nadine part 3

Posted: September 2, 2011 in Uncategorized

Menit demi menit aku menggerakkan pantatku lebih cepat membuat Nadine semakin kepayahan, jepitan vaginanya di batangku menyempit dengan cepat pertanda mau orgasme “Saaayaaang ..aaah .. kuaaaatnya kaaamuuu “ pekik Nadine dengan menahan ke dadaku, tangan kirinya mencegah tanganku meremas buah dadanya, namun aku terus menyodokan dan kuhentikan remasanku, lalu aku bertopang dengan kedua tanganku dan kini aku menggenjot Nadine dengan keras dan membuat Nadine orgasme lagi, kedua kakinya menjepit dengan keras pada sodokanku yang membuat Nadine. Nadine melengkung dengan melolong “Akuuu daapaat ..dapaaaaaat “ erang Nadine dengan menegang kemudian berkelonjotan bak cacing panas, kuhentikan sodokanku dan Nadine masih berkelonjotan, terkadang mengejan dengan keras memuntahkan cairan orgasmenya, kontolku kembali disiram cairan hangat lagi dan Nadine kemudian lemas pelan pelan, dadanya naik turun menikmati orgasme. Nafasnya tak teratur. Kutundih dan kuberikan ciuman di lehernya, kemudian aku gigit untuk memberikan cupangan, Nadine menahan kepalaku namun sudah terlambat, aku menggigitnya sehingga Nadine mendelik dan mengerang “Nah . ketahuan belangnya .. tadi nolak nolak diajak .. sekarang malah nagih “ “Habis kamu jahaat duluan … “ semprot Nadine dengan memelukku dan menggulingkan sehingga kini aku dibawa. “Nungging ya .. Anang nggak bisa tuh .. kalah satu ronde langsung menggelepar “ “Oke .. cabut dulu, sayang “ ujarku dengan menahan pantatku, Nadine menaikan pantatnya, terasa sangat seret tercabut batangku yang masih ngaceng itu. Nadine sampai meringis keenakan ketika gesekan kontolku “Gilaaa bener nih .. enak sekali kontolmu, sayang “ puji Nadine dengan tersenyum lalu membalikan badannya dengan nungging. Kedua tangannya ditumpukan dengan ditekuk di ranjang, aku menjadi terangsang dengan posisi nungging Nadine, aku lalu duduk dan langsung meremas pantat Nadine, Nadine langsung menggoyangkan pantatnya “Kalo aku goyang kamu suka khan ?” tanya Nadine dengan mengerling nakal “Betul .. nikmat sekali pantatmu, sayang “ pujiku dengan maju lebih dekat, selakanganku kutempelkan ke pantat Nadine, batangku lalu kupegang, aku mendesak maju, memasukan batangku, pelan pelan aku menekan. Posisi nungging Nadine sangat merangsang sekali, apalagi buah dadanya yang menggelantung sangat indah sekali, siapa tak tahan pasti akan segera meremas buah dadanya yang montok itu. Aku majukan lagi pantatku menekan dengan tenaga besar membuat Nadine berteriak
“Pelaaaan, sayaaang .. sakit aaah “ erang Nadine dengan menggigit bibirnya. “Maaf ya … “ kataku dengan pelan pelan menekan, lalu menarik lagi dan kusodokan dengan keras membuat Nadine langsung menjerit “Haaaaaaaan .. sialan kaaau “ maki Nadine dengan setengah marah namun kemudian tersenyum sangat nakal dengan mengerling. kontolku sudah melesak separo lebih dan kutarik dan kutekan lagi, Nadine menahan dirinya agar tidak kesakitan kalo aku menekannya dengan keras, namun Nadine kecele “Siaaal kau, sayang .. ngerjain aku yaaa “ ujar Nadine dengan mengempitkan kakinya menjadi batangku terjepit sangat keras “Waduuuuuh .. sakiiit “ erangku dengan gemas “Rasaaiiin “ maki Nadine dengan tertawa dan kemudian kembali memandang ke depan, tepat di seberang ranjang ada cermin besar, terlihat Nadine menggigit bibirnya, kadang menggeleng geleng pertanda nikmat sekali batangku masuk lewat belakang “Tekan yaaa .. amblasin saja … mau keluar ndak ?” “Aku nggak tahan kalo dijepit begini .. gila ini vaginamu Rin … legit dan ketat “ pujiku dengan memajukan tanganku dan meremas buah dadanya.
