Sandra dewi 4

Posted: December 3, 2011 in Uncategorized

“Kakakkk …..Sam sudah mau mun..crattt” bisik Sam lirih.
“Ohhh…sa..yanggggku…La..ku..kan.”erang Sandra di antara kesadarannya yang memudar akibat balutan kenikmatan dasyat itu, ia dapat melihat wajah kekasihnya yang hitam itu memucat. Bola mata hanya terlihat putihnya saja. keningnya mengerenyit seolah menahan sakit yang amat sangat.
Sam menyusupkan kedua telapak tangannya ke bawah bungkahan pantat Sandra yang montok. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan pinggulnya ia mengocok secara cepat dan bertenaga. untuk mengakhiri sesi ini. Desahan Sandra kini terdengar semakin kencang seiring kocokan Sam yang semakin cepat. kewanitaannya yang dalam kondisi mengecut itu teraduk-aduk hebat. Ia tahu ini akan menjadi sebuah akhir yang dasyat. Kedua lengannya ia rangkulkan pada leher Sam. Ia ingin menikmati momen secara berbarengan dengan Sam.
“Sekaranggg sayaanggggg!…sekaranggggggg!!”rintih Sandra memberi isyarat pada Sam
“Arghhhh kakaaakk!!!” Sam menggeram kuat saat melepas kenikmatan itu dalam satu hujaman akhir yang kuat dan dalam. Sandra mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi menyambut hujaman Sam tersebut. Di saat itulah kepala penis Sam seakan meledak di mulut rahim kekasihnya.
CRAATTTTTT!!!…Crattttttt!!!,,,,crattttttttt!!! Sandra pun terkaget ketika sesuatu yang amat kental melenjit masuk jauh menjangkau bagian rahimnya. Lalu gumpalan-gumpalan lain susul menyusul ikut masuk tak terkendali. Ledakan dasyat yang memicu ledakan yang paling kuat pada dirinya sendiri.
“Argghhhhh….SAYANGGGGGG!!!!” Sandra memekik nikmat saat mencapai puncak kenikmatan.
Tubuhnya saling mendekap dengan tubuh Sam. Tak hanya tubuh, jiwa mereka-pun bersatu dalam puncak kenikmatan tersebut. Dua tubuh dengan warna kulit yang begitu berbeda kontras bagai dua buah kutub magnet yang berlawanan namun melekat dengan sangat kuat. Proses orgasme berbarengan yang hanya berlangsung tak lebih dari dua menit itu seakan terasa bagai sebuah tingkat kesenangan yang berlangsung berabad-abad bagi mereka. Hingga akhirnya fase yang penuh keindahan itu berakhir mereka masih tetap berpelukan mesrah. Sandra mengecupi wajah Sam dengan lembut. Ia lakukan itu sebagai ungkapan bahagia. Puas. Terima kasih dan bahagia tentunya.
“Ohh..Sam..sa..yanggg …apa yang terjadi barusann?” Tanya Sandra setelah mereka berdua menuntaskan orgasmenya. Begitu mempersona rasanya ledakan besar yang mereka alami bersama barusan. Emosi energi cinta mengalir dari hati yang lebih dasyat dari luapan hasrat birahi
“Kenapa kak?”
“Kakak… kakak..belum pernah merasakan yang seperti itu. itu..itu..benar-benar enak banget..dan kenapa sperma-mu begitu kental dan banyak seakan menembus ke jauh dalam perut kakak”
“Sam tidak tahu. Mungkin gara-gara Sam tidak begituan selama lebih sebulan ini”
“Lho, apa kamu tidak cobain tidur dengan teman wanitamu selama di perjalanan, Sam?”
“Ngga lah kak. Mana mungkin Sam berani. Ntar bikin masalah lagi.”
“Setidaknya kamu bisa onani kan sayang?”
“Rugi ahh! Mana mungkin kenikmatan tubuh kakak ditukar sama jari. Biar Sam rela menunggu sampai ketemu kakak. Dan hanya karena kakak Sam bisa tahan tak melakukan itu.”
“Ohh..sayangg itu manis sekali. Kakak tambah cinta padamu”
Bibir Sandra yang mengiurkan itu kembali di sambar Sam. Dan merekapun kembali larut dalam lautan French kiss yang menghanyutkan. Mereka mencurahkan semua perasaan bahagia mereka di situ. Demikianlah mereka mereguk madu kasih berdua tanpa memikirkan hal lain malam itu. Panasnya gairah berbaur dengan letupan kasih sayang membuat mereka bersetubuh seakan tiada lagi hari esok. Sandra seakan mengulang keindahan masa lalunya bersama Sam dulu. Bahkan tak terasa ini memasuki malam kedua mereka berduaan di kamar. Tak pernah Sam menyenggamai Sandra dalam waktu selama itu.Selama lebih delapan belas jam anak itu hanya mencabut titit besarnya bila ke kamar kecil atau mau makan selebihnya ia biarkan tititnya mengeram di dalam vagina Sandra. Sam tak hanya mampu mempertahankan ereksinya dalam kurun waktu lama namun juga mampu produksi sperma yang seakan tak habis-habisnya Bahkan terjangan orgasme Sam yang terjadi itu masih tetap deras dan banyak walau telah ia suntikan berkali-kali ke dalam rahim wanita yang sangat ia cintai itu. Sandra sungguh merasakan luapan kebahagiaan. Malam ini ia telah mengungkapkan cintanya pada Sam. Ini pertama kalinya raga dan hatinya menyatu dalam gelombang gairah tiada akhir. Setelah percintaan mereka usai ia menyusupkan kepalanya di dada Sam. Lalu tertidur dalam belaian sang kekasih sejatinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s