nadine new 3

Posted: January 6, 2012 in Uncategorized

Nadine yang mencium bau pikiran mesum dari Sam hanya bisa pasrah, dengan segenap tenaga yang ada, dia mencoba bangkit membelakangi si tua itu dan menuju CD player, saat berjalan ke tempat CD itu Nadine merasa sekali bahwa Sam memandangi pantatnya yang seksi dari belakang. Nadine mencoba tegar walaupun kalau boleh jujur Nadine menyukai tatapan-tatapan pria penuh nafsu ke arahnya, tidak terkecuali para pemerkosanya yang notabene buruk rupa plus berumur, sejak menjadi budak seks dia mengalami kelainan demikian. Kemudian Nadine menyalakan musik R&B yang hari lalu disetelnya, lagu itu berjudul Baby Boy yang dinyanyikan Beyonce versi Mix. Mendengar dentuman lagu yang begitu seksi, berduaan dengan seorang gadis seksi pula, Sam kembali ngeres, tua-tua nafsunya besar juga. Tukang kebun itu tampak berniat jorok me-reply adegan tersebut tetapi dengan gaya berbeda bersama Nona majikannya yang cantik seksi itu. Baru saja lagu itu mengalun dan dia ingin berbalik, dia merasakan sebuah tangan dengan permukaan kasar sedang meremas gemas bongkahan pantatnya, Nadine menolehkan muka ke kanan dan terlihatlah wajah tua Sam tukang kebunnya, Sam menyeringai mesum sementara Nadine menatap kesal.
“Kenapa Non cantik Hhmm…keberatan ??”tanyanya sambil menatap tajam penuh nafsu dan meremas kencang pantatnya.
Nadine yang teringat akan skandalnya yang diketahui Sam hanya bisa membuang muka dengan kesal, dia terpaksa pasrah digerayangi tangan keriput Sam, tidak jauh dari situ ada kaca yang biasa untuk melihat gerakan tangan mengangkat barbel-barbel kecil berbobot 3Kg, Nadine membuang muka tepat sekali ke arah kaca tersebut, sehingga dia bisa melihat sendiri pelecehan demi pelecehan yang terjadi pada dirinya. Saat tangan tukang kebun itu meremas payudaranya, mulut hitam karena rokok murahan yang asyik mencupang leher jenjangnya, lidah Sam yang menjilat lengan mulusnya, semuanya terlihat Nadine, gadis itu benci namun terangsang jua olehnya.

“Non…Ehmm…tolong…digedein lagunya…Ehm..diulang-ulang…lagunya yang ini aja”
suruhnya sambil terus mengerjai leher Nadine.
Nadine yang sedang on-onnya terangsang berat oleh tukang kebun yang dibencinya itu, berjuang untuk mengambil remote, sepasang mata jelitanya yang sedang mendelik-delik sayu mencoba membuka lebar untuk mancari tombol ‘Repeat This’. Dengan perjuangannya itu dia berhasil dan segera memencat tombol itu, namun tak lama,
“Aaaaahh…”desah Nadine hingga melepas pegangannya pada remote CD itu dan jatuh ke lantai ruangan fitness.
Ketika Sam melahap payudaranya yang montok dengan lapar tiba-tiba. Diserang seperti itu membuat Nadine reflex berjalan mundur mencoba menjauhkan payudaranya dari lahapan rakus mulut tukang kebunnya yang sudah jelas-jelas menguasainya itu. Tangan keriput Sam mengelus-elus menjamah punggung putih mulus Nadine dan meremas pantat sekalnya, Nadine semakin mengerang-erang dikerjai pembantunya itu, dia bukan hanya bergerak mundur tetapi berputar-putar di tempat tak jelas, pikirannya sudah melayang terangsang, mulutnya menganga dan nafasnya mendengus berat saat Sam mengobok-obok vaginanya yang masih belepotan sperma. Keadaan Nadine memang dalam tanggung orgasme, sehingga sangatlah mudah dikerjai,
“Aahh…oohhh” Nadine mengerang panjang meraih orgasmenya dengan tukang kebun itu.
Dia mendekap erat kepala Sam hingga terbenam di antara payudaranya, melepaskan semua birahi tanpa mengindahkan kehormatan yang disandangnya sebagai seorang Nona majikan.
Tukang kebun itu tertawa sinting, melihat jari tengahnya yang masih menancap di vagina Nadine dan pemiliknya itu bergoyang-goyang sehingga jari Sam pun terbawa kesana kemari, “Hak hak hak…dasar lontee…!!”leceh Sam. Setelah selesai orgasme, Nadine lemas dan jatuh menyamping kepelukan tukang kebunnya sendiri, Pria tua itu dengan bangga menangkap tubuh sintal nona majikannya. Sam mencabut jarinya dari vagina Nadine dan langsung dijejalkan ke mulut Nadine.
“A..Non A”katanya sambil menganga agar Nadine mengikutinya.

