nadine part 4

Posted: September 2, 2011 in Uncategorized

Pelan pelan Nadine membuka matanya dengan sayu. Mengucek matanya pelan, lalu kesadarannya pulih “Dimana aku “ tanya Nadine dengan mengelap mukanya, lalu memalingkan wajahnya bertemu denganku “Dimana Han ? aah .. kamu apain aku tadi “ tanya Nadine dengan melotot “Sudahlah .. kamu sudah sampai Jakarta dan berada di mobilmu sendiri “ “Kamu membiusku yaaa .. jahat kamuuu “ ujar Nadine dengan marah “Aku tak mau kamu tahu di mana kita tadi .. aku takut kamu lapor polisi “ “Aku nggak lapor .. aku malah puas bercinta denganmu … “ balas Nadine dengan tersenyum “Ya sudah .. selamat pulang .. lain hari kita janjian yaa” kataku dengan memegang kepala Nadine dan melumatnya dengan rakus, Nadine membalas lumatanku, lama kami saling memagut. Kami menyudahi saling pagutan itu, aku keluar dari mobilnya dengan tersenyum, Nadine belum sadar kalo tidak memakai BH dan CD. Kuberikan CD dan BHnya itu membuat Nadine meraba buah dada dan selakangannya “Kamu jaaahaaat .. jaaahaat “ maki Nadine dengan gemas. Aku tak mengubris dan meninggalkan Nadine, lalu aku masuk ke dalam mobilku dan melenggang pergi, Nadine lalu menghidupkan mobilnya dan menguntit aku.
Keluar di keramaian Jakarta yang malam itu lenggang, aku masih dikuntit oleh Nadine, aku masuk ke parkiran basement di jalan jenderal Sudirman, lalu aku keluar lagi menuju Senayan, sesampai di Senayan aku ngebut masuk tol, mobil Nadine ketinggalan karena aku zig zag menyalip trus, aku lalu keluar dari tol. Tak lama kemudian mobil Nadine terlihat di jalan tol dan tidak keluar, aku lalu memutar lewat jembatan Tomang. Kutelpon Nadine. “Hallo “ jawab Nadine “Kecele yaaa .. aku sudah nggak di jalan tol “ kataku dengan penuh kemenangan “Sialaaan kau .. jahat .. “ “Yaaa dah .. puas khan tadi ?” “Iyaaa … kapan mau bercinta lagi sayang ?” tanya Nadine “Kapan saja .. hubungi nomer ini yaaa .. “ “Okeee “ Paginya aku mengganti mobilku dengan kepunyaan teman untuk membuntuti Nadine, pagi pagi aku sudah berada di perumahan Nadine. Lama sekali tak keluar sampai jam 10.00, baru jam 11 siang Nadine keluar dengan mobilnya. Aku langsung membuntutinya. Mobil Nadine menuju ke arah Semanggi dan berputar menuju ke arah Blok M, di depan Polda Metro Jaya, Nadine memelankan kendaraannya, lalu terhenti. Rupanya Nadine mengalami kebimbangan, ingin melaporkan kasus penculikan namun mendapatkan kepuasan seks yang luar biasa, pikirannya berkecamuk, aku juga berhenti pada sebuah warung di bawah jembatan Semanggi.
Aku langsung menelponnya “Haalooo “ “Mau lapor polisi ya ?” “Haaah .. kamu di mana ?” “Kalo kamu lapor polisi .. foto dan videomu agar tayang sejam lagi “ ancamku “Nggak ah .. aku di rumah kok “ ujar Nadine bohong “Enak saja .. kamu di depan Polda Metro .. “ kataku dengan ketus Nadine membuka jendela mobil dan mencari cari aku “Kamu di mana ?” “Segera masuk … sana lapor … aku tenang sajaaa ” “Nggak ah … bingung .. mau ngelaporin kamu .. nantinya aku nggak

