sandra angelia 1

Posted: December 27, 2011 in Uncategorized

Teman-temannya tetep cuek dan membereskan kartu dan botol-botol lalu meninggalkan tempat itu. Sandra terus berjalan sambil tetap menahan rasa horni-nya, dan sebentar saja dia melihat ada laki-laki yaitu si Sam sedang bersender di salah satu kios kosong sambil memandanginya. Sandra berdoa agar laki-laki itu ngga iseng dan ia terus jalan sambil menunduk.
Saat melihat lebih dekat, Sam makin takjub melihat Sandra terutama keindahan badannya. Ia menelan ludah melihat payudara gadis itu yang bulat dan montok dan ia melotot karena secara samar ia seperti melihat tonjolan puting dari kain blusnya yang memang agak ketat. Dan saat ia melihat pahanya kembali ia menelan ludah melihat batang paha yang putih bersih dan jenjang itu. Karena bengong itu dan seperti orang linglung Sam tidak sengaja melepas botol minumannya sehingga jatuh dan pecah.
“Praanngg…!!”
“Eh kontol…kontol enak…!!” Sandra tanpa sadar teriak karena latahnya dan pikirannya yang sedang kacau.
Mendengar latah itu, Sam tertawa dan jadi lebih berani ditambah lagi ia juga sudah agak mabok..
“Hehehe…emang enak ya kontol ya mba..?” pancingnya
“hmmmm…?” Sandra mengutuk dirinya kenapa ia menjawab dengan gaya yang seksi dengan pandangan mata sayu dan suara yang serak-serak basah, dan ia memandang ke arah Sam yang merupakan laki-laki berkulit hitam dengan ukuran tubuh sedang, berusia sekitar 30-an dengan wajah yang keras karena kehidupan.
“A..apa bang?” tanya Sandra lagi yang tidak sadar menjilat bibirnya yang ranum itu.
“Ngga…demen sama kontol emangnya…?” blingsatan Sam melihat bibir seksi yang basah dan sprt menyeringai menantang itu.
Sandra menelan ludah beberapa kali mendengar pertanyaan itu, dan dengan sedikit gemetar ia menjawab,
“De.. demen banget bang..” pikirannya udah menerawang ga jelas karena rasa takut dan desakan birahinya yang meningkat terus.
Tubuhnya serasa lemas dan tak bertenaga sehingga 1 tangannya bersandar pada meja kayu. Ia merasa vaginanya makin basah dan serasa desiran-desiran pada perutnya yang menjalar ke bagian selangkangnnya makin kencang. Sam lebih berani lagi melihat respon gadis itu, ia merasa celana bagian selangkanganya jadi agak sesak
“Enaknya emang gimana sih?” sambil ia membenarkan arah penisnya.
“Hmmmm….oouh..enaknya diciumin, dijilat…nggg..sama diisepin bang..” jawab Sandra sambil matanya tanpa sadar melihat ke arah penis Sam karena gerakan tangannya, dan ia makin sesak nafasnya.
Sam benar-benar ngga ngira akan ada jawaban seperti itu, jantungnya berdetak kencang karena ia jadi gugup juga ngeliat ada gadis secantik dan seseksi Sandra berada di tempat seperti ini dan bertingkah yang di luar dugaan itu, ia lalu ngajak Sandra untuk masuk ke tempat lebih agak ke dalam dan tertutup dari luar dan gadis itu juga tidak menolak.
“Rejeki banget nih…” pikir Sam dalam hati. Ia sekarang tidak peduli lagi asal usul gadis ”maut” ini, yang penting bisa dipakai.
“teruss..? selain itu enaknya apa lagi..?” tanya Sam
“uuuh..nanyanya gitu?” kesal juga Sandra, tapi ia sudah pasrah karena tau ia tidak akan lepas sekarang “yaaah…paling enak kalo dimasukin lah bang..”
