Tsania Marwa Part 4

Posted: July 4, 2011 in art
Tags:

Sam pun melucuti bajunya sampai ia telanjang juga. Kini, kedua manusia itu sama-sama telanjang bulat dengan 2 kondisi berbeda. Yang satu, sadar kalau akan memperkosa seorang artis muda yang sangat cantik dan melampiaskan nafsu birahi kepadanya. Yang satu lagi, memang sadar, namun dia seperti tak bisa mengontrol tubuhnya sendiri dan membiarkan dirinya diperkosa. Sam melebarkan kedua paha Tsania untuk memperjelas sasaran tembaknya yang tak lain adalah alat kelamin Tsania. Sam sengaja menggesek-gesekkan penisnya ke belahan vagina Tsania yang sangat tertutup rapat.

“umm ummm”, gumam Tsania pelan, pinggulnya naik-turun seperti ‘mencari’ pasangannya. Sam tersenyum licik, dia ingin mempermainkan batin si dara cantik itu terlebih dahulu.

“gimana, neng? masukin nggak?”, goda Sam yang terus menggesek-gesekkan alat kelaminnya ke vagina Tsania.

“masukin, Paakhh…pleaseee….”, lirih Tsania memelas.

“oke deh…hehe…”.

“heekh…ennggg…”, Tsania terpaku dan matanya terbelalak saat kepala penis Sam mulai mendobrak bibir vaginanya masuk ke dalam.

Bejat tapi masih baik. Sam tak tega melihat Tsania yang kelihatan menahan rasa sakit yang teramat sangat. Dia tak bergerak, memberikan waktu agar Tsania bisa beradaptasi. Sam mulai memajukan ‘cacing’ besarnya, menggali vagina Tsania lebih dalam.

“heennn….”. Agak dalam, Sam bisa merasakan penisnya merobek sesuatu. Dorong perlahan hingga akhirnya, seluruh batang keperkasaannya amblas ke dalam liang kewanitaan Tsania dan pas mentok sampai di ujung rahim Tsania.

“oohhh…..”, desah Sam. Liang vagina Tsania benar-benar hangat, sangat sempit, dan juga peret. Inilah kedahsyatan menyodok vagina yang masih perawan. Sam pun merem melek, penisnya seperti dicengkram kuat sekaligus dipijit-pijit oleh dinding vagina Tsania. Selangkangannya terasa amat pedih, penuh sesak, dan rasanya seperti terbakar. Air mata Tsania merembes keluar lagi. Baru pertama kali, tapi dinding vaginanya sudah dipaksa melar untuk benda tumpul yang sangat besar itu.

“nnhhh..”, Tsania menggigit bibir bawahnya saat Sam menarik penisnya perlahan. Dara cantik itu merasa vaginanya seperti ikut tertarik. Sam mendorong lagi penisnya masuk ke ‘gua cinta’ milik Tsania secara perlahan. Tarik-ulur perlahan, sengaja untuk membiasakan artis cantik itu menerima ‘tikaman’ penis pada kemaluannya. Sambil ‘melatih’ Tsania, Sam pun memperhatikan batang penisnya yang berlumuran darah. Darah keperawanan dari selaput dara Tsania yang sudah robek.

“emmmhhh….”. Lenguhan kesakitan itu mulai berubah jadi gumaman nikmat.

“umm….”. Tsania masih merasakan perih namun sudah bercampur dengan rasa nikmat yang luar biasa sehingga dia mulai menikmati rasa enak dari penis Sam yang ‘menyikati’ liang vaginanya perlahan. Kian lama rasa nikmat itu semakin kuat, Tsania mulai mengeluarkan desahan-desahan penuh kenikmatan.

“plk plk plk plk”. Sam mulai meningkatkan tempo tumbukan penisnya terhadap vagina Tsania.

“aaahhh aaahhh uummhhh mmmhhh”, nafas Tsania semakin cepat, berbanding lurus dengan kecepatan hujaman penis Sam.

“cllkk cllkk cllkk”. Liang vagina Tsania semakin becek, Sam makin mudah mempercepat hujaman penisnya.

“plok plok plok plok”, bunyi selangkangan mereka yang beradu dengan cepat.

“emmmmhhhh mmmhhhh….”. Tubuh Tsania pun mengejang dan memeluk Sam dengan erat. Pria tua itu berhenti sejenak sekedar ingin meresapi siraman vagina Tsania yang begitu hangat pada batang kejantanannya. Tak lama kemudian, Sam mulai menggenjot lagi.

“ccpphhh ccpphhhh”. Sam melumat bibir Tsania dengan sangat bernafsu, dan Tsania juga membalasnya dengan begitu bergairah. Bibir mereka saling kejar mengejar, lidah mereka saling belit membelit. Bagai sepasang kekasih yang bercumbu dengan panasnya ketika bercinta, padahal Tsania sedang dalam kondisi diperkosa. Bukan pelet yang membuat Tsania membalas ciuman Sam dengan penuh gairah. Dalam tahap ini, tidak perlu pelet untuk membuat Tsania menjadi sangat ‘bergairah’ dan kooperatif.

Nafsu birahinya sendiri yang membuat Tsania berubah 180 derajat seperti itu.

“oohhhh…”, desah Tsania lepas. Rasa nikmatnya tak bisa dilukiskan. Tak terbayangkan kalau bersetubuh akan senikmat ini. Kedua kaki Tsania pun melingkar di pinggang Sam. Kedua tangannya merangkul leher pemuda itu. Aroma tubuh Tsania yang wangi bercampur keringat dari birahinya yang sedang menggelora benar-benar sangat membangkitkan hawa nafsu Sam. Si pemuda semakin gencar menyodok-nyodok vagina si gadis cantik. Tak jarang juga, ia memutar pinggangnya agar penisnya bisa mengaduk-aduk rahim.

“ooouuhhh aaahhhh uummhhh….”. Nafas keduanya semakin menderu-deru, keringat mereka bercucuran semakin banyak. Desahan dan eluhan mereka pun saling bersahut-sahutan. Baik si sam tua maupun si gadis muda sedang terengah-engah, berlomba mencapai puncak dari kenikmatan yang mereka dapatkan dari alat kelamin mereka yang terus saling bergesekkan.

“ooh aah ooh aah ouuhh !!”.

“jleb !”. Sam mendorong penisnya sekuat tenaga sampai Tsania juga ikut terdorong.

“OOKKHHHH !!!!”, erang Sam melepaskan orgasmenya.

“OOUUUHHHH !!”, Tsania mengerang juga. Letupan sperma Sam begitu kuat sampai membuat tubuh Tsania berkedut-kedut setiap kali rahimnya ‘ditembak’.

“hhhhh….”. Keduanya mengatur nafas mereka yang tak teratur. Sam memandangi wajah Tsania. Betapa puasnya dia telah menggumuli wanita yang begitu cantiknya. Dan tambah puas mengingat di dalam rahim bidadari yang sedang dipandanginya itu telah menggenang air maninya. Terbayang oleh Sam kalau Tsania sampai hamil olehnya. Tsania pun menatap kosong ke langit-langit rumah Sam. Hilang sudah keperawanannya. Direnggut oleh seorang pria tua yang berprofesi guru namun cabul. Tapi Tsania bingung, apakah dia baru saja diperkosa atau baru saja bercinta. Dibilang diperkosa, tapi tadi ia pasrah dan melayani Sam dengan sangat bergairah. Dibilang bercinta, tapi tadi kadang Tsania sadar kalau dia dipaksa melakukan hubungan badan. Yang jelas Tsania benar-benar merasa sangat lemas, namun terasa enak dan lega.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s