hesty purwa 2

Posted: December 29, 2011 in Uncategorized

“Iyah Di….aaahh…aahh….enakk!” erang Hesty yang masih mengira orang yang menyetubuhinya adalah kekasihnya
Kali ini ia benar-benar melepaskan seluruh hasratnya yang selama ini terpendam, ia turut menggoyangkan tubuhnya mengimbangi genjotan Sam. Hampir 20 menit tubuh putih mulus Hesty digarap si penjaga villa itu hingga akhirnya tubuhnya menegang, dia menggelinjang tak terkendali dan vaginanya berdenyut hebat. Hesty pun akhirnya menjerit dalam kenikmatan puncak itu.
Sam tersenyum lebar melihat gadis itu menikmati detik detik pasca orgasmenya tanpa melepaskan penisnya dari vagina Hesty, dada gadis itu naik turun dengan cepat. Rasa marah dan cemburu makin membakar hati Ardi melihat bagaimana Sam menikmati kehangatan tubuh Hesty yang masih tampak lemas setelah orgasme dahsyat barusan. Ardi sampai terheran-heran karena biasanya Hesty jarang bisa orgasme seperti tadi itu. Apalagi sering kali ia sudah keburu keluar ketika Hesty baru mau sampai. Setelah kelejotan tubuh Hesty melemah barulah Sam menarik lepas penisnya. Ada rasa lega tapi juga kehilangan dirasakan Hesty ketika penis pria itu dicabut dari lubang vaginanya. Kemudian pria itu dengan rakusnya menciumi, kening, pipi, bibir, leher Hesty yang jenjang hingga kedua payudaranya, tak sejengkal pun daerah sensitif yang terlewatkan dari sapuan bibir dan lidahnya. Lidah Sam berpetualang ke seluruh dada dan leher Hesty hingga meninggalkan bekas merah bekas cupangan di daerah dada dan lehernya. Menerima rangsangan ini birahi Hesty pun kembali naik .
“Yank masukin lagi ya! Gua…aaaaahhh!!”, ucapan terakhir Hesty terpotong karena Sam kembali menggenjot vagina sempitnya dengan sebuah hujaman keras, selanjutnya hanya terdengar rintihan dan erangan yang keluar dari bibir Hesty. setelah 5 menitan menggenjot Hesty akhirnya terpikir oleh Sam untuk membuka penutup mata Hesty agar dia tahu bahwa yang sebenanya sedang menungganginya bukan pacarnya melainkan sang penjaga villa bernama Sam. Sambil menghisap puting Hesty, Sam pun perlahan-lahan membuka kain yang digunakan untuk menutup mata gadis itu.
“Hahhh….samm ooch jaanggannh!!’’ Hesty menjerit akibat terkejut tak percaya dengan apa yang sedang terjadi, di atas tubuhnya seorang pria setengah baya sedang mengenyoti payudaranya, “lepaskan Pak, tolongg!!”, pinta Hesty memelas.
Ia meronta-ronta dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Saat menengok ke samping, matanya menangkap kekasihnya yang telah terikat meringkuk tak berdaya di sudut ruang itu.
“Diiii!!!” ucapnya dengan berhestyng air mata melihat kenyataan dirinya sedari tadi sedang diperkosa di hadapan pacarnya.
“Huehehehe…kaget ya Non, baru tau kan enaknya? Dari tadi yang ngentot sama Non itu ya saya!” sahut Sam sambil terus merojok-rojokkan penisnya.
Air mata mengalir deras dari sudut mata Hesty yang terpejam. Sementara Sam justru semakin cepat menggerakan pantatnya dan mengobok-obok isi liang vagina gadis itu.
“Ohh..Non Hesty…uenak sekali…tempikmu hehehehe!!” ceracau Sam yang terus mengocok vagina Hesty maju dan mundur
Secara naluriah, Hesty pun semakin menikmatinya, dan perasaan itu sudah ada sejak matanya tertutup lagi. Keperkasaan Sam membuatnya lupa pada rasa pedih di hatinya dan menggantikannya dengan kenikmatan yang tiada taranya. Mulutnya pun mulai meracau mengeluarkan desahan dan ocehan.
