Asti hot 1

Posted: December 27, 2011 in Uncategorized

“Sam, apa-apaan ini, jangan kurang ajar yah !” kata Asti kaget sambil terus meronta.
“Ayo dong Non, kan tadi Non bilang dingin, makannya kita berbagi kehangatan sebentar disini” jawab Sam tepat di dekat wajah Asti sehingga hembusan nafasnya terasa menerpa pipinya yang halus.
“Nggak….gak mau, lepasin, lepas…mmmhhh !” kata-katanya tidak sempat terselesaikan karena pria itu membungkam mulutnya dengan bibirnya yang tebal.
Asti mengatupkan bibirnya rapat-rapat, ia merasa jijik lidah kuli bangunan itu memasuki mulutnya, namun ia tidak berdaya melawan karena Sam mendekapnya dengan kuat. Semakin ia meronta malah semakin menimbulkan kontak dan gesekan dengan tubuh Sam yang malah makin menaikkan gairah pria itu. Tangan kasar pria itu meraba-raba di bagian bawah menyingkap kimononya dan menyusup ke dalam. Dielusnya kulit paha gadis itu yang mulus terus naik hingga menyentuh bongkahan pantatnya, sesuai dugaan, Asti tidak memakai apapun di balik kimononya. Dengan gemas Sam mengelus dan meremasi pantat yang sekal itu, lalu tangannya merambat ke depan dan menyentuh kemaluan gadis itu yang berbulu lebat. Tubuh Asti tersentak seperti kena setrum saat jari-jari pria itu menyentuh bibir vaginanya yang sensitif. Rasa jijik yang menyelimutinya mulai berubah menjadi kenikmatan, darahnya berdesir karena elusan-elusan nakal pada daerah sensitifnya sehingga perlawanannya pun mengendur. Sam terus menggesek-gesekan tubuhnya mereka, terasa sekali buah dada yang empuk itu bersentuhan dengan tubuhnya dibalik pakaian.
“Eeemm…mmmm !” bibir Asti akhirnya mulai membuka karena susah bernafas, saat itulah lidah kuli bangunan itu menerobos masuk dan langsung menyapu telak rongga mulutnya.
Asti pasrah saja ketika lidah pria itu berhasil mengulum dan membelit lidahnya. Ia dapat merasakan bau mulut dan ludah pria itu yang tidak sedap, namun ia sudah lelah untuk melawan dan semakin terseret dalam birahinya. Secara naluriah Asti merespon rangsangan yang diterimanya, lidahnya mulai menari-nari membalas lidah kasap pria itu. Tubuhnya menggelinjang tak tertahankan karena pria itu terus mengaduk-aduk vaginanya dengan jarinya, ia merapatkan paha karena menahan geli namun itu malah membuat pria itu menikmati kemulusan pahanya. Merasa sudah diatas angin, Sam melepaskan cengkeramannya pada pergelangan tangan Asti dan tangannya turun ke bawah membuka simpul tali pinggang kimono itu. Sekali tarik terbukalah simpul itu, tidak berhenti sampai situ, tangan itu terus menyusup ke balik kimono yang sudah terbuka dan meraba-raba tubuhnya.
“Hhnnghh…oohh !” lenguh Asti begitu Sam melepas lumatannya pada bibirnya, nafasnya sudah tak teratur.
Sam menyeringai memandangi tubuh Asti yang tersaji di hadapannya. Mata Sam seperti mau copot saking takjubnya, seumur hidup baru pernah ia menyaksikan tubuh sesempurna itu. Payudaranya yang berukuran sedang dengan puting kecoklatan, perut rata tanpa lipatan, dan kemaluannya yang berbulu lebat sungguh membuatnya menelan ludah. Gadis ini bagaikan langit dan bumi bila dibandingkan dengan pelacur-pelacur kelas bawah yang pernah ditidurinya, bahkan istrinya sendiri ketika muda.
“Non Asti cantik banget, saya bener-bener ga tahan deh” gumamnya sambil buru-buru melepas kemeja lusuh dan celananya.
Setelah bugil Sam kembali mendekap Asti yang masih terengah-engah mengatur nafas, kini dirasakan kulitnya yang gelap dan kasar itu bergesekan dengan kulit Asti yang lembut serta buah dadanya yang kenyal.
