Lyra Next 1

Posted: October 6, 2011 in art
Tags:

Jam sudah mendekati jam 10 malam saat aku memberesi latopku dan kumasukan ke dalam tas lalu aku bergegas keluar Jakarta, aku sampai di sana sekitar setengah dua belas, dan aku sungguh terkejut ternyata Lyra sudah berada di sana. Kupeluk wanita itu dan kucium bibirnya.
“Kangen ya … “
“Iyalah … masak nggak kangen … “ kataku sambil mendorong dia jatuh ke sofa dan menindihnya
“Sabar deh .. sabar .. “
“Mana bisa sabar melihat kemontokan tubuhmu Lyra … “
Lyra tertawa.
“Aku serasa nggak tahan menunggu hari sabtu … bener bener letoy tuh suamiku … bosan aku main dengannya … “
Kami saling berciuman mesra di sofa itu, pagutan dan ciuman membuat kami larut dalam birahi. Kontolku seakan mau menjebol celanaku karena sesak saking ngacengnya. Sedang Lyra sudah kelihatan basah pada celana panjangnya.
“Kau ngompol ya Lyra .. “
“Nggak tahan deh aku kau kerjai … “
Kubuka kaosnya dan kelihatan BHnya yang indah beserta isinya yang tak muat dalam BHnya, kubuka tali BHnya dan kubuang lalu ku kulum putingnya kuremasi buah dada sebelah kiri. Lyra mendesah dan meremas-remas kepalaku, tangan satunya turun kebawah dan meremas penisku.
Puas aku mengerjai buah dadanya, kutarik celana panjangnya, Lyra membuka kaosku dan membuangnya ke meja. Aku berdiri dan langsung membuka celanaku beserta celana dalamnya. Lyra berbinar melihat penisku yang siap mengoyak oyak vagina
“Punyamu makin besar saja sayang .. “ ujarnya sambil menyentil penisku dengan gemas
“Auhhhhhhhh .. sakit tahu .. “
“Biarin … “balasnya tak kalah galak
Kutarik celana dalam Lyra, jembutnya sungguh enak dipandang
“Jangan kau cukur jembutmu Lyra .. aku suka .. “
“Bicaramu jorok .. “ujarnya dengan genit
Lyra meremas penisku dan menarik tanganku agar aku duduk, kami sudah bertelanjang semua. Lyra langsung mencium penisku dan mulai menjilatinya. Aku hanya melenguh dan sesekali meremas buah dadanya. Ku putar tubuhnya di sofa agar menjadi gaya 69. Kami saling mengerjai alat kelamin berlawanan. Lyra sangat rakus menelan penisku yang besar, demikian pula aku juga mengerjai vaginanya. Kami berhenti ketika Lyra tak tahan dan memuncratkan cairan kewanitaannya.
“Gila .. aku ketagihan akan dirimu Sam … “
Aku hanya tersenyum dan kuangkat Lyra dan agar posisi menungging dengan berpegangan pada sofa. Dari belakang aku mencoba memasukan penisku.
“Sam .. aku nggak tahan kalo make gaya doggy stil deh .. “
“Coba saja dah .. yang penting enak .. “
Aku memasukan penisku dari belakang, kuremas buah dadanya yang bergelantungan indah. Gila .. buah dadanya benar benar indah dipandang dan diremas.
Penisku masuk dan menghujam ke dalam, jepitannya sungguh membuatku merem melek, kuremasi bokongnya, lalu aku mulai menyodoknya, sodokannya membuat Lyra semakin bergoyang, buah dadanya ikut bergoyang seirama sodokannku
“Auh .. enak sayang .. terus .. terus .. “
Aku memacu tubuh Lyra, Lyra menjerit tak karuan akan sodokanku
“Sodok yang keras sayang … buat aku KO .. “
Kami saling memacu, tubuh Lyra semakin mengkilap berkeringat, tubuhnya yang kusodok dari belakang semakin bernafsu untu menuntaskan ronde pertama.
“Sayang .. aku mau keluar … ayo .. terus .. “
Tak lama kemudina Lyra menjeit tanda orgasme
“Sayyy… aku …. Keluar … “
Cairannya membasahi penisku dan keluar dari sela sela sodokanku, kupercepat sodokan ku dan meremas remas buah dadanya yang bergelantungan. Lyra melemas dan penisku lepas dari sarang dan jatuh terkurap di sofa.
“Terima kasih Sam … sayang .. “
Kubiarkan Lyra menikmati orgasmenya. Dah 2 kali Lyra mengalami orgasme.
Kubawa wanita itu ke kamar dan kubiarkan Lyra istirahat. Kugumuli wanita kesepian ini diranjang, Lyra semakin liar ketika aku dengan gemas menindihnya. Lyra duduk dipangkuanku dan penisku sudah menancap dengan nikmat.
“Sayang … kau harus keluar … kita teruskan .. “
Kami saling memacu dan memeluk dengan erat, erangan demi erangan memenuhi kamar itu. Villa yang yang menjadi saksi di mana aku menghamili w anita ini.
Aku merasa ada desakan dari atas penisku dan benar saja .. aku menumpahkan isi penisku ke rahimnya dan semprotannya sangat dirasakan Lyra
“Gila .sayang . oh penismu benar benar nikmat .. Oh .. hamili aku sayang .. hamili aku … “
Aku orgasme Lyra pun juga mengalami hal sama sehingga kami sangat lemas dan tidur saling memeluk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s