nadine chandra 1

Posted: December 31, 2011 in Uncategorized

Beberapa saat kemudian, pintu kembali terbuka. Ternyata
adalah Sam! Ia kelihatan habis mandi, memakai
celana pendek dan baju kaos. Kok tadi aku tak
melihatnya? Dengan tegang kuperhatikan apa yang
dilakukannya. Ia menuju ke tempat tidur kakakku. Kakakku
tidur telentang, kakinya agak terbuka terlihat pahanya
yang mulus. Dadanya turun naik. Sam duduk di
pinggir ranjang. Tangannya mengulur memegang pipi
kakakku. Tiba-tiba kakakku terbangun. Sesaat Sam
kelihatan terkejut, tapi sambil menarik kembali
tangannya ia lalu berkata,
“Kamu sudah baikan Nadine? Saya ingin melihat keadaan
kamu.”
“Sudah mendingan Sam, hanya masih lemas saja.”
“Sini deh Sam pijitin supaya lekas sembuh.”
“Nggak usah deh Sam. Masa kok sam mijat saya,” kata
kakakku sambil ia duduk di tengah ranjang.
“Nggak apa-apa kok. Lagian Sam tidak keberatan kok,”
kata Sam sambil tangannya langsung meraih tengkuk
kakakku dan mulai memijat-mijat dan meraba-rabanya.
“Aduuh geli Sam. Jangan ah,” kakakku meronta kecil dan
memendekkan tengkuknya.
“Ssst. Jangan berteriak gitu, nanti kasihan pada bangun
semua. Tenang saja kamu,” kata Sam sambil tangan
yang satunya memegang lengan kakakku.
“Nah gitu, kamu diam saja. Nikmati saja,” kata Sam
sambil kedua tangannya meraba-raba tengkuk dan lengan
kakakku. Membuat kakakku terlena dan memejamkan matanya.
Berdekatan dengan Nadine begitu dekat, langsung membuat
Sam terangsang. Aroma tubuh Nadine yang harum
membuatnya mabuk kepayang. Kedua, dalam jarak begitu
dekat, baju tidur yang agak transparan membuatnya mampu
melihat dengan jelas kemulusan dan bentuk tubuh yang
begitu menggairahkan. Di balik dasternya, branya
berwarna biru tua nampak jelas membuatnya makin
menggairahkan. Juga pahanya yang putih dalam jarak
begitu dekat. Tiba-tiba Sam langsung mencium bibir
Nadine yang sedang memejamkan mata.
“Ooh kamu cantik sekali Nadine, mmhh”
Bibir Sam langsung membekap bibir Nadine dan
melumatnya. Sesaat aku berdetak, lalu apa yang akan
dilakukan kakakku pikirku. Ternyata Nadine tidak
memberontak, malah ia menikmati ciuman Sam. Kedua
tangannya kemudian meraih memeluk Sam.
“Mmmh ahh.”
Bibir ketemu bibir, lidah ketemu lidah. Dengan penuh
nafsu Sam sambil tetap menciumi Nadine, tangannya
mulai meraba-raba tubuh Nadine. Punggung.. Lengan.. Lalu
satu tangannya meraba-raba paha. Tangan itu masuk di
bawah baju, meraba-raba, bergerak naik ke atas. Nadine
mengerang perlahan. Sam membaringkan Nadine, setengah
menindih sambil terus menciumi seluruh muka.. Leher..
Dengan penuh nafsu. Tangan kanannya merayap naik di
balik daster Nadine. Meraba-raba daerah paha lalu naik ke
sekitar perut.
Sam mengangkat kepalanya. Menatap dan mengagumi
tubuh Nadine yang sebentar lagi akan dinikmatinya. Tangan
kirinya membelai-belai rambut, pipi, leher, dan turun ke
dada! Bersamaan dengan tangan kirinya menyentuh dadanya,
tangan kanan bergerilya di balik daster ke aarah
payudara kanan Nadine. Sambil kedua tangannya meraba-raba
payudara Nadine, daster Nadine tersingkap terlihatlah
pahanya yang putih mulus dan celana dalamnya. Kaki kanan
Sam bergerak naik meraba-raba paha Nadine dan daerah
CD nya. Nadine mengerang-erang merasa kegelian karena bulu
kaki Sam menyentuh bagian sensitifnya.
Sesaat kemudian, Sam melepas daster Nadine dan
membuka baju dan celananya sendiri, sambil menikmati
indahnya tubuh Nadine yang terduduk hanya memakai bra dan
CD saja. Tapi ia belum puas dengan itu karena sesaat
kemudian ia segera melepas branya dengan membuka
kaitannya di belakang, lalu direngkuhnya bra itu. Nampak
sepasang payudaranya yang indah berayun dengan bebasnya
menantang untuk dinikmati. Kedua putingnya agak panjang
kemerahan begitu sensitif akan sentuhan. Sambil
pandangan terus tertuju pada payudara Nadine, Sam
melepas CDnya sendiri dan kemudian CD Nadine.

Kini seluruh tubuh Nadine tak tertutup selembar benang
pun. Tampaklah bulu kemaluan Nadine yang nampak kontras
dengan kulitnya yang putih mulus. Sementara penis Pak
Joko yang hitam dan besar itu terlihat sudah menegang
dengan gagahnya. Segera kedua tangannya bereaksi meraih
kedua payudaranya. Mengelus-elus, meraba-raba, dan
meremas-remasnya dengan lembut. Nadine mendesah-desah
kenikmatan. Sam jadi makin nafsu, ia langsung
mencium bibir Nadine sambil kedua tangannya masih terus
meraba-raba payudaranya. Kedua tangannya beraksi di
sekitar kedua puncak gunung Nadine. Memencet-mencet dan
menggerak-gerakkannya akibatnya kedua payudara
bergerak-gerak akibat perbuatannya. Kedua putingnya
menjadi mengeras tanda bahwa Nadine juga ikut terangsang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s