“Yaaa … enaak sekali Han, sayang … uuuuuh ..aaaaah .. “ puji Nadine yang disambung dengan erangan. “Fiuuuh “ siulku dengan senang “Remes buah dadaku, sayang .. sesukamu saja “ ajak Nadine dengan menekan ke belakang dan membuat kontolku menjadi amblas. Lalu aku menarik kontolku dan menggenjotnya maju mundur membuat Nadine tergoncang goncang “Auuuuh ..aaaah .. uuuuh .. hhhhhhsss. …. fiuuuuuuuh “ lenguh Nadine yang termakan birahi tinggi, senang sekali rasanya Nadine bisa disodoki dengan kontol besar “Aku senang sayang .. kontolmu yang besar menyodokiku dari belakang ..aaaaah ..aaayoo . genjot lagi dengan keras “ ajak Nadine “Oke “ jawabku singkat dengan menggenjotnya lebih cepat, Nadine sampai melolong, berteriak tak karuan, kepalanya menggeleng geleng, dadanya menggelinjang karena aku remas. Kupegang kedua buah dadanya membuat Nadine sampai menekan kepalanya ke ranjang “Gilaaa .. Haaan .. nikmaaaaaaat …. bangeeeeeet nih “ pekik Nadine dengan menggigit bibirnya lagi. Aku menggenjot Nadine dengan cepat karena aku tak tahan lagi, batangku terasa panas, gesekan batangku menimbulkan suara merdu dan membuat Nadine tertawa senang
“Ayooo ..soooodooook .. yaaa .. soooodoook “ Nadine memberi aba aba. Menit demi menit aku menyodoki dari belakang itu membuatku tak tahan lagi, demikian pula dengan Nadine. Kami mencapai orgasme setelah kontolku dengan keras menyodoki, jepitan Nadine di vaginanya menyempit dengan cepat, Nadine melolong dan berteriak “Saaayaaang .. maaauuu ..sampaii nih “ pekik Nadine yang tergoncang goncang aku sodoki “Iyaaa .. sama .. kempitkan kakimu aaah .. aku mau muncrat “ “Oke .. di dalam yaaa “ ujar Nadine dengan mengempitkan kakinya, Nadine mengangkat kepalanya ke atas dan menegang dengan kaku, aku menegang kaku mneyusul kemudian, batangku kembali disiram cairan panas, lalu kutembakkan air maniku dan kusodokan dalam dalam. “Creeeeeet … creeeeeet .. creeeeeeeet … creeeeeeeeet “ lebih dari lima kali aku menyemburkan isi kontolku. Nadine menggelepar dengan bertumpu pada kepalanya, sedang aku menahan dengan memegang kedua buah dadanya dengan menindih Nadine yang masih nungging kontolku mengucur cairan kental keluar dari sela sela lubang kemaluan Nadine, Nadine berkelonjotan, demikian pula dengan aku. Kami akhirnya diam dengan mengatur nafas.
“Sayaaang .. cabut aaah .. “ pinta Nadine. Aku menarik kontolku yang penuh dengan lendir, melihatku yang hanya memandang ke kontolku, Nadine membalik badannya “Yaaaaaaa .. aaampuuun .. banyak sekali “ pekik Nadine dengan berbinar lalu dengan rakus dijilati kontolku lalu dikulum untuk dibersihkan, tanpa jijik Nadine menelan semua air maniku yang bercampur dengan cairan Nadine. Lama lama kontolku menjadi bersih walau tidak ngaceng sekali, setelah itu Nadine tersenyum padaku. Lalu menghempaskan badannya tiduran untuk mengatur nafas, matanya dipejamkan,s edang aku juga menyandarkan badanku dengan mengambil bantal Kami diam sangat lama sampai kami tertidur. Aku bangun terlebih dahulu, kulihat Nadine yang pulas dan kubangunkan. “Makasih Han .. aku mandi .. setelah itu pulang .. yuuuk .. kumandiin kamu “ ajak Nadine Kami mandi bersama dengan cepat karena Nadine memintaku untuk menghemat waktu, setelah mandi Nadine mematut di cermin, lalu memelukku dan memberikan pagutan mesra. Kuremas pantatnya. “Gimana mau pulang nih .. aku nggak tahu jalan pulang .. aku di mana nih “ tanya Nadine
“Tenang … aku antar yaaa .. kamu keluar dulu “ kataku dengan tersenyum “Okee “ Nadine keluar dari kamar, aku membuka obat bius cairan yang bisa membuat orang pingsan, kusimpan di tempat tersembunyi lalu aku membasahi sapu tangan, kemudian aku keluar dari kulihat Nadine tersenyum padaku, kini sudah sangat cantik dipoles dengan beda dan lisptik. “Tuuuuh .. lihat keluar “ kataku “Ada apa .? “ tanya Nadine dengan membalikkan badanya, aku langsung membekap hidungnya dengan sapu tangan itu, Nadine meronta ronta namun tak berapa kemudian menjadi pingsan, aku membopong Nadine menuju mobilku. Kubawa tas Nadine dan di mobil itu aku langsung membuka roknya lalu menarik celana dalamnya dan kulepas lalu kusimpan dalam saku celanaku, demikian pula dengan BHnya aku lepas dan bajunya aku rapikan kembali Aku menuju kembali ke Jakarta, kembali ke parkiran mobil di mana mobil Nadine terparkir, hari sudah menggelap ketika aku sampai, kebetulan lahan sampingnya kosong, aku langsung memindah Nadine dan kududukan di kursi stir. Aku menunggu lumayan lama, kuciprati dengan air mineral agar bangun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s