frabda hot 2

Posted: December 27, 2011 in Uncategorized

Lima menit kemudian, setelah beristirahat sejenak dengan ciuman-ciuman ringan dan obrolan nakal, Franda mengajak Sam ke daerah dangkal. Pria itu dengan girang menggendong tubuhnya di dalam air. Sesampainya di daerah dangkal ia menyuruh pria itu duduk selonjoran bersandar pada dinding kolam, lalu ia naik ke pangkuannya dan mulai menciumi serta menjilati tubuhnya. Sam benar-benar terbuai dengan jurus mandi kucing Franda, istrinya pun tidak pernah memanjakannya seperti ini. Ia merem-melek dan mendesah keenakan ketika putingnya dijilati dan dihisap gadis itu, penisnya mulai mengeras lagi di tangan Franda yang memijatinya perlahan.
“Whuuuii…asoy banget Non…uhh….kok Non mau sih ngelakuin ini ?” tanyanya masih tidak percaya ini bukan mimpi.
“Jangan tanya-tanya, nikmati aja Sam selagi bisa, ingat ini cuma sekali” jawabnya tersenyum nakal lalu menjatuhkan ciumannya ke bibir pria itu.
Sambil berciuman Franda mengarahkan batang penis itu ke vaginanya lalu perlahan-lahan ia turunkan tubuhnya. Desahan tertahan terdengar di sela-sela percumbuan mereka. Kembali Sam merasakan kenikmatan liang vagina yang tidak perawan tapi masih sempit itu menjepit penisnya. Gadis itu mulai menaik-turunkan pinggulnya dengan gerakan perlahan, menggesekan dinding vaginanya dengan penis pria itu, dalam posisi duduk itu, air kolam merendam hingga sebatas pinggangnya. Di tengah kenikmatan itu tiba-tiba Sam menyentakan pinggulnya ke atas sehingga penisnya menusuk vagina gadis itu dengan kencang.
“Aaaah !!” Franda tersentak, ciumannya terlepas dan badannya menggeliat, “nakal yah, ngagetin aja !” katanya.
“Abis gak tahan sih, Non cantik banget, servisnya asyik lagi hehehe”
Sekali lagi ia menyentakan pinggulnya membuat gadis itu kembali mendesah. Kali ini ia mengikuti irama sentakan lawan mainnya sehingga pergumulan mereka semakin seru.
Gerakan turun-naik Franda semakin ganas sampai Sam merasa buah pelirnya agak ngilu karena tumbukan alat kelamin mereka.
“Uuuoohh…oohhh…terushh Non !” erangnya di tengah kenikmatan yang luar biasa.
Tangannya meraih payudara yang bergoyang-goyang mengikuti goyangan badan gadis itu dan meremasnya dengan gemas. Tak lama kemudian ia membenamkan wajahnya ke dada gadis itu. Mulutnya mengenyoti payudara itu seperti bayi besar yang sedang menetek. Franda yang dilanda birahi itu juga tidak bisa menahan desahannya, kepalanya menggeleng ke kiri dan kanan, kadang mendongak ke langit. Ia menekan kepala Sam yang sedang mengisapi payudaranya, seakan tidak rela melepaskannya. Ketika dirasanya klimaks sudah dekat, ia semakin gencar memacu tubuhnya menyebabkan bunyi kecipak air semakin ramai.
“Uu….uuuh…udah mau…udahh !!” desah gadis itu sambil terus bergoyang.
“Yah….Non…sama, uuuhh…enak terushhh !” balas Sam yang juga merasakan hal yang sama.
Akhirnya sebuah erangan panjang menandai orgasmenya gadis itu, tubuhnya menggelinjang hebat, vaginanya kembali mengeluarkan cairan orgasme yang meleleh keluar bercampur dengan air kolam. Setelah mengejang beberapa saat goyangan gadis itu makin melemah dan tubuhnya pun tumbang dalam dekapan Sam. Saat itu Sam masih belum menuntaskan hasratnya, maka ia pun menurunkan tubuh gadis itu sehingga setengah berbaring di kolam. Ia berlutut di antara kedua belah pahanya lalu melanjutkan genjotannya terhadap vaginanya. Franda hanya menggunakan pantat dan kedua sikunya untuk bertumpu di lantai kolam agar wajahnya tidak masuk di air. Sam menggenjotnya dengan frekuensi cukup tinggi karena ia pun segera akan mencapai orgasmenya.
Tidak sampai sepuluh menit, pria itu menarik lepas penisnya lalu ia berdiri dan mengangkat tubuh gadis itu melalui lengannya hingga berlutut di lantai kolam. Tangannya yang lain mengocoki penisnya sendiri di depan wajah si gadis.
“Ooohh…Non !” Sam melenguh keras, spermanya menyembur deras membasahi wajah cantik Franda.
Franda membuka mulutnya membiarkan cipratan sperma itu masuk ke mulutnya, dia nampak menikmatinya tanpa merasa jijik. Dilihat dari gayanya, sepertinya seks bukanlah hal yang asing bagi gadis itu.
“Sepong yah Non !” pinta Sam masih dengan nafas memburu.
Segera gadis itu meraih penis itu dan mengulumnya, di dalam mulut lidahnya bermain dengan liar menyapu-nyapu kepala penisnya yang bersunat sementara jemarinya yang lentik memijati pelirnya. Sam melenguh puas menuntaskan ejakulasinya di mulut gadis itu. Penis itu menyusut di dalam mulut Franda sehingga ia makin leluasa menggerakan lidahnya menjilati dan menghisap benda itu sampai tidak ada lagi sperma yang tersisa. Karena lemas, Sam menjatuhkan diri bersandar di tembok kolam dengan nafas ngos-ngosan. Franda naik ke pangkuan pria itu dan menyandarkan punggungnya ke dadanya yang bidang.
“Nikmat banget Non, sepongan Non bikin gak tahan, Sam jadi kesengsem deh sama Non !” katanya sambil melingkarkan lengannya memeluk tubuh gadis itu.
“Hihi…Sam juga, kuat banget sampai bikin saya keluar dua kali” jawabnya manja.
“Eh…iya omong-omong yang lain kemana yah ? kok daritadi gak ada yang nyariin kita ?” Sam baru ingat pada yang lain, ia heran mengapa tidak ada satupun dari mereka yang menyusul, masa mereka tidak mendengar suara-suara di kolam yang hanya dipisah tembok dengan ruang tamu itu.
“Saya rasa teman-teman Sam juga lagi seperti kita di dalam sana”
Baru saja Franda selesai menjawab pintu ruang tengah terbuka sehingga menyebabkan mereka menoleh untuk melihat siapa yang datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s