Sandra dewi 2

Posted: December 3, 2011 in Uncategorized

Sam segera memagut bibir kekasihnya dengan lembut. Sandrapun menyambutnya dengan penuh hasrat dan kerinduan. Menjadikan ciuman mereka begitu ketat. Sementara itu hujan telah turun dengan lebatnya. Udara lembab dan sejuk mengalahkan kenyamanan dari AC modern manapun merasuk masuk ke dalam kamar menyapu hawa panas yang sedang membara berasal dari tubuh dua insan berlainan jenis dan status sosial yang sedang bergumul di atas ranjang. Bila dulu Sam lah yang kerap merengek-rengek bila kebelet ingin bersetubuh. kini malah Sandra yang dibuat merengek-rengek manja. Sam yang sekarang benar-benar bisa mengendalikan hasratnya. Tapi Sandra tahu anak itu siap meledakan gairahnya pada saat percintaan yang akan terjadi sebentar lagi. Bahkan jauh lebih dasyat dari sebelum-sebelumnya. Sam berlaku sabar dalam melakukan cumbuan awal untuk memulai sebuah persetubuhan. Bibir mereka saling menghisap satu sama lain. Saling kecup. Bergantian memasukan lidah dan saling bertukar cairan mulut. Ciuman Sam menjalar ke leher jenjang Sandra. Ia kecupi setiap jengkal kulit putih bak pualam itu. Sandra memejamkan matanya meresapi setiap kecupan Sam yang jauh berkelana hingga ke dadanya yang membusung. Tubuh Sandra maupun dirinya masih tertutup oleh pakaian lengkap. Begitu juga dengan Sam. Tak sukar bagi Sam melakukan kemesrahan. Jemarinya yang terlatih dengan cepat berhasil membuka satu demi satu kancing-kancing gaun Sandra. Sandra sengaja memakai bra berkait depan. Dan ketika Sam membuat satu gerakan lagi maka dada Sandra yang membusung indah itupun terbebas.
Sam menjatuhkan kecupannya pada puncak bukit putih yang berwarna merah muda itu. Menangkapnya dalam mulutnya. Menguncinya dengan bibirnya. Lalu menghisapnya dengan kuat.
“Arggg…sayanggggg” rintih Sandra dalam kenikmatan. Lidah Sam mampu berputar liar menyapu setiap sisi puting susunya di dalam kevakuman rongga mulutnya. Rasa nikmat itu membaur dalam rasa deg-degan. Tak ada yang menandingi anak ini dalam urusan yang satu ini. Sandra benar-benar dibuatnya semakin melambung.. Sam juga memberikan porsi yang sama pada puting susu satunya. Bila sudah demikian ia akan melakukannya paling tidak satu dua menitan. Meski ke dua puting Sandra sudah berdiri penuh ia akan tetap akan menempel di situ persis seperti seorang bayi yang sedang menyusu. Itu pula yang sangat di sukai setiap wanitanya. Sam mampu membuat seks pada puting susu menjadi begitu mengasyikan.
“Ohh..Sam geliiii” pekik Sandra.
Geli itu di barengi tumpahnya cairan-cairan cinta yang membasahi rongga-rongga liang senggamanya. Sandra mulai kewalahan buat mengalihkan gairah yang berubi-tubi di susupkan Sam ke tubuhnya. Gairahnya terpompa naik dengan cepat oleh setiap sentuhan Sam. Ia tahu Sam tak akan melewati setiap tahaban foreplay yang ada. Dan ia tak akan mendapat penuntasan dalam waktu dekat. Jemari Sandra menggapai-gapai berusaha meraih sesuatu pada selangkangan anak itu. Ia berusaha menyusupkan jemarinya ke dalam celana Sam yang ketat. Namun nampaknya begitu sulit baginya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
“Sam…buka semuanyaaa” rengek Sandra.
Sam bangkit. Ia melepas semua pakaian yang masih melekat di tubuhnya satu persatu. Sandra-pun tak tinggal diam. Ia-pun melakukan hal yang sama. Lalu Sam berdiri pada ke dua lututnya. Membuat wajah Sandra persis berada di selangkangannya. Hal itu untuk memudahkan kekasihnya itu melakukan apa saja yang ia mau pada kemaluannya. Sandra menatap benda panjang hitam sedang teranguk-anguk garang di hadapannya itu. Benda itu sudah berdiri penuh dan pada ujungnya bertumpahan cairan lengket. Benda ini yang dulu telah merenggangkan selaput daranya hingga berdarah. Menodai kesuciannya yang telah susah payah ia jaga selama dua puluh lima tahun. Tak hanya itu benda itu juga pernah memberikan rasa sakit dan nikmat secara bersamaan pada vaginanya untuk pertama kalinya. Tapi benda itupun kini tak lagi sama ukurannya dengan dulu. Selama dua tahun ini besar dan panjangnya tumbuh semakin meraksasa hingga ke ukuran puncaknya.
