sandra angelia new 4

Posted: December 29, 2011 in Uncategorized

Sambil terus menciumi rambut dan leher gadis itu, Sam kini meraba-raba payudara Sandra sambil meremas-remasnya. Kedua putingnya dimainkan dengan jari-jarinya. Apalagi puting Sandra cukup menonjol sehingga bisa digerak-gerakkan dengan jari tangannya. Tak lama kemudian Sam mengangkat tubuh Sandra sedikit, dimundurkannya sedikit dan, bleesshhh!, kini masuklah penisnya ke dalam vagina Sandra berbarengan dengan turunnya tubuh gadis itu ke pangkuannya. Kini giliran Sandra yang “menunggang” penis Sam. Digerak-gerakkannya tubuhnya naik turun, mula-mula perlahan tapi makin lama makin cepat iramanya. Sambil ia mendesah-desah. Seluruh tubuhnya bergoyang-goyang, terutama payudaranya yang ikutan bergerak naik turun bahkan sambil berputar-putar saat ia semakin cepat menggoyang tubuhnya mengocok penis Sam.
“Aaaaahhh…aahhhhhh…….aaaahhhhhhhh……..,” tanpa bisa menahan dirinya lagi Sandra mendesah-desah dengan suara cukup keras.
Sementara Sam di belakang juga merem melek menikmati goyangan tubuh gadis majikannya ini karena penisnya jadi dikocok-kocok oleh vaginanya yang terasa begitu sempit menjepit penisnya. Sambil menikmati “tunggangan” Sandra ini, ia menatap wajah polos Sandra yang kini sedang terangsang hebat itu melalui pantulan kaca rias. Memang Sam sengaja duduk dengan posisi menghadap meja rias, sehingga selain bisa menikmati mulusnya punggung Sandra, juga ia tak kehilangan pemandangan indah tubuh bagian depan Sandra dan juga reaksi wajah cakepnya saat sedang disetubuhinya. Sungguh menggairahkan sekali melihat tampang cakep Sandra yang kinyis-kinyis itu sedang dalam keadaan “high”. Apalagi “high”nya itu disebabkan karena menunggangi penisnya. Dan gadis itu terus menggoyang tubuhnya naik turun. Membuat rambut
gadis itu mengenai wajah dan kepalanya dengan tak beraturan. Sehingga kini Sam membenamkan wajahnya di rambut gadis itu sambil menciumi bau harumnya sambil tangannya terus memainkan payudaranya, menyentuh-nyentuh dan menggerak-gerakkan putingnya, juga melingkar-lingkarkan jarinya di sekeliling putingnya. Sementara Sandra semakin cepat dan tak terkendali menggerak-gerakkan tubuhnya naik turun sambil terus mendesah-desah dan berteriak-teriak. Dunia seolah berhenti berputar bagi dua sejoli berlainan jenis yang sedang asyik main “roller-coster roller-costeran” itu. Setelah itu Sandra menghentikan gerakannya. Namun tak lama. Karena ia hanya membalikkan badannya.
Kini ia menghadap Sam sementara tubuh putih mulusnya hampir menempel ke tubuh kekar Sam. Dan lagi-lagi…bleeesshh, penis Sam amblas masuk ke dalam vaginanya. Lalu, kembali ia memulai permainan “roaler-coster” itu lagi. Kini tubuhnya bergerak naik turun mengocok penis Sam sambil mereka saling berciuman bibir dengan hangat. Setelah itu bibir Sam turun ke bawah leher putih gadis itu. Lalu turun lagi untuk menciumi payudara gadis itu bergantian kiri dan kanan. Kedua puting Sandra yang menonjol dan berwarna merah segar itu langsung dikenyot-kenyot dan disedot-sedot. Membuat Sandra makin liar. Ia terus menaik-turunkan tubuhnya, mengocok vaginanya dengan penis Sam di dalamnya. Sementara Sam terus mengemut-ngemut puting Sandra yang segar kemerahan itu. Sambil mengemut, lidahnya juga dijulur-julurkan menyentuh-nyentuh ujung puting yang amat sensitif itu. Sementara Sandra terus menggoyang tubuhnya, membiarkan penis Sam terus menyodok-nyodok liang vaginanya sampai akhirnya, Sandra mencapai klimaksnya dan mendapatkan orgasmenya yang kedua. Setelah itu ia menghentikan gerakannya dan melepaskan dirinya dari penis Sam. Namun rupanya penis Sam masih berdiri tegak! Sehingga kini skor Sam vs Sandra menjadi 2-0. Sandra terpana melihat penis Sam masih tegak dengan perkasanya, karena kini ia sadar apa yang mesti dilakukan selanjutnya sebagai “balas budi” untuk penis Sam. Apalagi Sam saat itu telah memberi instruksi jelas kepadanya, “Ayo emut donk!” katanya ke gadis majikannya itu sambil menunjuk penisnya. Kini mau tak mau Sandra harus melakukannya. Sambil duduk bersimpuh di depan kaki Sam, kini Sandra mengemut-ngemut penis kacungnya.