“wahahaha…tau aja kamu.., kamu..ehem..kayanya ga pake bh yah?” tanya Sam, ia sudah benar-benar ngaceng sekarang, ia kini lebih berani lagi, lalu ia menarik tangan Sandra agar lebih dekat berhadap-hadapan sampai ia bisa mencium aroma wangi dari gadis itu
“Ngga bang..”
“Haah..bener? coba gua cek..” sambil ngomong gitu jari kedua tangan Sam ke arah puncak bukit payudara Sandra dan saat dijamah ia segera merasakan puting yang mengeras tanpa ditutupi BH, ia melihat tubuh Sandra menegang dan keluar rintihan lirih dari bibir seksinya, dan tubuhnya menggeliat saat ia memuntir-muntirnya dan makin cepat rintihan yang terdengar.
“enak yaaaa…”
“Ngeh..ouuh..ss..stop bang…” Sandra masih berusaha menolak, tapi ia segera ingat pesan Mahmud. “Nggeehh..iyaa…enaak bgt baaang…oouuhh…aww..kok dicubit..?” ralatnya dan juga karena birahinya sudah memuncak ia jadi berlaku seperti wanita murahan.
Kesadarannya yang sudah tipis itu, merasa terhina sekali karena ia harus merelakan putingnya dipuntir-puntir sama laki-laki asing dan berkasta rendah. Melihat erangan dan geliat tubuh Sandra makin liar itu, Sam tau bahwa gadis di depannya ini sedang dalam keadaan horni banget. Hal ini makin membuat dirinya senang akan kenikmatan yang akan didapat, ia tidak peduli lagi kenapa gadis ini bisa horni kaya gini. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Sandra, dan segera ia merasakan hembusan nafas Sandra yang hangat dan cepat menerpa dan dengan cepat bibirnya menempel ke bibir gadis itu yang terasa basah dan hangat. Kelembutan bibir Sandra makin membuat Sam bernafsu. Ia melumat dan mengulum-ngulum dengan liar, terdengar suara mengerang dari Sandra yang menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lemah, sebenarnya hampir pingsan ia mencium aroma minuman keras dan mulut apek Sam. Meski masih berupaya menolak walau hanya setengah hati, tapi sebenarnya ia merasa sangat menikmati lumatan kasar dari Sam itu, tubuhnya merespon dengan sendirinya akibat birahinya yang sudah mengalahkan logikanya. Sambil mencium, kini bukan saja memuntir putingnya tapi mulai meremas-remas dengan liar gumpalan daging kenyal yang kencang nan padat itu. Gadis itu makin merintih-rintih dalam ciuman Sam yang berpindah ke leher Sandra yang harum memabukkan.
“Ouucchh..” Sandra menjerit lirih saat lehernya dicupang oleh Sam dan ia makin menggelinjang saat Sam mendesah dan menggumam tak jelas di kupingnya.
Hembusan nafas Sam dan jilatan lidahnya membuat Sandra blingsatan, tanpa sadar tangannya mengarah ke vaginanya dan langsung mengusapi liang vaginanya yang sudah becek itu.
“Ouuucchh..aaannngggghhhhhhhhhhhhhhh….” sebentar saja Sandra mencapai klimaksnya, tubuhnya menggetar hebat dan dadanya bergerak naik turun dalam remasan-remasan Sam.
“Hohohoho..ga pake cd juga kamu ya…emang udah siap dintetot kamu kayanya..” ujar Sam setelah melirik ke bawah dan melihat tangan Sandra yang menggeseki selangkangannya sendiri.
