virna new 1

Posted: June 16, 2012 in Uncategorized

Kami duduk saling bersebarangan di meja makan itu, laptop kami berlawanan, aku sering menjadi tidak konsen dengan kecantikan Lyra virna sehingga aku menjadi salah tingkah, walau Lyra virna sering memberikan aku pujian karena aku gegas dalam menyelesaikan permasalahan internet dan komputer.
“Kamu pinter Sam .. dulu sekolah dimana ?” tanya Lyra virna dengan tersenyum dan menyelidik
lyra-yuniar“Ya belajar sendiri aja Mbak Lyra .. tapi ya ditekuni sampai bisa .. ada tahapan yang kudu dilalui, nggak bisa serampangan .. satu pelajari sampai bisa baru berpindah ke lain hati ..” kataku disambut tawa Lyra virna. Rambutnya yang panjang itu disibakkan karena berada di depan dadanya, aku sampai terpukau dengan kecantikan janda beranak dua itu, sampai aku memandangnya dengan tersenyum sambil geleng geleng
“Mbak Lyra cantik sekali “ pujiku yang disambut senyum malu Lyra virna.
“Ah aku biasa saja Sam .. “ tolak Lyra virna dengan tersenyum, naluri seksnya seolah olah muncul, Lyra virna memancing dengan nakal
“Kamu sudah punya pacar ? juga sering gituan ?” tanya Lyra virna dengan selidik, kuperhatikan jari jari tangannya mengepal di ketika diletakkan di meja. Pertanda wanita ini sudah lama tidak digauli, aku menahan diri agar tidak over acting dan pura pura terperengah
“Nggak aaaaaaah “ kataku yang ketika menjawab mulutku aku makanan sendkit itu aku pura pura kesedak, sampai Lyra virna berdiri dan menahan pundakku di samping
“Hati hati Haan .. makan jangan sambil ngomong “ Lyra virna menasehati aku. Aku pura pura kesakitan, kutenggak air minum di depanku, tanganku sampai menyenggol buah dadanya membuat Lyra virna menjadi berdesir tak karuan, namun Lyra virna tidak protes, masih memegang lenganku, kuelus elus tangan Lyra virna yang halus dan lembut itu, kutatap dengan memalingkan mukaku bertatapan dengan Lyra virna, Lyra virna menunduk malu namun tetap memegang lenganku dengan erat seolah berat melepaskan, kutarik tangannya sedikit keras, kakiku tersandung kaki Lyra virna sehingga kontan Lyra virna langsung berada dipangkuan
“Haaaaaan .. pleaseeeeeee “ Lyra virna seolah olah kaget dan keempukan pantatnya berada di pangkuanku, kurasakan penisku yang ngaceng itu mendapatkan timpaan yang empuk dan sekal, aku melingkarkan tanganku memeluk pinggangnya, Lyra virna menjadi tidak tenang, tubuhnya mulai gemetaran karena kawatir apa yang akan terjadi.
“Mbak Lyra cantik “ pujiku dengan tetap mengelus elus lengan Lyra virna dan kucium rambutnya ya wangi itu, jemari tangan Lyra virna meremas kuat celana panjangku, menahan libidonya tak tersalurkan.