Sandra menggenggam pangkal kemaluan Sam dan mulai mengocok pelan. Membuat kulit kulup yang menutupi glans penis Sam terbuka dan menutup. Wajahnya bergerak mendekat hingga hanya berjarak beberapa senti meter saja lagi. Dan…Leppp Sandra memasukan ujung organ tersebut ke dalam mulutnya. Lalu dengan telaten mengulum dan menjilatinya. Mengambil alih untuk sementara tugas vaginanya memberi kenikmatan pada penis Sam.
“Ooohh… Kakk… ooohh…”, desahan Sam terdengar lirih setiap kali batang penisnya memasuki mulut kekasihnya. Penisnya terus dibetot oleh mulut Sandra dengan hisapan liar yang dasyat.
Deburan ombak terdengar seakan menggambarkan letupan gelombang gairah kedua insan tersebut. Semilir udara dingin ditambah hembusan AC tak mampu menahan butir-butir peluh yang mulai membintik di sekujur tubuh ke duanya. Sandra menyadari sepenuhnya. Sam memang bukan lagi Sam yang Sandra kenal dua tahun yang lalu. Tubuh anak itu semakin tinggi meski masih berselisih jauh dengannya. Dadanya membidang basah oleh peluh mengucur hingga bungkahan otot-otot di perutnya. Memang sejak mengenal Donnie, Sam jadi rajin berolah raga menjadikan tubuhnya berkembang baik. Sam meletakkan sebuah bantal di tengah tempat tidur. Ia meminta Sandra berbaring tengkurap dengan posisi bantal tersebut tepat di bawah pinggul Sandra. Dengan demikian Ia mendapatkan ruang yang paling terbuka untuk mengoral Sandra. Vagina Sandra memang terekspos sempurna. Bibirnya yang telah basah itu membuka, Sam menyelinap di antara kedua paha Sandra dan menempatkan kepalanya tepat di depan vagina wanita cantik itu. Ia mulai dengan mengecup ke dua pipi bukit cantik itu. Lalu menjilat apapun yang ada dihadapannya bagai seseorang anak kecil melahap sebuah es krim yang lezat. Gelombang kenikmatan dengan cepat merasuki Sandra. Ia sudah pasti akan orgasme dalam waktu dekat. Tiba-tiba saja ia menjauhkan pinggulnya dari wajah Sam sebelum hal itu terjadi.
“Kenapa kakak sayang?”
“Sami udahhhh! kakakkk pinginn kamu gituin sekarang” ujar Sandra terengah-engah. Ia tak ingin orgasme dulu sebelum titit Sam masuk ke tubuhnya.
Sandra mengubah posisi tubuhnya menjadi terletang.
“Lho? Kakak seharusnya tetap tengkurap”
“Ngga mau…kakak ingin kamu nindih kakak dari depan seperti waktu pertama kali kamu ngambil perawan kakak dulu”
“Tapi kak, bukankah sekarang ini adalah saat yang tepat buat melakukan pembuahan? Sam sudah siap membuahi kakak malam ini. Apalagi akhir-akhir ini Sam hanya menkonsumsi sayur-sayuran saja”
Ucapan Sam membuat Sandra heran.
“Sayangggg…Buat apa kamu lakukan itu?”
“Kak Lila bilang selama diperjalanan Sam harus banyak makan buah dan sayuran. Bahkan Sam juga dilarang menkonsumsi mie instan. Katanya itu bisa bikin kak Sandra cepat hamil”
Sandra akhirnya mengerti ternyata Lila sadar jika kemungkinan Paijo untuk gagal begitu besar. Dokter cantik itu-pun tahu siapa sebenarnya yang mampu dan paling pantas untuk menghamili Sandra. Untuk itu ia sengaja mempersiapkan Sam buat itu.
“Oh begitu…tapi kamu sudah banyak berkorban buatku, oleh karena itu sejak malam ini kakak ingin kita menikmatinya tanpa memikirkan lagi soal kehamilan. Hamil atau tidak kakak tak lagi mempermasalahkannya. Yang penting kakak hanya ingin kamu selalu ada bersama kakak”
“Eng..Baiklah kalau begitu kak”Sam tak ingin berbantah dengan kekasihnya itu. Namun ia tetap bertekat ia harus berhasil membuahi kekasihnya malam ini. Ia tak ingin masa-masa puncak kesuburan Sandra berlalu dengan kesia-sia-an seperti sebelum-sebelum ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s