“Eemmghh !” desah Asti ketika kuli bangunan itu meremas payudara kanannya.
Bibir pria itu menyusuri leher jenjangnya, menjilati hingga telinganya memberi sensasi geli yang nikmat. Jari-jarinya yang nakal memilin-milin putingnya hingga semakin lama semakin mengeras sementara tangan satunya bergerilya menyusuri lekuk tubuhnya yang indah. Sambil menjilati lehernya, Sam menghirup aroma harum dari tubuh gadis itu karena baru saja selesai mandi.
“MMhhh…Sam !” akhirnya erangan nikmat Asti keluar juga.
Tubuhnya tidak bisa berbohong dan semakin larut menikmati perlakuan Sam padanya. Ia melingkarkan tangannya memeluk pria itu. Ia merasa vaginanya semakin basah dan berdenyut karena pria itu sengaja menggesekkan penisnya yang telah mengeras ke wilayah itu.
“Jangan Sam, cukup…nanti yang lain tau !” pinta Asti saat pria itu menekan penisnya untuk memasuki vaginanya, kepala penis bersunat itu telah tepat berada di belahan bibir gadis itu.
“Tanggung Non, sebentar aja kok…udah enak gini !” Sam tidak menggubris permintaannya dan mengangkat paha kiri gadis itu.
“Aauuhh !” rintih Asti menahan nyeri pada vaginanya yang dibobol penis pria itu, “jangan kasar-kasar Sam…aahh !” ia mempererat cengkeramannya pada lengan pria itu.
“Uuhhh…masuk juga, enaknya, sempit banget Non” Sam meresapi kehangatan dan kelegitan vagina Asti pada penisnya yang telah tertancap itu.
“Duh…kasar banget sih Sam !” keluh gadis itu dengan wajah meringis karena masih terasa sakit pada vaginanya.
“Maaf Non, abis ga bisa nahan nafsu, Non cantik banget sih, bahenol lagi !”
Namun disamping rasa sakit itu, Asti tidak bisa mengingkari bahwa ada rasa nikmat juga yang menjalari tubuhnya, terlebih setelah penis itu tertancap di vaginanya pria itu mencumbunya dengan lembut sehingga menciptakan peralihan yang tepat antara kasar dan lembut. Sambil berciuman, Sam mulai menggoyangkan pinggulnya menyebabkan gadis itu mendesah tertahan. Tangannya yang menopang paha kiri gadis itu mengelusi kulitnya yang lembut, kadang juga mengelusi pinggulnya. Penis pria itu yang menyesaki vaginanya dan himpitan dinding vaginanya yang kurat membuat Asti seperti melayang tinggi. Tubuhnya menggelinjang hebat dan bergoncang seirama hentakan pria itu, dari mulutnya keluar erangan-erangan nikmat tanpa bisa ditahan. Tak lama kemudian ia merasakan kakinya yang satu lagi juga diangkat sehingga tidak lagi menginjak bumi, refleks ia pun memeluk pria itu lebih erat. Sam mendudukannya di pinggir bak air lalu kembali menggenjotnya. Posisi demikian memungkinkan Sam untuk melumat payudaranya. Disedotnya buah dada itu dengan rakus, seluruh permukaan payudara itu ia jilati hingga berlumuran air liurnya, setelah puas ia sedoti dengan kuat. Wajah Asti mendongak ke langit-langit dengan mata terpejam, ia begitu menikmatinya sampai tubuhnya menggelinjang tak terkendali.
“Sam…oohh…oohh…iya, kerasan…ahhh !” mulutnya menceracau tak jelas sambil menggigit bibir bawahnya.
Saat itu yang terdengar di sana hanya dengus nafas dan erangan kedua insan yang sedang bersenggama itu. Seekor cicak di dinding dan serangga-serangga kecil yang berputar-putar di sekitar bohlam 25 watt di plafon menjadi saksi atas perbuatan mereka. Persetubuhan itu semakin panas saja, sodokan-sodokan Sam semakin bertenaga sehingga tubuh Asti pun tersentak-sentak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s