lena syg 2

Posted: November 29, 2011 in art
Tags:

Tampa menyia-nyiakan waktu yang ada, Sam, dengan tetap mengunci kedua tangan Lena, tangan kanannya mulai membuka kancing dan retsliting celananya, setelah itu dia melepaskan celana yang dikenakannya sekalian dengan CD-nya. Pada saat CD-nya terlepas, maka senjata Sam yang telah tegang sejak tadi itu seakan-akan terlonjak bebas mengangguk-angguk dengan perkasa. Sam agak merenggangkan badannya, maka terlihat oleh Lena benda yang sedang mengangguk-angguk itu, badan Lena tiba-tiba menjadi tegang dan mukanya menjadi pucat, kedua matanya terbelalak melihat benda yang terletak diantara kedua paha lelaki India itu. Benda tersebut hitam besar kelihatan gemuk dengan urat yang melingkar, sangat panjang, sampai di atas pusar lelaki tersebut, dengan besarnya kurang lebih 6 cm dan kepalanya berbentuk bulat lonjong seperti pohon jamur. Tak terasa dari mulut Lena terdengar jeritan tertahan, “Iiihh”, disertai badannya yang merinding. Lena belum pernah melihat alat vital lelaki sebesar itu. Lena merasa ngeri. “Bisa jebol milikku dimasuki benda itu”, gumannya dalam hati. Namun Lena tak dapat menyembunyikan kekagumannya. Seolah-olah ada pesona tersendiri hingga pandangan matanya seakan-akan terhipnotis, terus tertuju ke benda itu. Sam menatap muka Lena yang sedang terpesona dengan mata terbelalak dan mulut setengah terbuka itu, “Kau Cantik sekali Lena..”, gumam Sam mengagumi kecantikan Lena.

Kemudian dengan lembut Sam menarik tubuh Lena yang lembut itu, sampai terduduk di pinggir meja dan sekarang Sam berdiri menghadap langsung ke arah Lena dan karena yakin bahwa Lena telah dapat ditaklukkannya, tangan kirinya yang memegang kedua tangan Lena, dilepaskannya dan langsung kedua tangannya memegang kedua kaki Lena, bahkan dengan gemas ia mementangkan kedua belah paha Lena lebar-lebar. Matanya benar-benar nanar memandang daerah di sekitar selangkangan Lena yang telah terbuka itu. Nafas laki-laki itu terdengar mendengus-dengus memburu. Biarpun kedua tangannya telah bebas, tapi Lena tidak bisa berbuat apa-apa karena di samping badan Sam yang besar, Lena sendiri merasakan badannya amat lemas serta panas dan perasaannya sendiri mulai diliputi oleh suatu sensasi yang mengila, apalagi melihat tubuh Sam yang besar berbulu dengan kemaluannya yang hitam, besar yang pada ujung kepalanya membulat mengkilat dengan pangkalnya yang ditumbuhi rambut yang hitam lebat terletak diantara kedua paha yang hitam gempal itu.

Sambil memegang kedua paha Lena dan merentangkannya lebar-lebar, Sam membenamkan kepalanya di antara kedua paha Lena. Mulut dan lidahnya menjilat-jilat penuh nafsu di sekitar kemaluan Lena yang yang masih rapat, tertutup rambut halus itu. Lena hanya bisa memejamkan mata, “Ooohh.., nikmatnya.., oohh!”, Lena menguman dalam hati, mulai bisa menikmatinya, sampai-sampai tubuhnya bergerak menggelinjang-gelinjang kegelian. “Ooohh.., hhmm!”, terdengar rintihan halus, memelas keluar dari mulutnya. “saamm.., aku tak tahan lagi..!”, Lena memelas sambil menggigit bibir.

Sungguh Lena tidak bisa menahan lagi, dia telah diliputi nafsu birahi, perasaannya yang halus, terasa tersiksa antara rasa malu karena telah ditaklukan oleh orang India yang kasar itu dengan gampang dan perasaan nikmat yang melanda di sekujur tubuhnya akibat serangan-serangan mematikan yang dilancarkan Sam yang telah bepengalaman itu. Namun rupanya lelaki India itu tidak peduli, bahkan amat senang melihat Lena sudah mulai merespon atas cumbuannya itu. Tangannya yang melingkari kedua pantat Lena, kini dijulurkan ke atas, menjalar melalui perut ke arah dada dan mengelus-elus serta meremas-remas kedua payudara Lena dengan sangat bernafsu.

Menghadapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Sam ini, Lena benar-benar sangat kewalahan dan kemaluannya telah sangat basah kuyup. “saamm.., aakkhh.., aakkhh!”, Lena mengerang halus, kedua pahanya yang jenjang mulus menjepit kepala Sam untuk melampiaskan derita birahi yang menyerangnya, dijambaknya rambut Sam keras-keras. Kini Lena tak peduli lagi akan bayangan pacarnya dan kenyataan bahwa lelaki India itu sebenarnya sedang memperkosanya, perasaan dan pikirannya telah diliputi olen nafsu birahi yang menuntut untuk dituntaskan. Wanita ayu yang lemah lembut ini benar-benar telah ditaklukan oleh permainan laki-laki India yang dapat membangkitkan gairahnya.

Tiba-tiba Sam melepaskan diri, kemudian bangkit berdiri di depan Lena yang masih terduduk di tepi meja, ditariknya Lena dari atas meja dan kemudian Sam gantian bersandar pada tepi meja dan kedua tangannya menekan bahu Lena ke bawah, sehingga sekarang posisi Lena berjongkok di antara kedua kaki berbulu Sam dan kepalanya tepat sejajar dengan bagian bawah perutnya. Lena sudah tahu apa yang diinginkan Sam, namun tanpa sempat berpikir lagi, tangan Sam telah meraih belakang kepala Lena dan dibawa mendekati kejantanan Sam, yang sungguh luar biasa itu.

Tanpa mendapat perlawanan yang berarti dari Lena, kepala penis Sam telah terjepit di antara kedua bibir mungil Lena, yang dengan terpaksa dicobanya membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu Lena mulai mengulum alat vital Sam ke dalam mulutnya, hingga membuat lelaki India itu melek merem keenakan. Benda itu hanya masuk bagian kepala dan sedikit batangnya saja ke dalam mulut Lena yang kecil, itupun sudah terasa penuh benar. Lena hampir sesak nafas dibuatnya. Kelihatan Lena bekerja keras, menghisap, mengulum serta mempermainkan batang itu keluar masuk ke dalam mulutnya. Terasa benar kepala itu bergetar hebat setiap kali lidah Lena menyapu kepalanya.

Beberapa saat kemudian Sam melepaskan diri, ia mengangkat badan Lena yang terasa sangat ringan itu dan membaringkan di atas meja dengan pantat Lena terletak di tepi meja, kaki kiri Lena diangkatnya agak melebar ke samping, di pinggir pinggang lelaki tersebut. Kemudian Sam mulai berusaha memasuki tubuh Lena. Tangan kanan Sam menggenggam batang penisnya yang besar itu dan kepala penisnya yang membulat itu digesek-gesekkannya pada clitoris dan bibir kemaluan Lena, hingga Lena merintih-rintih kenikmatan dan badannya tersentak-sentak. Sam terus berusaha menekan senjatanya ke dalam kemaluan Lena yang memang sudah sangat basah itu, akan tetapi sangat sempit untuk ukuran penis Sam yang besar itu.

Pelahan-lahan kepala penis Sam itu menerobos masuk membelah bibir kemaluan Lena. Ketika kepala penis lelaki India itu menempel pada bibir kemaluannya, Lena merasa kaget ketika menyadari saluran vaginanya ternyata panas dan basah. Ia berusaha memahami kondisi itu, namun semua pikirannya segera lenyap, ketika lelaki itu memainkan kepala penisnya pada bibir kemaluannya yang menimbulkan suatu perasaan geli yang segera menjalar ke seluruh tubuhnya. Dalam keadaan Lena yang sedang gamang dan gelisah itu, dengan kasar Sam tiba-tiba menekan pantatnya kuat-kuat ke depan sehingga pinggulnya menempel ketat pada pinggul Lena, rambut lebat pada pangkal penis lelaki tersebut mengesek pada kedua paha bagian atas dan bibir kemaluan Lena yang makin membuatnya kegelian, sedangkan seluruh batang penisnya amblas ke dalam liang vagina Lena. Dengan tak kuasa menahan diri, dari mulut Lena terdengar jeritan halus tertahan, “Aduuh!, oohh.., aahh”, disertai badannya yang tertekuk ke atas dan kedua tangan Lena mencengkeram dengan kuat pinggang Sam. Perasaan sensasi luar biasa bercampur sedikit pedih menguasai diri Lena, hingga badannya mengejang beberapa detik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s