donita 2

Posted: November 29, 2011 in Uncategorized

Plok!plok!plok!plok!bunyi tepukan pantat Donita dengan pinggul sam bersuara nyaring, bagaikan sebuah melodi indah pembangkit nafsu bagi keduanya. Kontan saja ruang tamu itu dipenuhi oleh bunyi suara desahan,erangan dan suara tumbukan kelamin mereka.
“aaaaauuuuukkkhhhh…….!!!!!!!” Donita mengerang keras setiap kali sam menyentak masuk ke vaginanya.
Setiap kali si supir menekan masuk penisnya dalam-dalam, Donita merasakan vaginanya seperti tersobek dan tubuhnya terbelah dua. Kepalanya menggeleng keras ke kiri dan kanan, mulutnya terbuka lebar mengeluarkan suara tertahan. Sedangkan pinggulnya tidak bisa digerakkan sedikitpun karena pahanya dipeluk erat oleh sang supir.
Tampaknya dia tak peduli dengan kondisi tubuh majikannya dan terus berupaya keras, mendayung perahu birahi untuk mencapai puncak kenikmatannya itu.
“eeeeennnngggghhhhh……busyeeeeeetttt!!! seret bener memek lu nonn..huuuuuunnnggghhh!!!!”
“iyaaahhhhh…..ahhhhhh…..oouuhhhh!!!” benar-benar kewalahan Donita menghadapi kebrutalan sam.
Sambil menyentak, supir tua itu tidak lupa meremas payudara Donita dan menjilat leher gadis itu. Jilatannya perlahan merambat naik menuju bibir mungilnya, dan melahapnya dengan ganas.
huuuuuueeee!!! bau nafas si supir sungguh tidak sedap alias ngga enaaaaak (ala mie sedap ^_^). Entah makan apa pak tua itu tadi siang, tetapi lidah Donita tetap menikmati permainannya dengan liar, sampai ludah mereka menetes-netes disekitar bibir.
“enakkan non ngentot ama aq!!! trima nih kontol!!! mampus looohh!!!! heeenggkkkhhh!!!”
“oooohhhh…. ppaaakkhhh!!!! ahhhh!!!! iyaaaahhh….. iya…ahhhhh!!!!”
Tubuh Donita kelojotan, matanya berkunang-kunang. Digebuk-gebuknya pinggiran sofa untuk melepas derita birahinya. Setelah seminggu tidak melakukan aktivitas sexual, akhirnya Donita bisa merasakan lagi kenikmatan itu. Peluh bercucuran keluar dari tubuhnya, nafas pun memburu kencang. Banjir sekali dirasakan vaginanya. Tubuh indahnya berkedut-kedut kecil menikmati sisa orgasme. kenikmatan yang sama juga dirasakan sam, walaupun dia belum mencapai orgasme tapi penis besarnya serasa diremas kuat oleh otot-otot vagina Donita. Diapun mendiamkan tubuhnya sejenak, membiarkan gadis itu menikmati sisa-sisa orgasmenya. Benar-benar sempurna dirasakan samhatin. Dirinya yang cuma orang kecil dan hanya berprofesi sebagai seorang supir, bisa menikmati tubuh ranum seorang artis cantik seperti Donita. Dalam mimpi pun dia tidak pernah membayangkan hal seperti ini. Dia benar-benar mensyukuri sifat pelupa yang dimiliki Donita bisa berujung pada kenyataan bahwa dirinya dapat menikmati tubuh indah sang artis. Donita pun tidak penah membayangkan bahwa hasrat birahi liarnya, dapat terpuaskan oleh lelaki macam sam yang jelas-jelas kelas sosialnya lebih rendah dari dirinya. Tak pernah terlinyas sedikit pun dalam pikirannya bahwa orang rendahan seperti sam, bisa lebih hebat dalam urusan sex daripada laki-laki tampan, ber-uang dan terlihat dari luarnya sebagai “laki-laki gagah padahal loyo” dalam urusan memuaskan wanita.
“oooooohhhhhh…… oooooohhhhh!!” tiba-tiba Donita tersentak.
Supir tuanya itu mulai kembali mengayunkan pinggangnya. Kali ini dia ingin segera menggapai puncak kenikmatannya. Tanpa menghiraukan kondisi tubuh nona majikannya yang lemas pasca orgasme, ia mengayunkan keluar-masuk penisnya dengan brutal seperti ronde pertama tadi. Donita hanya bisa mengerang dn mendesah memohon ampun diperlakukan secara maniak dan sangat bernafsu oleh supirnya itu.