“Akhh.. sam.. Aduuh.. ohh..”
Cukup lama Sam memacu birahinya dan Hesty pun turut mengimbanginya dengan menggelora sampai akhirnya tubuh pria itu mengejang sambil meremas kencang kedua payudara Hesty sehingga membuatnya menjerit menahan sakit. Sam mencapai orgasme dan menyemprotkan cairan yang meledak dalam rahim Hesty. Untuk beberapa saat si penjaga villa menghentikan gerakannya dan memeluk erat tubuh Hesty sambil melumat bibirnya. Hesty benar-benar menikmati orgasme kali ini, matanya terpejam sambil lidahnya saling jilat dan belit dengan pria itu. Diakui atau tidak Hesty sebenarnya takjub akan keperkasaan Sam karena sudah hampir sejam lamanya ia digarap, tapi pria itu baru orgasme sekali malahan dirinya yang terus mengalami orgasme beruntun, sesuatu yang belum pernah ia rasakan bersama kekasihnya sendiri.
“ssssshhhh aaaccch suuudaaah saaammhh!!“ sesekali ucapan itu keluar saat serangan rudal raksasa Sam terus menerus menggempur vaginanya.
Selama disetubuhi oleh Sam Hesty selalu memalingkan wajahnya tidak melihat Ardi yang dari tadi memperhatikan mereka. Ia merasa malu dan kotor karena malah menikmati pemerkosaan ini, ia masih berusaha menjaga perasaan Ardi. Tapi apakah setelah ini ia masih punya muka untuk menatap Ardi apalagi tetap menjadi kekasihnya? Hatinya terus berkecamuk perasaan tersebut yang bercampur dengan kenikmatan yang sedang diberikan Sam padanya sekarang.
Setelah seperempat jam bergumul, lagi-lagi Hesty kembali tiba di ambang puncak, begitupun Sam. Mengetahui hal itu ia mempercepat gerakannya, tak hanya itu si penjaga villa itu juga membuka ikatan tangan Hesty.
“aakkuu keeeluuarrh saaammhh!”, teriak Hesty lirih.
“Iyaaa Saayaangg akkuu juuggaa..aaachhhh!!” sahut Sam mempercepat tempo genjotannya.
Yang membuat Ardi sangat tercengang melihat kejadian itu adalah ketika dimana tangan Hesty yang sudah tidak terikat menekan erat-erat pantat Pak Sam seakan tak mau melepasnya, ia juga ikut menggoyangkan pinggulnya menyambut helaan pinggul pria itu. Tak lama kemudian tubuhnya pun mengejang diiringi erangan panjang tanda ia telah mencapai puncak kenikmatan. Di saat yang sama, Sam menumpahkan begitu banyak sperma di liang vagina Hesty, hal yang belum pernah dilakukan Ardi sebelumnya karena takut Hesty hamil. Tapi saat itu memang birahi Hesty sudah tidak terkontrol lagi sehingga ia sudah tidak peduli akan hal itu. Sadar atau tidak, Hesty semakin menikmati perlakuan Sam terhadapnya. Perasaan Ardi yang tadinya iba, sedih dan terkoyak melihat pacarnya diperkosa di depan matanya sendiri kini mulai berubah jadi cemburu sekaligus marah ketika menyaksikan Hesty balas memagut mulut Sam dengan penuh kemesraan dan tanpa paksaan layaknya suami istri yang kelelahan setelah habis-habisan bertarung di ranjang. Setelah penis Sam mulai mengecil barulah dia menariknya dan bangun. Hesty tampak sangat kelelahan, nafasnya naik turun.
“Non cantik sekarang ayo kita mandi, inget, jangan coba-coba melawan kalau masih mau selamat” ujar Sam dengan nada mengancam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s