asti hot 2

Posted: December 27, 2011 in Uncategorized

‘Duk !” gayung yang diletakkan di bibir bak terjatuh karena tersenggol lengan Asti, mereka tidak mempedulikannya dan terus bergumul hebat. Mereka saling cium, saling raba dan berpelukan. Kimono yang masih melekat di tubuh Asti sudah berantakan dan melorot di bahu kirinya.
“Uuhh…Non Asti…enakkhh…oohhh…uuuhh !” pria itu melenguh sambil menusuk-nusukkan penisnya lebih dalam.
Kembali mulutnya melumat bibir gadis itu dan kembali mereka terlibat percumbuan panas. Pada saat itu, Asti juga merasakan vaginanya berkontraksi semakin cepat, sebentar lagi ia juga akan mencapai orgasmenya. Sepasang kakinya yang jenjang itu melingkari pinggang si kuli bangunan itu dan lengannya memeluk makin erat.
“Aarrrgghh !!” seperti suara koor, mereka menggeram bersamaan.
Sam merasakan penisnya seperti dihisap dan diremas-remas oleh dinding vagina Asti yang sempit dan bergerinjal-gerinjal. Beberapa kali penisnya menyemburkan spermanya di dalam sana. Akhirnya tubuh mereka bersama-sama melemas kembali, deru nafas keduanya terdengar di toilet itu. Mereka masih saling berpelukan dan alat kelsamnya masih menyatu. Dalam hati Sam merasa sangat puas, tidak disangka orang seperti dirinya bisa beroleh kesempatan main dengan gadis kelas elite seperti ini. Ia meresapi sisa-sisa orgasmenya dengan memberikan kecupan-kecupan ringan di bibir gadis itu dan memijati payudaranya.
“Ayo Sam, kita harus kembali, supaya ga dicariin !” Asti melepas pelukannya setelah cukup pulih.
“Bentar lagi Non, kapan lagi kan kita bisa ginian, saya pengen ngerasain mulut Non dulu, boleh kan ?” pinta pria itu tanpa malu-malu, nampaknya ia ingin memanfaatkan kesempatan langka ini semaksimal mungkin.
Awalnya Asti menolak karena takut yang lain akan mencari kesini, tapi Sam terus membujuknya, ia sudah tidak peduli ada orang yang datang kesini yang penting bisa menikmati gadis cantik itu sepuas-puasnya dalam waktu yang sangat terbatas. Dengan agak terpaksa Asti pun berlutut dan meraih penis pria itu yang berlumuran sisa sperma dan cairan vaginanya,ukurannya sudah menyusut, tapi lumayan besar juga.
“Uuuu…gitu Non…mantaphhh !” desahnya ketika gadis itu menyapukan lidah pada batang penisnya.
Setelah melakukan cleaning service, Asti mulai memasukan penis itu ke mulutnya, mula-mula ia emut-emut sebentar kepala penisnya yang seperti jamur, lalu masuk lebih dalam lagi hingga menyentuh kerongkongannya. Sam mendesah sambil meremas-remas rambut gadis itu, matanya merem-melek menahan nikmat. Asti cukup pandai memanjakan penis itu sehingga benda itu mulai mengeras di mulutnya. Lima menit kemudian, Sam menyuruhnya menghentikan oral seksnya.
“Sekali lagi yah, Non, ini yang terakhir, saya janji deh” katanya sambil membalikan tubuh gadis itu.
Kini Asti berdiri menghadap tembok dengan bertumpu pada kedua lengannya. Sam mendorong punggungnya hingga agak condong ke depan. Lalu disibaknya kimono yang menutupi bagian bawah tubuhnya.
“Ouch…aahh…hhgghh !” Asti berkali-kali mendesis menahan nikmat yang mulai kembali menjalari tubuhnya.
Keduanya sama-sama menahan nafas ketika penis itu masuk ke vaginanya hingga ke pangkalnya. Asti merasa vaginanya makin berdenyut-denyut meremas penis Sam yang menjejalinya.
Sambil berpegangan pada kedua payudara Asti, Sam menyodok-nyodokan penisnya. Gerakan penisnya semakin lancar dan cepat karena vagina gadis itu sudah sangat becek.
“Ohh…Non, memeknya rapat banget…uuhh…enaknya !” Sam bergumam tak karuan, tangannya sesekali menepuk pantat gadis itu.
Tanpa diperintah, Asti pun menggoyangkan pantatnya mengikuti irama tusukan penis pria itu.
“Teruss…yahhh…terushh Sam !” desahan Asti begitu ribut sehingga membuat Sam semakin bernafsu menyetubuhinya.
Akhirnya setelah sepuluh menitan, gadis itu mengerang histeris. Tubuhnya tersentak-sentak dalam dekapan Sam yang juga mencapai orgasme. Sam menusukan penisnya dalam-dalam sambil memuncratkan isinya. Mereka berpelukan erat dengan nafas menderu-deru hingga gelombang kenikmatan itu reda. Berangsur-angsur penis pria itu mulai melembek hingga terlepas dari vaginanya.
“Makasih yah Non Asti” katanya dekat telinga gadis itu.
Asti hanya terdiam tidak tahu harus omong apa, dia baru saja menikmati kenikmatan seksual dengan orang asing yang baru saja ditemuinya. Ia menggayung air lalu menyiramkannya ke kewanitaannya untuk membersihan lelehan sperma di sekitarnya.
“Kita harus bilang apa ke mereka Sam ?” tanyanya sambil mengikatkan kembali kimononya.
“Bilang aja saya buang air besar, tapi kalau mereka tau juga masabodolah hehehe !” jawab Sam asal.
“Dasar laki-laki !” omel Asti sambil membuka pintu dan melangkah keluar.
Mereka kembali menyusuri koridor menuju ke ruang tengah. Keduanya terperangah begitu kembali tempat itu dan melihat apa yang mereka dapati disana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s