Plak! ”artis perek….!!!” plak!! “artis lonte…..!!!!” plak!!
Benar-benar brutal sam ini. Dia betul-betul menikmati bisa mempecundangi artis cantik seperti Donita. Tampak pantat Donita yang kemerahan, akibat ditampar sembari digenjot brutal olehnya.
“eeeeeeeemmmmmhhhh…..gue jeol memek lu!!!! hhnnnggghhh!!!! makan nih kontol!!! hnnnggghhh!!!”
Puas dengan posisi missionary, dia membalik tubuh Donita menjadi telungkup, yng dimana Donita harus bertumpu pada sikunya dan kakinya yang berlutut dilantai dengan tubuh bagian atas masih diatas sofa.
Payudara montoknya yang tergencet, serta pantat bulatnya yang kemerahan ditambah bibir memek yang merekah memar kemerahan karena teru-menerus digenjot brutal. Menambah sempuerna pesona keindahan dara cantik itu. Serta-merta sam menggenggam penisnya yang masih perkasa dan melesakkannya ke sasaran tembak yang tak lain adalah vagina Donita.
“kontoolll…., shhhhh….shiiiiiitttt!!!!” kepalanya bertengadah mengerang.
Menandakan penis si supir yang berhasil menyeruak masuk. Tentu saja dengan berlimpahnya cairan vagina ditambah dengan cairan orgasme yang masih menetes, memudahkan proses pencoblosan.
“aaaahhhhhh…… pelanan tua!!!!! akkkhhhh…!!!! shiiiiitt!!”
“enakkan non? lu suka kan dientot? nih kontool!!!…nih!!!! gue entot lu!!!!
Begitulah mereka saling memaki, betapa “sakit” cara mereka menikmati persetubuhan itu. Tapi itulah kenyataan. Saat ini mereka tidak memperdulikan apa pun lagi, yang ada di kepala mereka hanya satu,….. secepatnya meraih orgasme!!!!
“shiiittt!!!! ohhhh!!!! entot gueee…!!!! ahhhhh!!!! entot gueeee…., ahhhhhh….!!! deeper old bastard!!! fuuuuckkk meee!!!! Fuuuuccckkkk!!!”
“heeeeeennnngggghhhh……heeeeeeennnnngggghhhh…..gila memek lu nonnn!!! gilaaaaaaaa!!!!!” sisupir meracau tak karuan, sembari meremas kencang payudara Donita dan menjambak rambutnya.
“Sammmm…….!!!! Pelenannnnn2……!!!!! ancuurrr memek gue tauuuuu!!!!! awwwwhhhh!!! kontoooolll…!!! iyyyyyyyyyyaaaaaahhhhhh!!!” sempat-sempatnya Donita memaki sebelum mencapai orgasme keduanya.
“aaaarrrrrgggghhhhh….!!!! gilaaaaa….!!!! enak banet memek lu pereeeekkk!!!! terima ni peju….!!!! heeeennnggggkkkkhhh!!!!!” erang si supir sambil menyodok penisnya sedalam mungkin.
croooottttt!!!!! croot crooot croooooootttt!!!!!
Benar-benar edan, kontol besar sam memuncratkan peluru mani, layaknya selang pemadam kebakaran saja. Begitu deras dan kencang ditambah air maninya yang banyak dan kental, membuat sebagian keluar paksa dari celah-celah memek Donita yang tidak dapat menampung semua sperma si supir. Benar-benar liar cara mereka melepaskan nafsu, sampai-sampai tubuh mereka basah kuyup oleh keringat dan luluh lantak kehilangan seluruh tenaga. Sejenak mereka melupakan status yang dimiliki untuk meresapi kenikmatan duniawi. Berpelukan erat dengan peluh yang membanjir keluar disertai perasaan yang bercampur aduk diantara keduanya, nafsu dan benci menjadi satu. Sehingga menghasilkan sebuah syimponi gairah yang menggebu-gebu dan sangat dahsyat. Mereka berdua telah banyak kehilangan stamina , sehinnga tanpa sadar keduanya terbang menuju ke alam mimpi yang indah disertai dengan kepuasan yang tiada tara. Donita tetaplah Donita, walaupun di depan public dia dikenal sebagai cewek yang imut, alim dan innocent, tapi ada saat dirinya meluapkan nafsu birahi tersembunyi yang besar dan menggebu-gebu. layaknya wanita jalang yang haus akan sentuhan pria-pria perkasa dan menghamba kenikmatan duniawi pada mereka. Meskipun demikian karirnya tetap terus menanjak, serta semakin membuat para pria memimpikan dirinya dalam “mimpi” khusus mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s