Donita 1

Posted: November 29, 2011 in Uncategorized

ayo non! sok atuh, di isepin kontol sam. hak hak hak.”ujarnya sok sopan.
Gadis itu maju dengan tangan gemetaran, memegang “senjata pamungkas” para pria itu, yang mampu membuat semua wanita terbang jauh menembus langit ketujuh menuju surga kenikmatan duniawi. Walaupun sudah berkali-kali melihat dan merasakan berbagai macam bentuk penis, tapi dia tak habis pikir dengan bentuk penis supirnya itu.. Ini adalah penis terbesar yang pernah dilihat pikirnya, dan tanpa sadar Donita ikut terangsang juga membayangkan benda itu akan mengaduk-aduk vaginanya. Nafasnya sedikit tersengal dan lender kewanitaan keluar dengan lancer dari memeknya yang mungil itu.
“gimana non, kontol sam gede kan? dijamin deh, non bakalan puas! Sam gitu loh!! hak hak hak” ujarnya melihat Donita terpana dengan “batangnya” itu.
Tanpa pelu diperintah lagi, gadis itu memasukkan penis si supir kedalam mulutnya yang mungil, untuk memberikan pelayanan oral sex terbaik yang ia miliki.
“ohhhhhh…….enak banget non sepongannya!!! mantabbhh!!” racaunya menikmati sepongan Donita.
Benar-benar hebat sensasi yang dirasakan sam sampai membuat tubuh bawahnya bergoyang-goyang tak terkendali. Tak ingin cepat keluar, dianggkatnya tubuh sang nona majikan dan mendudukkannya di sofa panjang itu. Dengan cekatan dibukanya semua pakaian gadis itu hingga bugil, tanpa perlawanan sedikit pun dari Donita. Matanya yang keriput dan cekung, mendadak terbuka lebar melototi pemandangan indah di hadapannya. Hidungnya yang pesek kembang-kempis tak karuan. mulutnya yang berbibir tebal itu pun tak lupa turut mengeluarkan air liurnya, kontan saja Supri jr mengeras bagaikan sebatang besi yang keras melihat pemandangan yang ada dihadapannya tresebut. Donita ingin muntah dibuatnya, menyaksikan wajah mupeng nan ancur kepunyaan sang supir. Kedua insan yang berlainan kelas social dan jenis kelamin itu pun saling menatap tubuh pasangannya masing-masing. Sam yang terkagum-kagum melihat tubuh indah dan sexy milik Donita, berbanding terbalik dengan sang nona majikan yang memandang jijik kepada supirnya itu. Hanya satu bagian yang bisa menarik perhtian gadis itu, yaitu penis berukuran super milik sam yang membuat vagina-nya tambah basah saja. Tanpa babibu lagi direngkuhnya tubuh Donita yang sangat menggiurkan itu dan mencium bibirnya.
“mmmmmhhhhh……..” dilumatnya bibir Donita dengan penuh nafsu serta dijelajahi seluruh bagian mulutnya.
Sementara itu, Donita hanya bisa pasrah membiarkan bibirnya dilumat habis. Lidah sang supir dengan liar menari-nari di dalam mulutnya itu, saling beradu lidah dan bertukar liur dengan gadis itu. Sambil berciuman, tangan sam meremas-remas payudara montok miliknya. Puting kecil berwarna merah muda itu dipuntirnya dengan gemas. Tangan kanannya tanpa hambatan meluncur kebawah. menyentuh ulit paha doniyta, langsung menuju bagian vaginanya.
“aaaaaahhhhhhhhhh…….” Donita tersentak dengan perlakuan sam.
Sentuhan itu terasa bagaikan segelas air dipadang pasir yang melepaskan dahaga birahi Donita, yang sudah selama seminggu ini tidak merasakan sentuhan laki-laki. langsung saja sang supir menggosok-gosok vagina nona majikannya itu. Tangan yang satunya tidak pernah lupa untuk meremas kencang payudaranya secara bergantian kiri dan kanan. Remasan yang brutal itu, membuat payudara montok yang berkulit putih itu menjadi merah. Sementara itu bibir sang supir yang tebal itu, memberikan rangsangan tambahan di leher majikannya.
“ooooooooooohhhhhhhhhh……..oooooooohhhhhhhh……ooooooohhhhhhh” terpaksa Donita mengeluarkan erangan kenikmatannya karena dihajar dengan rangsangan bertubi-tubi dari supir mesum itu.
Merasa nona majikannya itu sudah sangat siap untuk disetubuhi, sam pun mengambil posisi untuk mengeksekusi nona majikannya.
“non, dah siap yah sam entot? hehehhehe….” ujarnya konyol meminta izin. Padahal walau jawabannya tidak, dia akan tetap melakukan niat cabulnya.
“eeeeeeemmmmmmmhhhhhhhh…….” hanya itu jawaban yang diberikan Donita.
Dengan sangat bernafsu dilebarkannya paha mulus gadis itu untuk mengangkang lebar, memberinya akses untuk menikmati surga duniawi tersebut. Kontan saja, saat melihat celah kemaluan sang nona majikan, wajah sam yang memang sudah buruk itu, semakin bertambah buruk saja tak karuan. Tak kuat menahan nafsu, digenggamnya penis hitam berukuran supernya untuk memasuki liang kewanitaan Donita. Sebelum memasukkan,digesekkannya batang itu terlebih dahulu. Donita yang sudah nafsu berat memprotes perlakuan supirnya.
“heh sam! cepetan lu entot memek gue! dah gatel banget nih tau!” bentaknya yang mengagetkan sam.
Rupanya sifat asli Donita keluar. Setiap kali dalam keadaan BT alias birahi tinggi, perangainya berubah menjadi seperti wanita jalang. Emosi mendengar kata-kata nona majikannya dan memang dia juga sudah sangat bernafsu, tanpa basa-basi lagi dengan posisi “man on top” si supir itu langsung melesakkan penisnya ke dalam liang vagina Donita yang sempit.
“ck,ck,ck. artis jaman sekarang cantik-cantik banyak yang lonte! heeeeeennnngggghhhh!!!!” sentakan yang begitu keras dilakukan sam, membuat tubuh Donita mengejang keras antara nikmat dan sakit.
“oooooookkkkkkkhhhhh……..sammmm……pelan!! eeennnggghhh” Donita sedikit memprotes perbuatan sang supir.
Untuk beberapa saat kedua insan yang sedang diamuk birahi itu berpelukan erat. Si supir mesum sengaja membiarkan Donita beradaptasi dengan penisnya, selagi dia juga menikmati pijatan-pijatan otot vagina Donita.
“ayo samm aaaahhhh……. entot guee!!!!……ngggghhhh…ahhhhh!!!…entot gue yang kenceng!!!….mana peju lo ahhhhh!!!! nih memek gue……ahhhhhh!!!!!” benar-benar edan cara si artis mengungkapkan kenikmatan yang diterimanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s