“Shleebb…shleeebb….shhleebbb….” demikian bunyi mulut Sandra saat menyepong penis Sam. Kepalanya terus mengangguk-angguk dengan penis kekar milik kacungnya itu bergerak keluar masuk mulutnya. Sementara Sam memejamkan matanya. Mulutnya yang tonggos itu bergerak-gerak seiring dengan irama sepongan Sandra yang bersimpuh di kakinya itu. Sungguh ia menikmati sepongan Sandra yang begitu nikmat.
Dan akhirnya, Sam menyuruh Sandra berhenti dan dikeluarkannya penisnya dari dalam mulut gadis itu. Nampak penisnya telah basah mengkilap karena cairan pre-cum nya bercampur dengan ludah gadis itu. Kini dikocoknya penisnya itu persis di depan wajah Sandra. Sampai tak lama kemudian akhirnya,
Crotttttttt—crottss—crotttzz–crottt–crott—–crott———-Muntahlah sperma Sam ke wajah cakep Sandra. Sehingga wajah putih cakep dan kinyis-kinyis seperti boneka itu kini jadi belepotan oleh semprotan sperma si kacung tengil ini. Alis Sandra, hidungnya, pipinya, dagunya, dan bibirnya, semuanya mendapat bagian kena semprotan sperma Sam. Bahkan ada juga sperma “nyasar” yang mendarat di rambut Sandra. Melihat itu sungguh Sam merasa puas sekali. Hatinya begitu bergelora menyaksikan itu semua. Karena cowok mana yang nggak suka menyemprotkan spermanya ke wajah cakep seorang gadis muda. Apalagi kalau gadis itu adalah anak majikannya! Beberapa saat kemudian…
“Yuk ah, aku cabut dulu,” kata Sam yang berdiri dari duduknya. Saat itu Sandra juga telah berdiri dan berjalan untuk mengambil tissue di atas meja rias. Namun Sam langsung menyelanya,
“Mau ngapain kamu?”
“Mau bersihin muka, sebelum nanti meleleh.”
“Jangan dibersihin,” perintah Sam. “Nanti saja setelah aku keluar. Sekarang ayo, kamu tiduran di ranjang donk dan berpose dulu yang sexy. Hehehehee…,” katanya sambil mengenakan celana dalamnya Sam tertawa terkekeh sambil menatap tubuh mulus Sandra yang telanjang itu. “Ayo buka pahamu lebar-lebar. Cepat!”
“Hahahaaa. Bagus, bagus,” katanya saat melihat Sandra menuruti perintahnya dengan patuh dan berpose menantang sambil membentangkan kedua kakinya dengan lebar. “Suitt…suitt….,” mulut usil Sam bersuit-suit sambil ia mengenakan seluruh pakaiannya. Sementara matanya tak lepas menatap liang vagina dan bulu-bulu kemaluan Sandra yang terbuka jelas di depan matanya itu.
“Terus dadamu asyik juga loh. Segar merangsang, padat berisi dan kenyal. Putingmu yang merah itu…cocok bener untuk diisep-isep. Hehehee…” katanya sambil menatap ke buah dada Sandra yang putih dan padat berisi dengan puting kemerahan yang menonjol itu.
Lalu Sam berjalan ke meja rias Sandra. Dibukanya tas Lous Vuitton warna kekar yang ada disana. Dikeluarkannya dompet didalamnya yang juga LV merknya dan dibukanya. “Ini aku ambil semua ya,” katanya sambil menguras habis seluruh duit yang ada disana dan dimasukkan ke kantong celananya.
“Hehehee. Liat tuh, wajahmu yang cakep sekarang jadi belepotan gitu,” katanya sesaat sebelum pergi. Saat itu memang wajah Sandra menjadi basah di beberapa tempat karena spermanya itu telah mencair dan mengalir turun. Bahkan sebagian leher dan dadanya kini juga ikutan basah karena sperma cair yang turun dari dagu dan pipinya. Sementara rambut panjangnya yang terurai nampak awut-awutan. Tapi Sam justru puas menyaksikan Sandra dalam keadaan hancur-hancuran saat itu. Juga hatinya puas karena telah merusak gadis majikannya ini untuk kesekian kalinya. “Wah kapan-kapan Papimu harus ngeliat keadaanmu seperti ini. Biar shock dianya. Hahahaaaaa……..”. Lalu keluarlah Sam dari kamar itu meninggalkan Sandra yang masih dalam pose yang sama seperti tadi sambil termenung-menung sendirian di dalam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s