“Aaaauuuuuh ….saaaakiiit “ pekik Nadine yang akhirnya pasrah saja. Kami terdiam kemudian dengan mengatur nafas, habis itu Nadine dengan marah mencakar punggungku “Kamu jahaaaaaaaaaaaat .. bikin cupang segala .. jahaaat “ ucap Nadine dengan mata marah “Kau milikku, sayang .. aku berhak melakukan apa saja … “ balasku tak kalah memandang matanya dengan menahan rasa sakit cakaran tangan Nadine “Lain kali kalo cupang jangan di leher … bisa ketahuan orang .. “ ujar Nadine dengan mengelus lehernya yang perih, lalu dengan diam memalingkan mukanya “Itu masih bisa ditutup dengan baju kok, nggak di leher atas “ “Lain kali kalo nyupang di buah dadaku saja … “ ucap Nadine dengan mengalah “Tapi kamu suka khan ?” ledekku “Nggak .. enak saja .. “ maki Nadine dengan kesal. “Ya dah .. nanti aku cupangin kamu di buah dadamu “ kataku lagi dengan tersenyum “Jangan ah .. kapan kapan saja .. aku nggak mau main lagi kalo kamu jahat begitu .. “ keluh Nadine “Oke deh … tapi kalo Rini nggak mau kuatur .. awas “ ancamku “Ndak masalah … kuatnya kamu belum keluar juga .. Anang tidak ada apa apanya deh … letoy banget”
“Dah tuwek kali .. “ ledekku “Tuwek .. plus letoy … satu ronde saja dah menyerah “ maki Nadine dengan kesal. “Masih mau nerusin ?” “Ihhh .. kamu belum keluar .. nanti kamu keluarin yaaa .. kamu kuat dan perkasa, aku mendambakan lelaki perkasa sepertimu .. sayang kamu kasar dan jahat .. kalo kamu mau romantis .. aku nggak masalah bercinta denganmu terus .. “ “Aku kesal sama kamu nggak nurut “ “Baiklah sayang .. kuberikan diriku seutuhnya padamu .. puaskan dahagaku .. berikan aku kenikmatan luar biasa seperti tadi .. setubuhi aku sepuasmu .. buat aku menggelepar tak berdaya minta ampun “ ajak Nadine dengan tersenyum “Okeee .. kau akan merasakan kenikmatan cinta sangat luar biasa Nadine sayang .. Nadine, oh .. betapa mulus dan seksinya kamu .. akan kusetubuhi dan kuhamili dirimu “ “Aku nggak bakalan hamil, aku tidak dalam masa subur .. enak saja menghamili aku .. kalo aku hamil, aku nggak bisa merasakan kenikmata cinta lagi .. ntar ya beri waktu .. nanti biar aku atur, agar Anang tidak minta menyetubuhiku .. aku milikmu .. bukan milik Anang lagi .. “ ucap Nadine dengan memelukku dengan erat dan membisikkan kata romantis
“Kau hebat, sayang .. kontolmu hebat .. segede kontol kuda .. mantap, besar panjang … ganas dan juga jahaaat “ bisik Nadine dengan menjilati telingaku “Kau sangat seksi sekali Nadine .. lonteku, gundikku .. “ “Ih .. kamu makin jahat nyebut aku lonte, gundik .. jangan pake kata itu .. nggak romantis “ ledek Nadine dengan menggigit telingaku pelan “Lalu apa, sayang “ tanyaku dengan berbisik lagi “Jadikan aku sebagai bak istrimu .. salurkan libidomu ke aku terus .. aku puas akan sodokanmu yang sangat mantap sekali .. jadikan aku peliharaanmu saja “ “Apa bedanya .. itu sama saja gundik “ semprotku nakal menjahil telinga Nadine “Huuuuh .. ya deh .. jadikan aku pemuas nafsumu .. aku akan selalu melayani kamu .. lain kali kalo aku minta kamu kudu siap ya “ Kami tertawa kecil dan memeluk dengan erat dan kami diam kembali mengatur nafas. Setelah kami merasa cukup untuk mengembalikan tenaga, aku mengajak Nadine untuk kembali menuntaskan asmara birahi. “Mau berhenti atau terus ?” godaku “Berhenti ? enak saja .. terusin .. “ pekik Syarini dengan mencubitiku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s