“Mbak .. aku pengin Mbak Lyra .. “ kataku dengan membisik pelan
“Jangan Haaan .. jangaan yaa .. nggak baaaik “ sahut Lyra virna dengan suara yang berat untuk menahan nafsu seksnya, nafasnya memburu dengan cepat tidak tahan akan godaan nafsu yang selama ini mengekangnya
“Mbak .. Mbak Lyra cantik .. Mbak Lyra jangan bohongi nurani .. Mbak Lyra butuh belaian lelaki bukan ?” pancing dengan mulai nakal menaikan gaun roknya itu, rambut yang wangi aku cium, gilanya Lyra virna tidak berontak dari pangkuanku. Aku semakin mendapatkan angin, Lyra virna semakin tidak tenang dan mulai rileks dan menyenderkan punggungnya di dadaku
“Mari Mbak .. aku akan mengisi kesepian Mbak Lyra .. “ kataku dengan mendorong kepala sebelah kiri Lyra virna dan bertatapan denganku, Lyra virna memandangku dengan tegang dan matanya sayu pelan pelan menutup, bibirnya terbuka pelan pelan, kumajukan bibirku dan kupagut dengan pelan pelan, Lyra virna menikmati pagutan itu, kami berpagutan dengan berpangkuan kembali aku memeluk pinggangnya dengan kedua tanganku, tangan kananku tetap mengelus pahanya yang sangat mulus itu, gelora birahinya meningkat cepat, dadanya membusung lebih besar pertanda birahinya sudah berada di ubun ubun, kami berdua berpagutan sampai kami kemudian saling menghembuskan nafas
“Ssssssssh ssssssssshhh ..hhhh “ desis Lyra virna merasakan nafas yang barusan tertahan karena kami berpagutan dengan lama dan mesra, matanya menatapku lagi
“Haaaaan .. “ sapa Lyra virna dengan suara lirih dan kecil
“Ya Mbaaak “ jawabku dengan kembali mengelus elus rambutnya yang panjang itu, matanya terpejam dan bibir tergigit dengan kuat, kemudian membuka lagi, kusambar bibir itu dan kuajak kembali berpagutan.
“Oooh Haaaaaaaan “ tahan Lyra virna ketika aku melumat bibirnya dengan rakus, namun tak lama kemudian kembali melawan lumatanku, tanganku naik dan meremas buah dadanya yang membusung padat itu, Lyra virna terus melumat bibirku, tangannya naik dan memeluk kepalaku, kami saling berlumatan dengan kupangku Lyra virna itu, kami saling menikmati pagutan dan lumatan itu, Lyra virna sampai megap megap menahan lumatanku.
“Kita kita ke kamar Mbaak ., biar lebih indah .. ijinkan aku mengisi sisi ranjangmu yang sepi “ bujukku dengan meremas buah dadanya itu, Lyra virna kemudian berbalik badan dengan mendudukiku. Kedua tangannya ditopangkan ke pundakku dan tersenyum padaku, senyum manisnya diberikan padaku
“Kamu yakin ?” tanya Lyra virna dengan menatapku, aku mengangguk dengan pelan. Lyra virna kemudian langsung menyerbu bibirku rakus, melumat bibirku. Tanganku dicekal dan diarahkan ke buah dadanya agar aku kembali meremasnya, kuremas buah dada Lyra virna dan kami berlumatan dengan penuh rakus dan nafsu.
“Ssssssssssh ssssssshhh ssssssshhh .. Haan .. sayaang .. ke kamar yuk .. aku aaakuu sudah nggak tahaan .. sudah lama aku nggak gituan “ ajak Lyra virna dengan menunduk karena gelombang birahi itu menyerang ke lubuk hatinya yang selama ini kering belaian lelaki.
“Aku malu Sam “ jawab Lyra virna ketika dagunya aku naikan dengan tanganku, namun tangan kiriku tetap memegang bongkahan dadanya yang besar itu. Aku kemudian mendorong pinggangnya sehingga Lyra virna tidak berada di pangkuanku setengaj berdiri tertahan meja di belakangnya yang aku dorong dengan kakiku, aku langsung menahan ke ketiaknya, kemudian tangan kananku menahan ke belakang lututnya, kuangkat sambil berdiri dan kini Lyra virna dalam pondongan
“Oo Haaan .. mau di bawa kemana aku, sayaaaang “ lonjak Lyra virna dengan merangkulkan tangan kirinya ke belakang kepalaku, tangannya kanannya membelai belai pipiku
“Kamu ganteng Sam .. “ ujar Lyra virna tersipu malu dan kupagut kembali bibirnya yang seksi dan berlipstik itu, Lyra virna menikmati pagutanku dengan mesra
“Bawa aku ke kamar, sayaang .. “ ajak Lyra virna tidak tahan lagi, lahan keringnya minta disirami dengan spermaku agar kembali subur
“Kamarmu di mana Mbak Lyra “ tanyaku lirih dengan hendak berjalan memondong Lyra virna.
“Di belakang itu sayaang “ kata Lyra virna dengan memelukku lebih erat, akupun kemudian membawa wanita yang haus pelampiasan birahi ini ke arah kamar yang ditunjuk Lyra virna. Kubawa kamar itu ganggangnya dengan kakiku.