Nadine yang sedang lemas itu terpaksa membuka mulutnya dan melahap jari tengah Sam yang belepotan jus Cintanya sendiri dan sisa–sisa sperma tukang kebunnya. Sam yang sedari tadi menahan birahi keduanya, merubah posisi Nadine yang tadinya menyamping menyender menjadi berhadap-hadapan dengannya, kedua tangan Nadine di lingkarkan ke leher kurusnya, Nadine sebenarnya masih lemas, tetapi percuma melarang pemburu yang sudah lapar dan sudah melukai mangsanya, pasti akan terus menggigit dan melumat mangsanya hingga habis. Tangan Sam mengarahkan penisnya mendekati liang vagina Nadine, tukang kebun itu menagih ejakulasi keduanya, sebelah tangannya menangkup pantat sekal Nadine agar tidak bisa bergerak maupun lari, Jreeess…!!, “Aaaanghh…!!”desah keduanya nikmat.
Kedua insan manusia yang berlainan strata, usia, maupun warna itu menyatu sudah, Pria tua itu sukses memimpin penyatuan kelamin mereka, sebuah dinding vagina yang halus, seret lembut, basah dan juga hangat bergesekan dengan kulit penis yang kasar dipenuhi urat-urat menonjol yang menjijikkan. Pria tua itu serasa kembali muda gagah perkasa, bisa menyetubuhi gadis seumur cucunya itu, berparas cantik pula, maka tanpa membuang waktu yang ada, Sam si pria tua itu langsung menggenjot Nadine sang nona majikan yang angkuh. Posisi mereka jadi seperti huruf E3, berhadap-hadapan sambil berdiri, mulut hitam Sam memaksanya untuk berpagutan, kedua tangannya digunakan meremas pantat dan payudara Nadine, kelamin mereka bergesekan keluar masuk. Sam nampaknya ingin persenggamaan ini lebih lama, karena itu dia menggenjotnya dengan kecepatan sedang tidak terlalu cepat agar tidak terlalu menghamburkan tenaga dan dapat menikmati kenikmatan langka ini lebih lama. Nadine sedari tadi juga sudah terhanyut oleh gaya Sam yang khas itu. Tanpa disadari dia menggerakkan tubuh bagian bawahnya menyambut hujaman-hujaman penis ala Sam tukang kebunnya. Mata pria tua itu sesekali menatap kedua payudaranya yang turut bergoyang-goyang mengikuti goyangan tubuhnya saat melepaskan adu mulutnya. Sam dan Nadine berbarengan merasakan nafsu mereka berdua baru naik ke tingkat berikutnya, dimana step berikutnya adalah klimaks, Sam ingin ‘menjajal’ gaya lain pada tubuh indah Nona majikannya yang seksi karena rajin fitness itu. Tukang kebun bejat itu duduk di bangku fitness, sebuah alat untuk mengencangkan betis agar indah seperti si Nona Nadine,

“Sini non, sok sam pangku!”suruhnya mesum.
Dengan menatap benci namun horny, Nadine menurut saja dan naik ke pangkuannya, tampaknya tukang kebun itu menginginkan gaya Cowgirl, ingin nona majikan cantiknya menaiki penisnya dan mengendarainya, tanpa malu-malu Nadine pun langsung menuntun penis Sam memasuki miliknya. Harapannya adalah agar dia cepat selesai dan segera bebas dari derita birahi. Begitu penis itu masuk ke vagina dan diiringi desahan, Nadine langsung bergoyang di pangkuannya, Sam membalas gerakan dengan menaik turunkan tubuh berlawanan dengan Nadine, sehingga tusukan itu semakin dalam. Wajahnya dibenamkan pada belahan dada, tangannya mengelus-ngelus punggung dan satunya meraba payudara, mulut hitam itu menangkap payudara yang satu lagi. Sam menyedot dan mengulum dengan rakus, kumis tipisnya terkadang bergesekan dengan permukaan dada memberikan rasa geli dan sensasi tambahan. Nadine yang sudah horny ditambah merasa kesal ditaklukan tukang kebun berumurnya itu, menaik-turunkan tubuh seksinya dengan gencar, menumbuk penis dengan vaginanya dalam-dalam sampai Pria berumur itu kelabakan melenguh-lenguh keenakan.
“Uuugghh…oohh…memek Non…enak banget…siy Eenghh…memek..memekk..!!”.
Ceracau tukang kebun tua itu tergila-gila dengan kenikmatan vagina Nadine, desahan sang Nona cantik Nadine bercampur baur dengan lenguhan Sam pembantunya hingga memenuhi ruang fitness keluarga. Sam merangkul pundak Nadine dari belakang dan menekan-nekan ke bawah, sementara Nadine bertumpu pada pundak kurus Sam untuk mengangkat tubuhnya, sehingga gerakan mereka berlawanan. Mereka menceracau nikmat menuju klimaks bersamaan.
“Uaaahh…Uuaahh…Eeengh…Hhaaahh…”. Kepala mereka berdua bertengadah disertai lolongan panjang dari mulut saat mencapai klimaks yang hampir bersamaan. Keduanya menekan pundak masing-masing lawan main, CROOOOTTT !! JROOTT !! CROTT !!
Ekspresi mereka berdua, melepaskan gairah dan melupakan sejenak status mereka untuk menggapai surga bersama, tubuh mereka melekat tanpa perekat, berpelukan dengan rasa yang bercampur aduk diantara keduanya, benci dan nafsu, sehingga membuahkan sebuah gairah yang menggebu-gebu, mereka pun mengakhiri persetubuhan dengan kissing each other. Sejenak Nona majikan yang angkuh itu melupakan sifat buruknya yang suka omel sana omel sini, setelah mendapat orgasme yang kesekian kali dari orang yang dibencinya itu. Kemesuman Sam membawa kebaikan bagi Nadine rupanya. Setelah garapan ini, Nadine baru diijinkan makan siang dengan tenang. Kali ini keberuntungan berpihak pada Nadine karena memasuki sore hari, orang tuanya pulang. Nadine senang bukan main, tentu senang untuk sementara waktu. Karena dalam beberapa hari ke depan, dengan sembunyi-sembunyi Sam suka menagih jatah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s