franda next 3

Posted: December 29, 2011 in Uncategorized

Franda menggeliat tapi matanya tetap terpejam. Aku meneruskan gerilyaku, dan menyusuri perutnya dengan jariku turun terus hingga mencapai daerah yang kutuju. Tanganku mempermainkan lubang vagina Franda, kucari-cari daging kecil yang ada disana dan dengan lembut kugosok daging kecil itu. Gerakanku ini akhirnya membuat pemiliknya terbangun. Ia menatapku sejenak, lalu kearah tanganku yang masih menggosok-gosok vaginanya, dan lalu tersenyum.
“Ihh Sam Sam, pagi-pagi udah mainin punya aku.” Katanya imut.
“Abisnya gemes sih Non. Non mau saya berhenti.” Kataku sambil sengaja menambah cepat gosokanku.
“Nggak… jangan… terusin aja Sam.” Dadanya mulai turun naik karena nafsu.
Aku pun meneruskan permainan jariku hingga membuatnya berkali-kali merintih tersentak keenakan. Tidak lupa aku menciumi dadanya yang kembang kempis, mula-mula perlahan lalu berubah menjadi jilatan-jilatan liar keseluruh tubuhnya yang menguarkan wangi alami tubuh seorang gadis remaja. Aku bisa merasakan tangannya yang mungil meraih batang kemaluanku lalu mempermainkannya dengan tangannya yang halus. Desah nafas seperti tadi malam kembali terdengar dari bibirnya yang mungil, sementara badannya menggeliat-geliat menahan nikmat.
Tidak lama kemudian ia mendorong tubuhku dan memaksaku berbaring. Ia lalu membalikkan badannya dan menindih tubuhku, posisi 69. Tangan yang sebelumnya memegang batang kemaluanku, kini memegang liang kewanitaannya sendiri sambil. Aku bisa melihat dengan begitu jelasnya bagaimana dia mempermainkan klitorisnya di depan wajahku, wangi yang khas dan cairan bening pun membasahi liang senggamanya.
Desah nafas dan gerakannya menjadi begitu brutal dan tidak terkendali, sambil memegang batang penisku, Franda kemudian menempelkan vaginanya pada bibirku, memintaku untuk menjilatinya, yang tentu saja kulakukan dengan senang hati.
Kurasakan tangannya yang mungil kembali memegang kemaluanku sampai kemudian kurasakan kehangatan mulutnya yang basah. Tanpa kusuruh Franda telah menarik batang kemaluanku dan menghisapi dan mengocok-ngocok batang kemaluanku. Lidahnya bergerak lincah, tidak hanya turun naik tapi juga menjilati lingkar penisku hingga mencapai ujung kepalanya, disana lidah itu dengan nakal menggelitik lubang kencingku dan menggaruknya dengan ujung lidahnya. Luar biasa geli tapi nikmat. Entah darimana ia belajar menservis seperti ini.
Franda mengulum kemaluanku dengan begitu liar dan bersemangat, jadi akupun memperhebat jilatan dan hisapanku, sambil sesekali menggigit pelan clitorisnya yang berada tepat dibibirku. Respon yang kuberikan menjadikan Franda menjadi begitu bersemangat, hingga rasanya hampir seluruh batang kemaluanku habis ditelannya.
Untuk beberapa saat, hanya dengusan dan desahan saja yang terdengar di dalam kamar itu…
********
Sambil terbaring diatas kasur yang empuk, aku menatap langit-langit kamar itu. Aku hanya bisa senyum-senyum sendiri membayangkan bahwa semalaman dan barusan, aku baru saja memerawani dan menggarap habis-habisan tubuh seorang artis super imut n cantik yang masih belia. Jika kuceritakan pada orang, pasti tidak akan ada yang percaya pada ceritaku.
Aku mendengar pintu kamar mandi terbuka, dan Franda melangkah masuk. Ia baru saja selesai mandi, rambutnya masih basah dan tubuhnya yang putih mulus hanya berselimutkan handuk yang hanya menutup sebatas paha. Sejenak ia berhenti dan membungkuk untuk memungut kaus yang semalam ia pakai dan kulemparkan begitu saja ke lantai. Saat ia membungkuk, handuk yang ia pakai langsung terangkat dan karena ia membelakangiku, langsung terlihat buah pantat yang membulat padat, sempurna. Aku pun bersiul pelan, dan Franda yang mendengar siulanku lalu menoleh dan tersenyum.
“He he, mau lihat? Niihh.” Katanya menggoda sambil mengangkat ujung handuknya, hingga terbukalah semuanya.
Anehnya meski semalaman; bahkan baru saja aku menikmati tubuhnya, tetap saja begitu disuguhi pemandangan seindah ini, nafsuku langsung bangit kembali. Aku bangkit dan hendak menerkam tubuh mungilnya, tapi ia menghentikanku.
“Eiitt, mau apa? Nanti dulu. Sam mandi dulu gih. Franda mau siapin sarapan dulu buat kita. Abis itu baruu…” Katanya.
“He he, oke deh. Buat Non, apa sih yang nggak.” Aku langsung bergegas ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku.
Ketika aku selesai, Franda sudah tidak ada di kamarnya, jadi aku keluar dan mendapatinya sedang duduk di meja makan yang dihiasi oleh gelas-gelas berisi susu kopi, roti bakar, dan buah-buahan untuk sarapan. Franda memakai kaus ekstra large yang semalam ia pakai, lagi-lagi hanya berlapiskan celana dalam, waduh mana bisa konsentrasi sarapan kalau dikasih “hidangan” yang lebih menggoda kayak gini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s