Sesampai ke kamar kuturunkan tubuh seksi nan montok itu ke ranjang, aku langsung ditarik pundakku, aku kembali bercumbuan dengan Lyra virna yang dengan rakus melumat bibirku, tangannya menyelinap ke bawa dan meremas batangku, Lyra virna sampai mendelik dengan mata membesar
“Haaaaaaan uuuuuuuuuh .. sssshh .. punyamu besar sekal, sayaang .. ooh .. besaar iih .. gimana ya rasanyaaaa “ lenguh Lyra virna dengan tersenyum manja.
“Mau pengin lihat Mbak Lyra, sayaang “ pancingku yang dijawab jawilan tangan Lyra virna di pipiku
lyra virna“Kamu nakal, sayaang .. lelaki ternakal .. suka to the point ..tapi aku suka sayaang .. sudah lama kuinginkan ini .. aku sudah tahu tentang kamu.. aku baca diirimu di blogmuu .. “ aku Lyra virna dengan masih memegang penisku.
“Aku pengin melihatmu polos Mbak Lyra, sayaang “ kataku dengan menarik badanku, melepas kancing bajuku, Lyra virna membantu aku membuka bajuku, kemudian menarik kaos dalamku, kini aku bertelanjang dada, tangan Lyra virna kembali meremas batangku, dengan cepat kaitan celanaku di buka, Lyra virna tidak tahan lagi melihat batangku sebesar berapa, ketika menarik celanaku itu langsung dengan celdamku, Lyra virna sampai tersenyum lebar dan kemudian tertawa nakal
“Besar sekali Haaan .. ck ck ck ck “ puji Lyra virna dengan menatapku mesra
“Gantian aku pengin melihat Mbak Lyraaaa .. “ kataku dengan menahan tangan Lyra virna yang memegang batangku itu, Lyra virna kemudian tersenyum, membuka rok terusan itu dan dibuang ke samping, aku sampai berdegup kencang menyaksikan Lyra virna tanpa baju itu, buah dadanya benar benar montok dan besar, kemudian dengan bersimpuh itu aku langsung menarik celana dalamnya
“Woow .. nggak sabaran ya sayaaaaaaaang “ rajuk Lyra virna dengan membuka kaitan branya, ketika cup bra lepas, bongkahan kenyal nan montok itu menjadi tatapan mataku yang nakal. Lyra virna kemudian rebahan
“Tunggu apalagi, sayaaang .. segera puaskan aku .. jangan diam saja, sayaaang .. aku menunggumu sayaang .. segera sayaang pleasee .. tindih aku “ tarik Lyra virna dengan gemas dan kami saling bergulat gaya bebas dengan saling bercumbu, tanganku semakin nakal meremas buah dadanya
“Haaaaaaan sssssssssh .. sayaaaaaaaaaang .. remeesaaamuu “ erang Lyra virna dengan menggelinjang merasakan remasanku, malah menjepit pahanya, vaginanya digesek gesekan ke penisku itu.
“Nggak tahan ya ?” godaku yang disambut dengan pelukan Lyra virna dan Lyra virna menggulingkan aku, kemudian mendudukiku. Luar biasa indahnya wanita janda ini, kulitnya mulus, rambutnya panjang dan buah dadanya besar, vaginanya basah tidak tahan rangsangan birahi.
“Aku akan selalu mengisi malammu yang sepi, Mbak Lyra sayaang “ rajukku yang dijawab dengan tawa Lyra virna kemudian memegang batangku dan dikocoknya pelan.
“Ya Haaan .. “ jawab Lyra virna dengan pelan. Kemudian kepalanya menggeleng dan tersenyum
“Besar sekali penismu, sayaang .. “ puji Lyra virna kembali, namun kemudian malah menindihku dan mengajak saling melumat, kami berlumatan kembali dengan rakus, buah dadanya ditekankan ke dadaku, kurasakan sentuhan punting susunya itu, aku semakin tenggelam dalam lautan birahi bersama Lyra virna ini. Kuyakini malam ini akan menjadi malam panjang bagiku dan Lyra virna yang mengerang, melenguh dan merintih serta mendesah desah mendapatkan kepuasan birahi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s