nadine new 1

Posted: January 6, 2012 in Uncategorized

Saat berada di belakangnya Sam berhenti, Nadine merasakan dengusan berat penuh nafsu bejat milik pembantunya di pundak putih mulusnya, hembusan itu sialnya membuat nafsunya juga terpancing, Sam mengecup kecil pundak sebelah kanannya, Nadinepun menolehkan wajah ke arahnya, dia menyambut senang dengan senyuman cabul.
“Hihihi….!!”tawanya mesum, Leeph…!!.
“Ehmh…Sam !!”dehem Nadine terangsang, saat pundaknya dijilat tukang kebunnya.
Sam menyeringai saat mengetahui Nadine menerima rangsangannya bagai gayung bersambut, jari tengah kanannya menyentuh atap tangan Nadine, menjalar hingga lengan atas sambil tak berhenti mengecup pundaknya, lengan putih mulus kirinya dicengkram dengan lembut, seirama dengan cucupan di pundaknya, cucupan Sam berjalan dan berganti dengan lidah menelusuri leher jenjang harum Nadine centi demi centi, berhenti disana mulut hitam Sam mencupang Nadine, cengkraman di lengannya juga berubah seirama berganti elusan-elusan lembut, naik-turun-naik-turun.
“Ehmmhh…Sam..Sam..Ssshh..!!”desis Nadine memasrahkan diri karena horny,
Tangannya melingkar ke belakang, menempatkan di leher hitam kurus Sam.
“Cruupph…cuph..cuph leph..!!”hisap Sam gemas pada leher jenjang Nadine, sambil sesekali menjilatnya hingga leher Nadine banjir oleh liur menjijikkannya.

Masih terus mencupang, kedua tangannya bergerak menurunkan kaos fitness hitamnya ke masing-masing sisi, Nadine yang sudah pasrah itu mengangkat lengannya sendiri untuk membantu Sam menelanjanginya, Sam melepit kaos itu di bawah payudaranya yang menyembul sudah, dengan cekatan, tukang kebun itupun langsung menangkup buah dada Nadine si Nona majikan. Sam menangkap puting yang menggemaskan itu dan memelintirnya sembari lidahnya berpetualang ke leher belakang Nadine,
“Aaaakhh Sam…!!”erang Nadine geli-geli enak, Tangannya kembali melingkar ke belakang, menempatkan di leher Sam.
Sam yang merasa serangan birahinya menuju puncak kesuksesan, berniat mesum untuk meningkatkan dan meneruskan serangan, lidahnya yang sedang menggelitik leher belakang Nadine, menjalar dan menelusuri punggung bagian atas Nadine yang sangat putih bersih bagaikan batu pualam, terkadang Sam melahap seolah-olah hendak memakan Nadine seandainya bisa, untung saja Sam tidak bisa, jika bisa tentu sang Nona sudah habis digerogoti mulut hitam tukang kebunnya seperti orang melahap buah semangka. Sambil terus menginvasi Nadine dengan jilatan dan remasan, Sam mengangkat rok hitam Nadine, dan terlihatlah bongkahan pantat sekal Nadine, bulat putih padat bagaikan buah melon siap santap, si tua Udin menangkap kedua tangan Nadine yang melingkar ke belakang lehernya, menempatkan kedua tangan itu di sisi kanan dan kiri roknya, tukang kebunnya itu tampak menyuruh sang nona majikan untuk memegangi roknya sendiri agar dia mudah bergerilya. Setelah pintu pertahanan itu terbuka, tangan hitam Sam yang berjari kurus panjang itu langsung mencaploknya dengan rakus, Teplok…!! “Ehhmmh…”desah Nadine. Sam menangkup pantat Nona majikannya dengan gemas, diremas dengan ganas dan tentu diselingi dengan serangan lidah di punggung bagian tengah Nadine, sial dia, karena kedua bagian itu merupakan titik-titik kelemahan wanita.
Sam membungkuk, jilatannya turun menuju dua bongkah pantatnya, dan rabaannya turun ke paha putih mulusnya bagai bangkuang masih segar itu, Sam menggerayangi paha putih mulusnya senti demi senti tidak ada yang terlewati, mengusap-usap, meraba-raba sekujur paha Nadine berulang-ulang.

