lena new 1

Posted: December 3, 2011 in Uncategorized

Setelah kedua perempuan itu berlalu Ia bergegas mengunci pintu depan agar kejadian barusan tidak terulang lagi. Lena menatap Sam kesal kedua tangan wanita itu berkacak di pinggang. Lena adalah wanita berperangai halus sungguh mengherankan jika emosinya begitu gampang meledak. Ada perasaan yang aneh muncul dengan sendirinya, Ia tidak suka melihat kedua perempuan tadi menyapa Sam, mungkinkah ia dibakar api cemburu… tidak mungkin…mungkin ia hanya prihatin terhadap perjalanan nasib anak itu, begitu banyak pertanyaan yang timbul dalam benaknya namun Lena masih tak menemukan jawaban. Tanpa Lena sadari rasa simpatinya terhadap Sam selama ini berubah menjadi kasih sayang. Secara visual Sam tidak memiliki daya tarik samsik bagi kaum perempuan, wajah tidak bisa dikatakan tampan, tubuh kurus kering, kulit hitam, pakaian selalu lusuh namun di balik itu bola mata yang yang bening masih begitu polos penuh kejujuran. Ia mau mengakui semua perbuatannya. Sedangkan Sam meski ia masih di bawah umur ia begitu menunjukan perhatian serta kejujuran nya pada Lena. Bahkan terkadang ia seolah ingin melindunginya. Caranya yang polos saat ia menunjukan kasih sayangnya pada Lena. Hal-hal seperti itu tak Lena temukan pada sosok Donie tunangannya. Kembali pada keadaan di kamar cottage, wajah Lena cemberut menunggu jawaban penjelasan Sam.
“Sam ngga pernah mengundang mereka bu, mungkin tamu lain yang salah masuk kamar soalnya Sam lihat keduanya lagi teler” ujar anak itu.
“Betul kamu ngga pernah boking cewek selama kamu di sini?”
Sam mengangguk
“Sam sudah janji sama kak Sandra, kak Dian dan kak Nadin, Sam ngga bakalan ‘jajan’, Sam ngga mau tertular penyakit” ujarnya polos
Lena lega ia yakin Sam tidak berbohong padanya.
“Ya sudah Sam, baiknya kita pulang sekarang..” ujar Lena.
Ia harus bergegas membawa Sam pulang agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat mereka hanya berdua dan berada jauh dari orang lain. Siapa tahu ada orang jahat mengincar mereka.

“kakak ngga usah takut . Di sini aman kok yang tadi itu cuma kebetulan dan mereka bukan orang jahat”
“Tapi kita ngapain lama-lama di sini Sam? Ayo dong ikut kakak”
“satu minggu Sam menunggu dan berharap kakak akan datang menemui Sam, ternyata harapan itu sudah menjadi kenyataan, kini Sam tak mau berpisah lagi dari kakak….Sam sayang…..cinta sama kakak dan Sam belum mau pulang sebelum……”
“Sebelum aapa Sam?…”
Sebelum Sam .. intimi kakak sama seperti Sam mengintimi kak Sandra dulu di ranjang ini ”ujarnya sambil menatap mata Lena dalam-dalam.
Sam mengungkapkan seluruh isi hatinya. Ia tak kuatir Lena akan menamparnya lagi seperti tempo hari.
Deg… Anak ini…rupanya masih tak mau menyerah untuk mendapatkanku pikir Lena. Lena kaget mendengar pengakuan Sam yang blak-blakan. Bahkan di saat-saat seperti ini anak itu masih sempat-sempatnya merayu. Tak cukupkah kehadiran Sandra dan wanita lain bagi anak itu?. bahkan Ia masih menginginkan dirinya. Ada perasaan aneh menjalarinya ketika teringat persetubuhan Sam dan Sandra tempo hari. Dan kembali celana dalamnya membasah.
“Ng..ga bolehh Sam, ikakak masih.. suci. Lagian kakak sudah resmi bertunangan. Kakak sudah berjanji padanya untuk memberikan milik kakak kepadanya, itupun setelah kami resmi menikah, kamu mau mengerti posisi kakak kan?” ujar Lena setengah berbisik.
Ia berusaha menghindar meski ada bagian dari dirinya yang memberontak pada keimanan dan akal sehatnya. Kegelisahannya tentu saja terbaca oleh insting Sam.
“Kalau begitu boleh kan Sam minta yang lainnya kak?”
“y..yangg lainnn A..paa?”
“Semuanya kecuali ‘satu itu’ boleh kan kak?”
Belum sempat Lena menjawab, Anak itu menekan tombol lampu kap di sampingnya sehingga menerangi kamar itu. Dan saat itu Sam membuang selimut yang menutupi tubuhnya ke lantai.
“Ohhh!!!” Lena terkejut melihat kondisi Sam yang ternyata sudah tak dilekati sehelai benangpun.
Semua lekuk tubuh telanjangnya jelas terlihat tersorot oleh sinar lampu. Ternyata Sam sudah bugil sejak pertama ia datang tadi. Hanya saja ia menutupinya dengan selimut ditambah dengan kondisi kamar yang begitu gelap membuat Lena tak menyadarinya.
Lena segera memalingkan wajahnyanya, tiba-tiba ia merasa jengah melihat tubuh Sam yang telanjang. Meski Sam masih tergolong ABG namun apa-apa yang dimilikinya sudah tumbuh sempurna. Sekejap Lena masih sempat melihat kejantanan anak itu yang besar dan hitam.

Secara samsik ia terlihat tak berbeda dengan anak lain seusianya, namun tidak demikian pada bagian vitalnya. Benda itu membesar dua kali lipat ukuran normal. Bertahun-tahun dalam pengaruh lingkungan yang buruk telah membuat ia terpaksa menjadi lelaki dewasa secara instant. Pada tubuh kecilnya itu tersimpan energi untuk menaklukan para wanita di atas ranjang. Tak terhitung berapa pelacur ia tiduri sejak umur 7 tahun hingga saat ini, bahkan saat ini ia tidur dan tinggal satu atap dengan tiga orang wanita yang cantik bak bidadari Sandra, Dian dan Nadine. Semua wanita yang pernah bercinta dengannya berhasil di buatnya tergila-gila akan kejantanannya. Belum hilang rasa terkejutnya tahu-tahu anak itu sudah begitu dekat di hadapannya.
“Kakak cantik sekali..” ucap anak itu singkat.
“sam kamuu…ngga bolehhh…” hanya itu yang terucap
Sam mengamati wajah cantik di hadapannya. Lena hanya diam saat Sam menyentuh pipinya dengan jari-jemarinya. Namun ketika jemari itu bergerak menyentuh telinganya tubuhnya menggigil.
“Ahh Sam…” Lena mendesah pelan ada perasaan yang aneh merayapi dirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s