lyra ohhh 4

Posted: December 3, 2011 in Uncategorized

Kedua tangan Sam memeluk pinggang ramping Lyra kuat-kuat. Bersamaan dengan penisnya berkejat-kejat keras lalu memuntahkan seluruh sisa spermanya kedalam rahim Lyra. Cairan itu melesat bagai peluru dari lubang pipisnya dalam volume yang sangat banyak. sehingga vagina Lyra bagai tak mampu menampungnya semua. Sebagian besar keluar tumpah dan mengotori seprey di kasur. Bahkan setelah menyemburkan banyak mani namun titit Sam masih terus menghentak-hentak kuat seakan–akan cairan kental itu tiada habis-habisnya apalagi vagina Lyra-pun seakan tak pernah mengendurkan hisapannya pada batang titit Sam. Semua itu telah menambah panjang sesi orgasme yang mereka alami.
“Uhhh…sayanggg…benihmu banyak sekaliii”desah Lyra kala kenikmatan itu mereda. Ia sempat heran mendapati begitu banyaknya jumlah cairan yang dihasilkan oleh biji pelir anak itu.

************************
Malam semakin larut dan jam telah menunjukkan pukul dua dini hari. Sprey kasur Sam telah kusut tak menentu oleh persetubuhan panas yang tiada henti itu.
“Sudah dulu ya sayang, kakak takut nanti luka di kepalamu berdarah lagi karena terlalu banyak bergerak. Besok-besok kita terusin ya?” bujuk Lyra meski Ia tahu banyak dari Niken jika Sam tak akan berhenti menyetubuhi wanitanya sebelum keduanya berkali-kali mengalami orgasme bahkan hal tersebut dapat berlangsung sampai menjelang pagi tiba. Kalau saja mereka tak sedang di rumah sakit ingin rasanya Lyra membiarkan titit besar anak itu mengeram di dalam vaginanya hingga pagi hari.
“Ngga mau…Sam mau entot kakak sampai pagi .”
“Sayang kamu harus ingat kita sedang di rumah sakit. Nanti ada yang melihat atau mendengar jeritan kita. Kita kan bisa melakukan sepuasnya di rumah kakak saat kamu pulang dari sini”
“Satu kali lagi saja kak…boleh ya?” rengek Sam.
“Hmm…baiklah tapi hanya satu kali lagi saja” ujar Lyra tak dapat lagi menolak meski hatinya was-was takut mendadak ada suster yang memergoki mereka dalam keadaan demikian.
Kali ini orgasme Lyra datang lebih cepat dari yang pertama tadi. Seluruh syaraf-syaraf kewanitaannya menjadi sangat sensitive terhadap setiap sentuhan Sam. Baru di genjot Sam dua menit ia mengalami orgasme, lalu yang ketiga dan seterusnyapun susul menyusul tanpa henti. Lyra tahu ia telah mengalami multiorgasme. Hal yang didambakan setiap wanita yang pernah merasakan hubungan intim. Ia merasa sungguh takjub pada kejantanan Sam. Padahal anak itu sudah berkali-kali pula berejakulasi namun tititnya tak pernah menjadi ciut. Hal itu semakin membuat Lyra tergila-gila pada bocah itu.

“Anak bandel katanya cuma sekali saja…dasar!” ujar Lyra di sela-sela napasnya yang belum teratur. Setelah orgasmenya mereda jemarinya mendorong perut Sam menjauh dari tubuhnya. Sam dengan berat hati mencabut lepas tititnya pelan-pelan dari kuluman vagina Lyra. Sperma berhamburan keluar dari vagina Lyra mengalir membasahi seprey.
“Sudah sayang. Besok lagi ya” bisik Lyra berusaha menahan hasratnya sendiri yang masih terus mengukunginya karena Sam masih saja mencucup puting kirinya di saat gadis itu berusaha mengancingkan bajunya.
“Plokk!” pagutan Sam akhirnya terlepas dari putting merah itu sehingga Lyra dapat mengancingkan seluruh gaunnya.
Setelah membenahi pakaiannya Lyra lalu pindah ke sofa. Namun mata mereka masih selalu beradu pandangan dari jauh dan tak kunjung merasa ngantuk. Tiba-tiba perlahan Sam bangkit dan turun dari ranjang dan berjalan menuju ke sofa dimana Lyra terbaring. Lyra tersenyum geli. Ia merasa dirinyapun tak berbeda dengan anak itu yang tak ingin detik-detik malam ini berlalu sia-sia tanpa persetubuhan. Di atas Sofa itu ia kembali merasakan daging cinta Sam memadati vaginanya dan memperoleh beberapa kali orgasme yang kuat sementara Sam satu kali lagi sebelum akhirnya anak itu betul-betul tak menjamahnya lagi dan kembali ke atas ranjangnya sendiri malam itu. Lyra tertidur lelap dengan senyum tersungging di bibirnya. Rasanya kenyataan yang ia alami barusan jauh lebih indah dari segala impiannya pernah ada selama ini.