Tukang kebun itu menggeser kedua belah kaki Nona majikannya lebar-lebar sehingga terlihat dari belakang belahan vagina si cantik itu, Sam tersenyum mesum bahagia, Udin Jr. langsung saja mengadu domba Tuannya agar dengan segera memerangi lawannya yang cantik nan bohay itu. Tapi Sam langsung mengeplak kepala Udin Jr. untuk menyuruhnya diam dahulu, karena tukang kebun itu tidak ingin seperti pagi tadi malah dipecundangi sang Nona,
“Eehmh…sam!!”desah Nadine nikmat.
Saat jari tengah nakal Sam menyentuh liang vagina Nadine yang masih rapat itu, Pak Tua itu memberikan sentuhan-sentuhan kecil kesana, terkadang diselingi dengan cerukan jari tengahnya melintasi sisi panjang bibir vagina.
“AaanGghh…Aannghh…Ssshh”desisnya horny, Nadine mulai terbawa dengan permainan Sam, vaginanya mengeluarkan lendir harumnya, kontan seluruh ruangan yang ber-AC itu penuh dengan aroma semerbak itu, Udin Jr. makin gencar protes dan demo pada Tuannya dengan menulis slogan di papan bertuliskan “Bersama Kita Ngentot !!”.
Lendir yang terproduksi makin lama makin banyak, serangan Sam semakin dahsyat dengan jilatan berjalan di sekujur paha jenjang putihnya yang halus dan mulus, terkadang mulutnya mencucup dua bongkah pantatnya pula. Nadine lama-lama tidak kuat menahan beban tubuhnya, kakinya menekuk perlahan hingga berlutut di lantai ruangan fitness itu karena lemas, dimana Sam juga selalu mengikuti gerakan Nona majikannya tanpa menghentikan sedetikpun serangan mesumnya.. Tukang kebun itu menyibak rok hitamnya yang mini itu hingga memperlihatkan body bohay anak kampus masa kini. Posisi Nadine sekarang menungging dengan kepalanya tertunduk di ruangan lantai fitness berkarpet bulu halus itu, sambil meremas-remas payudaranya sendiri.
“Eehmmhh…Sam…masukin samm…Sa..saya gak kuaath”desah Nadine blingsatan.
Sam senang sekali Nadine kembali memohon padanya, inilah sebenarnya yang diinginkan si tukang kebun mesum itu, sebuah penyerahan total untuk kemenangan mutlak. Sam yang sekarang juga berlutut dibelakang Nadine, semakin lebih nyaman dan bisa santai untuk terus menggerayangi dan mencucupi pantat Nadine yang menungging.

“Masukin apa Non…hayoo huehehehe..??”tanyanya mengejek, sambil terus mengobok-obok sisi luar vagina Nadine, tepatnya di bibir vagina yang tebal menggemaskan namun mungil itu, dengan celah kecil dan sempit, yang mana pasti nikmat untuk dicelup sebuah penis.
“Pa..pake ko..konAaaanngghh…!!”desah Nadine.
Sam dengan jahilnya menusukkan jari tengah kurusnya yang berkulit hitam keriput itu ke vagina Nadine sedalam-dalamnya.
“Hi hi hi cihuuy…banjir Ooy !!”komentarnya norak, merasakan vagina Nadine becek.
Clek..clek..clek..clek !! kobokan jari Sam keluar masuk vagina.
Plaaakk !!“Aaakhh…!!”. Sam gemas dengan posisi nungging Nadine, sebenarnya dia
sudah ingin sekali mendoggy Nona cantiknya itu, tapi dia takut seperti kejadian tadi pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s