merasa seperti wanita murahan karena dia begitu menikmati lidah Sam yang sekarang sudah menjelajahi sekitar vaginanya.
“mmmhhh,,”, desah Aura pelan. Sam melebarkan kedua bibir vagina Aura sehingga Sam bisa melihat bagian dalam dari vagina Aura yang masih terlihat merah menggoda.
“jangan-jangan kamu masih perawan ya? beruntungnya malem ini,,”. Lidah Sam sudah mengaduk-aduk liang vagina Aura.
“ooohhhh,,!!”, erang Aura mendapatkan orgasmenya. Sam tidak percaya dengan rasa cairan vagina Aura. Manis, gurih, dan sedikit rasa asin tercampur dengan komposisi yang sangat pas sehingga Sam mengais-ngais sisa cairan vagina Aura hingga tak ada sisa setetes pun. Tonjolan di celana Sam sudah sangat besar yang menandakan kalau Sam sudah horny berat. Sam langsung melucuti pakaian dan celananya sendiri sampai perutnya yang buncit bisa dilihat oleh Aura. Aura sangat kaget melihat apa yang mengacung tegak di bawah perut Sam.

Penis pertama yang Aura lihat adalah penis ayah angkatnya, dan penis Sam lebih besar.
“jangan,,”, lirih Aura pelan. Sam tidak mengindahkan Aura, Sam malah sudah bersiap-siap mencoblos vagina Aura. Kepala penis Sam sudah berada di depan lubang vagina Aura.
“tidaakk,,!!”, teriak Aura dengan suaranya yang lemah lembut. Air mata Aura mengalir dari kedua matanya karena Aura tau kalau keperawanannya sudah tak terselamatkan lagi karena dia tidak bisa melakukan perlawanan. Sam mendorong penisnya ke dalam vagina Aura. Perlahan tapi pasti, penis Sam menyusup masuk ke dalam vagina Aura.
“uugghh,,sempithh,,”, celoteh Sam sambil menekan penisnya ke dalam vagina Aura yang sangat kuat menjepit penis Sam karena vagina Aura masih sempit dan rapet..pet..pet. Good bye virginity, welcome paradise. Aura merasakan ada yang robek di dalam vaginanya.

“nngghh,,,”, Aura terus menangis sambil meringis kesakitan yang luar biasa karena Aura merasakan vaginanya seperti terbakar dan melebar hingga semaksimal mungkin. Penis Sam sudah sepenuhnya berada di dalam vagina Aura, Sam merasakan liang vagina Aura memijit & menjepit penisnya dengan sangat kuat.
“oohh,,enak banget,,”, desah Sam. Lalu Sam melihat ke arah penisnya, ada sedikit darah yang menyelip keluar dari vagina Aura.
“ternyata,,kamu bener-bener masih perawan ya,,gak nyangka,,saya beruntung banget malam ini,,”. Aura hanya menangis saja.
“kalo gitu,,maennya pelan-pelan aja ya,,”. Sam mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan sangat pelan.
“heenngghh,,”, Aura masih merasakan pedih sekaligus sedih. Sekarang penis Sam keluar masuk vagina Aura lebih cepat dari sebelumnya dan terus bertambah cepat hingga mungkin 8 kali/detik. Sambil mengaduk-aduk vagina Aura yang luar biasa sempit itu, Sam membelai kedua buah payudara Aura dengan lidahnya.

“uummmhhh,,”, Aura mendesah karena rasa pedih yang dia rasakan sudah hilang sehingga hanya tinggal rasa nikmat saja yang Aura rasakan. Air mata Aura pun sudah tidak keluar lagi karena mata Aura sudah kering.
“nah,,mulai enak ya?”, ejek Sam melihat Aura yang mulai keenakan. Rasa malu dan hina menyerang Aura sehingga Aura menolehkan kepalanya ke kiri dan menutup matanya, tapi Aura tidak bisa berhenti mendesah karena itu adalah lolongan jiwanya. Sam menciumi leher Aura membuat Aura merinding karena geli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s