lyra next 2

Posted: October 6, 2011 in art

Kami malam itu menghabiskan waktu dengan mengumbar hubungan seksual dengan dashyat, kami melakukan berbagai gaya, ditambah makanan sate dan minuman keras agar birahi kami tetap terjaga.
Kami saling memacu, memilin , meremas dan memeluk, penisku sering dikulum Lyra, dan air maniku ditelan bulat bulan dan bilang enak. Demikian pula aku, cairan kewanitaannya aku telan ke dalam mulutku dan itu membuat Lyra semakin senang
“Sayang … andai kau suamiku .. “
“Sudahlah Lyra … jika kita ada waktu kau boleh minta kapan saja … “
Kutindih Lyra, tubuhnya lemas tak terkapar malam itu ketika jam sudah menunjukan pukul 4 dinihari. Kami sangat lemas saat kami bangun pagi hari, aku hanya tiduran, aku terbangun karena yang kupeluk hanya guling.
Aku keluar kamar dengan telanjang, ku lihat Lyra duduk di sofa dengan telanjang namun sudah bersih dan cantik tidak acak-acakan
“Mandi dulu sayang .. habis mandi kau boleh menggumuli aku .. “ ujarnya genis sambil meremas buah dadanya sendiri.
Aku bergegas ke kamar mandi, kusiram tubuhku dan kusabuni, namun karena terangsang hebat aku langsung ke ruang tengah tanpa mengelap tubuhku dengan handuk, langsung saja kuterkam Lyra, kugumuli dirinya
“Kau mandi tergesa-gesa nggak tahan ya .. “
Aku tak berkata apa apa . kuremas remas buah dadanya yang membusung itu, putingnya mulai mengeras seiring rangsanganku
“Kau bener-benar seperti hewan kelaparan sam .. “
“Aku tak tahan Lyra .. “
Lyra meremasi kepalaku dan mencium bibirku.
“Kita akan bercinta seharian sayang … siang ini sampai selama di sini kita tak perlu keluar rumah dan tak boleh memakai pakaian .. biar kalo pengin ngesek langsung saja .. “
Kuarahkan penisku pada lubang vagina Lyra, aku tak sungkan memaksakan penisku masuk, ini membuat Lyra menjambaki rambutku.
Aku mengocok vagina Lyra keluar masuk di sofa, Lyra begoyang goyang sangat erotis dan kami saling berteriak ketika kami mendapatkan orgasme di pagi hari itu.
Kami berhenti bercinta ketika kami sudah diburu lapar.
Kami makan dengan bertelanjang.
“Sayang …”
“Ya .. “
“Mainmu sangat enak .. maukah kau membaginya dengan wanita lain .. “
“Nggak mau .. “ujarku bohong
“Please .. “
“Kau cerita pada orang lain ya Lyra .. sialan kau … “
“Dengar dulu,sayang .. jangan marah … “
“Aku memang cerita dengan temanku, tapi kami memang dah biasa kok saling merahasiakan … dia ingin sekali merasakan permainan seks .. “
“Siapa dia ?”
“Berjanjilah mau melayaninya,sayang … aku rela kok kau main dengannya .. “
“Baik …”
“Namanya Alice Norine .. “
“Well … “
“kasihan dia kesepian … takut mencari partnet seks .. kalo kau mau akan kuberikan alamat rumahnya .. “
“Tapi aku tetap suka kau Lyra … jarang jarang aku meilhat Alice Norine, kalo dirimu mah sering “
“Baiklah .. yuk kita lanjutkan “
Kami bercinta di semua tempat di dalam villa itu. Di ruang tamu, ruang tengah diddapur, kamar mandi dan kamar tidur, seisi rumah villa itu berantakan.
Kami sangat kelelahan sore itu.
“Sam .. aku kok merasa hamil …. Makasih ya .. “
“nggak salah Lyra .. jangan benih suamimu .. “
“Nggak ah .. berapa kali suamiku menyemprotkan nggak hamil2 … letoy dia .. tapi aku yakin deh .. tapi aku ingin perempuan deh … “
“Aku manut saja … “
Aku diam sesaat dan melanjutkan
“Kau tak menyesal Lyra jika aku yang menghamilimu .. “
“Aku senang ,sayang …. “
“Aku jadi kurang diperhatikan nanti .. “
“Nggak sayang .. yang penting kita tak main di rumahku … “
Kami sangat kecapekan dan tak mampu lagi melanjutkan kami tertidur dengan telanjang di karpet merah di ruang tengah. Kami masih ada permainan nanti malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s