chelsea oliv 2

Posted: December 29, 2011 in Uncategorized

“Itu nggak ada hubungannya Non, eh Celsi.”
“Lalu yang ada hubungannya apa?”
“Yang ada hubungannya ini nih,” kata Sam sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Chelsea. Kemudian disentuhnya bibir gadis itu dengan bibirnya. Lalu dikecupnya.
Hmmmpphhhhh…gadis itu membiarkan bibirnya dicium. Lalu Sam melumat bibir indah itu dan dijelajahinya setiap milimeter, seolah tak ingin melewatkan satu pun butir-butir kenikmatan yang ada pada pada bibir gadis itu. Dinikmatinya bibir Chelsea lama sekali.
Dan Chelsea membiarkan bibirnya dinikmati Sam sambil ia memejamkan matanya. Sepertinya ia juga tak kalah menikmati ciuman itu. Mmmmpphhhhh. Sam mendorong tubuh Chelsea sampai ia terbaring di ranjang sambil terus menciumi bibirnya. Wajahnya yang kekar kini menindih wajah cakep gadis itu. Sementara kedua mulut mereka masih saling bertautan. Ciuman itu telah berubah menjadi nafsu birahi yang berkobar-kobar membakar dua sejoli yang berbeda segalanya itu. Dan nafsu birahi itu kini menjalar ke seluruh bagian tubuh mereka, terutama pada Chelsea. Kedua tangan Sam memegangi wajah Chelsea. Seolah ia ingin mematek gadis itu supaya tak bisa bergerak sehingga ia bisa dengan bebas melakukan deep kissing. Kini lidah keduanya saling bertemu dan beradu di dalam mulut. Mereka melakukan french kissing dengan seru. Sambil menciumi, tangan Sam mulai bergerilya menggerayangi tubuh Chelsea. Kedua tangannya menjelajahi kedua tangan putih Chelsea yang tak tertutup oleh daster putih itu. Kini ia bisa merasakan langsung kehalusan kulit tubuh Chelsea. Lalu tangan kanannya merabai tubuh Chelsea. Disentuhnya perut gadis itu. Hmm, sungguh rata seperti tak berlemak sama sekali. Tangannya naik ke atas. Diraba-rabanya dada dan tangan Chelsea. Cewek itu bereaksi dengan menggeliatkan tubuhnya. Pertanda ia suka dengan sentuhan-sentuhan Sam. Terutama saat tangan Sam melewati dadanya. Kini Sam semakin berani. Semakin sering diraba-rabanya payudara Chelsea dengan lembut. Membuat Chelsea semakin ganas menciumi Sam. Kini lidahnya dengan lincah menari-nari di dalam mulut Sam, saling beradu dengan lidah Sam. Dan ciuman bibirnya juga semakin ganas. Membuat Sam juga semakin aktif dalam melakukan aksinya meremas payudara Chelsea. Sungguh ia tak menyangka, gadis dengan wajah sepolos ini bisa beraksi seganas itu. Kini gantian kedua tangan Chelsea memegang leher Sam, seolah tak ingin ciuman itu terlepas.
Tangan Sam menuruni sekujur tubuh Chelsea. Diraba-rabanya paha mulus gadis itu yang sejak dilihatnya tadi telah membuatnya ngiler. Sementara ciuman Sam kini beralih turun ke leher gadis itu. Dikecupinya leher yang putih halus itu dengan bibir kekarnya sampai terdengar suara-suara kecupannya. Membuat Chelsea mulai mendesah-desah perlahan. Apalagi pada saat yang sama tangan Sam telah merayap masuk ke dalam dasternya. Diraba-rabainya pangkal paha Chelsea yang putih mulus dan lembut bagaikan sutera itu. Rupanya bagian ini juga termasuk bagian yang sensitif bagi Chelsea. Terbukti tubuhnya semakin menegang-negang seiring dengan sentuhan-sentuhan jari-jari nakal Sam. Jari jemari Sam dengan lincah menari-nari di sekitar pangkal paha Chelsea. Bahkan sesekali menyentuh-nyentuh bagian rahasia gadis itu. Sam semakin buas mengecupi leher kiri dan kanan Chelsea. Sembari ia menciumi harum rambut panjang Chelsea. Memang Sam sengaja menciumi leher gadis itu supaya lehernya yang putih jadi penuh dengan cupang-cupang merah yang membekas. Dan Chelsea sendiri sepertinya tak peduli dengan itu, karena ia juga merasakan kenikmatan yang luar biasa. Ia melenguh-lenguh kecil sambil gerakan-gerakan tubuhnya yang mengejang menjadi semakin sering, membuatnya semakin erotis di mata Sam. Sementara tangannya di dalam daster putih itu kini semakin sering memegang-megang celana dalam cewek itu. Jarinya menekan-nekan daerah vaginanya dan telunjuknya ditempel-tempelkannya persis di liang vagina gadis itu. Setelah puas menggrepe-grepe Chelsea saat mengenakan daster putih, kini tiba saatnya untuk menelanjangi gadis itu. Dibangunkannya gadis itu sampai terduduk di ranjang. Lalu satu persatu diturunkannya kedua pengait daster di bahunya ke bawah. Chelsea nampak sexy sekali dengan kedua pundaknya yang kini terbuka. Lalu Sam menurunkan daster putih itu sampai ia berhasil mengeluarkan kaitan daster itu dari tangan Chelsea.