Gadis itu merasa wajahnya panas karena malu tapi ia tak berdaya karena nafsunya sendiri. Kini dalam otaknya hanya pengen ada penis yang bisa ia nikmati lewat mulutnya atau lewat vaginanya, ia sudah tidak perduli lagi. Tapi ia tetap berusaha menjaga gengsinya walau ia sendiri juga tidak tau gengsi apa lagi yang bisa ia pertahankan. Setelah melancarkan remasan dan ciumannya selama 15 menit, Sam melonggarkan pelukannya ke Sandra yang kini bersandar dengan keadaan yang menggiurkan. Rambutnya terlihat sedikit awut-awutan yang malah menambah kecantikan wajahnya yang diselimuti nafsu, kancing bajunya terbuka sehingga terlihat belahan dada montok yang menyembul dibalik bajunya yang acak-acakan. Gerakan dada montok itu naik turun nafsuin karena nafas Sandra yang terengah-engah karena perbuatan Sam dan terutama karena sehabis orgasme tadi. Rok yang sudah mini itu terangkat ke atas memperlihatkan sedikit pangkal pahanya yang malah bikin ser-seran bagi Sam. Kulit paha yang putih itu terlihat sangat mulus dan menaikkan gairah.
“Lo bilang tadi suka kontol kan?” tanya Sam, sambil mulai membuka resleting celananya dan sebentar kemudian ia mengeluarkan penisnya yang sudah ngaceng daritadi. Ukurannya tidak terlalu panjang tapi diameternya cukup besar. Melihat batangan lelaki itu, Sandra tidak mampu mengalihkan pandangannya dan menatap penis itu dengan penuh nafsu dan beberapa kali menelan ludah. Yang ada di otaknya cuma pengen menikmati penis itu. Lututnya serasa lemas dan gemetar menahan nafsunya untuk “menerkam” penis Sam. Melihat tatapan Sandra yang ngga lepas dr penisnya dan wajah cantiknya yang seperti singa betina kelaparan melihat daging kijang nan empuk itu, Sam tersenyum senang.
“Kamu mau kan nikmatin kontol gua?” tanyanya yang dijawab dengan anggukan cepat dan erangan Sandra “Kalo gitu, kamu buka baju kamu sekarang”
“Oooh…” Sandra terdiam sesaat, tapi dengan jari gemetar ia mulai melepas kancing bajunya satu per satu. Sam menelan ludah melihat gerakan Sandra yang perlahan itu mulai memperlihatkan sedikit demi sedikit bagian dalam tubuhnya, dimulai dengan terlihatnya payudara yang berbentuk bulat sempurna dan berukuran di atas rata-rata itu, lalu terlihat perut yang langsing dan pinggang yang ramping tanpa lemak. Ditambah lagi kulitnya membungkus tubuh sintal itu begitu sempurna dan halus. Kini Sandra sudah berdiri dengan tubuh bagian atas telanjang, yang membuat penis Sam terasa sakit karena saking kencangnya. “Cepat..isepin kontol gua..yang enak!!”
“Ouuuhh…” erang Sandra, ia berlutut dan kini penis ngaceng itu sudah berada di depan wajahnya. Sambil menjilati bibirnya yang ranum ia meraih dengan lembut batang kemaluan itu, lalu ia mengecup pelan kepala penis yang bulat dan beraroma khas. Kecupan lembut itu dilanjuntukan dengan jilatan-jilatan yang menyapu seluruh bagiannya. Jilatan itu diiringi dengan erangan-erangan penuh nafsu yang keluar dari mulutnya dan sebentar kemudian gadis itu memasukkan penis itu ke rongga mulutnya. “Mmmmmmmmmmghh..”
Sandra menikmati batang kelaki-lakian Sam yang memenuhi mulutnya, bergerak sliding keluar dan masuk dengan lancar dan cepat yang membuat laki-laki beruntung itu merem melek keenakan, dari atas ia melihat bagaimana bibir Sandra yang merah itu menelan penisnya dan lidahnya yang seperti ular itu menjilatinya dengan penuh nafsu. Sam beberapa kali menggelinjang saat lidah gadis itu menyapu urat besar di bawah alat kemaluannya, dan Sandra yang sudah ahli itu memainkannya dengan makin cepat dan liar. Sekejap Sandra sadar bahwa ia dengan nafsunya memberi blowjob untuk laki-laki seperti Sam, tapi kesadaran itu langsung lenyap lagi akan kebutuhannya, nafsu yang menguasai dan rasa “laparnya” terhadap penis laki-laki, laki-laki manapun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s