yeyen 1

Posted: December 31, 2011 in Uncategorized

Tiba-tiba pintu kamar Sam terbuka, saat itu Yeyen
sempat mencium aroma menyan yang dibakar Sam saat
itu. Dalam kamarnya Sam memanggil Yeyen dengan
suara serak, Sam saat itu telah tahu bahwa Yeyen
akan mendatanginya. Yeyen melihat ke dalam kamar itu, ia
melihat di kamar itu hanya diterangi lampu 5 watt,
sehingga samar-samar ia melihat Sam duduk bersila
di lantai kamar.
“Yeyen.., masuk..! Duduklah Yeyen..!” kata Sam
serak.
Lalu Yeyen berjongkok dan duduk di atas karpet merah yang
telah disediakan Sam. Sambil komat kamit, Sam memerintahkan Yeyen untuk memandang matanya.
“Nah, pandanglah mata saya Yeyen..!” kata sam lagi.
Inilah kesalahan fatal bagi Yeyen, ia menatap mata Sam
Sam.
Lalu Sam yang saat itu hanya mengenakan sarung,
berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk menguncinya
dari dalam. Yeyen yang telah terpaku oleh pengaruh Sam hanya duduk diam, nafasnya nampak naik turun
karena gairah nafsunya amat menghentak-hentak kepalanya.
Dari baju tidur sutra tipis itu tampak kulit tubuh Yeyen
yang amat menggoda selain akibat dari warna lampu 5 watt
yang juga mempengaruhi kecantikan Yeyen.
Sam lalu berjalan ke arah belakang badan Yeyen.
Tangannya langsung meraih jemari Yeyen. Sambil memeluk
dari belakang, ia menciumi tengkuk yang berbulu halus
itu dengan syahdu. Mata Yeyen hanya merem melek menikmati
sentuhan Sam yang nota bene adalah pembantunya
itu. Selama ia berada di daerah itu, ia belum sekali pun
menginjakkan kakinya ke kamar Sam, namun karena
pengaruh pelet dari Sam membuat ia mendatangi
kamar itu.
Masih dari belakang tubuh Yeyen, Sam lalu meraih
kedua payudara Yeyen yang terbungkus baju tidur itu.
Tangan Sam meremas dan memilin bukit ranum itu.
Lalu mulutnya ia gesekkan ke depan dan dikulumnya bibir
Yeyen yang merah jambu itu. Di bibir itu Sam
mencari-cari lidah Yeyen, dengan napasnya ia menghirup
lidah Yeyen hingga Yeyen merasa sesak napas. Tangan Sam tidak mau kalah, dari dada Yeyen tangan itu terus
turun ke paha dan terus bergeser ke arah pangkal paha
Yeyen. Baju tidur itu ia singkapkan sehingga paha mulus
itu jelas, dan Yeyen masih memakai celana dalam putih
tipis. Jari Sam lalu bermain di dalam rongga
kemaluan Yeyen dan mengorek isi vaginanya.
Masih di atas karpet merah itu, terlihat sangat kontras
sekali tubuh putih mulus Yeyen yang mengenakan baju sutra
tipis itu duduk bersila. Lalu sam membuka kedua tali
yang menahan baju itu dari bahu Yeyen, sehingga baju itu
terlepas ke bawah dan terpampang bahu putih serta
payudara yang masih tertutuo BH 34C milik Yeyen. Baju itu
ia turunkan terus dan lalu tali BH itu ia buka
pengaitnya dari belakang, sehingga kedua bukit salju
Yeyen terlihat jelas.
Dengan mulutnya, kedua puting berwarna merah jambu pada
bukit indah itu dijilat inci demi inci oleh Sam
dengan rakus. Sesekali ia gigit dengan lembut, sehingga
menambah kenikmatan dan sensasi tersendiri bagi Yeyen.
Dari mulut Yeyen hanya terdengar dengusan kenikmatan
ingin permainan itu diteruskan cepat-cepat oleh Sam
Sam. Sam yang telah berpengalaman itu pun tahu
titik kelemahan Yeyen, ia terus memancing setiap inci
dari tubuh Yeyen dengan lidahnya.
Lalu Sam membuka celana dalam Yeyen, dan terlihat
liang kenikmatan Yeyen yang masih rapat itu. Meskipun
Yeyen telah melahirkan, namun liang vaginanya masih
rapat, itu karena saat melahirkan ia melakukan bedah
caesar, sehingga tidak mempengaruhi bentuk vaginanya. Ia
juga rajin olah kebugaran hingga perutnya tetap rata.
Lalu Sam menggeser mulutnya ke bawah pusar Yeyen
dan berhenti di lubang yang ditutup oleh bulu halus
terawat itu. Lubang vagina Yeyen diobok-obok dengan
lidahnya sehingga mengeluarkan bau yang khas yang
memancing gairah Sam.
Kemudian Sam mengambil posisi membelakangi Yeyen
dan ia mengarahkan penisnya yang panjang seperti pisang
Flores itu ke mulut Yeyen. Di bibir Yeyen penis itu masuk,
Yeyen menerima kepala penis itu dan mengulumnya hingga
tuntas dan terus dikocok hingga kepala penis yang telah
lama tidak dipakai itu menghitam dan memuntahkan
larvanya karena dikocok oleh mulut Yeyen selama 15 menit.
Sempat Yeyen menelan sperma Sam dan ia terus
menjilati kepala baja hitam itu. Sam pun terus
memanjakan lubang vagina Yeyen berulang-ulang, ia tidak
perduli Yeyen telah beberapa kali orgasme dengan adanya
lonjakan-lonjakan panjang pada tubuh Yeyen.
Tidak lama Sam merubah posisinya, ia saat itu
berhadap-hadapan dengan Yeyen yang masih terbaring di
atas karpet tebal kamar itu. Dengan tangannya Sam
memasuki lubang Yeyen, ia mengorek terus kemaluan Yeyen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s