*************************
Beberapa hari kemudian Sam sudah diijinkan pulang oleh pihak rumah sakit. Dengan merengek Lyra memaksa Sam untuk tidak pulang ke rumah Sriti namun tinggal di rumahnya. Ibu Lyra tentu saja tak keberatan Lyra merawat anak itu di rumahnya. Wanita tua itu mengetahui jika Sam terluka karena menolong Lyra pada peristiwa penculikan yang menimpa Lyra kecuali bagian kejadian saat Lyra dicabuli oleh Sam. Apalagi Sam merupakan anak asuh Niken teman Lyra sejak dulu. Sam diperbolehkan menempati kamar tamu depan.
“Meski kamu sudah tak dirawat di rumah sakit namun dokter mengatakan kamu harus tetap beristirahat selama beberapa minggu hingga kamu benar-benar pulih Sam” ujar Niken yang saat itu datang menyelesaikan administrasi perawatan Sam dengan pihak rumah sakit. Niken senang dengan situasi yang berakhir membaik terutama menyangkut hubungan Lyra dan Sam.
“Kakak juga minta maaf tak dapat terus merawat kamu Sam karena kakak di minta Kak Nadine-mu ikut tinggal bersama mereka di kota S buat merawat bayimu” ujar Sriti ikut lega. Iapun dipekerjakan oleh Didiet di dalam perusahaannya.
“Iya kak, sampaikan salam sayang Sam buat kak Nadine dan juga buat kakak-kakak yang lain, Sam kangen sama mereka”
“Kamu pasti cepat sembuh Sam sebab ada seorang dokter cantik yang merawatmu di sini” Niken mengerling ke arah Lyra membuat gadis itu jadi tersipu malu. Jelas Lyra tak dapat menyembunyikan keintimannya bersama Sam dari Niken.
Sepulang Sam dari rumah sakit percintaan panas tersebut berlanjut di rumah Lyra. Lyra menginginkan Sam untuk menghabiskan setiap malam di tempat tidur dan bercinta dengannya sesering mungkin yang ia ingin.

Kedua insan berlainan jenis itu benar-benar sedang di amuk asmara dan birahi. Terkadang mereka melakukannya di kamar Lyra lain waktu di kamar Sam. Bahkan saat Lidya ada di rumah di siang haripun mereka mencuri-curi kesempatan untuk bersama. Celana dalam Lyra-pun tak pernah sempat terpasang semenjak Sam tinggal di rumahnya. Lyra sadar ia bisa mengundang rasa ingin tahu ibunya dan Lidya yang tidur di kamar sebelah. Oleh sebab itu Ia selalu berusaha menahan jeritannya dengan menggigit bahu anak itu ketika orgasme datang melandanya. Lumayan menyakitkan bagi Sam tapi ia sungguh bangga berhasil membuat kekasihnya itu memperoleh orgasme demi orgasme yang begitu kuat. Kini si cantik Lyra benar-benar telah takluk oleh keperkasaan Sam. Otaknya yang cerdas dan hatinya yang dingin itu telah luluh lantak oleh kejantanan anak itu. Ia tak mampu menahan terjangan hasrat dan gairah yang meletup-letup yang ditebarkan Sam padanya. Tak ada kata bahkan teori kedokteran yang tepat buat mengungkapkan keindahan badani itu. Apa dan bagaimana indahnya rasa orgasme itu. Hanya dengan melakukannya, hanya dengan membiarkan Sam menyentuhnya, dan hanya setiap sentuhan anak itu yang dapat menjabarkannya secara nyata. Sam telah mampu menuntaskan rasa rindunya sebagai wanita yang telah lama mendambakan datangnya curahan kasih sayang dan belaian dari lawan jenisnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s