Semakin turun daster itu, semakin terlihat belahan payudaranya yang indah dan berisi. Kini kira-kira sepertiga payudaranya telah terbuka. Sam segera menurunkan dasternya ke bawah lagi supaya ia bisa segera membuka bra di balik daster itu. Ia sudah tak sabar lagi ingin melihat dada telanjang Chelsea. Namun pada saat ia melakukan itu, alangkah kagetnya dirinya ternyata Chelsea sama sekali tak memakai bra. Rupanya di daster itu ada mini bra yang melekat yang berfungsi melindungi supaya kedua putingnya tak kelihatan menonjol keluar. Sam langsung melongo menyaksikan pemandangan indah di depannya itu. Meski saat selagi berpakaian tak terlalu terlihat menonjol, namun begitu dilihat langsung secara telanjang begini, ternyata payudara Chelsea cukup padat berisi juga. Keduanya nampak simetris. Putingnya berwarna merah. Nampak begitu segar dan muda. Kedua putingnya kecil namun nampak menonjol keluar. Chelsea nampak tersipu malu dan menundukkan kepalanya saat Sam tak bergerak menatap lekat-lekat dadanya yang telanjang. Kedua tangan kekar Sam kembali beraksi di tubuh putih mulus yang setengah telanjang itu. Sasarannya mana lagi kalo bukan payudara Chelsea. Ia segera meremas-remas sepasang gunung kembar yang indah menantang itu. Diusap-usapnya “lereng gunung” yang putih itu. Makin lama makin ke tengah. Sampai akhirnya mencapai “puncaknya”. Kedua telunjuknya bergerak melingkari kedua puting Chelsea. Lalu ujung dua puting yang menonjol itu disentuh-sentuhnya dengan ujung telunjuknya, yang mana membuat geli Chelsea. Tanpa dapat dicegah ia menggerak-gerakkan tubuhnya karena geli. Semakin gadis itu menggerakkan tubuhnya, semakin aktif jari telunjuk Sam menekan-nekan kedua putingnya yang membuat gerakan tubuh gadis itu semakin tak terkendali. Kini kedua jarinya kemudian juga menggerak-gerakkan kedua puting yang sejak tadi menggemaskan dirinya itu baik dari arah horizontal dan juga vertikal. Sam mendorong tubuh Chelsea sehingga ia tertidur ke atas ranjang. Ia kembali menciumi leher Chelsea sambil meneruskan meremas-remas payudaranya. Kemudian mulutnya yang agak tonggos itu turun ke bawah dan kini menciumi pundak putih gadis itu. Dan turun makin ke bawah lagi sampai akhirnya mendarat di lekukan di tengah gunung kembar gadis putih itu. Diselipkannya lidahnya di tengah-tengah dua gunung kembar gadis itu. Lalu digerak-gerakkannya naik turun sambil lidahnya menjilat-jilat “lereng gunung putih kembar” itu.
Sementara Chelsea jadi melenguh-lenguh dibuatnya sambil kedua tangannya memegang kepala Sam. Aksi spontan gadis itu membuat Sam jadi kian semangat. Lidahnya semakin aktif bergerak kesana kemari di payudara Chelsea dan dilanjutkan dengan gerakan melingkari puncak gunung itu. Kemudian ia sengaja menyentuh-nyentuhkan lidahnya mengelilingi kedua puting segar kemerahan itu bergantian, mula-mula payudara kiri gadis itu dan lalu diulangi lagi aksinya itu di payudara kanannya. Sambil sesekali menyentuh-nyentuhkan ujung lidahnya ke ujung puting kemerahan yang tegak menonjol di atas dada membusung gadis putih berwajah oriental itu. Sementara gadis itu tanpa malu-malu lagi mulai mendesah-desah pertanda ia merasakan kenikmatan yang luar biasa. Sam sungguh puas sekali menyaksikan reaksi gadis itu. Apalagi mengingat saat pertama kali ketemu, cewek ini sama sekali tak menggubrisnya bahkan melihat pun tidak. Sungguh arogan sekali cewek ini. Namun kini ia puas bisa memberi pelajaran kepada cewek arogan ini! Sementara Chelsea saat itu betul-betul dibuatnya terangsang. Karena memang payudaranya terutama putingnya adalah bagian yang amat sensitif. Kedua tangannya memegang erat-erat kepala Sam, seolah tak ingin cowok itu menghentikan aksinya. Saking terangsangnya sampai ia kini sudah tak peduli lagi bahwa Sam adalah kacung rendahan yang sungguh amat tak pentas melakukan itu terhadap gadis elit seperti dirinya. Sementara Sam masih belum puas memainkan “susu” Chelsea ini. Kini lidahnya menjilat-jilat dan menggerak-gerakkan puting kemerahan itu ke kiri…ke kanan…ke atas…ke bawah…ditekannya dengan ujung lidahnya ke dalam…dan digigit-gigitnya dengan lembut dan ditarik-tariknya keatas dengan giginya yang tonggos. Setelah puas dengan yang kanan, Sam berpindah ke yang kiri. Kini mulut Sam sedang asyik mengulum payudara Chelsea. Wajahnya yang berwarna sawo matang menempel di dada putih gadis cakep oriental itu, karena ia sedang asyik mengenyot-ngenyot puting payudara gadis itu. Terdengar suara kecupan-kecupan mulut Sam yang sedang asyik menikmati payudara ranum gadis belia itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s