wiwid in action

Posted: November 15, 2011 in Uncategorized

Wiwd membuka pintu dan menggandeng tangan Sam. Pemuda itu tertegun menyaksikan kecantikan wanita yang berkulit putih itu. Wiwd mengajak Sam duduk di tepi ranjang. Ditatapnya mata pemuda itu yang balik menatapnya dengan rasa kagum. Wiwd tersenyum. “Malam ini kamu hanya boleh manggil aku Wiwd atau sayang. Mau kan?” Sam mengangguk sambil menelan ludah. Kata Wiwd lagi, … “Malam ini ini kamu boleh memegang saya dan melakukan apa aja yang kamu mau.” Agak gugup Sam menjawab, … “Eng … Terima kasih … Eng … Sayang. Kamu kok baik sekali. Kenapa? Saya ini orang yang nggak punya apa-apa dan nggak bisa ngasih apa-apa.” Wiwd merangkulkan tangannya ke leher Sam dan menidurkan kepalanya di bahu sam. “Kamu salah Man. Kamu itu laki-laki yang bisa memberi saya kepuasan yang total. Sejak kawin saya belum pernah mengalami seperti yang saya dapat dari kamu.” Lalu sambil tersenyum Wiwd meminta, … “Sini Yang, cium aku.” Sam mendekatkan bibirnya ke bibir Wiwd, lalu menciumnya. Tapi karena kurang berpengalaman akhirnya Wiwd yang lebih agresif, baru kemudian Sam mengikuti secara lebih aktif. Kedua bibir itu akhirnya saling berpagutan dengan penuh semangat. Dengan penuh gairah Wiwd melepas baju Sam. Sebaliknya Sam agak malu-malu pada awalnya, tapi akhirnya menjadi semakin berani. Dilepasnya gaun malam Wiwd, sambil diciuminya lehernya yang ramping, panjang dan molek itu. Dengan gemas tangannya meremas buah dada Wiwd yang ranum. Karena Wiwd membiarkan saja akhirnya ia berani menciumi, lalu mengulum puting buah dada yang indah itu. Wiwd kegelian. Tangannya mengusap-usap tonjolan di celana Sam. Kemudian dibukanya ‘ruitslijting’ celananya. Tangannya menguak celana dalam Sam dan masuk untuk menggenggam ‘batang kemaluan’nya yang telah mengeras. Tangan Sam juga langsung melepas celana dalam Wiwd, kemudian langsung ditaruhnya tangannya di celah paha Wiwd. Wanita cantik itu mengerang nikmat, rupanya sebelum dengan Sam rasanya cukup lama juga ‘milik berharga’nya itu tidak disentuh tangan lelaki. Kemudian Wiwd berlutut di depan Sam, hingga membuat pemuda itu merasa jengah. Ditariknya celana panjang Sam, sampai lepas. Lalu dimintanya Sam berbaring di tempat tidur.
Sam sempat merasa agak kikuk, tapi gairah Wiwd segera membuatnya merasa nyaman. Dipeluknya wanita itu dikecup-kecupnya lengan, dada, perut, bahkan pahanya. Karena kegelian Wiwd mendorong dada Sam hingga sampai terbaring. Sekarang gantian ia yang menciumi tubuh pemuda itu. Dengan mantap dilorotnya celana dalam Sam hingga terlepas. Cepat digenggamnya ‘batang kemaluan’ Sam yang sudah tegang keras berdenyut-denyut. “Man, Sam, besarnya punya kamu. Keras lagi …” Sam tersenyum, … “Abis kamu cantik sih Yang.” Sambil mengocok-ngocok ‘kemaluan’ Sam dengan manja Wiwd berkata, … “Rasanya aku gemes deh Man.” Sam tersenyum nakal, entah apa yang ada dipikirannya. Ia hanya menanggapi singkat, … “Kalau gemes gsama dong Yang?” Wiwd tersenyum manis. Tiba-tiba diciuminya ‘kemaluan’ Sam, hingga membuat pemuda itu terkejut. Dengan tatapan heran, tapi senang, dilihatnya Wiwd kemudian menjilati ‘alat kejantanan’nya. Mulai dari ‘bonggol kepala,’ terus sepanjang ‘batang’nya, bahkan sampai ke ‘kantung buah zakar’nya. Ketika Wiwd mengulum ‘kemaluan’nya di mulutnya Sam mengerang keenakan. “Aduh sayang, aduh enak sekali … Ah enaknya.”
Akhirnya Sam tidak tahan lagi. Ditariknya Wiwd dengan lembut lalu dibaringkannya terlentang. Didorongnya kedua paha Wiwd hingga terbuka lebar. Masih sempat diciumi dan dijilatinya tubuh Wiwd bagian atas, termasuk mengemut puting buah dadanya seperti bayi yang lapar. Lalu pelan-pelan didorongnya ‘alat kejantanan’nya masuk, menguak bibir ‘vagina’ Wiwd yang ranum, menyusuri liang kenikmatannya. “Pelan-pelan sam, … Punya kamu terasa besar amat sih malam ini, … Aah …” Wiwd mengerang keenakan. Akhirnya dengan sentakan terakhir Sam menghunjamkan ‘batang kemaluan’nya yang besar itu masuk. Begitu ia menggoyang pinggulnya Wiwd langsung mendesah. Rasanya nikmat sekali digagahi pemuda yang penuh vitalitas dan enerji ini. Sam terus menggerakkan ‘alat kejantanan’nya maju mundur, hingga membuat Wiwd mendesah dengan tanpa henti. Akibat gaya Sam yang agresif ini Wiwd tidak mampu menahan dirinya lebih dari 10 menit. Ia merasa seperti dilambungkan tinggi, sewaktu dicapainya puncak ‘orgasme’nya yang pertama. “Aduh Man, aduh, aku sayang kamu …. Aaah” Erangan panjang keluar dari bibir Wiwd. Tapi Sam ternyata masih kuat. Diteruskannya gerakan maju-mundur dengan pinggulnya. Akibatnya sensasi nikmat Wiwd, yang tadi hampir mereda, mulai meningkat lagi. Lima belas menit atau dua puluh menit berlalu sampai terdengar lagi jeritan Wiwd. “Man … Parsam … Yang … Aku lagi … Yang … Aaah … Aaah” Sekali inipun Sam merasa sudah hampir tiba di ujung daya tahannya. “Wiwd … Sayang, saya hampir …. Boleh?” Dengan nafas tersengal-sengal Wiwd memintanya, … “Iya Man, lepas sekarang Man …” Segera Sam mendorong dengan hentakan-hentakan keras. “Wiwd … Sayang … Aaah” Begitu Sam menyemburkan ’sperma’nya ke dalam ‘vagina’ Wiwd, ujung kepala kemaluannya berdenyut-denyut. Akibatnya Wiwd kembali merasa kegelian yang nikmat. “Man aduh Man aduh …”
Wiwd terkulai lemah. “Peluk aku dong Yang …” Disusupkannya kepalanya di ketiak Sam. Tangannya mengusap-usap dadanya yang berkeringat. “Kamu puas Man …?” Tanya Wiwd kepada Sam. “Puas Sayang, puas sekali” Dalam keheningan malam mereka berdua terbaring saling berpelukan, sampai Sam merasa tenaganya pulih. Sekali lagi ia minta dilayani. Walaupun Wiwd sudah merasa cukup, dipenuhinya kemauan pejantan mudanya itu. Dengan kagum dirasakannya bagasama sekali lagi ia dipuaskan oleh birahi Sam. Akhirnya baru menjelang subuh Sam beranjak pergi untuk kembali ke kamarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s